WhatsApp Icon
Ketua BAZNAS Sulsel Riswan Ilyas Hadiri Penyaluran Zakat dan Program Pemberdayaan Masyarakat di Sinjai

 

SINJAI – Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan, Riswan Ilyas, menghadiri kegiatan pendistribusian dan pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) BAZNAS Kabupaten Sinjai yang berlangsung di Kecamatan Tellulimpoe, Jumat (30/10/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Sinjai, Dra. Hj. Ratnawati Arif, M.Si., bersama jajaran pemerintah daerah, pimpinan BAZNAS Kabupaten Sinjai, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Kehadiran Ketua BAZNAS Sulawesi Selatan dalam kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat koordinasi, sinergi kelembagaan, serta mendorong peningkatan kualitas pengelolaan zakat di tingkat kabupaten/kota, khususnya dalam menghadirkan program yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Dalam sambutannya, Riswan Ilyas menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Kabupaten Sinjai atas berbagai program pendistribusian dan pendayagunaan ZIS yang dilaksanakan di Kecamatan Tellulimpoe. Ia menilai program tersebut menunjukkan bahwa zakat tidak hanya berfungsi sebagai instrumen bantuan sosial, tetapi juga memiliki kekuatan untuk mendorong pemberdayaan dan kemandirian ekonomi masyarakat.

Pada kegiatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Sinjai menyalurkan sebanyak 110 paket sembako kepada masyarakat di desa dan kelurahan se-Kecamatan Tellulimpoe.

Selain itu, terdapat sejumlah program pemberdayaan ekonomi, meliputi Balai Ternak Ayam bagi penerima manfaat di Desa Massaile dan Desa Mannanti, program Z-Mart di Desa Samaturue dan Desa Tellulimpoe, serta program Z-Auto di Desa Pattongko.

Program sosial lainnya juga diberikan melalui bantuan perbaikan rumah atau sarana pendidikan Al-Qur'an di TPQ Asy-Syurafah, Desa Lembang Lohe, bantuan pembangunan fasilitas sanitasi di Desa Kalobba dan Desa Saotengah, serta bantuan biaya pengobatan bagi masyarakat di Kelurahan Mannanti dan Desa Sukamaju.

 

Riswan Ilyas Dorong Penguatan Sinergi BAZNAS dan Pemerintah Daerah

Dalam arahannya, Riswan Ilyas menekankan pentingnya membangun kolaborasi yang semakin kuat antara BAZNAS dan pemerintah daerah. Menurutnya, BAZNAS merupakan lembaga pemerintah nonstruktural yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat sehingga memiliki peran strategis dalam mendukung agenda pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah memiliki kebijakan, program pembangunan, serta data masyarakat, sementara BAZNAS memiliki instrumen zakat, infak, dan sedekah yang dapat melengkapi berbagai program pemerintah.

Karena itu, sinergi antara kedua institusi perlu terus diperkuat, terutama dalam penanggulangan kemiskinan, pemberdayaan UMKM, pengembangan sektor pertanian dan peternakan, pendidikan, kesehatan, serta perbaikan rumah tidak layak huni.

Riswan juga mengharapkan dukungan Bupati Sinjai, Dra. Hj. Ratnawati Arif, M.Si., dalam memperkuat optimalisasi pengumpulan zakat melalui BAZNAS, termasuk pengembangan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) pada perangkat daerah dan berbagai institusi.

Selain penguatan penghimpunan, ia mendorong agar program-program BAZNAS semakin terintegrasi dengan prioritas pembangunan daerah serta didukung penggunaan data yang akurat sehingga penyaluran bantuan benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak yang terukur.

 

Dorong Zakat Produktif, Mustahik Menuju Kemandirian

Salah satu pesan utama yang disampaikan Ketua BAZNAS Sulsel adalah pentingnya transformasi pengelolaan zakat dari sekadar pendistribusian bantuan menuju pemberdayaan yang berkelanjutan.

Menurut Riswan, program Balai Ternak, Z-Mart, dan Z-Auto harus mendapatkan perhatian melalui pendampingan secara konsisten. Bantuan yang diberikan tidak boleh berhenti pada proses penyerahan, tetapi harus dilanjutkan dengan pembinaan, penguatan kapasitas usaha, pendampingan pengelolaan keuangan, dan evaluasi perkembangan usaha penerima manfaat.

"Jangan sampai kita merasa tugas telah selesai setelah bantuan diserahkan. Justru setelah bantuan diserahkan, di situlah tanggung jawab pendampingan dimulai," tegasnya.

Ia berharap program pemberdayaan BAZNAS mampu menciptakan perubahan nyata dalam kehidupan keluarga penerima manfaat. Bahkan, lebih jauh, mustahik yang saat ini menerima bantuan diharapkan dapat tumbuh menjadi muzaki yang mandiri dan mampu menunaikan zakat.

Menurutnya, perubahan status dari mustahik menjadi muzaki merupakan salah satu indikator keberhasilan pemberdayaan zakat yang harus menjadi orientasi seluruh jajaran BAZNAS.

 

Kepercayaan Muzaki Harus Dijaga dengan Tata Kelola Profesional

Dalam kesempatan tersebut, Riswan Ilyas juga mengingatkan seluruh jajaran BAZNAS agar senantiasa menjaga kepercayaan masyarakat dalam pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah.

Ia menegaskan pentingnya penerapan prinsip aman syar'i, aman regulasi, dan aman NKRI, dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, profesionalitas, serta kebermanfaatan program.

Menurutnya, keberhasilan BAZNAS bukan semata-mata diukur dari besarnya dana zakat yang berhasil dihimpun, tetapi juga dari seberapa banyak kehidupan masyarakat yang berhasil diubah menjadi lebih baik.

Kegiatan di Kecamatan Tellulimpoe ini menjadi momentum penguatan sinergi antara BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, BAZNAS Kabupaten Sinjai, dan Pemerintah Kabupaten Sinjai dalam mengoptimalkan potensi zakat sebagai instrumen pemberdayaan sosial dan ekonomi umat.

Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, BAZNAS diharapkan semakin mampu menghadirkan manfaat zakat yang lebih luas, mendorong kemandirian mustahik, dan berkontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di Sulawesi Selatan.

30/10/2026 | Kontributor: humas baznas sulsel
Ketua BAZNAS Sulawesi Selatan Riswan Ilyas Hadiri Peringatan Satu Tahun Sekolah Rakyat dan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Makassar

MAKASSAR – Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan, Riswan Ilyas, ST, SE.Sy, menghadiri peringatan satu tahun Program Sekolah Rakyat yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Gedung Olahraga (GOR) Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Rabu (28/10/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam memperluas akses pendidikan yang inklusif, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memberikan kesempatan yang lebih luas kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan yang layak.

Acara tersebut turut dihadiri Menteri Sosial Republik Indonesia Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, serta para siswa Sekolah Rakyat dari berbagai daerah.

 

Semangat Sumpah Pemuda dan Pemerataan Pendidikan

Peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh semangat kebangsaan. Salah satu momen yang menarik perhatian peserta adalah ketika siswa Sekolah Rakyat, Muhammad Yusuf, memimpin pembacaan ikrar Sumpah Pemuda di hadapan para undangan.

Rangkaian kegiatan juga dimeriahkan dengan penampilan seni dan budaya oleh para siswa Sekolah Rakyat. Berbagai pertunjukan, mulai dari pencak silat, musik kecapi, hingga tarian nusantara, menjadi gambaran keberagaman budaya Indonesia sekaligus potensi generasi muda yang perlu terus dikembangkan.

Peringatan satu tahun Sekolah Rakyat juga menjadi kesempatan untuk mengevaluasi pelaksanaan program pendidikan yang menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program ini diharapkan dapat membuka akses pendidikan yang lebih merata sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan kualitas sumber daya manusia.

 

BAZNAS Sulawesi Selatan Dukung Penguatan Kesejahteraan Masyarakat

Kehadiran Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan Riswan Ilyas dalam kegiatan tersebut mencerminkan pentingnya sinergi antarlembaga dalam mendukung agenda pembangunan sosial, khususnya peningkatan kualitas hidup masyarakat dan perluasan kesempatan bagi kelompok yang membutuhkan.

Sebagai lembaga yang memiliki mandat dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS memiliki peran strategis dalam mendukung pengentasan kemiskinan melalui program pendistribusian dan pendayagunaan dana zakat yang terarah, terukur, dan berkelanjutan. 

Pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam upaya memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Melalui program-program yang berorientasi pada peningkatan kapasitas mustahik, penguatan pendidikan, dan pemberdayaan keluarga, zakat dapat menjadi instrumen sosial-ekonomi yang membantu masyarakat memperoleh kesempatan untuk hidup lebih sejahtera.

Momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda juga sejalan dengan semangat pemberdayaan generasi muda. Anak-anak yang memperoleh akses pendidikan dan pendampingan yang memadai diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi yang berdaya saing, berkarakter, serta mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah dan bangsa.

 

Memperkuat Kolaborasi untuk Masa Depan Generasi Muda

Peringatan satu tahun Sekolah Rakyat dan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Makassar menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, lembaga sosial, dunia pendidikan, hingga masyarakat.

BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan terus menempatkan pengelolaan zakat sebagai bagian dari upaya membangun kesejahteraan masyarakat. Sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan diharapkan dapat memperluas manfaat program sosial dan memperkuat dukungan terhadap kelompok rentan, termasuk anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Semangat Sumpah Pemuda menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa ditentukan oleh kualitas generasi mudanya. Dengan memperkuat akses pendidikan, kepedulian sosial, dan kolaborasi antarlembaga, cita-cita mewujudkan masyarakat yang lebih adil, mandiri, dan sejahtera dapat terus diperjuangkan bersama.

BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan berkomitmen untuk terus memperkuat peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan dan kesejahteraan umat, sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas di Sulawesi Selatan.

28/10/2026 | Kontributor: humas baznas sulsel
BAZNAS Sulsel Gelar Bimtek Evaluasi Perencanaan Semester I 2026 dan Penyusunan RKAT 2027, Perkuat Tata Kelola Zakat yang Terukur

 

 

MAKASSAR, 27 Oktober 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan menyelenggarakan Bimbingan Teknis Evaluasi Perencanaan Semester I Tahun 2026 dan Penyusunan Dokumen Perencanaan Tahun 2027 bagi BAZNAS kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.

