Berita Terkini
BAZNAS Sulsel Terima Kunjungan Pimpinan Yayasan Pendidikan GUPPI Gowa, Bahas Rencana Pendirian LAZ
MAKASSAR — Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan Riswan Ilyas, S.T, S.E.Sy., menerima kunjungan Pimpinan Yayasan Pendidikan GUPPI Kabupaten Gowa, Kamis (1/10/2026). Pertemuan tersebut membahas rencana pendirian Lembaga Amil Zakat (LAZ) Provinsi sebagai bagian dari upaya memperkuat pengelolaan zakat di lingkungan yayasan.
Dalam diskusi tersebut, pimpinan Yayasan Pendidikan GUPPI Kabupaten Gowa menyampaikan rencana untuk membentuk LAZ Provinsi guna meningkatkan kontribusi yayasan dalam penghimpunan dan pendayagunaan zakat secara terorganisasi dan profesional.
Menanggapi rencana itu, Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan Riswan Ilyas menjelaskan bahwa pendirian LAZ harus memenuhi ketentuan dan persyaratan sesuai regulasi pengelolaan zakat. Persiapan perlu dilakukan secara matang, mencakup aspek kelembagaan, sumber daya manusia, administrasi, dan tata kelola.
“Pendirian LAZ tentu harus mengikuti ketentuan dan persyaratan yang telah diatur. Yang paling penting adalah kesiapan kelembagaan dan sumber daya manusia agar pengelolaan zakat nantinya dapat berjalan secara profesional, amanah dan sesuai dengan regulasi,” jelas Riswan.
Riswan Ilyas Sarankan Yayasan GUPPI Gowa Membentuk UPZ
Sebagai langkah awal, Riswan Ilyas menyarankan Yayasan Pendidikan GUPPI Kabupaten Gowa membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) terlebih dahulu. Melalui UPZ, yayasan dapat membangun pengalaman dalam penghimpunan dan pengelolaan zakat sekaligus mempersiapkan kelembagaan sebelum mengembangkan rencana pendirian LAZ.
Pembentukan UPZ juga dapat menjadi sarana untuk mengembangkan sistem penghimpunan dan penyaluran zakat yang lebih terstruktur, memperkuat kapasitas pengurus, serta membangun tata kelola yang transparan dan akuntabel.
Selain penguatan kelembagaan, Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan tersebut mendorong pimpinan dan jajaran manajemen Yayasan Pendidikan GUPPI untuk meningkatkan kompetensi melalui sertifikasi amil. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia dinilai penting agar pengelolaan zakat dapat dilaksanakan secara profesional dan sesuai ketentuan.
“Kami menyarankan untuk membentuk UPZ terlebih dahulu sebagai langkah awal. Bersamaan dengan itu, pimpinan dan manajemen yayasan dapat mempersiapkan diri melalui sertifikasi amil. Dengan begitu, ketika mengelola LAZ, sumber daya manusianya sudah memiliki kompetensi dan pemahaman yang memadai tentang pengelolaan zakat,” tambahnya.
BAZNAS Sulsel Dorong Penguatan Ekosistem Zakat
BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan membuka ruang komunikasi dan pendampingan bagi Yayasan Pendidikan GUPPI Kabupaten Gowa dalam mempersiapkan pengelolaan zakat sesuai ketentuan yang berlaku.
Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS Sulawesi Selatan memperluas partisipasi lembaga dan organisasi masyarakat dalam ekosistem zakat. Penguatan kelembagaan, kompetensi amil, dan tata kelola diharapkan dapat mendukung penghimpunan serta pendayagunaan zakat yang lebih terorganisasi dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. (*)
01/10/2026 | Humas Baznas Prov. Sulawesi Selatan
Zakat Distribution Data Forum 2026 : Bedah Akurasi DTSEN dan Tantangan Data Desil
Makassar — Ajang Zakat Distribution Data Forum 2026 yang diselenggarakan oleh BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan di Hotel Almadera Makassar selama 3 hari mulai 22-24 September 2026 menjadi pusat perhatian. Pada hari kedua, Rabu 23 September 2026 di Sesi pagi yg berlangsung dari pukul 08.00 hingga 12.00 WITA, sukses menghadirkan diskusi panel berbobot yang menyoroti satu topik paling krusial: tantangan akurasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) serta data desil yang kerap belum sepenuhnya memotret kenyataan warga di lapangan.
Forum strategis ini mempertemukan perwakilan BAZNAS dari 24 kabupaten/kota se-Provinsi Sulawesi Selatan dengan tiga narasumber penting dari unsur pemerintah, yakni Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulsel, Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, serta Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Sulsel.
Sinergi Kebijakan
Diskusi panel dibuka secara komprehensif oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. Abd Malik Faisal, SH, M.Adm.Pemb. Dalam pemaparannya, beliau tidak hanya membedah tata kelola data sosial, tetapi juga membawa kabar strategis mengenai rencana pembangunan perumahan sederhana untuk warga miskin yang berada pada Desil 1 dan Desil 2. Rencananya, perumahan tersebut akan dibangun di atas lahan milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di Kabupaten Gowa.
