WhatsApp Icon

Ketua BAZNAS se-Sulawesi Selatan Hadiri Rakornas BAZNAS RI, Raih Tiga Penghargaan Nasional

15/10/2026  |  Penulis: Humas Baznas Prov. Sulawesi Selatan

Bagikan:URL telah tercopy
Ketua BAZNAS se-Sulawesi Selatan Hadiri Rakornas BAZNAS RI, Raih Tiga Penghargaan Nasional

istimewa

Jakarta, 15 Oktober 2026 — Jajaran pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) se-Sulawesi Selatan menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS RI yang diselenggarakan di Jakarta pada 13–15 Oktober 2026. Mengusung tema “Konsolidasi Zakat Indonesia yang Produktif dan Berdampak”, kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat koordinasi kelembagaan, menyelaraskan arah kebijakan pengelolaan zakat, serta mendorong peningkatan kontribusi zakat bagi kesejahteraan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, perwakilan BAZNAS dari Sulawesi Selatan berhasil meraih tiga penghargaan nasional. Penghargaan tersebut meliputi kategori Z-Chicken Terbaik yang diraih BAZNAS Kabupaten Gowa, Wali Kota Pendukung Zakat Terbaik yang diberikan kepada Wali Kota Makassar melalui BAZNAS Kota Makassar, serta Bupati Pendukung Zakat Terbaik yang diberikan kepada Bupati Barru melalui BAZNAS Kabupaten Barru.

Capaian ini menjadi bentuk apresiasi atas pelaksanaan program pemberdayaan ekonomi dan dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan gerakan zakat. Prestasi tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi BAZNAS se-Sulawesi Selatan untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola, memperluas kemitraan, dan mengembangkan program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Konsolidasi Nasional untuk Penguatan Pengelolaan Zakat

Rakornas BAZNAS RI diikuti oleh 974 peserta yang terdiri atas perwakilan 34 BAZNAS provinsi dan 308 BAZNAS kabupaten/kota. Forum ini menjadi ruang koordinasi nasional untuk menyatukan langkah dalam menghadapi tantangan pengelolaan zakat sekaligus memperkuat peran BAZNAS sebagai lembaga yang mengelola zakat secara profesional, transparan, dan akuntabel.

Salah satu agenda utama yang menjadi perhatian dalam Rakornas adalah target penghimpunan zakat, infak, sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS-DSKL) sebesar Rp70 triliun pada tahun 2027. Pencapaian target tersebut membutuhkan strategi penghimpunan yang terintegrasi, peningkatan literasi zakat, perluasan basis muzaki, serta penguatan kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

Rakornas juga membahas penyelarasan Rencana Strategis BAZNAS 2026–2031 sebagai landasan untuk memperkuat arah kebijakan, program prioritas, dan indikator kinerja pengelolaan zakat di tingkat nasional maupun daerah.

Dalam pelaksanaannya, penguatan tiga bidang utama menjadi perhatian, yaitu pengumpulan, pendistribusian dan pendayagunaan, serta pengendalian. Ketiga bidang tersebut diharapkan berjalan secara terintegrasi agar pengelolaan zakat tidak hanya berorientasi pada peningkatan penghimpunan dan penyaluran, tetapi juga pada efektivitas program dan keberlanjutan manfaat bagi mustahik.

BAZNAS Sulsel Apresiasi Penghargaan dan Dorong Peningkatan Kinerja

Perolehan tiga penghargaan oleh perwakilan Sulawesi Selatan menjadi kebanggaan sekaligus bahan evaluasi untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan zakat di daerah. Penghargaan tersebut mencerminkan pentingnya sinergi antara BAZNAS dan pemerintah daerah dalam membangun ekosistem zakat yang produktif dan berkelanjutan.

Pimpinan BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Kabupaten Gowa, BAZNAS Kota Makassar, dan BAZNAS Kabupaten Barru atas capaian yang diraih dalam Rakornas BAZNAS RI. Apresiasi juga diberikan kepada para kepala daerah yang telah mendukung penguatan gerakan zakat di wilayah masing-masing.

“Kami menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas penghargaan yang diraih oleh perwakilan BAZNAS dari Sulawesi Selatan. Capaian ini merupakan hasil dari kerja keras, komitmen, dan sinergi antara BAZNAS dengan pemerintah daerah serta seluruh pihak yang mendukung pengelolaan zakat. Penghargaan ini hendaknya menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus berbenah, meningkatkan kualitas tata kelola, memperkuat inovasi program, dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. Ke depan, kami berharap prestasi ini tidak hanya dipertahankan, tetapi juga ditingkatkan agar program zakat semakin produktif, tepat sasaran, dan memberikan dampak yang lebih luas bagi kesejahteraan mustahik,” ungkapnya.

Menurutnya, penghargaan bukanlah tujuan akhir, melainkan dorongan untuk terus melakukan perbaikan dan pengembangan program. Setiap BAZNAS di daerah diharapkan dapat menjadikan capaian tersebut sebagai inspirasi untuk memperkuat profesionalisme, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memastikan program zakat mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.

Penguatan Sinergi dan Tata Kelola Kelembagaan

Selain membahas strategi penghimpunan dan pendayagunaan, Rakornas BAZNAS RI juga menekankan pentingnya peningkatan tata kelola kelembagaan, kualitas sumber daya manusia (SDM) amil, dan literasi zakat. Penguatan aspek tersebut diperlukan untuk memastikan pengelolaan dana umat dilaksanakan sesuai prinsip syariah, ketentuan peraturan perundang-undangan, dan standar akuntabilitas yang berlaku.

Sinergi lintas sektor turut menjadi bagian penting dalam agenda konsolidasi nasional. Kolaborasi dengan Kementerian Agama, Kementerian Koperasi, Kementerian UMKM, KADIN Indonesia, serta pemangku kepentingan lainnya diharapkan dapat memperluas peluang penghimpunan dan pendayagunaan zakat, khususnya dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Bagi BAZNAS se-Sulawesi Selatan, penguatan kolaborasi tersebut menjadi peluang untuk mengembangkan program yang lebih inovatif, memperluas jangkauan penerima manfaat, dan meningkatkan efektivitas pendayagunaan zakat produktif. 

 

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Sulawesi Selatan.

Lihat Daftar Rekening →