WhatsApp Icon
Pimpinan BAZNAS RI Ajak Mahasiswa Jadi Penggerak Ekosistem Zakat Berkelanjutan

Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, H. Mokhamad Mahdum, Ph.D.,  memberikan pesan kuat kepada generasi muda untuk berhenti berpikir sebagai penerima manfaat (mustahik) dan mulai bertekad menjadi pemberi zakat (muzaki). Ajakan ini dijelaskan saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional Zakat bertajuk "Peran Generasi Muda dalam Membangun Ekosistem Zakat Berkelanjutan" di UIN Sunan Kudus, Jawa Tengah, Selasa (7/4/2026).

Mahdum menantang para pemuda yang hadir untuk memilih peran strategis mereka dalam ekosistem filantropi Islam. Ia menegaskan, masa depan ekonomi syariah bergantung pada pilihan generasi muda saat ini, apakah akan terus menjadi objek atau berani menjadi subjek perubahan.

"Peran mahasiswa anak muda itu cuma dua. Mau menjadi mustahik atau menjadi muzaki? Masa mau jadi mustahik? Belum apa-apa sudah mustahik. Jadi hidup itu memilih, mau jadi mustahik atau muzaki," jelas Mahdum di hadapan peserta seminar.

Dalam kesempatan tersebut, Mahdum juga berbagi pengalaman spiritualnya mengenai kekuatan doa yang visioner. Ia mengisahkan bagaimana orientasi doanya berubah dari sekadar angka nominal menjadi sebuah kebermanfaatan yang meluas bagi bangsa.

"Kalau dulu doanya, 'Ya Allah saya ingin sekali zakat tahun ini 1 miliar', kalau sekarang tak lobi: 'Ya Allah jadikan saya pembayar zakat terbesar di Indonesia'. Beda doa saya, kantong Allah kan tidak terbatas," tuturnya. 

Lebih lanjut, ia menyoroti, tugas mahasiswa bukan hanya sebatas berdonasi, melainkan menjadi agen literasi bagi masyarakat yang masih awam tentang kewajiban zakat. Mahdum menilai, ketimpangan informasi masih menjadi kendala utama mengapa banyak masyarakat mampu yang belum menunaikan zakat.

"Literasi itu sangat penting. Kita salah, berdosa kalau seandainya ada orang yang seharusnya sudah kena kewajiban zakat tetapi enggak tahu. Tugas mahasiswa itu paling tidak ikut menjadi penyambung lidah masyarakat agar paham benar apa itu zakat, bedanya infak, dan sedekah," tegasnya.

Mahdum mengungkapkan data menarik mengenai tren infak digital yang mencapai Rp9 hingga Rp10 miliar per bulan, yang didominasi oleh generasi muda. Meskipun motivasi mereka beragam, seperti harapan lulus skripsi hingga mendapat pekerjaan, Mahdum melihat hal ini sebagai modal sosial yang besar. Ia berharap, kepedulian tersebut terus tumbuh hingga generasi muda benar-benar menjadi motor penggerak utama ekonomi syariah di masa depan.

Sementara itu, pembicara lain dari LAZISNU Jawa Tengah, Dr. Aan Zainul Anwar, S.H.I., M.E.Sy., membagikan perspektif mendalam mengenai pentingnya profesionalisme dalam pengelolaan zakat. Ia menekankan, sistem amil yang dikelola secara kelembagaan akan memberikan dampak yang jauh lebih luar biasa dibandingkan pengelolaan tradisional yang tidak terorganisir.

Aan juga membedah hasil riset disertasinya mengenai keberhasilan pengelolaan zakat di Desa Jatisono, Demak, yang kini menjadi percontohan nasional. Di desa tersebut, masyarakatnya patuh menunaikan zakat pertanian, yang diperkirakan bisa mencapai angka Rp300 juta dari satu entitas saja per tahun.

"Apa kenapa bisa seperti itu? Karena ada kesadaran, ada kekompakan, ada profesionalisme, ekosistem di sananya sudah jadi," katanya.

Pola pengelolaan di Jatisono juga berhasil menyejahterakan para penggerak agama di desa tersebut, sehingga tidak ada lagi guru ngaji yang hidup dalam kekurangan. Berbeda dengan daerah lain yang mungkin hanya memberikan bantuan ala kadarnya saat Ramadan, di desa ini guru ngaji mendapatkan insentif bulanan yang layak serta tunjangan pangan secara rutin.

08/04/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS SULSEL
BAZNAS RI Berduka Atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc menyampaikan duka cita atas gugurnya tiga prajurit serta terlukanya lima prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam sebuah insiden saat menjalankan misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), pada Minggu 29 Maret 2026 dan Senin 30 Maret 2026.

Ketiganya adalah Praka Farizal Rhomadhon, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.

Sedangkan lima prajurit yang mengalami luka-luka adalah Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, Praka Arif Kurniawan, Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana, serta Praka Deni Rianto.

Jajaran BAZNAS menyampaikan rasa duka mendalam ini karena BAZNAS bersama TNI telah merasakan langsung perjuangan di lapangan dalam memberikan dukungan dan bantuan kepada rakyat di wilayah timur tengah khususnya rakyat Palestina.

Menurut Sodik, prajurit yang gugur saat menjaga perdamaian dunia, membela negara, mempertahankan kehormatan bangsa dianggap mati syahid. Sehingga kedudukannya sangat mulia dan Allah sudah menjanjikan surga sebagai balasannya.

“Pengorbanan mereka menjadi teladan dan kehormatan bagi bangsa Indonesia,” ungkapnya.

“BAZNAS dengan dukungan pemerintah dan rakyat Indonesia akan terus memberikan dukungan dan bantuan kepada perjuangan rakyat Palestina yang hingga saat ini yang masih menghadapi berbagai bentuk ketidakadilan dan penderitaan. Semoga upaya perdamaian dan keadilan dapat segera terwujud bagi mereka,” paparnya.

Sebagai bentuk kepedulian kepada prajurit yang gugur, BAZNAS turut meringankan beban keluarga almarhum sebagai wujud solidaritas dan penghormatan atas jasa-jasa beliau.

“Semoga almarhum husnul khatimah, diterima segala amal ibadahnya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan,” kata Sodik.

01/04/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS SULSEL
Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Jamkrindo Syariah Kolaborasi dengan BAZNAS Sulsel Berbagi di Panti Asuhan

MAKASSAR – Menjelang hari kemenangan Idulfitri 1447 H, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan kembali memperkuat sinergi kemanusiaan dengan menggandeng sektor korporasi. Pada tanggal 12 Maret 2026, BAZNAS Sulsel bersama PT Jamkrindo Syariah Kantor Cabang Makassar melaksanakan penyaluran santunan dalam rangkaian program bertajuk "Jamkrindo Syariah: Peduli Sekitar".

Kegiatan ini menyasar dua titik utama, yakni Panti Asuhan Mahdiyat di Kota Makassar dan Panti Asuhan Jabal Nur di Kabupaten Gowa. Penyaluran ini merupakan inisiatif mulia dari Jamkrindo Syariah yang memercayakan BAZNAS Sulsel sebagai mitra pelaksana untuk memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran kepada mereka yang benar-benar membutuhkan (mustahik).