Menariknya, dalam kawasan pemukiman terpadu tersebut, BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan telah mendapatkan tawaran khusus untuk turut membangun fasilitas ibadah. Langkah ini menjadi wujud nyata sinergi erat antara pemerintah daerah dan lembaga amil zakat dalam mengentaskan kemiskinan berbasis kawasan.
BPS Bedah Metodologi DTSEN: Mengatasi Inclusion dan Exclusion Errors
Sesi berikutnya dilanjutkan oleh Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Sulawesi Selatan, Papitana, yang memaparkan materi strategis terkait pengelolaan DTSEN berdasarkan regulasi terkini. Mengacu pada kerangka kerja BPS, DTSEN hadir sebagai solusi game changer guna menekan angka inclusion error (warga yang tidak berhak namun menerima bantuan) dan exclusion error (warga yang berhak tetapi terlewat).
Papitana menjelaskan bahwa pemeringkatan kesejahteraan dari Desil 1 hingga Desil 10 dibentuk menggunakan metode statistik Proxy Mean Test (PMT) serta variabel berlapis, mulai dari kondisi perumahan, aset, hingga pemetaan berbasis image-based classification. Kendati demikian, ditekankan pula bahwa desil adalah gambaran posisi relatif, bukan ukuran absolut pendapatan, sehingga sifatnya dinamis dan terus diperbarui secara berkala.
Regulasi Kemenag: Legalitas Berbagipakai Data via SIMZAT
Sebagai pemungkas rangkaian materi narasumber, Dr. Muhammad Nur dari Kanwil Kemenag Sulawesi Selatan memaparkan landasan hukum pemanfaatan data melalui Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 885 Tahun 2026. Regulasi ini mengatur pedoman penggunaan DTSEN dalam pendistribusian dan pendayagunaan Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS DSKL).
Melalui mekanisme berbagipakai data yang terintegrasi dalam Sistem Informasi Manajemen Zakat (SIMZAT), BAZNAS dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) didorong untuk menggunakan data desil 1 sampai desil 4 guna memastikan ketepatan sasaran mustahik serta menghindari tumpang tindih dengan program bantuan pemerintah.
Sesi Tanya Jawab Hangat dan Keinginan Kunjungan Daerah
Puncak acara diwarnai dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang sangat seru dan interaktif antara para peserta dari BAZNAS 24 kabupaten/kota dengan para narasumber. Sebagian besar peserta menyoroti ketimpangan antara data desil di atas kertas dengan kondisi aktual di lapangan, serta mengutarakan keinginan agar Kepala Dinas Sosial dapat berkunjung langsung ke daerah mereka untuk berkoordinasi lebih lanjut.
Keterbatasan waktu membuat moderator acara, Dr. Ainul Fatha Isman, harus menengahi dan mengakhiri diskusi hangat tersebut, mengingat Kepala Dinas Sosial harus segera bertolak mendampingi Menteri Pekerjaan Umum (PU) dalam agenda peninjauan Sekolah Rakyat Terintegrasi di Sudiang, Makassar.
Melalui forum ini, kolaborasi lintas sektor di Sulawesi Selatan diharapkan semakin kuat dalam mewujudkan tata kelola penyaluran dana umat dan bantuan sosial yang transparan, akuntabel, serta tepat sasaran bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.*
23/09/2026 | Humas Baznas Prov. Sulawesi Selatan
Dr. Muhammad Hasbi Zaenal, Ph.D : Landasan Penetapan Emas 14K sebagai Standar Nisab Zakat 2026
Makassar – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan menyelenggarakan Zakat Distribution Data Forum 2026 di Hotel Almadera Makassar, 22-24 September 2026. Forum ini diikuti oleh perwakilan BAZNAS dari 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas pengelolaan data dan distribusi zakat di daerah.
Rangkaian forum diisi dengan diskusi panel, pemaparan materi, serta sesi dialog yang membahas berbagai isu strategis dalam pengelolaan zakat, khususnya yang berkaitan dengan data, penetapan sasaran penerima manfaat, dan kebijakan perzakatan.
Salah satu sesi utama pada hari kedua 23 September 2026 , menghadirkan Direktur Riset, Kajian dan Pengembangan BAZNAS RI, Dr. Hasbi Zaenal, PhD, yang menyampaikan materi terkait landasan dan perkembangan kebijakan nisab zakat. Pemaparan tersebut kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab bersama peserta dari BAZNAS kabupaten/kota dengan moderator Muhammad Ahsan Kamil, M.E.
Nisab Zakat dan Tantangan Perubahan Harga Emas
Salah satu isu yang mendapat perhatian dalam diskusi adalah penetapan nisab zakat pendapatan dan jasa yang menggunakan standar emas 14 karat.
Berdasarkan pemaparan dalam forum, nisab zakat pendapatan dan jasa tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp. 7,64 juta per bulan atau Rp. 91,68 juta per tahun, yang disetarakan dengan nilai 85 gram emas 14 karat.