Kegiatan yang berlangsung pada 27–29 Oktober 2026 di Hotel Almadera Makassar ini menjadi upaya memperkuat kualitas perencanaan, evaluasi kinerja, dan tata kelola pengelolaan zakat yang lebih terarah, akuntabel, serta berorientasi pada dampak.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, Riswan Ilyas, S.E.Sy., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya perencanaan yang matang sebagai fondasi pelaksanaan program dan pencapaian target lembaga. Evaluasi terhadap pelaksanaan program pada semester pertama tahun 2026 menjadi momentum bagi BAZNAS untuk mengidentifikasi capaian, menelaah kendala, serta merumuskan langkah perbaikan dalam pelaksanaan program berikutnya.

Bimbingan teknis ini menghadirkan Dr. Ahmad Hambali, S.Ag., M.H., Direktur Perencanaan ZIS-DSKL Nasional BAZNAS RI, yang memberikan pendampingan dan penguatan kapasitas kepada jajaran BAZNAS se-Sulawesi Selatan dalam menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) Tahun 2027.

Evaluasi sebagai Dasar Perbaikan Kinerja

Evaluasi perencanaan Semester I 2026 menjadi salah satu agenda penting untuk memastikan pelaksanaan program BAZNAS berjalan sesuai dengan rencana, sasaran, dan indikator kinerja yang telah ditetapkan.

Melalui evaluasi tersebut, BAZNAS kabupaten/kota didorong untuk menelaah kesesuaian antara perencanaan dan realisasi program, mengidentifikasi faktor pendukung maupun kendala pelaksanaan, serta menyusun langkah perbaikan berdasarkan hasil evaluasi.

Pendekatan ini penting agar proses perencanaan tidak berhenti pada pemenuhan dokumen administratif, tetapi menjadi instrumen manajemen yang membantu lembaga mengambil keputusan secara lebih tepat. Dengan demikian, setiap program dapat dirancang berdasarkan kebutuhan, dilaksanakan secara terukur, dan dievaluasi berdasarkan capaian yang jelas.

Perkuat Penyusunan RKAT BAZNAS Tahun 2027

Salah satu fokus utama kegiatan adalah penyusunan dokumen perencanaan tahun 2027, khususnya Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) BAZNAS. Melalui pendampingan Direktur Perencanaan ZIS-DSKL Nasional BAZNAS RI, peserta memperoleh penguatan dalam menyelaraskan rencana program, target kinerja, kebutuhan anggaran, dan indikator keberhasilan lembaga.

Penyusunan RKAT yang berkualitas membutuhkan keterpaduan antara tujuan strategis lembaga dan rencana kerja yang akan dilaksanakan. Perencanaan perlu mempertimbangkan kapasitas organisasi, potensi penghimpunan ZIS dan DSKL, kebutuhan pendistribusian dan pendayagunaan, serta target pelayanan kepada muzaki dan mustahik.

Karena itu, BAZNAS kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan diharapkan mampu menyusun dokumen perencanaan yang realistis, sistematis, dan selaras dengan arah kebijakan BAZNAS secara berjenjang. Perencanaan yang baik juga menjadi fondasi bagi pelaksanaan program yang lebih efektif, pengendalian anggaran, serta evaluasi kinerja pada tahun berikutnya.

Membangun Perencanaan Berbasis Kinerja dan Dampak

Melalui kegiatan ini, BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan mendorong penguatan budaya kerja yang menjadikan data, evaluasi, dan indikator kinerja sebagai bagian penting dalam pengambilan keputusan.

Perencanaan yang efektif tidak hanya menjawab apa yang akan dikerjakan dan berapa anggaran yang dibutuhkan, tetapi juga menjelaskan hasil yang ingin dicapai serta manfaat yang diharapkan bagi masyarakat.

Dengan pendekatan tersebut, penyusunan RKAT 2027 diharapkan semakin memperhatikan keterkaitan antara target penghimpunan, kualitas pendistribusian dan pendayagunaan, efisiensi penggunaan anggaran, serta capaian program bagi penerima manfaat.

Keselarasan perencanaan antara BAZNAS Provinsi dan BAZNAS kabupaten/kota juga menjadi aspek penting dalam membangun tata kelola zakat yang lebih terkoordinasi. Melalui kesamaan arah dan standar perencanaan, pelaksanaan program diharapkan dapat saling mendukung dalam memperluas manfaat zakat bagi masyarakat Sulawesi Selatan.

Perkuat Sinergi BAZNAS se-Sulawesi Selatan

Penyelenggaraan bimbingan teknis ini menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan untuk memperkuat kapasitas kelembagaan dan meningkatkan kualitas tata kelola zakat di seluruh kabupaten/kota.

Selama kegiatan berlangsung pada 27–29 Oktober 2026, peserta diharapkan dapat memanfaatkan sesi pendampingan untuk memperdalam pemahaman mengenai evaluasi perencanaan dan menyempurnakan dokumen perencanaan tahun 2027 sesuai dengan ketentuan serta arah kebijakan yang berlaku.

Melalui penguatan kapasitas tersebut, BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan berharap seluruh BAZNAS kabupaten/kota semakin siap menghadapi pelaksanaan program tahun 2027 dengan perencanaan yang lebih terukur, penganggaran yang lebih terarah, serta indikator kinerja yang jelas.

BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan berkomitmen untuk terus memperkuat tata kelola pengelolaan zakat melalui perencanaan yang berkualitas, evaluasi yang berkelanjutan, dan peningkatan kapasitas kelembagaan, sehingga pengelolaan ZIS dan DSKL dapat memberikan manfaat yang semakin luas dan berdampak nyata bagi masyarakat.*

 

 

27/10/2026 | Kontributor: humas baznas sulsel
BAZNAS Sulsel dan Hotel Almadera Teken MoU Program Food Bank, Salurkan Makanan Layak Konsumsi kepada Masyarakat Membutuhkan

 

MAKASSAR, 27 Oktober 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan menjalin kerja sama dengan Hotel Almadera Makassar melalui penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dalam program Food Bank, sebuah inisiatif kolaboratif untuk mengurangi pemborosan makanan sekaligus memperluas akses pangan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Penandatanganan MoU dilaksanakan di Room Orchid Hotel Almadera, Makassar, Selasa (27/10/2026), oleh Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, Riswan Ilyas, S.E.Sy. Kerja sama ini menjadi langkah konkret dalam menghubungkan potensi makanan berlebih yang masih layak dan aman dikonsumsi dengan kebutuhan pangan masyarakat, khususnya golongan asnaf yang membutuhkan.

Melalui program ini, makanan yang disiapkan oleh pihak hotel, tetapi tidak habis dikonsumsi tamu, dapat dikoordinasikan dengan BAZNAS untuk selanjutnya disalurkan kepada penerima manfaat. Makanan yang didistribusikan merupakan makanan yang masih segar, layak konsumsi, dan memenuhi persyaratan keamanan pangan sesuai standar perhotelan.

Mengurangi Pemborosan, Memperluas Manfaat Pangan

Industri perhotelan memiliki aktivitas penyediaan makanan yang dinamis, baik untuk tamu maupun berbagai kegiatan. Dalam kondisi tertentu, terdapat makanan yang masih layak dikonsumsi tetapi tidak habis tersaji atau dikonsumsi. Apabila tidak dikelola dengan baik, makanan tersebut berpotensi menjadi limbah, padahal masih dapat memberikan manfaat bagi orang lain.

Melalui program Food Bank, BAZNAS Sulawesi Selatan dan Hotel Almadera berupaya mengubah potensi surplus makanan tersebut menjadi sumber manfaat sosial. Makanan yang masih layak dan aman dikonsumsi dapat diselamatkan, dikelola, dan disalurkan melalui koordinasi kedua pihak kepada masyarakat yang membutuhkan.

Inisiatif ini menegaskan bahwa upaya membantu masyarakat tidak selalu harus dimulai dengan menyediakan sumber daya baru. Pengelolaan sumber daya yang telah tersedia secara lebih bijaksana juga dapat menjadi jalan untuk memperluas manfaat dan menjawab kebutuhan sosial.

BAZNAS Menjadi Penghubung antara Surplus Pangan dan Penerima Manfaat

Dalam kerja sama ini, BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan berperan dalam mengoordinasikan penyaluran makanan kepada penerima manfaat yang membutuhkan. Kolaborasi dengan pihak hotel diharapkan dapat membangun mekanisme penyaluran yang terarah, sehingga makanan yang masih layak konsumsi dapat dimanfaatkan secara optimal.

Program ini juga membuka ruang bagi penguatan kolaborasi antara lembaga pengelola zakat dan sektor usaha dalam menjawab persoalan sosial masyarakat. Melalui pendekatan tersebut, kepedulian sosial dapat diwujudkan dalam bentuk aksi nyata yang memanfaatkan potensi sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar.

Penyaluran makanan kepada golongan asnaf yang membutuhkan menjadi bagian dari upaya menghadirkan manfaat sosial yang lebih dekat dengan kebutuhan dasar masyarakat. Pelaksanaannya tetap perlu memperhatikan ketepatan sasaran, kualitas makanan, waktu penyaluran, serta prosedur keamanan pangan agar manfaat yang diberikan dapat diterima secara layak oleh penerima.

Kolaborasi Dunia Usaha untuk Kepedulian Sosial

Penandatanganan MoU antara BAZNAS Sulawesi Selatan dan Hotel Almadera menjadi langkah awal dalam membangun sinergi antara lembaga sosial keagamaan dan dunia usaha. Kerja sama ini menunjukkan bahwa sektor perhotelan dapat mengambil peran dalam pengurangan pemborosan makanan sekaligus berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.

Lebih dari sekadar kegiatan penyaluran makanan, program Food Bank diharapkan dapat menumbuhkan budaya pemanfaatan pangan yang bertanggung jawab, memperkuat kepedulian terhadap sesama, serta mendorong keterlibatan lebih luas dari berbagai pihak dalam mengatasi persoalan sosial.

BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan berharap kolaborasi ini dapat menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lainnya untuk turut mengembangkan inisiatif serupa sesuai dengan kapasitas dan karakteristik masing-masing.

Melalui program Food Bank, BAZNAS Sulawesi Selatan terus mendorong pengelolaan sumber daya yang lebih bermanfaat, kolaboratif, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.

Dari makanan yang berlebih, lahir manfaat yang lebih luas. Bersama Hotel Almadera, BAZNAS Sulawesi Selatan berupaya memastikan makanan yang masih layak konsumsi tidak terbuang sia-sia, tetapi dapat menjadi sumber kebaikan bagi mereka yang membutuhkan.