Ketua BAZNAS Provinsi Sulsel, Dr. dr. H. M. Khidri Alwi, M.A, M.Kes, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kepercayaan ini. Menurutnya, kolaborasi antara lembaga zakat dan dunia usaha adalah kunci utama dalam mengoptimalkan dampak sosial bagi masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif dari Jamkrindo Syariah. Melalui koordinasi yang baik, kami memastikan bahwa bantuan ini sampai ke tangan anak-anak yatim dan dhuafa di panti asuhan yang telah terverifikasi. Sinergi ini bukan sekadar berbagi, tapi juga merupakan bentuk penguatan ukhuwah islamiyah jelang Lebaran” ujar dr. Khidri Alwi.

Dalam aksi sosial ini, total bantuan yang diserahkan meliputi 40 paket sembako untuk kebutuhan pangan panti, 50 santunan paket ibadah berupa perlengkapan shalat untuk menunjang aktivitas ibadah anak-anak panti, serta 50 santunan tunai untuk membantu kebutuhan menyambut hari raya.

Pimpinan Jamkrindo Syariah Cabang Makassar, Nissa Nadisa, yang hadir beserta jajaran dalam penyaluran tersebut mengungkapkan bahwa program "Peduli Sekitar" ini merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk selalu hadir di tengah masyarakat, khususnya di bulan suci Ramadan.

“Kami sengaja menggandeng BAZNAS Sulsel agar inisiatif peduli sekitar ini dapat lebih terukur dan tepat sasaran. Kami berharap santunan paket ibadah dan paket sembako ini dapat menambah keceriaan adik-adik di Panti Asuhan Mahdiyat dan Jabal Nur dalam menyambut Idulfitri. Semoga ikhtiar berbagi ini membawa keberkahan bagi operasional perusahaan dan seluruh karyawan kami” jelas Nissa Nadisa.

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan doa bersama para santri dan pengurus panti. Mereka mendoakan agar kemitraan antara BAZNAS Sulsel dan Jamkrindo Syariah terus berlanjut di masa depan, sehingga semakin banyak masyarakat di Sulawesi Selatan yang merasakan manfaat dari gerakan zakat, infak dan sedekah yang dikelola secara profesional.

Melalui program ini, BAZNAS Sulsel kembali menegaskan perannya sebagai lembaga utama menyejahterakan umat, sekaligus mengajak instansi lain untuk turut serta dalam gerakan kebaikan demi mengentas kemiskinan dan memperkuat pendidikan keagamaan di wilayah Sulawesi Selatan.

Mariki' Terus Bersinergi Menguatkan Sulawesi Selatan dan Indonesia Melalui Zakat!

Salurkan ZIS Anda melalui:

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan

Jl. Masjid Raya No. 55 Makassar

Via Transfer:

Bank Sulselbar Syariah Rek. No : 510.053.0000000.25.7 an. BAZ Provinsi Sulawesi Selatan

Bank Syariah Indonesia (BSI) Rek. No : 700.2402.704 an. BAZNAS Prov Sulsel

BCA Rek. No : 365.036.5789 an. Badan Amil Zakat Nasional Sulsel

Via Kantor Digital di link: https://sulsel.baznas.go.id/bayarzakat

Untuk Informasi dan Konfirmasi dapat melalui Nomor Layanan Muzakki BAZNAS SULSEL: WhatsApp: 0851 8328 5998

 

 

-mJk-

12/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS SULSEL
Di Hadapan Kiai dan Ulama, Presiden Prabowo Apresiasi Kontribusi Besar BAZNAS Bantu Palestina

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mendapat apresiasi dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, atas kontribusi besarnya dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina.

Apresiasi tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam acara silaturahmi bersama 121 kiai, ulama, dan pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (5/3/2026). Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo tak kuasa menahan air mata saat menyampaikan apresiasi mendalam atas peran besar BAZNAS dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina.

Suasana hening tercipta ketika Presiden terdiam sejenak dan meneteskan air mata usai menyaksikan video dokumentasi pengiriman bantuan yang diterima langsung oleh masyarakat Palestina. Dengan suara bergetar, Prabowo menegaskan, BAZNAS telah menjadi representasi kepedulian bangsa Indonesia dan umat Islam di tanah air.

"Luar biasa, terima kasih BAZNAS. Anda mewakili bangsa Indonesia, Anda mewakili umat Islam di Indonesia. Bantuan Anda sangat dirasakan (oleh masyarakat Palestina)," ujar Presiden Prabowo sembari mengusap air mata dengan handuk kecil di podium.

Presiden Prabowo mengungkapkan, pemerintah memberikan dukungan penuh dalam proses distribusi bantuan tersebut. Ia menyebutkan, pemerintah akan mendukung penuh BAZNAS, dengan menyiapkan sarana pengiriman udara, termasuk pesawat Hercules dan payung udara (airdrop), untuk memastikan bantuan logistik sampai dengan aman. 

"Banyak bahan-bahan yang diterjunkan adalah bahan-bahan melalui BAZNAS. Saya berterima kasih atas nama pemerintah dan bangsa Indonesia atas bantuan saudara-saudara BAZNAS yang mengorganisirnya," tambah Presiden Prabowo.

Momen emosional tersebut disambut tepuk tangan haru dari para kiai dan tokoh Islam yang hadir. Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi momentum penguatan komitmen dan solidaritas kemanusiaan Indonesia di tengah krisis yang melanda Gaza.

Keberhasilan BAZNAS dalam menghimpun dan menyalurkan bantuan secara tepat sasaran dinilai Presiden sebagai prestasi luar biasa dalam membawa amanah umat Islam Indonesia untuk perdamaian dunia.

Selama Ramadan 1447 H, BAZNAS juga turut menghadirkan program bantuan untuk Palestina, antara lain paket makanan (food packages), makanan siap saji (hot meals), layanan kesehatan, penyediaan air bersih, pakaian, tenda permukiman dan tenda rumah, selimut, tenda masjid, hingga tenda kelas bagi anak-anak di wilayah terdampak konflik.

Menanggapi apresiasi Presiden tersebut, Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, Dr.H.Muhammad Ishaq Shamad, MA, menyampaikan bahwa dukungan pemerintah dan perhatian masyarakat menjadi kekuatan besar dalam memperluas bantuan kemanusiaan untuk Palestina. Menurutnya, solidaritas umat Islam Indonesia harus terus dijaga, terutama di tengah situasi kemanusiaan yang masih sangat memprihatinkan di Gaza.

“Apresiasi Presiden menjadi penyemangat bagi kami di BAZNAS SULSEL untuk terus bekerja lebih maksimal. Bantuan yang disalurkan kepada saudara-saudara kita di Palestina merupakan amanah dari umat yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Dr. Ishaq juga mengajak masyarakat Sulawesi Selatan untuk terus menyalurkan donasi kemanusiaan melalui BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan agar bantuan bagi rakyat Palestina dapat terus berlanjut.

 

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak berhenti menunjukkan kepedulian. Setiap zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan melalui BAZNAS InsyaAllah akan disalurkan untuk membantu meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Palestina,” tutupnya.