Penggunaan standar tersebut menjadi bagian dari respons terhadap dinamika harga emas global yang mengalami peningkatan signifikan. Kondisi tersebut berpengaruh terhadap nilai nominal nisab apabila penghitungan hanya menggunakan harga emas berkadar tinggi.
Dalam perspektif fikih, disampaikan penjelasan bahwa penggunaan emas 14 karat antara lain dikaitkan dengan pandangan Mazhab Hanafi melalui kaidah al-hukm lil ghalib, yakni hukum mengikuti unsur yang dominan. Emas dengan kadar di atas 50 persen tetap memiliki karakter dominan sebagai emas. dan emas kadar 14K umumnya ditandai 585 yg berarti mempunyai kandungan sekitar 58,5% emas.
Selain itu, perspektif Mazhab Maliki juga mempertimbangkan aspek rawaj, yaitu keberlakuan dan penerimaan suatu instrumen dalam praktik perdagangan dan kehidupan masyarakat.
Menjaga Keseimbangan antara Muzaki dan Mustahik
Pembahasan nisab tidak semata-mata berkaitan dengan angka nominal, tetapi juga memiliki implikasi terhadap ekosistem zakat secara keseluruhan.
Dalam forum ini disampaikan bahwa penggunaan standar emas 14 karat dikaitkan dengan prinsip ahabbu lil fuqara', yaitu memilih pendekatan yang memberikan kemanfaatan bagi fakir miskin. Penetapan nisab diharapkan tetap memperhatikan kemampuan muzaki sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya zakat yang diperlukan untuk mendukung program perlindungan dan pemberdayaan mustahik.
Dengan demikian, penetapan nisab menjadi bagian penting dari upaya menjaga keseimbangan antara kemampuan muzaki untuk menunaikan zakat dan kebutuhan mustahik terhadap manfaat zakat.
Bagi BAZNAS di daerah, pemahaman terhadap kebijakan nisab menjadi penting karena berkaitan langsung dengan edukasi kepada masyarakat, penghitungan kewajiban zakat, serta penguatan kepercayaan publik terhadap tata kelola zakat.
Data sebagai Fondasi Distribusi Zakat
Pelaksanaan Zakat Distribution Data Forum 2026 juga menegaskan bahwa pengelolaan zakat tidak dapat dilepaskan dari kualitas data. Olehnya itu forum mengambil topik "Dari Data Menuju Mustahik Berdaya : Membangun Pendistribusian ZIS Yang Tepat Sasaran, Terukur, dan Berdampak".
Data yang akurat diperlukan untuk memastikan zakat tidak hanya terkumpul, tetapi juga disalurkan kepada kelompok yang tepat, pada wilayah yang tepat, dan melalui program yang tepat.
Karena itu, penguatan kapasitas BAZNAS kabupaten/kota dalam memahami data, kebijakan nisab, karakteristik muzaki, serta kondisi mustahik menjadi bagian penting dalam membangun tata kelola zakat yang semakin terukur.
Forum yang diikuti BAZNAS dari 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan tersebut diharapkan menjadi ruang konsolidasi pengetahuan dan penyamaan pemahaman dalam pengelolaan zakat di daerah. Melalui penguatan data, kebijakan, dan kapasitas kelembagaan, BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan terus mendorong agar zakat dapat dikelola secara aman syar'i, aman regulasi, dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.
Dengan pengelolaan yang berbasis data dan kebijakan yang terukur, zakat diharapkan semakin mampu menjalankan fungsinya sebagai instrumen pemberdayaan dan penguatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.(*)
23/09/2026 | Humas Baznas Prov. Sulawesi Selatan
Agenda Pimpinan

Baznas Dan Universitas Hasanuddin Mengembangkan Kerjasama Beasiswa dan UPZ
Makassar - Di sela kunjungan ke kota Makassar dalam rangka memberikan materi pada Zakat Distribution Data Forum 2026 yang diselenggarakan BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, pada hari Rabu 23 September 2026, Bapak H. Idy Muzayyad, S.HI, M.Si Pimpinan Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan BAZNAS RI bersama Ketua Baznas Provinsi Sulawesi Selatan Bapak Riswan Ilyas , SE.Sy , melakukan kunjungan silaturrahim ke Universitas Hasanuddin untuk penjajakan kerjasama lebih lanjut antara BAZNAS dengan UNHAS.
Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Rektor Unhas, Rabu (23/9/2026), dan dipimpin oleh Sekretaris Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Eng. H. Amiruddin, M.Si. Turut hadir Direktur Kemitraan Unhas, Direktur Pendidikan Unhas, serta tim bidang kemahasiswaan Unhas.
Salah satu bentuk kerja sama yang telah dijalankan adalah keterlibatan Unhas dalam Program Beasiswa Palestina BAZNAS 2026. Program yang diselenggarakan bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI tersebut memberikan kesempatan kepada 200 mahasiswa asal Palestina untuk melanjutkan pendidikan jenjang magister (S2) di 33 perguruan tinggi mitra.