27/10/2026 | Kontributor: humas baznas sulsel
Ketua BAZNAS se-Sulawesi Selatan Hadiri Rakornas BAZNAS RI, Raih Tiga Penghargaan Nasional

Jakarta, 15 Oktober 2026 — Jajaran pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) se-Sulawesi Selatan menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS RI yang diselenggarakan di Jakarta pada 13–15 Oktober 2026. Mengusung tema “Konsolidasi Zakat Indonesia yang Produktif dan Berdampak”, kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat koordinasi kelembagaan, menyelaraskan arah kebijakan pengelolaan zakat, serta mendorong peningkatan kontribusi zakat bagi kesejahteraan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, perwakilan BAZNAS dari Sulawesi Selatan berhasil meraih tiga penghargaan nasional. Penghargaan tersebut meliputi kategori Z-Chicken Terbaik yang diraih BAZNAS Kabupaten Gowa, Wali Kota Pendukung Zakat Terbaik yang diberikan kepada Wali Kota Makassar melalui BAZNAS Kota Makassar, serta Bupati Pendukung Zakat Terbaik yang diberikan kepada Bupati Barru melalui BAZNAS Kabupaten Barru.

Capaian ini menjadi bentuk apresiasi atas pelaksanaan program pemberdayaan ekonomi dan dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan gerakan zakat. Prestasi tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi BAZNAS se-Sulawesi Selatan untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola, memperluas kemitraan, dan mengembangkan program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

 

Konsolidasi Nasional untuk Penguatan Pengelolaan Zakat

Rakornas BAZNAS RI diikuti oleh 974 peserta yang terdiri atas perwakilan 34 BAZNAS provinsi dan 308 BAZNAS kabupaten/kota. Forum ini menjadi ruang koordinasi nasional untuk menyatukan langkah dalam menghadapi tantangan pengelolaan zakat sekaligus memperkuat peran BAZNAS sebagai lembaga yang mengelola zakat secara profesional, transparan, dan akuntabel.

Salah satu agenda utama yang menjadi perhatian dalam Rakornas adalah target penghimpunan zakat, infak, sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS-DSKL) sebesar Rp70 triliun pada tahun 2027. Pencapaian target tersebut membutuhkan strategi penghimpunan yang terintegrasi, peningkatan literasi zakat, perluasan basis muzaki, serta penguatan kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

Rakornas juga membahas penyelarasan Rencana Strategis BAZNAS 2026–2031 sebagai landasan untuk memperkuat arah kebijakan, program prioritas, dan indikator kinerja pengelolaan zakat di tingkat nasional maupun daerah.

Dalam pelaksanaannya, penguatan tiga bidang utama menjadi perhatian, yaitu pengumpulan, pendistribusian dan pendayagunaan, serta pengendalian. Ketiga bidang tersebut diharapkan berjalan secara terintegrasi agar pengelolaan zakat tidak hanya berorientasi pada peningkatan penghimpunan dan penyaluran, tetapi juga pada efektivitas program dan keberlanjutan manfaat bagi mustahik.

 

BAZNAS Sulsel Apresiasi Penghargaan dan Dorong Peningkatan Kinerja

Perolehan tiga penghargaan oleh perwakilan Sulawesi Selatan menjadi kebanggaan sekaligus bahan evaluasi untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan zakat di daerah. Penghargaan tersebut mencerminkan pentingnya sinergi antara BAZNAS dan pemerintah daerah dalam membangun ekosistem zakat yang produktif dan berkelanjutan.

Pimpinan BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Kabupaten Gowa, BAZNAS Kota Makassar, dan BAZNAS Kabupaten Barru atas capaian yang diraih dalam Rakornas BAZNAS RI. Apresiasi juga diberikan kepada para kepala daerah yang telah mendukung penguatan gerakan zakat di wilayah masing-masing.

“Kami menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas penghargaan yang diraih oleh perwakilan BAZNAS dari Sulawesi Selatan. Capaian ini merupakan hasil dari kerja keras, komitmen, dan sinergi antara BAZNAS dengan pemerintah daerah serta seluruh pihak yang mendukung pengelolaan zakat. Penghargaan ini hendaknya menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus berbenah, meningkatkan kualitas tata kelola, memperkuat inovasi program, dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. Ke depan, kami berharap prestasi ini tidak hanya dipertahankan, tetapi juga ditingkatkan agar program zakat semakin produktif, tepat sasaran, dan memberikan dampak yang lebih luas bagi kesejahteraan mustahik,” ungkapnya.

Menurutnya, penghargaan bukanlah tujuan akhir, melainkan dorongan untuk terus melakukan perbaikan dan pengembangan program. Setiap BAZNAS di daerah diharapkan dapat menjadikan capaian tersebut sebagai inspirasi untuk memperkuat profesionalisme, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memastikan program zakat mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.

 

Penguatan Sinergi dan Tata Kelola Kelembagaan

Selain membahas strategi penghimpunan dan pendayagunaan, Rakornas BAZNAS RI juga menekankan pentingnya peningkatan tata kelola kelembagaan, kualitas sumber daya manusia (SDM) amil, dan literasi zakat. Penguatan aspek tersebut diperlukan untuk memastikan pengelolaan dana umat dilaksanakan sesuai prinsip syariah, ketentuan peraturan perundang-undangan, dan standar akuntabilitas yang berlaku.

Sinergi lintas sektor turut menjadi bagian penting dalam agenda konsolidasi nasional. Kolaborasi dengan Kementerian Agama, Kementerian Koperasi, Kementerian UMKM, KADIN Indonesia, serta pemangku kepentingan lainnya diharapkan dapat memperluas peluang penghimpunan dan pendayagunaan zakat, khususnya dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Bagi BAZNAS se-Sulawesi Selatan, penguatan kolaborasi tersebut menjadi peluang untuk mengembangkan program yang lebih inovatif, memperluas jangkauan penerima manfaat, dan meningkatkan efektivitas pendayagunaan zakat produktif (*)