 

-mJk-

08/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS SULSEL
Ramadan Menguatkan Palestina, BAZNAS RI Distribusikan 100.000 Liter Air Bersih untuk Warga Gaza

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI telah mendistribusikan 100.000 liter air bersih di Al Jalaa region, Gaza, Palestina. Program ini bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih bagi 2.500 jiwa warga Palestina yang terdampak krisis air.

Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya distribusi air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar rakyat Palestina yang kian mendesak. Menurutnya, penyaluran ini menjadi bentuk kepedulian masyarakat Indonesia yang terus mengalir untuk rakyat Palestina.

“Alhamdulillah telah dilaksanakan penyaluran air bersih, ini merupakan kebutuhan vital yang tidak bisa ditunda pemenuhannya, terlebih dalam kondisi darurat akibat konflik berkepanjangan dan di bulan suci Ramadan ini," ujar Kiai Noor dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Kiai Noor menjelaskan, ada pemandangan mengharukan setiap kali BAZNAS RI menyalurkan bantuan air bersih. Anak-anak, remaja, hingga lansia berbondong-bondong membawa jerigen, botol bekas, ember bekas, atau apapun yang dapat mereka gunakan untuk menampung dan membawa air bersih ke rumah-rumah mereka.

“Mereka rela antre di depan truk-truk tangki air demi mendapatkan air yang layak dikonsumsi,” ujar Kiai Noor.

Oleh karena itu Kiai Noor menegaskan, BAZNAS RI akan terus berkomitmen mengirimkan pasokan bantuan air bersih untuk membantu mereka mengatasi krisis air di tanah Palestina. 

Program distribusi air bersih juga merupakan bagian dari upaya BAZNAS untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Palestina dan memperkuat solidaritas bangsa Indonesia. 

“Kami berharap apa yang telah disalurkan dapat membawa manfaat bagi warga Palestina dan membantu mereka mengatasi kesulitan,” kata dia.

Ucapan terima kasih tidak henti-hentinya disampaikan oleh warga Palestina untuk Indonesia. “Terima kasih Indonesia atas air bersihnya,” ujar mereka.

Lebih lanjut, Kiai Noor menegaskan, BAZNAS RI akan terus memantau perkembangan situasi di Gaza dengan fokus utama memastikan kebutuhan mendasar seperti pangan, air, dan layanan kesehatan tetap dapat diakses warga.

Mari lanjutkan aksi nyata ini, basuh luka Palestina dengan meringankan beban mereka melalui sedekah terbaik Anda melalui Dompet Solidaritas Palestina BAZNAS.