Pengalaman tersebut menjadi landasan bagi Unhas dan BAZNAS RI untuk memperluas kerja sama, tidak hanya dalam penyaluran beasiswa, tetapi juga pada pengembangan program pemberdayaan yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Sekretaris Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Eng. H. Amiruddin, M.Si., menyampaikan bahwa kerja sama dengan BAZNAS diharapkan dapat terus berkembang melalui berbagai program yang berdampak nyata. Menurutnya, beasiswa merupakan langkah awal yang dapat dilanjutkan dengan berbagai bentuk kolaborasi lainnya.
“Diharapkan kerja sama ini dapat berlanjut, bukan hanya beasiswa, tetapi juga pada pengembangan program pemberdayaan lainnya,” ujar Prof. Amiruddin.
Salah satu agenda yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah rencana pengembangan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan perguruan tinggi. Pembentukan UPZ diharapkan dapat mengoptimalkan potensi zakat dari sivitas akademika sekaligus memperluas pemanfaatannya untuk mendukung program pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menjelaskan bahwa kerja sama dengan perguruan tinggi diarahkan untuk menciptakan pengelolaan zakat yang lebih terstruktur dan berkelanjutan. Salah satu upaya yang didorong adalah pembentukan UPZ (Unit Pengumpul Zakat) di lingkungan kampus.
Menurut Idy, pengembangan UPZ juga sejalan dengan arahan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Brian Yuliarto, mengenai optimalisasi potensi zakat di perguruan tinggi.
“Kerja sama dengan Unhas kami harapkan berkembang menuju ekosistem pengelolaan zakat yang lebih luas, sehingga dapat mempertemukan potensi zakat dari sivitas akademika dengan kebutuhan penerima manfaat melalui program yang terencana dan berkelanjutan,” kata Idy.
Melalui pengembangan kerja sama ini, Unhas dan BAZNAS RI berharap dapat memperkuat sinergi dalam bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Rencana pengembangan UPZ diharapkan menjadi salah satu langkah untuk memperluas manfaat zakat sekaligus mendukung keberlanjutan program sosial di lingkungan perguruan tinggi. (*)
23-09-2026 | Humas Baznas Prov. Sulawesi Selatan

Zakat Distribution Data Forum 2026
Makassar - Zakat Distribution Data Forum 2026 bertema Dari Data Menuju Mustahik Berdaya, Membangun Pendistribusian ZIS Yang Tepat Sasaran, Terukur, dan Berdampak telah selesai diselenggarakan pada hari Kamis 24 September 2026. Selama 3 hari forum ini menampilkan para pembawa materi berbobot dari BAZNAS Pusat, maupun pemateri dari Kota Makassar sendiri.
Kesempatan ini juga menjadi ajang silaturrahim bertemunya ketua Baznas kabupaten/kota se Sulawesi Selatan dengan ketua dan wakil ketua Baznas Provinsi Sulawesi Selatan.(*)
24-09-2026 | Humas Baznas Prov. Sulawesi Selatan

Pimpinan BAZNAS Sulsel hadiri Acara Puncak Perayaan HUT 31 Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar
Makassar, 18 Mei 2024 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Sulawesi Selatan turut berpartisipasi dalam perayaan Hari Ulang Tahun ke-31 Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Dalam kesempatan istimewa ini, BAZNAS Sulawesi Selatan menyalurkan paket keluarga bahagia dan bantuan biaya pengobatan kepada masyarakat yang membutuhkan di lingkungan Rumah Sakit.
Acara puncak peringatan HUT RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo dihadiri oleh pimpinan BAZNAS Sulawesi Selatan Periode 2022 - 2025, yaitu Ketua Dr. dr. Khidri Alwi, MA, M.Kes dan Wakil Ketua I, H. M. Irfan Sanusi Baco. Kehadiran mereka dalam acara ini semakin memperkuat sinergi antara lembaga amil zakat dan rumah sakit dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
H.M. Irfan Sanusi Baco dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kepedulian pimpinan dan karyawan RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo yang telah menyalurkan zakat melalui UPZ (Unit Pengumpul Zakat) Wahidin. “Zakat yang telah terkumpul, kami kembalikan dan salurkan kepada mustahik yang berhak menerimanya, seperti fakir miskin, anak yatim, dan kaum dhuafa,” ujarnya.
Beliau juga menjelaskan bahwa kerjasama antara BAZNAS Sulsel dan RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo merupakan contoh nyata bagaimana lembaga keagamaan dan lembaga kesehatan dapat bersinergi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Penyaluran Paket Keluarga Bahagia dan Bantuan Biaya Pengobatan ini merupakan bentuk nyata dari manfaat zakat. Diharapkan bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat yang membutuhkan.
18-05-2024 | BAZNAS SULSEL
Berita Pendistribusian

Penyerahan Beasiswa Madina
Makassar 21 September 2026 - Bertempat di kantor BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, dilaksanakan Penyerahan Beasiswa Madina oleh Ketua Baznas Provinsi Sulawesi Selatan Bapak Riswan Ilyas, SE,Sy.