15/10/2026 | Kontributor: Humas Baznas Prov. Sulawesi Selatan

Berita Terbaru

Apresiasi Kinerja BAZNAS, Komisi VIII DPR RI Dorong Pencapaian Target Penghimpunan ZIS-DSKL 2025
Apresiasi Kinerja BAZNAS, Komisi VIII DPR RI Dorong Pencapaian Target Penghimpunan ZIS-DSKL 2025
Makassar, 06/02/2025 –Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar di Gedung Nusantara II DPR RI, Senayan, Jakarta, pada Rabu (5/2/2025), Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, H. Abdul Wachid, mengapresiasi capaian BAZNAS tahun 2024 dan mendorong peningkatan target penghimpunan ZIS-DSKL tahun 2025. Turut hadir dalam forum tersebut Ketua Komisi VIII DPR RI, H. Marwan Dasopang, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, serta perwakilan fraksi di Komisi VIII DPR RI. “Komisi VIII DPR RI mengapresiasi capaian dan target kinerja tahun 2024 dan selanjutnya mendesak pada Badan Amil Zakat Nasional untuk mencapai target capaian pengumpulan ZIS-DSKL tahun 2025,” ujar Abdul Wachid. BAZNAS RI diharapkan dapat menyusun rencana capaian proyeksi pengumpulan nasional tahun 2025 dengan target sebesar Rp50,06 triliun, mencakup pengumpulan dalam neraca sebesar Rp13,33 triliun dan di luar neraca sebesar Rp38,72 triliun. Selain itu, BAZNAS RI juga didorong untuk memastikan pelaksanaan program prioritas tahun 2025, termasuk penguatan layanan kesehatan di 34 provinsi, BAZNAS Microfinance, Kampung Zakat, Santripreneur, Beasiswa BAZNAS, Zchicken, Zmart, Rumah Layak Huni, program pengentasan kemiskinan ekstrem dan stunting, serta BAZNAS Tanggap Bencana. Ketua Komisi VIII DPR RI, H. Marwan Dasopang, turut mengapresiasi program-program penyaluran yang dilakukan BAZNAS RI. Ia menilai bahwa program BAZNAS telah tepat sasaran dengan menjangkau kelompok mustahik secara langsung. Berdasarkan laporan yang diterima, lebih dari satu juta masyarakat miskin telah terbantu melalui program-program BAZNAS, berkontribusi dalam pengurangan angka kemiskinan di Indonesia. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menyampaikan rasa syukur atas capaian penghimpunan ZIS-DSKL tahun 2024 dan berharap dukungan yang lebih besar di tahun 2025. Ia juga menegaskan pentingnya kehadiran negara dalam memperkuat peran zakat melalui para amil zakat yang diakui sebagai bagian dari sistem negara. “Alhamdulillah capaian BAZNAS di tahun 2024 mendapat apresiasi dari Komisi VIII DPR dan mereka akan mendukung apa yang dilakukan BAZNAS di tahun 2025,” kata Kiai Noor. “Dan yang tak kalah penting adalah tadi ada keputusan, mudah-mudahan nanti bisa dilaksanakan bersama yaitu amil-amil zakat di lingkungan BAZNAS adalah amil zakat negara. Dengan demikian negara hadir dalam rangka untuk memperkuat zakat, infak, sedekah, untuk pengentasan kemiskinan dan kesejahteraan umat,” tambahnya. Turut hadir dalam acara ini sejumlah jajaran pimpinan BAZNAS RI, di antaranya Hj. Saidah Sakwan, Prof Dr. H. Zainulbahar Noor, SE, H. Rizaludin Kurniawan, M.Si, serta Deputi I BAZNAS RI H. Arifin Purwakananta. Kehadiran para pimpinan ini menegaskan komitmen BAZNAS dalam membangun sinergi dengan DPR RI dan pemangku kepentingan lainnya demi keberhasilan program zakat nasional. Ketua BAZNAS Sulsel, Dr. dr. H. M. Khidri Alwi, MA, M.Kes, menegaskan bahwa BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan siap mendukung target nasional tersebut dengan mengoptimalkan penghimpunan dan penyaluran zakat di wilayah Sulawesi Selatan. Ia menekankan bahwa peran zakat bukan hanya sekadar aspek filantropi, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam pembangunan ekonomi umat. “Kami di BAZNAS Sulsel berkomitmen untuk terus meningkatkan penghimpunan dan penyaluran zakat yang lebih efektif dan tepat sasaran. Zakat bukan hanya tentang berbagi, tetapi juga membangun kesejahteraan yang berkelanjutan bagi mustahik,” ujar Dr. Khidri Alwi. Dengan dukungan penuh dari DPR RI dan berbagai pihak, BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan optimistis dapat turut berkontribusi dalam pencapaian target nasional, serta memastikan bahwa dana zakat benar-benar menjadi solusi bagi kesejahteraan umat dan pembangunan ekonomi keumatan yang berkelanjutan.
BERITA06/02/2025 | BAZNAS SULSEL
Ketua BAZNAS Sulsel Hadiri Seminar Internasional Kurikulum Cinta dan Ekoteologi sebagai Dasar Gerakan Implementasi Deklarasi Istiqlal
Ketua BAZNAS Sulsel Hadiri Seminar Internasional Kurikulum Cinta dan Ekoteologi sebagai Dasar Gerakan Implementasi Deklarasi Istiqlal
Sengkang, 05 Februari 2025 – Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan Dr. dr. H. M. Khidri Alwi, MA, M.Kes turut serta dalam Seminar Internasional bertajuk "Kurikulum Cinta dan Eco-Theology sebagai Basis Gerakan Implementasi Deklarasi Jakarta" yang digelar di Sengkang, Wajo, Sulawesi Selatan. Acara ini merupakan kolaborasi antara Kementerian Agama Republik Indonesia dan Pesantren As’adiyah, Sengkang. Seminar ini bertujuan untuk mematangkan konsep "Kurikulum Cinta" dan "Eco-Theology" agar dapat segera diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, menekankan bahwa kedua konsep ini merupakan refleksi mendalam atas peran agama dalam membangun masyarakat yang harmonis serta menjaga kelestarian bumi sebagai amanah Tuhan. Dalam seminar ini, hadir berbagai tokoh nasional dan internasional, di antaranya mantan Deputy Menteri Wakaf Mesir As-Said Muhamad Ali Al-Husaini, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Arsad Hidayat, Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Nyayu Khodijah, serta Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar Hamdan Juhanis. Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin dan Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad juga dijadwalkan sebagai pembicara. Dalam pemaparannya, Menteri Agama menyampaikan bahwa "Kurikulum Cinta" merupakan sistem pendidikan yang berlandaskan kasih sayang, empati, serta penghargaan terhadap keberagaman. Nilai-nilai ini harus menjadi bagian utama dalam pendidikan formal maupun non-formal, termasuk di lingkungan pesantren. Pendidikan agama, menurutnya, tidak hanya mengajarkan aspek ritual-formalistik, tetapi juga harus menanamkan semangat moderasi dan penghormatan terhadap keberagaman. Selain itu, konsep "Eco-Theology" menjadi landasan spiritualitas dalam upaya pelestarian lingkungan. Menjaga bumi bukan sekadar tugas ilmiah atau kebijakan negara, melainkan juga bagian dari ibadah kepada Tuhan. Gerakan lingkungan berbasis keagamaan, seperti masjid ramah lingkungan dan pesantren hijau, menjadi contoh nyata implementasi konsep ini. Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Arsad Hidayat, menyampaikan bahwa tantangan dehumanisasi dan kerusakan lingkungan semakin meningkat. Berdasarkan data BMKG, suhu udara Indonesia pada Januari 2025 merupakan yang tertinggi ke-11 sepanjang periode pengamatan sejak 1981. Climate.gov juga mencatat bahwa laju pemanasan bumi sejak 1982 telah meningkat tiga kali lipat. Sementara itu, luas hutan yang hilang dalam 10 tahun terakhir mencapai 12,5 juta hektar, menandakan urgensi untuk bertindak. Sebagai upaya menghadapi tantangan ini, Deklarasi Istiqlal yang ditandatangani oleh Imam Besar Masjid Istiqlal dan Paus Fransiskus pada 5 September 2024 di Jakarta menjadi pijakan penting. Deklarasi ini menegaskan dua isu utama, yaitu melawan dehumanisasi dan memperkuat pelestarian lingkungan. Menteri Agama menekankan pentingnya mengamplifikasi dan mengimplementasikan konsep "Kurikulum Cinta" dan "Eco-Theology" agar dampaknya dapat dirasakan luas oleh masyarakat. Ketua BAZNAS Sulsel dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif ini dan menegaskan bahwa BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan siap berperan aktif dalam mendukung gerakan ini melalui program-program berbasis zakat yang berkelanjutan dan berorientasi pada kesejahteraan umat. BAZNAS Sulsel berharap seminar ini dapat menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya peran agama dalam menjaga harmoni sosial dan kelestarian lingkungan. Seminar ini dihadiri lebih dari 200 tokoh secara langsung dan diikuti oleh lebih dari 1.000 peserta secara virtual melalui aplikasi Zoom serta disiarkan melalui kanal YouTube As'adiyah. Dengan adanya diskusi dan kolaborasi ini, diharapkan gagasan "Kurikulum Cinta" dan "Eco-Theology" dapat menjadi pedoman bagi lembaga pendidikan dan masyarakat dalam membangun kehidupan yang lebih berkeadilan dan berkelanjutan.
BERITA05/02/2025 | BAZNAS SULSEL
45 Truk Kontainer Bantuan BAZNAS untuk Warga Palestina Masuki Gaza
45 Truk Kontainer Bantuan BAZNAS untuk Warga Palestina Masuki Gaza
Sebanyak 45 truk kontainer bantuan kemanusiaan dari masyarakat Indonesia yang disalurkan melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI termasuk dukungan dari BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan untuk rakyat Palestina berhasil memasuki wilayah Gaza, Selasa (28/1/2025). Truk kontainer bantuan kemanusiaan ini dikirim melalui Rafah bekerja sama dengan lembaga kemanusiaan Mesir, Bait Zakat Wa As-Shadaqat dan Sunnah Al Hayyah. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan bahwa pengiriman bantuan ini merupakan wujud solidaritas dan kepedulian umat Islam Indonesia terhadap saudara-saudara di Palestina yang tengah menghadapi situasi darurat. “Alhamdulillah, atas doa dan dukungan masyarakat Indonesia, 45 truk kontainer bantuan kemanusiaan dari BAZNAS telah berhasil masuk ke Gaza. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujar Kiai Noor dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (29/1/2025). Bantuan yang dikirimkan melalui pintu Rafah tersebut membawa lebih dari 50.000 karton paket berisi berbagai berbagai kebutuhan pokok, seperti mi, beras, kacang, keju, tuna kaleng, biskuit, jus kotak, tepung, saus, dan kurma. Pascagencatan senjata kebutuhan pangan, obat-obatan, dan perlengkapan darurat masih sangat tinggi. Menurut Noor, bantuan sebanyak 45 truk kontainer merupakan langkah awal, karena akan disusul ratusan truk berikutnya melalui mitra BAZNAS di Mesir. "Target kami sebelum dan di Bulan Ramadhan semua bantuan sudah bisa masuk semua. Bahkan jika memungkinkan BAZNAS akan bikin dapur umum dan layanan kesehatan di Gaza," ucapnya. Noor Achmad menegaskan bahwa bantuan ini merupakan hasil dari kepercayaan para muzaki kepada BAZNAS sebagai lembaga zakat resmi yang amanah dalam menyalurkan donasi. “Setiap paket bantuan ini adalah bukti nyata dari kebaikan dan kepedulian rakyat Indonesia. Kami ingin memastikan bahwa saudara-saudara kita di Gaza tidak merasa sendirian dalam menghadapi cobaan ini,” tambahnya. Selain itu, BAZNAS RI tidak hanya menyalurkan bantuan berupa makanan saja, tetapi juga berencana membangun kembali berbagai fasilitas umum yang sebelumnya hancur akibat perang, seperti rumah sakit, sekolah, dan lainnya. “Baru-baru ini BAZNAS RI sudah menandatangani MoU dengan UNRWA, JHCO, dan KHCF. Kami berharap dengan memperluas jaringan kerja sama ini akan mempermudah penyaluran bantuan kemanusiaan untuk rakyat Palestina,” ucap Kiai Noor. Hingga saat ini, BAZNAS RI telah berhasil menyalurkan bantuan kemanusiaan sebesar Rp120 miliar untuk masyarakat Palestina, dengan jumlah penerima manfaat mencapai 407.350 warga Palestina dan masih terus bertambah. Sementara itu, Ketua Satgas Program Membasuh Luka Palestina, H. Mo Mahdum menekankan bahwa BAZNAS akan terus berupaya mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk Palestina, dengan menggandeng berbagai mitra strategis untuk memastikan distribusi yang tepat sasaran. "BAZNAS berkomitmen untuk terus menggalang bantuan kemanusiaan agar dapat menjangkau mereka yang paling membutuhkan. Ini bukan hanya sekadar bantuan materi, tetapi juga pesan bahwa Indonesia selalu bersama Palestina," lanjut Mahdum. Sebagai lembaga zakat yang memiliki misi kemanusiaan, BAZNAS RI juga mengajak masyarakat Indonesia untuk terus berkontribusi dalam program membasuh luka Palestina, termasuk melalui BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan. “Kami mengundang seluruh masyarakat untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Setiap donasi yang diberikan akan menjadi cahaya harapan bagi saudara-saudara kita di Gaza,” pungkas Mahdum. Dengan masuknya bantuan ini ke Gaza, BAZNAS RI berharap dapat meringankan beban warga Palestina dan terus memperkuat solidaritas kemanusiaan antara Indonesia dan Palestina.
BERITA29/01/2025 | BAZNAS SULSEL
Selamat Memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 27 Rajab 1446 H
Selamat Memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 27 Rajab 1446 H
Makassar, 27 Januari 2025 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan menyampaikan ucapan Selamat Memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 27 Rajab 1446 Hijriah kepada seluruh umat Islam, khususnya masyarakat Sulawesi Selatan. Isra Mikraj merupakan peristiwa agung yang mengandung pesan mendalam tentang pentingnya keimanan, ketakwaan, dan pengabdian kepada Allah SWT. Melalui peringatan ini, BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum Isra Mikraj sebagai sarana meningkatkan amal ibadah, kepedulian terhadap sesama, serta membangun ukhuwah Islamiyah yang kokoh. Peristiwa Isra Mikraj mengajarkan kita pentingnya menjaga hubungan yang kuat dengan Allah SWT sekaligus memperkokoh rasa solidaritas sosial di tengah masyarakat. Kami mengajak umat Islam untuk menjadikan zakat, infak, dan sedekah sebagai wujud nyata pengabdian dan kontribusi dalam membangun kesejahteraan umat. BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan berkomitmen untuk terus melayani masyarakat dengan penuh amanah dan profesionalisme dalam pengelolaan zakat. Mari bersama-sama memperkuat nilai-nilai kebaikan melalui semangat berbagi, demi terciptanya keadilan sosial dan kesejahteraan yang merata. Selamat memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW. Semoga momen ini menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus memperbaiki diri dan meningkatkan rasa peduli terhadap sesama. Hormat kami,BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan
BERITA27/01/2025 | BAZNAS SULSEL
BAZNAS Sulsel Silaturahmi dengan Danlantamal VI Makassar: Dorong Kerja Sama Pengelolaan ZIS
BAZNAS Sulsel Silaturahmi dengan Danlantamal VI Makassar: Dorong Kerja Sama Pengelolaan ZIS
Makassar, 22 Januari 2024 – Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan melakukan kunjungan silaturahmi ke Danlantamal VI Makassar, Brigadir Jenderal TNI (Mar) Dr. Wahyudi, S.E., M.Tr.Hanla., M.M., M.Han., untuk membahas peluang kerja sama dalam pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Pertemuan berlangsung di Gedung Sultan Hasanuddin, Mako Lantamal VI, dalam suasana yang penuh kehangatan. Rombongan BAZNAS Sulsel yang hadir dalam kunjungan ini dipimpin oleh Ketua BAZNAS Sulsel, Dr. dr. H. M. Khidri Alwi, MA, M.Kes, didampingi oleh Wakil Ketua I, H. M. Irfan Sanusi Baco, Wakil Ketua III, Dr. Kamaruddin, serta Wakil Ketua IV, H. Aziz Bennu, S.Ag diterima dengan hangat oleh Danlantamal VI Makassar beserja jajarannya. Dalam pertemuan tersebut, Ketua BAZNAS Sulsel, Dr. H. M. Khidri Alwi, menyampaikan pentingnya sinergi antara BAZNAS Sulsel dan Lantamal VI Makassar dalam pengelolaan ZIS. Beliau menegaskan bahwa pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk TNI AL sebagai salah satu institusi strategis di Sulawesi Selatan. “Kami percaya, dengan kerja sama antara BAZNAS Sulsel dan Lantamal VI Makassar, pengelolaan ZIS dapat lebih optimal dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat yang membutuhkan. Kolaborasi ini juga menjadi bentuk tanggung jawab bersama dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan umat” ujar Dr. Khidri Alwi. Danlantamal VI Makassar, Brigjen TNI (Mar) Dr. Wahyudi, yang juga merupakan alumni DDI Mangkoso, Kabupaten Barru, menyambut baik inisiatif yang disampaikan oleh BAZNAS Sulsel. Beliau menyatakan komitmen Lantamal VI Makassar untuk mendukung program pengelolaan ZIS yang dilaksanakan oleh BAZNAS, baik melalui penghimpunan zakat dari anggota TNI AL maupun melalui program-program sosial yang berdampak positif bagi masyarakat. “Kami sangat mendukung langkah BAZNAS Sulsel untuk meningkatkan pengelolaan zakat secara profesional. Sinergi ini penting untuk memperluas manfaat zakat bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang membutuhkan di wilayah Sulawesi Selatan,” ungkap Brigjen Wahyudi. Dalam pertemuan ini, BAZNAS Sulsel juga memaparkan berbagai program pemberdayaan yang didanai dari ZIS, termasuk bantuan sosial, pengentasan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi, serta program pendidikan dan kesehatan. Program-program ini diharapkan dapat menjadi solusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Sulsel. H. M. Irfan Sanusi Baco, Wakil Ketua I BAZNAS Sulsel, menambahkan bahwa kerja sama dengan Lantamal VI Makassar tidak hanya berfokus pada penghimpunan zakat, tetapi juga dapat mencakup pelaksanaan program-program sosial, seperti penanganan bencana dan pemberdayaan masyarakat pesisir. "Kami melihat potensi besar dalam kerja sama ini, khususnya dalam menjangkau masyarakat pesisir yang selama ini menjadi salah satu fokus perhatian BAZNAS,” ujar Irfan Sanusi Baco. Pertemuan silaturahmi ini diakhiri dengan optimisme dari kedua belah pihak untuk menjalin kerja sama yang berkelanjutan. Dengan dukungan Lantamal VI Makassar, BAZNAS Sulsel berharap dapat meningkatkan akuntabilitas dan efektivitas pengelolaan zakat, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat di Sulawesi Selatan. “Kami berharap sinergi ini dapat menjadi langkah awal untuk menciptakan perubahan positif dan menjadikan zakat sebagai instrumen yang efektif dalam membangun masyarakat yang lebih sejahtera,” tutup Dr. Khidri Alwi.
BERITA22/01/2025 | BAZNAS SULSEL
Raih Target Pengumpulan ZIS 2025, BAZNAS RI Optimalkan Teknologi Digital
Raih Target Pengumpulan ZIS 2025, BAZNAS RI Optimalkan Teknologi Digital
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mendorong BAZNAS daerah agar mengoptimalkan teknologi digital untuk memudahkan para muzaki menyalurkan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), sehingga target pengumpulan ZIS tahun 2025 yang mencapai Rp50 triliun dapat terealisasi. Hal tersebut disampaikan Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional Prof. Ir. H.M. Nadratuzzaman Hosen, M.S., M.Ec., P.hD., saat membuka Pengajian Selasa Pagi bertajuk Dampak Penggunaan Digital Marketing dalam Mencapai Target Pengumpulan BAZNAS yang diselenggarakan Pusdiklat BAZNAS RI dan disiarkan secara daring pada Selasa (21/1/2025). "Ketika Rakornas BAZNAS di Kaltim kita sudah menentukan target pengumpulan untuk tahun 2025 sebesar Rp50 triliun. Kita terus mengajak BAZNAS di daerah untuk tidak gamang memanfaatkan teknologi digital agar pengumpulan tidak hanya dilakukan secara konvensional tetapi juga memakai teknologi digital" ujar Prof Nadra. Prof Nadra menyampaikan, salah satu upaya yang dilakukan BAZNAS adalah melalui pemanfaatan Kantor Digital BAZNAS, sehingga para muzaki dapat memantau segala informasi yang berkaitan dengan pengumpulan hingga penyaluran ZIS. "Kita tetap menggunakan istilah digital marketing itu ada proses, yang paling penting para muzaki bisa memantau. Kalau kita terus konsisten menampilkan, insya Allah nanti mereka akan tertarik. Jadi ini soal kesungguhan, kita harus tetap sabar, konsisten, nanti mereka memberikan penghargaan" ucap Prof Nadra. Prof Nadra berharap, amil-amil BAZNAS di daerah dapat memperkuat kapasitas kemampuan mereka dalam berkomunikasi, terutama yang berkaitan dengan teknologi digital, sehingga dapat memberikan kenyamanan terhadap para muzaki. Sementara itu, Amil BAZNAS RI, lulusan dari University of Southern California, Los Angeles, Hafiza Elvira Nofitariani, S.Kep., MNLM., menambahkan, pemanfaatan teknologi digital dalam pengumpulan ZIS sangat penting, sebab memiliki beberapa keunggulan yaitu efisien, efektif, kecepatan distribusi pesan, lebih terukur, dapat menyasar audiens spesifik, bordeless, serta big data. "Penggunaan Kantor Digital BAZNAS itu semakin hari semakin besar proporsinya. Dulu, pengumpulan yang melalui website saja mungkin tidak sampai 10 persen, tapi setiap tahun kanal digital kita semakin optimal, maka orang yang bayar zakat melalui website BAZNAS itu saat ini ada di 64,2 persen. Jadi sudah lebih dari 50 persen muzaki memilih membayar zakat melalui digital" katanya.
BERITA21/01/2025 | BAZNAS
Melalui Pendampingan BAZNAS, Pak Sabari berhasil Tingkatkan Hasil Ternak
Melalui Pendampingan BAZNAS, Pak Sabari berhasil Tingkatkan Hasil Ternak