BSI 100.426.6893

a.n. Badan Amil Zakat Nasional

Atau melalui: baznas.go.id/bantupalestina

05/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS SULSEL

Berita Terbaru

BAZNAS RI Tingkatkan Pelayanan Zakat melalui Pemanfaatan Teknologi Digital
BAZNAS RI Tingkatkan Pelayanan Zakat melalui Pemanfaatan Teknologi Digital
Pimpinan Badan Amil Zakat (BAZNAS) RI Bidang Transformasi Digital Nasional Prof. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen, M.S., M.Ec., Ph.D mengatakan, BAZNAS RI mendorong peningkatan teknologi digital dalam pengelolaan zakat oleh para fundraiser. Hal ini disampaikannya saat menjadi pembicara dalam Fundraising Development Program (FDP) yang berlangsung di Jakarta, Kamis (2/1/2025). Menurutnya, FDP merupakan program pelatihan yang bertujuan meningkatkan kompetensi para fundraiser BAZNAS di tingkat pusat hingga daerah. Sebelumnya, dalam mendukung transformasi digital, BAZNAS telah meluncurkan sejumlah aplikasi nasional untuk mempermudah layanan kepada muzaki, di antaranya SIMBA, Simbalite, Kantor Digital, Menara Masjid, SIMBA-UPZ, dan Cinta Zakat. "Para fundraiser harus memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada muzaki dan mustahik," ujar Prof. Nadra dalam keterangannya. Penggunaan teknologi modern, lanjutnya, tidak hanya penting untuk meningkatkan efisiensi dan profesionalisme, tetapi juga memastikan transparansi sesuai prinsip 3A: aman syar’i, aman regulasi, dan aman NKRI. “Dengan teknologi, efisiensi kerja meningkat, dan jangkauan layanan BAZNAS menjadi lebih luas,” lanjutnya. Selain itu, Prof. Nadra menekankan pentingnya kemampuan komunikasi bagi para fundraiser. Menurutnya, komunikasi efektif adalah kunci untuk menyampaikan pesan kepada muzaki sehingga mereka tergerak menunaikan zakat, infak, dan sedekah. "Pesan harus disampaikan dengan jelas, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan audiens. Kemampuan ini wajib dimiliki setiap fundraiser," tegasnya. Selain itu, pelayanan yang baik kepada muzaki juga dinilai mampu membangun kepercayaan masyarakat terhadap BAZNAS. Pasalnya, kepercayaan menjadi dasar penting agar pesan yang disampaikan dapat diterima oleh muzaki. “Pentingnya strategi komunikasi yang tepat agar masyarakat lebih mudah memahami pesan yang disampaikan. Sebelumnya, FDP kali ini diikuti oleh amilin dan amilat dari BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi, serta BAZNAS Kabupaten/Kota. Program ini berlangsung selama tiga bulan, mulai Desember 2024 hingga Februari 2025. Melalui FDP, BAZNAS berharap dapat meningkatkan kapasitas lembaga, mencetak kader unggul di bidang fundraising, dan memperkuat penghimpunan zakat, infak, serta sedekah secara nasional.
BERITA02/01/2025 | Azzam | Editor : Novan
Borong 4 Penghargaan Layanan, Ketua BAZNAS: Terima Kasih Atas Dukungan Semua Pihak
Borong 4 Penghargaan Layanan, Ketua BAZNAS: Terima Kasih Atas Dukungan Semua Pihak
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menutup tahun 2024 dengan meraih tiga penghargaan terbaik, sebagai wujud komitmen dan tanggung jawab terhadap pelayanan publik kepada masyarakat. Empat penghargaan tersebut yaitu; Penghargaan pertama, predikat "Kualitas Terbaik" dalam penilaian kepatuhan penyelenggaraan publik (Opini Pengawasan Penyelenggaraan Pelayanan Publik) Tahun 2024 oleh Ombudsman RI dengan nilai 88,03. Penghargaan kedua, peringkat 3 tertinggi kualifikasi INFORMATIF kategori Lembaga Non Struktural dengan nilai 97.38 pada MONEV keterbukaan informasi publik tahun 2024. Penghargaan ketiga, pengawasan kearsipan oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), BAZNAS meraih nilai 80,14 dengan predikat "A". Penghargaan keempat, menjadi Juara Pertama dalam ajang bergengsi Anugerah Kemaslahatan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Award 2024. "Alhamdulillah ini merupakan pencapaian yang luar biasa di akhir tahun 2024. Semua ini tentunya tidak terlepas dari dukungan semua pihak terhadap BAZNAS," ujar Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH Noor Achmad MA., dalam konferensi pers Penerimaan Penghargaan BAZNAS di Jakarta, Selasa (31/12/2024). Turut hadir Kepala Keasistenan Manajemen Pengetahuan dan Penilaian Kepatuhan Ombudsman RI, Aat Sugihartati, Ketua Komisi Informasi Pusat Dr. Donny Yoesguantoro, serta Plt. Kepala ANRI Drs. Imam Gunarto, M.Hum. Kiai Noor menegaskan, penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa transparansi dan akuntabilitas menjadi prioritas utama dalam setiap langkah yang dilakukan BAZNAS RI. "Kami meyakini bahwa keterbukaan informasi adalah kunci untuk menjaga kepercayaan masyarakat sebagai pilar utama keberlanjutan program-program zakat," katanya. Kiai Noor menambahkan, sejumlah penghargaan ini merupakan hasil dari kerja keras seluruh elemen di BAZNAS, mulai dari pimpinan, amil, para muzaki, hingga mitra-mitra yang senantiasa mendukung kami. Atas pencapaian ini, BAZNAS pun pendapat apresiasi dari Ombudsman RI, Komisi Informasi Publik, ANRI, dan BPKH. Kepala Keasistenan Manajemen Pengetahuan Ombudsman RI, Aat Sugihartati, menyampaikan apresiasi atas peningkatan signifikan nilai kepatuhan BAZNAS. "Hal ini menunjukkan hasil Kerjasama dari seluruh unit di lingkungan BAZNAS untuk menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas," ujarnya. Hal yang sama disampaikan oleh Plt Kepala ANRI, Drs. Imam Gunarto M.Hum. Pihanya menyatakan apresiasi setinggi-tingginya atas kinerja kearsipan BAZNAS RI yang melonjak jauh menjadi lebih baik pada tahun 2024. "Ini membuktikan BAZNAS telah berusaha dengan gigih memberikan pelayanan informasi yang baik di era keterbukaan informasi ini," ujarnya. Sementara Komisi Informasi Pusat Dr. Donny Yoesguantoro menyampaikan, dengan adanya penilaian tersebut membuktikan bahwa layanan-layan infomasi yang diberikan BAZNAS kepada publik ini telah memenuhi kriteria Undang-Undang No.14 Tahun 2024. "Semoga ke depan publik mendapatkan yang terbaik dari amanah yang sudah diberikan kepada setiap lembaga negara," ucapnya.
BERITA31/12/2024 | BAZNAS SULSEL
BAZNAS Sulsel Bersama Bank Indonesia Salurkan Bantuan kepada Korban Banjir di Perumnas Antang Blok 8 Makassar
BAZNAS Sulsel Bersama Bank Indonesia Salurkan Bantuan kepada Korban Banjir di Perumnas Antang Blok 8 Makassar