Kepada Seluruh Muzakki / Munfik / Mushoddik, Semoga Allah Subhanahu wa ta'ala memberi pahala atas apa yang engkau berikan dan memberkahi atas apa yang engkau miliki (*)
21/09/2026 | Humas Baznas Prov. Sulawesi Selatan

Penyerahan Bantuan Kesehatan dan Kemanusiaan
Makassar - Bersamaan dengan Pengukuhan Pengurus baru UPZ RS.Dr.Wahidin Sudirohusodo Makassar oleh Ketua Baznas Sulawesi Selatan Bapak Riswan Ilyas, SE,Sy. dilaksanakan pula penyerahan bantuan kesehatan dan kemanusiaan kepada para mustahik di lingkungan RS.Dr.Wahidin Sudirohusodo yg terdiri dari para pasien keluarga kurang mampu yang sedang menjalani perawatan yg diterimakan melalui keluarga pasien.
Kepada seluruh Muzakki/ Munfik/ Mushoddik, Semoga Allah Subhanahu wa ta'ala memberi pahala atas apa yang engkau berikan dan memberkahi atas apa yang engkau miliki. (*)
18/09/2026 | Humas Baznas Prov. Sulawesi Selatan

Pendistribusian Bantuan Bencana Kebakaran Kec. Tallo Kota Makassar
MAKASSAR — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam penanganan korban kebakaran di Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo, Kota Makassar. Musibah yang terjadi pada Jumat, 31 Juli 2026, tersebut mengakibatkan ratusan warga kehilangan tempat tinggal dan membutuhkan bantuan kemanusiaan.
Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, kebakaran tersebut menghanguskan sedikitnya 58 rumah dan berdampak terhadap sekitar 310 jiwa. Musibah ini menjadi perhatian pemerintah daerah dan berbagai lembaga kemanusiaan, termasuk BAZNAS, dalam upaya memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat serta mendukung proses pemulihan kehidupan warga terdampak.
Merespons kondisi tersebut, BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan mengambil langkah strategis dengan mendorong gerakan kemanusiaan secara kolektif melalui penguatan koordinasi bersama BAZNAS Kota Makassar dan BAZNAS kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.
Langkah ini merupakan wujud komitmen BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan dalam mengoptimalkan peran zakat, infak, dan sedekah sebagai instrumen perlindungan sosial sekaligus memperkuat kepedulian masyarakat terhadap sesama.
Ketua BAZNAS Sulsel: Penanganan Korban Kebakaran Harus Menjadi Gerakan Kemanusiaan Bersama
Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, Riswan Ilyas, menekankan pentingnya membangun solidaritas dan kolaborasi antarlembaga dalam memberikan bantuan kepada masyarakat yang tertimpa musibah.
Menurutnya, penanganan korban kebakaran tidak cukup hanya dilakukan melalui pemberian bantuan darurat, tetapi juga perlu memperhatikan keberlanjutan kehidupan masyarakat setelah melewati masa tanggap darurat.
"Kehadiran BAZNAS harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat, terutama ketika mereka sedang menghadapi musibah. Kita tidak ingin saudara-saudara kita yang menjadi korban kebakaran di Tallo menghadapi kesulitan ini sendirian. BAZNAS harus hadir sebagai bagian dari solusi, memberikan bantuan, membangun harapan, dan membantu mereka bangkit kembali," ujar Riswan.
Ia menjelaskan bahwa BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan memiliki tanggung jawab untuk memperkuat koordinasi dan menggerakkan potensi kepedulian sosial di seluruh wilayah Sulawesi Selatan.
Oleh karena itu, BAZNAS Provinsi mengajak seluruh BAZNAS kabupaten/kota untuk berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan melalui penggalangan dan penyaluran bantuan secara terkoordinasi.
"Musibah yang menimpa masyarakat Tallo bukan hanya menjadi perhatian BAZNAS Kota Makassar, tetapi juga menjadi panggilan kemanusiaan bagi kita semua. Melalui semangat kebersamaan, kami mengajak seluruh BAZNAS kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan untuk mengambil bagian dalam membantu saudara-saudara kita yang terdampak," ungkapnya.
Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Kota Makassar
BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan juga menyambut perhatian Pemerintah Kota Makassar terhadap penanganan korban kebakaran Tallo.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, sebelumnya meninjau langsung lokasi kebakaran di Jalan Sultan Abdullah II pada 31 Juli 2026 untuk memastikan penanganan darurat dan pendataan warga terdampak berjalan dengan baik.
Menurut Riswan, perhatian Pemerintah Kota Makassar tersebut perlu ditindaklanjuti melalui penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, BAZNAS, dunia usaha, lembaga filantropi, dan seluruh elemen masyarakat.
Ia menegaskan bahwa BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan siap memperkuat koordinasi dengan BAZNAS Kota Makassar agar bantuan kemanusiaan dapat dikelola secara efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat terdampak.
"Sinergi antara pemerintah daerah dan BAZNAS merupakan kekuatan penting dalam membangun sistem perlindungan sosial masyarakat. Kami berharap kolaborasi ini tidak hanya menjawab kebutuhan darurat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemulihan kehidupan masyarakat secara berkelanjutan," jelasnya.
BAZNAS Sulsel Dorong Aksi Kemanusiaan Terpadu.
BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan berkomitmen agar bantuan yang dihimpun dapat dikelola secara transparan dan akuntabel serta disalurkan berdasarkan kebutuhan masyarakat terdampak.
Mengakhiri keterangannya, Riswan menyampaikan doa dan harapan agar seluruh masyarakat yang menjadi korban kebakaran Tallo senantiasa diberikan kesabaran, kekuatan, dan kemudahan dalam menghadapi musibah tersebut.
"Kami mengajak seluruh masyarakat Sulawesi Selatan untuk menjadikan musibah ini sebagai momentum memperkuat ukhuwah dan kepedulian sosial. Sekecil apa pun bantuan yang kita berikan, insyaallah akan menjadi bagian dari harapan baru bagi saudara-saudara kita yang sedang menghadapi kesulitan."
"Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala memberikan kesabaran kepada seluruh keluarga yang terdampak, menggantikan kehilangan mereka dengan kebaikan yang lebih besar, dan memudahkan seluruh ikhtiar kita dalam membantu sesama," tutup Riswan. (ri/sff)
BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan — Cahaya Zakat, Kesejahteraan Mustahik.
03/08/2026 | Humas BAZNAS SULSEL
Artikel Terbaru
Cara Menghitung Zakat Penghasilan untuk ASN dan Pegawai BUMN
Sebagai ASN atau pegawai BUMN, penghasilan yang diterima setiap bulan baik gaji pokok, tunjangan kinerja, maupun tunjangan lainnya termasuk dalam kategori penghasilan yang wajib dizakati jika sudah memenuhi ketentuan nisab. Berikut panduan lengkap cara menghitungnya hingga membayarkannya melalui BAZNAS.
Zakat Penghasilan dari Gaji Tetap
Zakat penghasilan ASN dan pegawai BUMN dihitung dari total penghasilan yang diterima setiap bulan, mencakup seluruh komponen yang bersifat tetap dan rutin, antara lain:
- Gaji pokok
- Tunjangan istri/suami dan anak
- Tunjangan jabatan atau tunjangan fungsional
- Tunjangan kinerja (tukin)
- Tunjangan umum atau tunjangan lain yang bersifat tetap
Secara umum, ada dua pendekatan yang digunakan dalam menentukan penghasilan yang dizakati. Pertama, menghitung zakat dari penghasilan bruto (sebelum potongan), yang dianggap lebih hati-hati dan dianjurkan. Kedua, menghitung dari penghasilan bersih setelah dikurangi kebutuhan pokok. Kedua pendekatan ini sah secara syariat, namun BAZNAS menggunakan penghasilan bruto sebagai dasar perhitungan standar.
Syarat wajibnya tetap berlaku: total penghasilan harus sudah melampaui nisab yang berlaku setara dengan nilai 85 gram emas per tahun, atau dibagi 12 untuk nisab bulanan. Karena harga emas berubah, nilai nisab bulanan perlu dicek secara berkala di kalkulator zakat BAZNAS.
Cara Menghitung 2,5 Persen
Rumusnya sederhana:
Zakat = Total penghasilan per bulan × 2,5 persen
Namun sebelum menghitung, pastikan dua hal ini terpenuhi terlebih dahulu: penghasilan sudah melampaui nisab bulanan yang berlaku, dan penghasilan berasal dari sumber yang halal.
Jika penghasilan belum melampaui nisab, zakat belum wajib meski tetap sangat dianjurkan untuk memperbanyak infak dan sedekah.
Contoh Simulasi
Berikut beberapa simulasi untuk berbagai level penghasilan ASN dan pegawai BUMN:
1. ASN Golongan III dengan tunjangan kinerja
- Gaji pokok: Rp3.500.000
- Tunjangan istri dan anak: Rp500.000
- Tunjangan jabatan fungsional: Rp1.500.000
- Tunjangan kinerja: Rp4.000.000
- Total penghasilan: Rp9.500.000
- Asumsi nisab bulanan saat ini sudah terlampaui
- Zakat: Rp9.500.000 × 2,5 persen = Rp237.500/bulan
2. ASN Golongan IV/Eselon dengan tukin besar
- Gaji pokok: Rp4.500.000
- Tunjangan jabatan struktural: Rp3.000.000
- Tunjangan kinerja: Rp8.000.000
- Tunjangan lainnya: Rp1.000.000
- Total penghasilan: Rp16.500.000
- Zakat: Rp16.500.000 × 2,5 persen= Rp412.500/bulan
3. Pegawai BUMN dengan gaji dan insentif
- Gaji pokok: Rp7.000.000
- Tunjangan tetap: Rp2.000.000
- Insentif bulanan: Rp3.000.000
- Total penghasilan: Rp12.000.000
- Zakat: Rp12.000.000 × 2,5 persen = Rp300.000/bulan
4. ASN dengan penghasilan di bawah nisab
- Gaji pokok: Rp2.200.000
- Tunjangan umum: Rp500.000
- Total penghasilan: Rp2.700.000
- Status: Belum wajib zakat jika masih di bawah nisab bulanan yang berlaku
- Anjuran: tetap bersedekah dan berinfak sesuai kemampuan
Catatan: angka nisab bulanan bersifat dinamis mengikuti harga emas. Gunakan KALKULATOR ZAKAT BAZNAS untuk memastikan status kewajiban zakat sesuai kondisi terkini.