Pak Sabari, Ketua Kelompok Ternak Berkah Cerme di Kalurahan Selopamioro, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, aktif menjaga kebersihan kandang ternaknya meskipun memiliki kesibukan lain. Upaya ini dilakukan demi menjaga kesehatan hewan ternaknya dan memperindah lingkungan sekitar kandang. Setiap hari, Pak Sabari membersihkan area kandang dengan mencabut rumput liar dan memastikan sisa kotoran ternak tidak menumpuk. Ia percaya bahwa kebersihan lingkungan berperan penting dalam mendukung produktivitas ternaknya, seperti meningkatkan kualitas kesehatan hewan dan mencegah penyebaran penyakit. "Menjaga kebersihan kandang memang membutuhkan waktu, tetapi hasilnya sangat memuaskan karena ternak menjadi lebih sehat dan produktif," ujar Pak Sabari. Program pemberdayaan ekonomi mustahik BAZNAS mendukung kegiatan seperti yang dilakukan Pak Sabari dengan memberikan pelatihan dan pendampingan kepada para peternak binaannya. Program ini juga mencakup bantuan sarana produksi serta fasilitas lain yang dibutuhkan peternak untuk meningkatkan kualitas ternaknya. Melalui program ini, BAZNAS berupaya membantu mustahik dalam meningkatkan taraf hidup melalui sektor peternakan berkelanjutan. Dengan menjaga kebersihan kandang dan menerapkan prinsip-prinsip beternak yang baik, mustahik dapat menghasilkan hasil ternak yang lebih sehat dan bernilai jual tinggi.
BERITA20/01/2025 | Amalia | Editor : Putri
Memperingati HUT ke-24, BAZNAS RI Gelar Jalan Sehat Bersama Persatuan Istri Amil
Memperingati HUT ke-24, BAZNAS RI Gelar Jalan Sehat Bersama Persatuan Istri Amil
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Persatuan Istri Amil (PIA) menyelenggarakan kegiatan Jalan Sehat untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 dengan tema Cahaya Berzakat: Keajaiban Bagi Muzaki dan Mustahik. Acara Jalan Sehat dan Family Gathering dalam rangka HUT ke-24 BAZNAS ini dihadiri oleh Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Ketua PIA BAZNAS Dr. Hj. Nur Kusuma Dewi, M.Si, serta para pimpinan BAZNAS RI lainnya, termasuk Deputi, Sestama, Direktur, Kepala Biro, Kepala Divisi, Kepala Bagian, para amil/amilat BAZNAS, beserta keluarga mereka di Jakarta. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi simbol kekompakan seluruh amil dan amilat BAZNAS dalam mensyiarkan zakat selama 24 tahun di seluruh Indonesia. “Kami juga menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak, baik muzaki maupun mustahik, yang telah mempercayakan zakat mereka kepada BAZNAS. Kami berkomitmen memastikan pengelolaan zakat dilakukan berdasarkan prinsip 3A, transparansi, dan akuntabilitas, demi menjaga kepercayaan masyarakat,” ujar Kiai Noor. Kiai Noor juga menyampaikan bahwa BAZNAS RI berhasil mencapai target pengumpulan zakat sebesar Rp1 triliun (tidak termasuk dana titipan) hingga akhir tahun 2024, meningkat dari Rp882 miliar pada tahun sebelumnya. “Alhamdulillah, ini adalah pencapaian yang sangat membanggakan. Di tahun 2025, BAZNAS menargetkan penghimpunan sebesar Rp1,375 triliun. Kenaikan ini merupakan hasil kerja keras dari proses penghimpunan hingga penyaluran zakat yang tepat sasaran dan bermanfaat bagi mustahik,” jelas Kiai Noor. Beliau juga merasa bersyukur bahwa di usia ke-24, BAZNAS terus mendapatkan kepercayaan masyarakat luas dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedekah, sehingga semakin banyak penerima manfaat dari program yang dijalankan. Sementara itu, Ketua PIA BAZNAS RI, Dr. Hj. Nur Kusuma Dewi, M.Si, menambahkan bahwa kegiatan jalan sehat ini merupakan salah satu cara untuk membangun kebahagiaan bagi para amil dan amilat. Nur Kusuma berharap, di usia BAZNAS yang ke-24, lembaga ini dapat terus memberikan manfaat yang lebih luas kepada umat.
BERITA17/01/2025 | Nadia | Editor : Putri
Wakil Ketua 1 BAZNAS SULSEL serahkan Donasi Tahap 4 Program Membasuh Luka Palestina oleh BAZNAS se-Sulawesi Selatan
Wakil Ketua 1 BAZNAS SULSEL serahkan Donasi Tahap 4 Program Membasuh Luka Palestina oleh BAZNAS se-Sulawesi Selatan
Jakarta, 15 Januari 2025 - BAZNAS Sulsel mewakili BAZNAS Se Sulawesi Selatan menyerahkan donasi tahap ke-4 sebesar Rp. 500.000.000,- dalam acara Public Expose Laporan Bantuan Kemanusiaan “Membasuh Luka Palestina” yang berlangsung di Gedung Nusantara IV DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat. Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Ketua BAZNAS Sulawesi Selatan, H. M. Irfan Sanusi Baco, kepada Ketua Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia (BAZNAS RI). Donasi ini merupakan hasil pengumpulan dana masyarakat Sulawesi Selatan yang terus menunjukkan rasa solidaritasnya kepada saudara-saudara di Palestina yang tengah menghadapi berbagai cobaan. Dalam sambutannya, H. M. Irfan Sanusi Baco menyampaikan rasa syukur atas antusiasme dan kepercayaan masyarakat Sulawesi Selatan terhadap program ini. Beliau juga menggarisbawahi pentingnya sinergi antara umat untuk terus menyalurkan bantuan kemanusiaan demi meringankan penderitaan warga Palestina. Dengan diserahkannya donasi tahap ke-4 ini, diharapkan bantuan tersebut dapat segera disalurkan kepada warga Palestina, membawa manfaat nyata, serta menjadi wujud nyata persaudaraan dan kepedulian dari bangsa Indonesia. Semoga kegiatan ini menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk terus berbuat kebaikan dan memperkuat ukhuwah Islamiyah lintas batas.
BERITA15/01/2025 | Mahyudin
Konsisten Bantu Palestina, Ketua MPR Apresiasi BAZNAS RI
Konsisten Bantu Palestina, Ketua MPR Apresiasi BAZNAS RI
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI H. Ahmad Muzani memberikan apresiasi dan pujian kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI yang telah konsisten dalam membantu masyarakat Palestina. Apresiasi itu ia sampaikan dalam acara Public Expose 'Membasuh Luka Palestina' di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (15/1/2025). Turut hadir dalam acara Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. K.H. Noor Achmad, M.A., Ketua Komisi 8 DPR RI, H. Marwan Dasopang, M.Si, Duta Besar Republik Indonesia untuk Yordania dan Palestina, Ade Padmo Sarwono, serta Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir, Dr. Lutfi Rauf, M.A. "Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS yang telah berjuang keras membantu perjuangan rakyat Palestina, yang telah berjuang keras memberikan support yang tiada henti kepada rakyat Palestina," ucapnya. Selain itu, Ahmad Muzani turut mengucapkan terima kasih kepada para mitra BAZNAS yang telah bekerjasama memberikan dukungan dan bantuan untuk masyarakat Palestina. "Terima kasih atas semua ikhtiar, terima kasih atas semua perjuangan yang diberikan BAZNAS dan seluruh mitranya yang telah memberikan andil yang tidak kecil bagi perjuangan rakyat Palestina," kata dia. "Atas nama Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, saya mengucapkan terima kasih dan berbangga tempat ini bisa ditempati oleh Ibu dan Bapak sekalian," imbuhnya. Dalam kesempatan ini, Ahmad Muzani mengatakan Palestina merupakan negara yang telah memberi jasa dengan mengakui kemerdekaan Indonesia. Dia menegaskan masyarakat Indonesia pun harus membalas jasa Palestina dengan memperjuangkan kemerdekaan mereka. "Kepada Kiai Haji Noor Achmad, saya ingin menyampaikan Bapak jangan bosan, jangan lelah, jangan merasa kalah dalam perjuangan Palestina," jelasnya. Ahmad Muzani pun berharap agar kemerdekaan terjadi di bumi Palestina. "Mudah-mudahan mereka akan menikmati kemerdekaan seperti kita semuanya," ucapnya. Kegiatan ini juga dihadiri Duta Besar Kerajaan Hasyimiyah Yordania untuk Indonesia H.E. Mr. Sudqi Al Omoush, Duta Besar Mesir untuk Indonesia, HE Yasser Hassan Farag Elshemy, Konselor Kedutaan Mesir untuk Indonesia, Mr. Osama Hamdy, Ketua Majelis Ulama Indonesia Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional (HLNKI), Prof. Dr. H. Sudarnoto Abdul Hakim, M.A., Wakil Ketua, Pimpinan, Sekretaris Utama dan Kedeputian BAZNAS RI, hadir secara online The United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East (UNRWA), Jordan Hashemite Charity Organization (JHCO), serta King Hussein Cancer Foundation (KHCF). Public Expose Membasuh Luka Palestina juga dihadiri oleh BAZNAS Provinsi/Kota/Kabupaten, Mitra Perusahaan, LAZ, UPZ, dan para munfiq yang telah membersamai BAZNAS menyukseskan Program Membasuh Luka Palestina. Hingga Rabu, 15 Januari 2025, BAZNAS RI telah berhasil menyalurkan bantuan kemanusiaan lebih dari Rp120 miliar untuk masyarakat Palestina, dengan jumlah penerima manfaat mencapai 407.350 warga Palestina dan jumlah ini masih terus bertambah.
BERITA15/01/2025 | BAZNAS SULSEL
Dedikasi BAZNAS dan Kelompok Balai Ternak Banyumas Tingkatkan Produktivitas Domba
Dedikasi BAZNAS dan Kelompok Balai Ternak Banyumas Tingkatkan Produktivitas Domba
Kelompok Balai Ternak BAZNAS di Desa Babakan, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas rutin menjaga kesehatan ternak melalui pakan berkualitas, kebersihan palungan, dan pemantauan nafsu makan untuk meningkatkan produktivitas. Kesehatan ternak dijadikan sebagai prioritas utama. Dengan pakan yang berkualitas dan kebersihan yang terjaga, berharap domba-domba ini dapat tumbuh dengan optimal dan memberikan hasil yang maksimal. Kelompok Balai Ternak rutin mengevaluasi dan memantau nafsu makan domba setiap pagi dan sore untuk memastikan kondisi prima dan mencegah penyakit. Dengan pemantauan rutin, Kelompok Balai Ternak dapat mencatat pola makan domba secara detail dan mengidentifikasi perubahan yang signifikan. Balai ternak merupakan salah satu program BAZNAS dalam rangka pengentasan kemiskinan di wilayah pedesaan, yang menyasar peternak mustahik sebagai penerima manfaatnya. Komoditas ternak yang dibudidayakan yaitu domba, kambing, sapi, dan ayam broiler. Balai Ternak BAZNAS tidak hanya menjadi solusi pemberdayaan mustahik, tetapi juga bertujuan meningkatkan ketahanan pangan dan ekonomi melalui bimbingan teknis serta pendampingan intensif bagi para peternak.
BERITA13/01/2025 | Kartika | Editor : Putri
BAZNAS SULSEL Salurkan Paket Sembako di Pulau Gusung, Makassar
BAZNAS SULSEL Salurkan Paket Sembako di Pulau Gusung, Makassar
Alhamdulillah, Sabtu 11 Januari 2025 BAZNAS SULSEL telah melaksanakan penyaluran paket sembako untuk saudara-saudara kita di Pulau Gusung, Makassar. Kegiatan ini merupakan wujud nyata dari semangat kepedulian dan kebersamaan untuk membantu meringankan beban masyarakat yang membutuhkan. Kami berharap bantuan ini dapat menjadi berkah dan memberikan manfaat bagi semua penerima (Mustahik). Kegiatan ini tidak akan terlaksana tanpa dukungan dari para Muzakki yang telah dengan tulus berkontribusi, serta para relawan yang meluangkan waktu dan tenaganya. Setiap bantuan yang diberikan, sekecil apa pun, merupakan bagian penting dari upaya bersama dalam menebar kebaikan dan membangun solidaritas. Kami mengajak semua pihak untuk terus bersama-sama melanjutkan misi ini, menjangkau lebih banyak saudara yang membutuhkan. Dengan berbagi, kita tidak hanya memberikan harapan, tetapi juga menyemai kebahagiaan dan kebaikan untuk masa depan yang lebih baik.