Makassar, 24 Desember 2024 – Kawasan Perumnas Antang, yang terletak di bagian timur Kota Makassar, Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala dilanda banjir hebat pada akhir pekan kemarin setelah curah hujan yang tinggi menggenangi puluhan rumah warga, merusak fasilitas umum, dan menyebabkan sejumlah keluarga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Dalam upaya meringankan beban para korban banjir di Perumnas Antang Blok 8 Makassar, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) hari ini menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa paket sembako, dan obat-obatan. Bantuan ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak banjir. “Kerja sama dengan Bank Indonesia ini sangat penting dalam situasi darurat seperti ini. Melalui bantuan ini, kami berusaha memberikan dukungan bagi saudara-saudara kita yang terdampak banjir, terutama untuk mereka yang kehilangan banyak harta benda,” ujar Wakil Ketua 1 BAZNAS Sulsel, H.Muh. Irfan Sanusi, dalam sambutannya di lokasi penyaluran bantuan. Bantuan yang disalurkan meliputi bahan makanan pokok seperti beras, mie instan, minyak goreng, susu, serta kebutuhan balita seperti minyak telon dan pampers, serta obat-obatan untuk mencegah penyebaran penyakit yang biasa timbul setelah bencana banjir. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Regional Sulsel, Rizki Ernadi Wimanda, menyampaikan bahwa sinergi antara lembaga keuangan dan lembaga Filantropi seperti BAZNAS memiliki dampak yang besar dalam penanggulangan bencana. "Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial kami, Bank Indonesia merasa terpanggil untuk berkolaborasi dalam membantu masyarakat yang tengah menghadapi kesulitan akibat bencana alam ini. Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban para korban banjir" ungkap Reski Ernandi Wimanda. Sementara itu, para warga yang menerima bantuan terlihat sangat antusias dan mengungkapkan rasa terima kasih mereka. “Kami sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan. Ini sangat membantu kami untuk bertahan di tengah situasi yang sulit ini. Terima kasih kepada BAZNAS Sulsel, Bank Indonesia, dan semua pihak yang telah peduli kepada kami,” kata Fathiyah Bahmid, selaku Ketua RT 04 RW 08. Proses distribusi bantuan dilakukan secara langsung di titik-titik pengungsian, dengan melibatkan petugas Baznas Tanggap Bencana (BTB) dan BI serta relawan lokal. Pihak BAZNAS Sulsel dan Bank Indonesia juga berencana untuk terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi di Perumnas Antang dan memastikan bantuan dapat terus disalurkan sesuai kebutuhan. Selain itu, kedua lembaga ini juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk merencanakan upaya pemulihan jangka panjang bagi warga yang terdampak.
BERITA24/12/2024 | BAZNAS SULSEL
Berkolaborasi dengan BPDP Kota Makassar, BAZNAS SULSEL Membentuk Kampung Tanggap Bencana (KATANA)
Berkolaborasi dengan BPDP Kota Makassar, BAZNAS SULSEL Membentuk Kampung Tanggap Bencana (KATANA)
Badan Amil Zakat Nasional Sulawesi Selatan berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah membentuk dan sosialisasi Kampung Tanggap Bencana (KATANA) di Kantor Lurah Katimbang Makassar (7/12). Hadir Ketua 2 BAZNAS Sulsel Dr.M.Ishaq Samad, MA sekaligus membuka acara secara resmi. Hadir pula Lurah Katimbang Alifian Mudari, S.STP, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Makassar Ismunandar, Ketua Pokja Katana, dan seratusan warga Kelurahan Katimbang. Waka 2 BAZNAS Sulsel M.Ishaq Shamad dalam sambutannya menyampaikan program KATANA, adalah salah satu program unggulan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi risiko bencana, terutama di daerah rawan bencana, dengan pendekatan berbasis pemberdayaan masyarakat, jelasnya. Dikatakan tujuan program Kampung Tanggap Bencana bertujuan untuk meningkatkan Kesadaran dan Pengetahuan, Edukasi tentang mitigasi bencana, termasuk pelatihan evakuasi, pertolongan pertama, dan pengelolaan risiko bencana. Selain itu, penguatan Kapasitas Komunitas dengan membentuk kelompok masyarakat tangguh yang siap menghadapi bencana, dengan menyediakan alat dan keterampilan yang dibutuhkan. Demikian pula sinergi pemberdayaan dengan mengintegrasikan kegiatan tanggap bencana dengan program ekonomi dan sosial, seperti pemberdayaan UMKM dan program kesehatan, jelasnya. Selanjutnya juga untuk pemberdayaan berkelanjutan dengan membangun ketahanan komunitas dalam aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan, jelasnya. Adapun pendekatan program, yakni melalui pendidikan dan pelatihan dengan melibatkan masyarakat dalam pelatihan kebencanaan seperti simulasi bencana, manajemen posko darurat, dan distribusi bantuan. Selain itu, pengadaan fasilitas dan infrastruktur dengan membangun fasilitas yang mendukung kesiapsiagaan, seperti lumbung pangan, perlengkapan tanggap darurat, dan shelter komunitas, jelasnya. Selanjutnya kolaborasi dan sinergi dengan bekerjasama dengan pemerintah daerah, lembaga kemanusiaan, dan mitra strategis lainnya untuk keberlanjutan program.Program KATANA tidak hanya memperkuat ketangguhan masyarakat, tetapi juga memadukan nilai-nilai dakwah dan pemberdayaan, menjadikan zakat sebagai solusi komprehensif dalam menghadapi tantangan bencana, harapnya. Sementara itu Lurah Katimbang Alifian Mudari menyambut baik dan berterima kasih atas terselenggaranya kegiatan Baznas di wilayahnya. Hal ini sejalan dengan program Kelompok Siaga Bencana (KSB) yang telah dibentuk oleh Kelurahan kerjasama BPBD Kota Makassar, harapnya. "Dengan kehadiran program Baznas Sulsel melalui KATANA menjadi berkah dan dapat disinerjikan dengan program lainnya dalam penanggungalangan bencana. Karena memang selama ini Kelurahan Katimbang sangat rawan bencana, khususnya bencana banjir, jelasnya. Demikian pula Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPDB Kota Makassar, Ismunandar menjelaskan tentang Mitigasi bencana, khususnya mitigasi bencana banjir. Dengan kehadiran Baznas dan BPDB Kota Makassar akan saling sinerji dan kolaborasi dalam mitigasi bencana alam, jelasnya.
BERITA07/12/2024 | BAZNAS SULSEL
BAZNAS SULSEL Gelar Pemeriksaan Gigi Gratis bagi 130 anak Yatim/Dhuafa
BAZNAS SULSEL Gelar Pemeriksaan Gigi Gratis bagi 130 anak Yatim/Dhuafa
BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan bersama Pepsodent dan Fakultas Kedokteran UMI Makassar pada hari Jumat, 29 November 2024 mengadakan program pemeriksaan gigi gratis bagi 130 anak yatim/dhuafa dalam rangka memperingati Bulan Kesehatan Gigi Nasional di Klinik BAZNAS Medika Jl. Masjid Raya No. 55 Makassar. Kegiatan ini bertema “Berani Unjuk Gigi, Dukung Senyum Indonesia Lebih Kuat” yang merupakan bagian dari komitmen melindungi senyum sehat Indonesia.
BERITA03/12/2024 | BAZNAS Sulsel
BAZNAS RI Tingkatkan Dukungan terhadap Program Kesehatan Nasional dengan Pemanfaatan Dana Zakat