Bayar Zakat Melalui BAZNAS
Setelah mengetahui jumlah zakat yang wajib dibayarkan, ASN dan pegawai BUMN dapat menunaikannya melalui BAZNAS dengan beberapa kemudahan berikut:
Pemotongan langsung melalui bendahara instansi
Banyak instansi pemerintah dan BUMN yang telah bekerja sama dengan BAZNAS untuk memfasilitasi pemotongan zakat penghasilan langsung dari slip gaji setiap bulan. Cek ke bagian keuangan atau SDM di instansi Anda apakah fasilitas ini sudah tersedia.
Pembayaran secara online
Jika belum ada fasilitas pemotongan otomatis, zakat dapat dibayarkan secara mandiri melalui platform digital BAZNAS — bisa lewat transfer bank, dompet digital, maupun QRIS.
Bukti pembayaran sebagai pengurang pajak
Zakat yang dibayarkan melalui lembaga amil zakat resmi seperti BAZNAS dapat digunakan sebagai pengurang penghasilan kena pajak (PKP) sesuai ketentuan UU Pajak Penghasilan yang berlaku. Pastikan selalu menyimpan bukti pembayaran zakat setiap bulan.
Sudah tahu berapa zakat penghasilan Anda bulan ini?
Hitung langsung menggunakan kalkulator zakat BAZNAS dan bayarkan dalam satu halaman dengan cepat, akurat, dan sesuai syariat.
Mari sempurnakan ibadah dengan berzakat melalui BAZNAS, cukup klik link berikut ini: ZAKAT DI BAZNAS
13/07/2026 | Humas BAZNAS
Menyempurnakan Kemenangan: Panduan Lengkap Puasa Syawal 2026 dan Spirit Berbagi di Sulawesi Selatan
Gema takbir yang menggetarkan langit Makassar dan seluruh penjuru Sulawesi Selatan pada 1 Syawal 1447H menandai selesainya perjuangan kita di bulan suci Ramadan. Namun, bagi seorang Muslim yang merindukan kesempurnaan pahala, kemenangan Idul Fitri bukanlah akhir dari perlombaan ibadah. Justru, bulan Syawal adalah "lap pemanasan" pertama untuk membuktikan apakah madrasah Ramadan yang kita lalui telah berhasil membentuk karakter istiqomah dalam diri kita.
Salah satu ibadah yang sangat dianjurkan (sunnah muakkadah) setelah merayakan hari raya adalah Puasa Syawal selama enam hari. Ibadah ini bukan sekadar pelengkap, melainkan penyempurna yang akan membawa kita pada derajat pahala yang luar biasa. Bagi masyarakat Sulawesi Selatan yang dikenal religius, memahami jadwal dan esensi Puasa Syawal 2026 adalah langkah awal untuk meraih keberkahan sepanjang tahun.
Jadwal Puasa Syawal 2026: Kapan Dimulai dan Berakhir?
Berdasarkan kalender astronomi dan perkiraan kalender resmi, 1 Syawal 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Sebagaimana tuntunan syariat, kita diharamkan berpuasa tepat di hari raya Idul Fitri. Oleh karena itu, bagi warga Makassar dan sekitarnya yang ingin segera menjemput pahala sunnah ini, Puasa Syawal dapat dimulai pada:
- Awal Waktu: Sabtu, 21 Maret 2026 (2 Syawal 1447H).
- Batas Akhir: Sabtu, 18 April 2026 (30 Syawal 1447H).
Masyarakat di Sulawesi Selatan memiliki kebebasan untuk melaksanakan puasa enam hari ini secara berturut-turut (mutawaliyat) mulai tanggal 2 Syawal, atau secara terpisah (mutafarriqat) selama masih berada di dalam bulan Syawal. Fleksibilitas ini diberikan agar kita tetap bisa menjalin silaturahmi, melakukan tradisi mudik, atau mengunjungi kerabat di pelosok Sulawesi Selatan tanpa kehilangan momentum ibadah.
Keutamaan Puasa Syawal: Pahala Setahun Penuh
Mengapa Puasa Syawal begitu istimewa? Rasulullah SAW memberikan sebuah analogi yang sangat menyentuh dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:
"Barangsiapa yang berpuasa Ramadan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh"
Logika matematika langit ini sangat indah: Setiap kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali. Satu bulan Ramadan (30 hari) dikalikan sepuluh menjadi 300 hari (10 bulan). Enam hari Syawal dikalikan sepuluh menjadi 60 hari (2 bulan). Totalnya adalah 360 hari atau setara dengan satu tahun penuh.
Bagi warga Sulawesi Selatan, konsep "investasi akhirat" ini sangat sejalan dengan etos kerja kita yang visioner. Kita tidak hanya bekerja untuk hari ini, tapi untuk masa depan yang abadi. Puasa Syawal adalah cara cerdas untuk memastikan tabungan pahala kita terus mengalir meski Ramadan telah berlalu.