BERITA11/01/2025 | BAZNAS SULSEL
BAZNAS RI Tingkatkan Pelayanan Zakat melalui Pemanfaatan Teknologi Digital
BAZNAS RI Tingkatkan Pelayanan Zakat melalui Pemanfaatan Teknologi Digital
Pimpinan Badan Amil Zakat (BAZNAS) RI Bidang Transformasi Digital Nasional Prof. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen, M.S., M.Ec., Ph.D mengatakan, BAZNAS RI mendorong peningkatan teknologi digital dalam pengelolaan zakat oleh para fundraiser. Hal ini disampaikannya saat menjadi pembicara dalam Fundraising Development Program (FDP) yang berlangsung di Jakarta, Kamis (2/1/2025). Menurutnya, FDP merupakan program pelatihan yang bertujuan meningkatkan kompetensi para fundraiser BAZNAS di tingkat pusat hingga daerah. Sebelumnya, dalam mendukung transformasi digital, BAZNAS telah meluncurkan sejumlah aplikasi nasional untuk mempermudah layanan kepada muzaki, di antaranya SIMBA, Simbalite, Kantor Digital, Menara Masjid, SIMBA-UPZ, dan Cinta Zakat. "Para fundraiser harus memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada muzaki dan mustahik," ujar Prof. Nadra dalam keterangannya. Penggunaan teknologi modern, lanjutnya, tidak hanya penting untuk meningkatkan efisiensi dan profesionalisme, tetapi juga memastikan transparansi sesuai prinsip 3A: aman syar’i, aman regulasi, dan aman NKRI. “Dengan teknologi, efisiensi kerja meningkat, dan jangkauan layanan BAZNAS menjadi lebih luas,” lanjutnya. Selain itu, Prof. Nadra menekankan pentingnya kemampuan komunikasi bagi para fundraiser. Menurutnya, komunikasi efektif adalah kunci untuk menyampaikan pesan kepada muzaki sehingga mereka tergerak menunaikan zakat, infak, dan sedekah. "Pesan harus disampaikan dengan jelas, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan audiens. Kemampuan ini wajib dimiliki setiap fundraiser," tegasnya. Selain itu, pelayanan yang baik kepada muzaki juga dinilai mampu membangun kepercayaan masyarakat terhadap BAZNAS. Pasalnya, kepercayaan menjadi dasar penting agar pesan yang disampaikan dapat diterima oleh muzaki. “Pentingnya strategi komunikasi yang tepat agar masyarakat lebih mudah memahami pesan yang disampaikan. Sebelumnya, FDP kali ini diikuti oleh amilin dan amilat dari BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi, serta BAZNAS Kabupaten/Kota. Program ini berlangsung selama tiga bulan, mulai Desember 2024 hingga Februari 2025. Melalui FDP, BAZNAS berharap dapat meningkatkan kapasitas lembaga, mencetak kader unggul di bidang fundraising, dan memperkuat penghimpunan zakat, infak, serta sedekah secara nasional.
BERITA02/01/2025 | Azzam | Editor : Novan
Borong 4 Penghargaan Layanan, Ketua BAZNAS: Terima Kasih Atas Dukungan Semua Pihak
Borong 4 Penghargaan Layanan, Ketua BAZNAS: Terima Kasih Atas Dukungan Semua Pihak
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menutup tahun 2024 dengan meraih tiga penghargaan terbaik, sebagai wujud komitmen dan tanggung jawab terhadap pelayanan publik kepada masyarakat. Empat penghargaan tersebut yaitu; Penghargaan pertama, predikat "Kualitas Terbaik" dalam penilaian kepatuhan penyelenggaraan publik (Opini Pengawasan Penyelenggaraan Pelayanan Publik) Tahun 2024 oleh Ombudsman RI dengan nilai 88,03. Penghargaan kedua, peringkat 3 tertinggi kualifikasi INFORMATIF kategori Lembaga Non Struktural dengan nilai 97.38 pada MONEV keterbukaan informasi publik tahun 2024. Penghargaan ketiga, pengawasan kearsipan oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), BAZNAS meraih nilai 80,14 dengan predikat "A". Penghargaan keempat, menjadi Juara Pertama dalam ajang bergengsi Anugerah Kemaslahatan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Award 2024. "Alhamdulillah ini merupakan pencapaian yang luar biasa di akhir tahun 2024. Semua ini tentunya tidak terlepas dari dukungan semua pihak terhadap BAZNAS," ujar Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH Noor Achmad MA., dalam konferensi pers Penerimaan Penghargaan BAZNAS di Jakarta, Selasa (31/12/2024). Turut hadir Kepala Keasistenan Manajemen Pengetahuan dan Penilaian Kepatuhan Ombudsman RI, Aat Sugihartati, Ketua Komisi Informasi Pusat Dr. Donny Yoesguantoro, serta Plt. Kepala ANRI Drs. Imam Gunarto, M.Hum. Kiai Noor menegaskan, penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa transparansi dan akuntabilitas menjadi prioritas utama dalam setiap langkah yang dilakukan BAZNAS RI. "Kami meyakini bahwa keterbukaan informasi adalah kunci untuk menjaga kepercayaan masyarakat sebagai pilar utama keberlanjutan program-program zakat," katanya. Kiai Noor menambahkan, sejumlah penghargaan ini merupakan hasil dari kerja keras seluruh elemen di BAZNAS, mulai dari pimpinan, amil, para muzaki, hingga mitra-mitra yang senantiasa mendukung kami. Atas pencapaian ini, BAZNAS pun pendapat apresiasi dari Ombudsman RI, Komisi Informasi Publik, ANRI, dan BPKH. Kepala Keasistenan Manajemen Pengetahuan Ombudsman RI, Aat Sugihartati, menyampaikan apresiasi atas peningkatan signifikan nilai kepatuhan BAZNAS. "Hal ini menunjukkan hasil Kerjasama dari seluruh unit di lingkungan BAZNAS untuk menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas," ujarnya. Hal yang sama disampaikan oleh Plt Kepala ANRI, Drs. Imam Gunarto M.Hum. Pihanya menyatakan apresiasi setinggi-tingginya atas kinerja kearsipan BAZNAS RI yang melonjak jauh menjadi lebih baik pada tahun 2024. "Ini membuktikan BAZNAS telah berusaha dengan gigih memberikan pelayanan informasi yang baik di era keterbukaan informasi ini," ujarnya. Sementara Komisi Informasi Pusat Dr. Donny Yoesguantoro menyampaikan, dengan adanya penilaian tersebut membuktikan bahwa layanan-layan infomasi yang diberikan BAZNAS kepada publik ini telah memenuhi kriteria Undang-Undang No.14 Tahun 2024. "Semoga ke depan publik mendapatkan yang terbaik dari amanah yang sudah diberikan kepada setiap lembaga negara," ucapnya.
BERITA31/12/2024 | BAZNAS SULSEL
BAZNAS Sulsel Bersama Bank Indonesia Salurkan Bantuan kepada Korban Banjir di Perumnas Antang Blok 8 Makassar
BAZNAS Sulsel Bersama Bank Indonesia Salurkan Bantuan kepada Korban Banjir di Perumnas Antang Blok 8 Makassar
Makassar, 24 Desember 2024 – Kawasan Perumnas Antang, yang terletak di bagian timur Kota Makassar, Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala dilanda banjir hebat pada akhir pekan kemarin setelah curah hujan yang tinggi menggenangi puluhan rumah warga, merusak fasilitas umum, dan menyebabkan sejumlah keluarga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Dalam upaya meringankan beban para korban banjir di Perumnas Antang Blok 8 Makassar, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) hari ini menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa paket sembako, dan obat-obatan. Bantuan ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak banjir. “Kerja sama dengan Bank Indonesia ini sangat penting dalam situasi darurat seperti ini. Melalui bantuan ini, kami berusaha memberikan dukungan bagi saudara-saudara kita yang terdampak banjir, terutama untuk mereka yang kehilangan banyak harta benda,” ujar Wakil Ketua 1 BAZNAS Sulsel, H.Muh. Irfan Sanusi, dalam sambutannya di lokasi penyaluran bantuan. Bantuan yang disalurkan meliputi bahan makanan pokok seperti beras, mie instan, minyak goreng, susu, serta kebutuhan balita seperti minyak telon dan pampers, serta obat-obatan untuk mencegah penyebaran penyakit yang biasa timbul setelah bencana banjir. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Regional Sulsel, Rizki Ernadi Wimanda, menyampaikan bahwa sinergi antara lembaga keuangan dan lembaga Filantropi seperti BAZNAS memiliki dampak yang besar dalam penanggulangan bencana. "Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial kami, Bank Indonesia merasa terpanggil untuk berkolaborasi dalam membantu masyarakat yang tengah menghadapi kesulitan akibat bencana alam ini. Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban para korban banjir" ungkap Reski Ernandi Wimanda. Sementara itu, para warga yang menerima bantuan terlihat sangat antusias dan mengungkapkan rasa terima kasih mereka. “Kami sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan. Ini sangat membantu kami untuk bertahan di tengah situasi yang sulit ini. Terima kasih kepada BAZNAS Sulsel, Bank Indonesia, dan semua pihak yang telah peduli kepada kami,” kata Fathiyah Bahmid, selaku Ketua RT 04 RW 08. Proses distribusi bantuan dilakukan secara langsung di titik-titik pengungsian, dengan melibatkan petugas Baznas Tanggap Bencana (BTB) dan BI serta relawan lokal. Pihak BAZNAS Sulsel dan Bank Indonesia juga berencana untuk terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi di Perumnas Antang dan memastikan bantuan dapat terus disalurkan sesuai kebutuhan. Selain itu, kedua lembaga ini juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk merencanakan upaya pemulihan jangka panjang bagi warga yang terdampak.
BERITA24/12/2024 | BAZNAS SULSEL
Berkolaborasi dengan BPDP Kota Makassar, BAZNAS SULSEL Membentuk Kampung Tanggap Bencana (KATANA)
Berkolaborasi dengan BPDP Kota Makassar, BAZNAS SULSEL Membentuk Kampung Tanggap Bencana (KATANA)