BAZNAS RI Tingkatkan Dukungan terhadap Program Kesehatan Nasional dengan Pemanfaatan Dana Zakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan komitmennya untuk mendukung program prioritas kesehatan nasional melalui optimalisasi pengelolaan dana zakat. Selain itu, BAZNAS memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan sektor swasta di bidang non-infrastruktur kesehatan. Hal ini disampaikan oleh Saidah Sakwan, M.A., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, dalam acara Rapat Penyusunan Kebijakan Sinergisme Kemitraan Pemerintah dengan Swasta (KPS) serta Penyusunan Laporan KPS yang diadakan Kementerian Kesehatan RI di Jakarta, Kamis (28/11/2024). Saidah menyebutkan bahwa potensi zakat di Indonesia sangat besar, mencapai Rp327 triliun. Namun, pencapaian penghimpunan dana zakat pada tahun sebelumnya baru mencapai Rp32 triliun, dan target tahun ini adalah Rp41 triliun. Dengan mengintegrasikan isu kesehatan dalam program zakat, BAZNAS berupaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mendukung kesehatan nasional. Sebagai langkah nyata, BAZNAS telah mengalokasikan dana yang signifikan untuk berbagai program kesehatan, seperti akses layanan dasar, penanganan darurat, serta pengentasan stunting. Pada tahun 2023, BAZNAS mengalokasikan Rp125 miliar, yang meningkat menjadi Rp148 miliar pada 2024. "Fokus kami termasuk integrasi data mustahik, pemberdayaan kesehatan, dan penyediaan layanan kesehatan preventif serta kuratif, terutama bagi masyarakat di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal)," jelas Saidah. Menurutnya, penggunaan zakat untuk mendukung program kesehatan memiliki dasar syar’i yang kuat dan sejalan dengan maqashid syariah, yaitu menjaga jiwa. Selain itu, zakat mempererat hubungan spiritual antara pemberi zakat (muzaki) dan penerima zakat (mustahik), serta membantu mengentaskan kemiskinan, kekurangan gizi, dan kelaparan. Saidah juga menegaskan bahwa BAZNAS fokus pada pengentasan kemiskinan ekstrem dan stunting. Dana zakat yang dikelola telah berkontribusi terhadap anggaran perlindungan sosial di Indonesia. "Kami terbuka untuk kerja sama lebih luas dalam mendukung program kesehatan prioritas pemerintah. Dengan dana zakat, kami optimis dapat meningkatkan kualitas kesehatan mustahik di seluruh Indonesia," tutupnya.
BERITA03/12/2024 | Penulis : Nadhila | Editor : Novan
Membangun Harapan dari Rumah: Kisah Perjuangan Donald bersama BAZNAS
Membangun Harapan dari Rumah: Kisah Perjuangan Donald bersama BAZNAS
Berawal dari garasi rumah sederhana di Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, Donald berhasil menghidupkan kembali bisnis bengkelnya yang sempat terpuruk. Perpindahan lokasi ke rumah bukan sekadar strategi mengurangi biaya operasional, melainkan juga menjadi langkah besar untuk memperbaiki kualitas layanan bagi para pelanggannya. Donald merupakan salah satu penerima manfaat program Z-Auto dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), yang menyediakan bantuan peralatan untuk menunjang usaha bengkel skala kecil. Program ini dirancang untuk memberdayakan para pelaku usaha mikro yang memiliki potensi, namun terkendala oleh keterbatasan modal. “Bantuan alat dari BAZNAS sangat membantu saya. Dengan alat-alat ini, saya bisa memperbaiki lebih banyak kendaraan dan meningkatkan kualitas kerja,” ujar Donald dengan penuh syukur. Sebelum bergabung dalam program Z-Auto BAZNAS, Donald mengalami tantangan besar dalam menjalankan usahanya. Biaya sewa tempat yang tinggi dan peralatan yang terbatas menjadi penghalang utama. Kini, dengan fasilitas yang lebih memadai di garasi rumahnya, ia dapat melayani pelanggan dengan lebih efisien. Omzet harian bengkelnya pun mengalami peningkatan signifikan. Setiap hari, Donald mampu meraup pendapatan antara Rp300.000 hingga Rp500.000. Hasil ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan keluarganya, tetapi juga memberikan harapan untuk masa depan yang lebih cerah. Namun, Donald tidak ingin berhenti di sini. Ia bercita-cita untuk terus mengembangkan usahanya dan ingin menambah alat-alat bengkel dan meningkatkan kemampuan agar bisa melayani lebih banyak pelanggan. Program Z-Auto BAZNAS menjadi bukti nyata bagaimana zakat dapat menjadi solusi pemberdayaan yang berkelanjutan. Dengan memberdayakan mustahik seperti Donald, BAZNAS tidak hanya membantu mereka keluar dari kesulitan ekonomi, tetapi juga membuka peluang untuk kehidupan yang lebih baik. Kisah Donald adalah inspirasi bagi banyak orang. Dari garasi kecil di Bojongsari, ia membuktikan bahwa semangat, kerja keras, dan dukungan yang tepat dapat mengubah mimpi menjadi kenyataan.
BERITA02/12/2024 | Penulis : Kartika | Editor : Putri
BAZNAS Tekankan Pentingnya Pendidikan Papua Lewat Peluncuran Buku Inspiratif
BAZNAS Tekankan Pentingnya Pendidikan Papua Lewat Peluncuran Buku Inspiratif
Memperingati Hari Guru Nasional 2024, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menghadirkan buku Mengajar di Batas Negeri: Kisah Inspiratif Mengajar di Papua. Peluncuran buku ini berlangsung secara virtual pada Senin (25/11/2024) melalui kanal YouTube BAZNAS TV. Acara turut dihadiri berbagai tokoh, termasuk Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan MA., Wakil Rektor 1 IAIN Fattahul Muluk Papua, Dr. H. Talauddin Umkabu M.Pd., serta mentor Beasiswa Guru Papua, Didik Efendi, M.Pd. Ketua BAZNAS, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyatakan bahwa buku ini merupakan bagian dari upaya mendukung pendidikan inklusif di daerah-daerah yang membutuhkan perhatian, seperti Papua. Melalui program-program seperti Beasiswa Guru Papua, BAZNAS berharap dapat memperkuat kualitas pendidikan nasional secara merata. "Tujuannya untuk memperkuat kerja sama antara BAZNAS dan Kampus dalam mengelola peserta sehingga cita-cita membangun kualitas SDM untuk Indonesia Emas 2045 dapat terwujud secara merata," kata Kiai Noor. Program Beasiswa Guru Papua melibatkan kerja sama dengan tiga perguruan tinggi, yakni IAIN Fattahul Muluk Papua, IAIN Sorong, dan Universitas Cendrawasih. Sebanyak 150 peserta telah menerima dukungan berupa bantuan UKT selama empat semester dan pembinaan melalui pendampingan intensif dari mentor kampus. Peluncuran buku ini juga menjadi salah satu langkah BAZNAS untuk memperkenalkan kisah perjuangan para guru dan mentor di Papua yang berkontribusi besar dalam pendidikan daerah. Buku tersebut menggambarkan pengalaman mengajar di wilayah perbatasan yang penuh tantangan, namun sarat makna. Menurut Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan MA., peluncuran buku ini tidak hanya untuk mengapresiasi perjuangan guru di Papua, tetapi juga untuk membangkitkan kesadaran tentang pentingnya pemerataan pendidikan. Ia menegaskan bahwa pendidikan adalah hak semua anak bangsa, terlepas dari latar belakang geografis. Dr. H. Talauddin Umkabu M.Pd., Wakil Rektor 1 IAIN Fattahul Muluk, menyebut buku ini sebagai simbol perjuangan nyata dalam membangun pendidikan berkualitas di Papua. Ia berharap karya ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk mendukung pembangunan pendidikan yang berkelanjutan."Buku ini tidak hanya menginspirasi para guru, tetapi juga menjadi pengikat bagi kita semua, khususnya pengambil kebijakan baik di tingkat daerah maupun nasional tentang pentingnya pendidikan berkualitas untuk generasi masa depan yang lebih baik," ucapnya.
BERITA28/11/2024 | Penulis : OKTA | Editor : NOVAN
Gelar Wakaf & Zakat Run 2024: BWI, Kemenag dan BAZNAS Ajak Masyarakat Berolahraga Sambil Beramal
Gelar Wakaf & Zakat Run 2024: BWI, Kemenag dan BAZNAS Ajak Masyarakat Berolahraga Sambil Beramal
Badan Wakaf Indonesia (BWI) bersama Kementerian Agama (Kemenag) RI dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menggelar acara Wakaf dan Zakat Fun Run (Waqf Run) 2024 pada 22 Desember 2024 di Jakarta. Kegiatan ini mengusung tema “Sehat Bersama, Wakaf dan Zakat untuk Sesama, demi Mewujudkan Indonesia Emas 2045” dan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran serta partisipasi masyarakat dalam berwakaf dan berzakat. Ketua BWI sekaligus Dirjen Bimas Islam, Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin, menyebut bahwa acara ini merupakan inovasi penting untuk memperkenalkan literasi wakaf dan zakat secara kreatif. Menurutnya, melalui kolaborasi lintas lembaga, kesadaran masyarakat akan meningkat dan memperkuat ekosistem wakaf dan zakat di Indonesia. “Kami mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam Waqf Run 2024. Selain menjaga kesehatan, acara ini menjadi momen berbagi keberkahan melalui wakaf dan zakat,” ujar Prof. Kamaruddin. Ia juga menargetkan partisipasi hingga 1.500 peserta dari berbagai kalangan, dengan harapan kegiatan ini dapat mendukung literasi digital melalui aplikasi Satu Wakaf. Ketua BAZNAS, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menegaskan bahwa wakaf dan zakat adalah solusi untuk pemberdayaan ekonomi umat. Ia berharap acara ini dapat menjadi cara menyenangkan untuk berkontribusi, sembari memperkuat solidaritas sosial. “Saatnya kita menjadikan wakaf dan zakat bagian dari kehidupan umat,” katanya. Sementara itu, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Prof. Dr. Waryono Abdul Ghafur, MA, menyebut Waqf Run 2024 sebagai langkah nyata dalam memasyarakatkan wakaf dan zakat. Dengan kontribusi pendaftaran sebesar Rp150.000, termasuk wakaf minimal Rp50.000, peserta dapat berolahraga sekaligus berbagi keberkahan. Acara ini akan dimeriahkan dengan hiburan musik, permainan interaktif, dan kegiatan lainnya, serta melibatkan berbagai lembaga seperti BWI, BAZNAS, Kemenkeu, OJK, Bank Indonesia, dan ATR/BPN. Berikut timeline acaranya: 12 November–15 Desember 2024: Pendaftaran daring di bit.ly/waqfrun2024. 20–21 Desember 2024: Pengambilan race kit. 22 Desember 2024: Pelaksanaan mulai pukul 06.00 WIB. Mari jadikan Waqf Run 2024 sebagai langkah bersama menuju Indonesia yang lebih sehat, berdaya, dan berkeadilan! Daftarkan diri Anda sekarang dan turutlah mewujudkan Indonesia Emas 2045!
BERITA27/11/2024 | Penulis : Naya | Editor : Novan
BAZNAS International Forum (BIF) Perkuat Kerja sama dan Misi Kemanusian Dunia, Khususnya Palestina
BAZNAS International Forum (BIF) Perkuat Kerja sama dan Misi Kemanusian Dunia, Khususnya Palestina
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menegaskan, BAZNAS International Forum (BIF) merupakan upaya memperkuat kerja sama dengan mitra internasional dalam mendukung misi kemanusian khususnya untuk Palestina. Selain itu sebagai platform penting untuk memperkuat jejaring kerja sama BAZNAS di tingkat global. Dirinya berharap, acara ini dapat menarik lebih banyak dukungan dari para donatur, guna meningkatkan solidaritas kemanusiaan terhadap Palestina. “Forum ini memberikan kesempatan kepada para donatur untuk lebih memahami upaya BAZNAS dan bagaimana mereka dapat berkontribusi lebih lanjut dalam mendukung solidaritas kemanusiaan untuk Palestina,” katanya, Selasa (19/11/2024). Sebelumnya, forum ini dibuka oleh Menteri Agama RI, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA, serta Wakil Menteri Luar Negeri RI, Anis Matta. Acara ini juga akan dihadiri oleh perwakilan dari mitra internasional seperti Bayt Zakat Al Azhar, Mishr Al Kheir, Shunna Al Hayat, Jordan Hashemite Charity Organization (JHCO), UNRWA, dan Islamic Solidarity Fund (ISF) OIC yang berlangsung di Jakarta kemarin. Kiai Noor menambahkan dalam forum ini, BAZNAS akan menjalin kemitraan dengan berbagai lembaga kemanusiaan internasional, seperti Bayt Zakat Al Azhar, Mishr Al Kheir, Shunna Al Hayat, Jordan Hashemite Charity Organization (JHCO), UNRWA, dan Islamic Solidarity Fund (ISF) OIC. “Forum ini juga akan membahas beberapa kerja sama antara BAZNAS dan OIC yang diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih signifikan dalam upaya bantuan kemanusiaan, baik di Indonesia maupun di negara-negara lain yang membutuhkan,” jelasnya. Sementara itu, Sekretaris Utama BAZNAS, Dr. H. Muchlis Muhammad Hanafi, Lc., MA, menekankan forum ini merupakan langkah penting dalam memperkuat posisi BAZNAS di kancah internasional dan meningkatkan kontribusinya dalam isu-isu kemanusiaan di Palestina. "Kami berkomitmen untuk mengedepankan solidaritas kemanusiaan untuk negara-negara lain, terutama Palestina. Bersama mitra-mitra internasional, kami akan berkolaborasi untuk menyalurkan bantuan kepada saudara-saudara kita di Palestina," ungkapnya. Muchlis berharap, BAZNAS International Forum dapat menjadi momentum berharga bagi BAZNAS untuk memperkuat perannya di tingkat global, khususnya dalam mendukung kemanusiaan di Palestina. “Dengan mengedepankan kolaborasi lintas negara, BAZNAS siap menjadi pilar solidaritas dunia Islam di masa depan,” tambahnya.
BERITA20/11/2024 | Penulis : Liskha Wahanda | Editor : Ayu Rachmaningtyas
Program ZChicken BAZNAS di Sulsel Bantu Ekonomi Keluarga Salma 
Program ZChicken BAZNAS di Sulsel Bantu Ekonomi Keluarga Salma 
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus berkomitmen menyusun dan menjalankan program-program pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada peningkatan ekonomi dan bertujuan mencetak enterpreneur baru dari kalangan mustahik. Salah satunya melalui program ZChicken. Salmawati (50) asal Kota Makassar, Propinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) merupakan salah satu penerima manfaat yang merasakan dampak positif dari bantuan program ZChicken BAZNAS. Setelah ditinggal suaminya, Salmawati kini harus menghidupi ketiga anaknya seorang diri. Tentu tidak mudah, apalagi anak-anaknya masih sekolah. Namun kini, perempuan usia 50 tahun asal Sulawesi Selatan (Sulsel) ini merasa sangat terbantu setelah mendapatkan permodalan dari BAZNAS melalui Program ZChicken. Sejak dua minggu memulai usaha ZChicken, Salma demikian sapaanya, telah menjual sebanyak 30 potong ayam goreng krispi setiap harinya. Setiap harinya, Salma berjualan di depan rumahnya dengan gerobak mulai pukul 09.00-22.00. Pembelinya memberikan tanggapan positif mengenai cita rasa ZChicken. "Alhamdulillah, saya bersyukur bisa menjual 30 potong ayam goreng krispi setiap harinya dalam kurun waktu dua minggu sejak buka usaha ini," ucap Salma saat ditemui di Kota Makassar, Sulsel pada Rabu (6/11/2024) malam. Meski penghasilannya terbilang kecil dan belum memadai untuk mencukupi kehidupan sehari-hari, tapi Salma tetap merasa bersyukur. Setidaknya, dengan memiliki usaha dan bantuan Program ZChicken BAZNAS, dia masih punya harapan di masa depan. Apalagi menurutnya, semua permodalan dan bahan-bahan masih disalurkan dari BAZNAS, baik itu daging ayam dan bahan lainnya. "Semua bahan belum ada yang beli masih bantuan dari BAZNAS. Omzet dari jualan seminggu itu mencapai 700 ribu. Alhamdulillah ada harapan untuk biaya sekolah anak saya," ujar Salma. Selain menjalani usaha ZChicken, untuk menambah penghasilan dia juga melengkapi dengan menjual minuman. Salma bersyukur dirinya menjadi salah satu mustahik yang dapat binaan BAZNAS Sulsel. Ia pun mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS yang telah mengangkat derajat hidup keluarganya menjadi lebih sejahtera. "Sejak suami wafat, saya banting tulang sendiri. Anak saya itu 4, yang 1 orang sudah menikah. Jadi saya harus menghidupi 3 anak. Alhamdulillah berkat Program ZChicken, ekonomi keluarga saya terbantu. Terima kasih BAZNAS," ucap Salma. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional sekaligus Pembina Wilayah BAZNAS Propinsi Sulsel, KH. Achmad Sudrajat, Lc, MA mengatakan, ZChicken merupakan program BAZNAS yang dilaksanakan secara nasional sebagai upaya dalam meningkatkan kualitas mustahik. Program ZChicken ini jelasnya, merupakan salah satu program unggulan BAZNAS yang bertujuan memberdayakan umat melalui usaha kuliner berbasis ayam goreng krispi yang dikelola oleh para mustahik atau penerima manfaat. "Program ZChicken ini menjadi komitmen BAZNAS dalam rangka mengentaskan kemiskinan dan menyejahterakan umat," ujar Kiai Ajat melalui keterangan tertulis, Jumat (8/11/2024). Kiai Ajat berharap Program ZChicken ini mampu direplikasi oleh BAZNAS daerah dengan harapan mampu menjadi program yang lebih masif. Ia menambahkan, BAZNAS menyediakan pelatihan, modal usaha, dan dukungan pemasaran bagi para peserta, dibekali dengan keterampilan mengolah ayam goreng berkualitas, teknik pemasaran dan manajemen keuangan. "Program ZChicken ini menjadi tanggungjawab BAZNAS dalam mengelola dana zakat yang disalurkan muzaki agar tepat sasaran dan dirasakan manfaatnya langsung oleh mustahik," ujarnya. Lebih lanjut ia menjelaskan, pada tahun 2022, BAZNAS berkomitmen mengembangkan ZChicken menjadi program unggulan secara nasional dimulai dengan pengembangan 1.000 gerai di Pulau Jawa. Kemudian tahun 2023 dilakukan ekspansi ke luar Pulau Jawa dengan harapan demi kemanfaatan program ZChicken secara luas. Sementara itu, Ketua BAZNAS Sulsel, Khidri Alwi menyambut baik pelaksanaan Bimtek Pendamping ZChicken. Dalam program ZChicken ini, BAZNAS Propinsi Sulsel memperoleh kouta sebanyak 150 unit, yang terbagi 100 dari BAZNAS Pusat dan 50 unit sharing kota/kabupaten. "Sementara posisi BAZNAS Sulsel sebatas koordinasi, karena kota/kabupaten masing-masing mempunyai penanggungjawab," kata Khidri. Hasil rapat Pimpinan BAZNAS Propinsi Sulsel Bidang Pendistribusian dan Program Pendayagunaan Ekonomi Mustahik mencatat bantuan program tersebut direalisasikan di Kota Makassar sebanyak 30 unit, Kota Gowa 30 unit, Kota Maros 20 unit, dan Kota Pangkep 20 unit. Ia berharap program ini dapat mengubah status mustahik menjadi muzaki. "Program ZChicken di Sulsel ini sebagai program piloting pertama di luar Pulau Jawa. Selain ZChicken, BAZNAS RI juga mempercayakan sejumlah program lain kepada BAZNAS Sulsel, seperti ZAuto dan ZMart,” pungkas Khidri Alwi.
BERITA08/11/2024 | BAZNAS SULSEL
BAZNAS RI Dukung BAZNAS se-Provinsi Sulsel Wujudkan Standar Tata Kelola Dana ZIS DSKL
BAZNAS RI Dukung BAZNAS se-Provinsi Sulsel Wujudkan Standar Tata Kelola Dana ZIS DSKL
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mendukung penuh BAZNAS se-Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) dalam mewujudkan standar tata kelola dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) serta Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) yang transparan dan akuntabel. Demikian dikemukakan Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional sekaligus Pembina Wilayah BAZNAS Provinsi se-Sulawesi Selatan, KH. Achmad Sudrajat, Lc. MA melalui keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (7/11/2024). Menurut Kiai Ajat, dalam mengelola dana ZIS dan DSKL dibutuhkan tata kelola yang transparan dan akuntabel. Hal ini merupakan langkah yang ditempuh BAZNAS agar mendapat kepercayaan dari masyarakat. "Karena itu, BAZNAS Sulsel harus menekankan tata kelola yang baik agar dapat mencapai target pengumpulan di tahun 2025 mendatang," ungkapnya. Kiai Ajat menjelaskan, berdasarkan pemetaan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, total potensi zakat di Sulawesi Selatan sebesar Rp7,8 Triliun. "Adapun objek Zakat dengan potensi terbesar adalah zakat penghasilan dengan proporsi terbesar penghasilan Non-ASN sebesar Rp4,7 Triliun," tutur Alumni Al-Azhar Kairo ini. Kiai Ajat juga berharap adanya dukungan dari pemimpin daerah untuk membantu BAZNAS dalam mengoptimalkan potensi tersebut, dengan menekankan pentingnya kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat. Ketua BAZNAS Provinsi Sulsel, Dr. dr. HM. Khidri Alwi, M.Kes mengapresiasi dukungan penuh dari BAZNAS RI untuk mewujudkan standar tata kelola dana ZIS, DSKL yang transparan dan akuntabel di BAZNAS Provinsi se-Sulsel pada tahun 2025. “Kami komit untuk merealisasikannya sesuai amanah Rakorda BAZNAS Provinsi se-Sulsel yang baru saja selesai dilaksanakan,” kata Dr. dr. Khidri Alwi saat menerima kunjungan media visit wartawan BAZNAS Media Center (BMC) di kantornya, Jalan Masjid Raya No.55, Baraya, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (6/11/2024). Turut hadir menerima Wakil Ketua I BAZNAS Provinsi Sulsel Bidang Pengumpulan HM Irfan Sanusi Baco beserta jajaran. Media visit wartawan BAZNAS Media Center (BMC) dalam rangka optimasi pengelolaan Kantor Digital dan publikasi program unggulan BAZNAS RI dan BAZNAS Daerah di Provinsi Sulawesi Selatan dan BAZNAS Kota Makassar berlangsung pada Rabu (6/11/2024) hingga Jumat (8/11/2024). Hadir antara lain wartawan Suara Karya, dan beberapa wartawan biro setempat seperti Harian Fajar dan KompasTV. Dalam media visit di Kantor BAZNAS Kota Makassar, Kamis (7/11/2024), hadir menyambut Ketua BAZNAS Kota Makassar, H Ashar Tamanggong, Wakil Ketua II, H Syahruddin Mayang, Wakil Ketua III, Waspada Santing beserta jajaran BAZNAS Kota Makassar. Ikut mendampingi, Senior Humas BAZNAS RI, Mas’ud Ibnu Syamsuri dan Erra Sonya dari Sekretariat Utama BAZNAS RI. Sebagai informasi, melalui fasilitasi dari Sestama BAZNAS RI, Dr. Muchlis Muhammad Hanafi, wartawan yang tergabung dalam BAZNAS Media Center (BMC), mendapat kesempatan meliput program BAZNAS Provinsi Sulsel dan BAZNAS Kota Makassar. Selain mengajak serta partisipasi publikasi media oleh BAZNAS setempat, kunjungan para pewarta ini, mereportase sejumlah program unggulan BAZNAS RI dan BAZNAS Daerah di Provinsi Sulsel dan Kota Makassar. Seperti kantor digital, ZMart, ZChicken, ZAuto, beasiswa santri, layanan muzaki, layanan mustahik, Klinik BAZNAS Medika, UMKM binaan, bantuan mustahik untuk rumah tidak layak huni (RTLH), dan sebagainya.
BERITA07/11/2024 | BAZNAS SULSEL
PENANDATANGANAN MoU PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING DI SULAWESI SELATAN
PENANDATANGANAN MoU PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING DI SULAWESI SELATAN
Penandatanganan MoU Percepatan Penurunan Stunting di Sulsel antara BAZNAS Sulsel dan BKKBN Sulsel, pada hari Sabtu, 26 Agustus 2023. Diharapkan dengan adanya MoU ini bisa menjadi salah satu gerakan bersama dalam upaya percepatan penurunan stunting di Sulawesi Selatan.
BERITA26/08/2023 | BAZNAS SULSEL
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Sulawesi Selatan.

Lihat Daftar Rekening →