Badan Amil Zakat Nasional Sulawesi Selatan berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah membentuk dan sosialisasi Kampung Tanggap Bencana (KATANA) di Kantor Lurah Katimbang Makassar (7/12). Hadir Ketua 2 BAZNAS Sulsel Dr.M.Ishaq Samad, MA sekaligus membuka acara secara resmi. Hadir pula Lurah Katimbang Alifian Mudari, S.STP, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Makassar Ismunandar, Ketua Pokja Katana, dan seratusan warga Kelurahan Katimbang. Waka 2 BAZNAS Sulsel M.Ishaq Shamad dalam sambutannya menyampaikan program KATANA, adalah salah satu program unggulan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi risiko bencana, terutama di daerah rawan bencana, dengan pendekatan berbasis pemberdayaan masyarakat, jelasnya. Dikatakan tujuan program Kampung Tanggap Bencana bertujuan untuk meningkatkan Kesadaran dan Pengetahuan, Edukasi tentang mitigasi bencana, termasuk pelatihan evakuasi, pertolongan pertama, dan pengelolaan risiko bencana. Selain itu, penguatan Kapasitas Komunitas dengan membentuk kelompok masyarakat tangguh yang siap menghadapi bencana, dengan menyediakan alat dan keterampilan yang dibutuhkan. Demikian pula sinergi pemberdayaan dengan mengintegrasikan kegiatan tanggap bencana dengan program ekonomi dan sosial, seperti pemberdayaan UMKM dan program kesehatan, jelasnya. Selanjutnya juga untuk pemberdayaan berkelanjutan dengan membangun ketahanan komunitas dalam aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan, jelasnya. Adapun pendekatan program, yakni melalui pendidikan dan pelatihan dengan melibatkan masyarakat dalam pelatihan kebencanaan seperti simulasi bencana, manajemen posko darurat, dan distribusi bantuan. Selain itu, pengadaan fasilitas dan infrastruktur dengan membangun fasilitas yang mendukung kesiapsiagaan, seperti lumbung pangan, perlengkapan tanggap darurat, dan shelter komunitas, jelasnya. Selanjutnya kolaborasi dan sinergi dengan bekerjasama dengan pemerintah daerah, lembaga kemanusiaan, dan mitra strategis lainnya untuk keberlanjutan program.Program KATANA tidak hanya memperkuat ketangguhan masyarakat, tetapi juga memadukan nilai-nilai dakwah dan pemberdayaan, menjadikan zakat sebagai solusi komprehensif dalam menghadapi tantangan bencana, harapnya. Sementara itu Lurah Katimbang Alifian Mudari menyambut baik dan berterima kasih atas terselenggaranya kegiatan Baznas di wilayahnya. Hal ini sejalan dengan program Kelompok Siaga Bencana (KSB) yang telah dibentuk oleh Kelurahan kerjasama BPBD Kota Makassar, harapnya. "Dengan kehadiran program Baznas Sulsel melalui KATANA menjadi berkah dan dapat disinerjikan dengan program lainnya dalam penanggungalangan bencana. Karena memang selama ini Kelurahan Katimbang sangat rawan bencana, khususnya bencana banjir, jelasnya. Demikian pula Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPDB Kota Makassar, Ismunandar menjelaskan tentang Mitigasi bencana, khususnya mitigasi bencana banjir. Dengan kehadiran Baznas dan BPDB Kota Makassar akan saling sinerji dan kolaborasi dalam mitigasi bencana alam, jelasnya.
BERITA07/12/2024 | BAZNAS SULSEL
BAZNAS SULSEL Gelar Pemeriksaan Gigi Gratis bagi 130 anak Yatim/Dhuafa
BAZNAS SULSEL Gelar Pemeriksaan Gigi Gratis bagi 130 anak Yatim/Dhuafa
BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan bersama Pepsodent dan Fakultas Kedokteran UMI Makassar pada hari Jumat, 29 November 2024 mengadakan program pemeriksaan gigi gratis bagi 130 anak yatim/dhuafa dalam rangka memperingati Bulan Kesehatan Gigi Nasional di Klinik BAZNAS Medika Jl. Masjid Raya No. 55 Makassar. Kegiatan ini bertema “Berani Unjuk Gigi, Dukung Senyum Indonesia Lebih Kuat” yang merupakan bagian dari komitmen melindungi senyum sehat Indonesia.
BERITA03/12/2024 | BAZNAS Sulsel
BAZNAS RI Tingkatkan Dukungan terhadap Program Kesehatan Nasional dengan Pemanfaatan Dana Zakat
BAZNAS RI Tingkatkan Dukungan terhadap Program Kesehatan Nasional dengan Pemanfaatan Dana Zakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan komitmennya untuk mendukung program prioritas kesehatan nasional melalui optimalisasi pengelolaan dana zakat. Selain itu, BAZNAS memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan sektor swasta di bidang non-infrastruktur kesehatan. Hal ini disampaikan oleh Saidah Sakwan, M.A., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, dalam acara Rapat Penyusunan Kebijakan Sinergisme Kemitraan Pemerintah dengan Swasta (KPS) serta Penyusunan Laporan KPS yang diadakan Kementerian Kesehatan RI di Jakarta, Kamis (28/11/2024). Saidah menyebutkan bahwa potensi zakat di Indonesia sangat besar, mencapai Rp327 triliun. Namun, pencapaian penghimpunan dana zakat pada tahun sebelumnya baru mencapai Rp32 triliun, dan target tahun ini adalah Rp41 triliun. Dengan mengintegrasikan isu kesehatan dalam program zakat, BAZNAS berupaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mendukung kesehatan nasional. Sebagai langkah nyata, BAZNAS telah mengalokasikan dana yang signifikan untuk berbagai program kesehatan, seperti akses layanan dasar, penanganan darurat, serta pengentasan stunting. Pada tahun 2023, BAZNAS mengalokasikan Rp125 miliar, yang meningkat menjadi Rp148 miliar pada 2024. "Fokus kami termasuk integrasi data mustahik, pemberdayaan kesehatan, dan penyediaan layanan kesehatan preventif serta kuratif, terutama bagi masyarakat di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal)," jelas Saidah. Menurutnya, penggunaan zakat untuk mendukung program kesehatan memiliki dasar syar’i yang kuat dan sejalan dengan maqashid syariah, yaitu menjaga jiwa. Selain itu, zakat mempererat hubungan spiritual antara pemberi zakat (muzaki) dan penerima zakat (mustahik), serta membantu mengentaskan kemiskinan, kekurangan gizi, dan kelaparan. Saidah juga menegaskan bahwa BAZNAS fokus pada pengentasan kemiskinan ekstrem dan stunting. Dana zakat yang dikelola telah berkontribusi terhadap anggaran perlindungan sosial di Indonesia. "Kami terbuka untuk kerja sama lebih luas dalam mendukung program kesehatan prioritas pemerintah. Dengan dana zakat, kami optimis dapat meningkatkan kualitas kesehatan mustahik di seluruh Indonesia," tutupnya.
BERITA03/12/2024 | Penulis : Nadhila | Editor : Novan
Membangun Harapan dari Rumah: Kisah Perjuangan Donald bersama BAZNAS
Membangun Harapan dari Rumah: Kisah Perjuangan Donald bersama BAZNAS
Berawal dari garasi rumah sederhana di Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, Donald berhasil menghidupkan kembali bisnis bengkelnya yang sempat terpuruk. Perpindahan lokasi ke rumah bukan sekadar strategi mengurangi biaya operasional, melainkan juga menjadi langkah besar untuk memperbaiki kualitas layanan bagi para pelanggannya. Donald merupakan salah satu penerima manfaat program Z-Auto dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), yang menyediakan bantuan peralatan untuk menunjang usaha bengkel skala kecil. Program ini dirancang untuk memberdayakan para pelaku usaha mikro yang memiliki potensi, namun terkendala oleh keterbatasan modal. “Bantuan alat dari BAZNAS sangat membantu saya. Dengan alat-alat ini, saya bisa memperbaiki lebih banyak kendaraan dan meningkatkan kualitas kerja,” ujar Donald dengan penuh syukur. Sebelum bergabung dalam program Z-Auto BAZNAS, Donald mengalami tantangan besar dalam menjalankan usahanya. Biaya sewa tempat yang tinggi dan peralatan yang terbatas menjadi penghalang utama. Kini, dengan fasilitas yang lebih memadai di garasi rumahnya, ia dapat melayani pelanggan dengan lebih efisien. Omzet harian bengkelnya pun mengalami peningkatan signifikan. Setiap hari, Donald mampu meraup pendapatan antara Rp300.000 hingga Rp500.000. Hasil ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan keluarganya, tetapi juga memberikan harapan untuk masa depan yang lebih cerah. Namun, Donald tidak ingin berhenti di sini. Ia bercita-cita untuk terus mengembangkan usahanya dan ingin menambah alat-alat bengkel dan meningkatkan kemampuan agar bisa melayani lebih banyak pelanggan. Program Z-Auto BAZNAS menjadi bukti nyata bagaimana zakat dapat menjadi solusi pemberdayaan yang berkelanjutan. Dengan memberdayakan mustahik seperti Donald, BAZNAS tidak hanya membantu mereka keluar dari kesulitan ekonomi, tetapi juga membuka peluang untuk kehidupan yang lebih baik. Kisah Donald adalah inspirasi bagi banyak orang. Dari garasi kecil di Bojongsari, ia membuktikan bahwa semangat, kerja keras, dan dukungan yang tepat dapat mengubah mimpi menjadi kenyataan.
BERITA02/12/2024 | Penulis : Kartika | Editor : Putri
BAZNAS Tekankan Pentingnya Pendidikan Papua Lewat Peluncuran Buku Inspiratif
BAZNAS Tekankan Pentingnya Pendidikan Papua Lewat Peluncuran Buku Inspiratif
Memperingati Hari Guru Nasional 2024, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menghadirkan buku Mengajar di Batas Negeri: Kisah Inspiratif Mengajar di Papua. Peluncuran buku ini berlangsung secara virtual pada Senin (25/11/2024) melalui kanal YouTube BAZNAS TV. Acara turut dihadiri berbagai tokoh, termasuk Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan MA., Wakil Rektor 1 IAIN Fattahul Muluk Papua, Dr. H. Talauddin Umkabu M.Pd., serta mentor Beasiswa Guru Papua, Didik Efendi, M.Pd. Ketua BAZNAS, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyatakan bahwa buku ini merupakan bagian dari upaya mendukung pendidikan inklusif di daerah-daerah yang membutuhkan perhatian, seperti Papua. Melalui program-program seperti Beasiswa Guru Papua, BAZNAS berharap dapat memperkuat kualitas pendidikan nasional secara merata. "Tujuannya untuk memperkuat kerja sama antara BAZNAS dan Kampus dalam mengelola peserta sehingga cita-cita membangun kualitas SDM untuk Indonesia Emas 2045 dapat terwujud secara merata," kata Kiai Noor. Program Beasiswa Guru Papua melibatkan kerja sama dengan tiga perguruan tinggi, yakni IAIN Fattahul Muluk Papua, IAIN Sorong, dan Universitas Cendrawasih. Sebanyak 150 peserta telah menerima dukungan berupa bantuan UKT selama empat semester dan pembinaan melalui pendampingan intensif dari mentor kampus. Peluncuran buku ini juga menjadi salah satu langkah BAZNAS untuk memperkenalkan kisah perjuangan para guru dan mentor di Papua yang berkontribusi besar dalam pendidikan daerah. Buku tersebut menggambarkan pengalaman mengajar di wilayah perbatasan yang penuh tantangan, namun sarat makna. Menurut Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan MA., peluncuran buku ini tidak hanya untuk mengapresiasi perjuangan guru di Papua, tetapi juga untuk membangkitkan kesadaran tentang pentingnya pemerataan pendidikan. Ia menegaskan bahwa pendidikan adalah hak semua anak bangsa, terlepas dari latar belakang geografis. Dr. H. Talauddin Umkabu M.Pd., Wakil Rektor 1 IAIN Fattahul Muluk, menyebut buku ini sebagai simbol perjuangan nyata dalam membangun pendidikan berkualitas di Papua. Ia berharap karya ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk mendukung pembangunan pendidikan yang berkelanjutan."Buku ini tidak hanya menginspirasi para guru, tetapi juga menjadi pengikat bagi kita semua, khususnya pengambil kebijakan baik di tingkat daerah maupun nasional tentang pentingnya pendidikan berkualitas untuk generasi masa depan yang lebih baik," ucapnya.
BERITA28/11/2024 | Penulis : OKTA | Editor : NOVAN
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Sulawesi Selatan.

Lihat Daftar Rekening →