Hubungan Puasa Syawal dengan Karakter Muzakki di Sulawesi Selatan
Salah satu indikator keberhasilan Ramadan adalah keberlanjutan amal (Istiqomah). Jika selama Ramadan kita begitu gemar bersedekah dan menunaikan zakat melalui BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, maka di bulan Syawal inilah ujian sesungguhnya dimulai.
Puasa Syawal mengajarkan kita untuk tidak "berhenti" menjadi baik. Begitu pula dengan urusan harta. Syawal seringkali menjadi bulan dengan pengeluaran yang tinggi karena kebutuhan hari raya dan biaya mudik ke berbagai daerah di Sulawesi Selatan. Namun, semangat Zakat Menguatkan Indonesia harus tetap menyala. Jangan sampai setelah Ramadan berakhir, kepedulian kita terhadap fakir miskin di Makassar dan sekitarnya juga ikut berakhir.
Sipakalebbi dan Sipakatau di Bulan Syawal
Dalam kearifan lokal masyarakat Sulawesi Selatan, bulan Syawal adalah momentum untuk saling memuliakan (Sipakalebbi) dan saling memanusiakan (Sipakatau). Silaturahmi yang kita lakukan dari rumah ke rumah adalah bentuk nyata dari nilai-nilai ini.
Namun, silaturahmi yang paling mulia adalah silaturahmi yang membawa manfaat. Saat kita mengunjungi kampung halaman di pelosok Sulawesi Selatan, perhatikanlah kondisi sekitar. Apakah masih ada saudara kita yang kesulitan setelah perayaan Lebaran usai? Di sinilah BAZNAS Sulsel hadir sebagai jembatan. Zakat, Infak, dan Sedekah yang Anda tunaikan menjadi bukti bahwa kasih sayang Anda melampaui sekat-sekat hari raya.
BAZNAS Sulsel: Mengawal Keberlanjutan Kebaikan Pasca-Ramadan
BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan berkomitmen untuk terus menjaga nyala kedermawanan masyarakat pasca-Ramadan. Dana zakat dan sedekah yang terkumpul selama bulan suci terus kami kelola secara profesional untuk memastikan:
- Pemberdayaan Ekonomi: Para pelaku UMKM di Makassar tetap memiliki modal untuk melanjutkan usaha setelah libur Lebaran.
- Kesehatan Umat: Layanan kesehatan tetap siaga bagi mustahik di seluruh penjuru Sulawesi Selatan.
= Pendidikan Cerdas: Anak-anak tidak mampu tetap bisa melanjutkan sekolah dengan beasiswa dari dana zakat Anda.
Dengan tetap rutin bersedekah di bulan Syawal, Anda sedang mendukung gerakan Zakat Menguatkan Indonesia. Bangsa yang kuat adalah bangsa yang rakyatnya konsisten berbagi dalam keadaan lapang maupun sempit, baik di dalam Ramadan maupun di luarnya.
Tips Sukses Menjalankan Puasa Syawal 2026
Bagi masyarakat Sulawesi Selatan yang ingin mengoptimalkan bulan Syawal ini, berikut adalah beberapa tips praktis:
- Segerakan Jika Mampu: Jika tidak ada kendala silaturahmi yang mendesak, menyegerakan puasa mulai 2 Syawal sangat utama sebagai bentuk antusiasme dalam ibadah.
- Niatkan dengan Tulus: Sambil menahan lapar dan dahaga, sertakan niat untuk menyempurnakan ketaatan kepada Allah SWT.
- Jaga Keseimbangan Gizi: Manfaatkan hidangan khas Lebaran di Makassar secukupnya saat berbuka dan sahur agar fisik tetap fit.
- Sempurnakan dengan Sedekah: Jadikan setiap hari puasa Syawal Anda berbarengan dengan sedekah harian melalui kanal digital BAZNAS Sulsel. Ini akan melipatgandakan keberkahan Anda.
Penutup: Syawal Sebagai Pintu Gerbang Istiqomah
Bulan Syawal 2026 adalah kesempatan emas bagi kita semua warga Sulawesi Selatan untuk membuktikan bahwa kita bukan sekadar "Hamba Ramadan", melainkan "Hamba Allah" yang sejati. Allah yang kita sembah di bulan Ramadan adalah Allah yang sama yang kita sembah di bulan Syawal dan bulan-bulan lainnya.
Mari kita jemput pahala setahun penuh dengan Puasa Syawal. Dan mari kita jaga kesucian harta kita dengan tetap istiqomah menunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan.
Jangan biarkan kemenangan Idul Fitri membuat kita lalai. Justru, jadikan ia energi baru untuk semakin peduli, semakin dermawan, dan semakin kuat dalam membangun Indonesia dari tanah Sulawesi Selatan yang kita cintai.
Demikian artikel Series BAZNAS Sulsel menyambut bulan Syawal 1447H / 2026M. Semoga kita semua termasuk golongan orang-orang yang meraih kemenangan sejati dan istiqomah dalam kebaikan.
Mariki' Terus Bersinergi Menguatkan Sulawesi Selatan dan Indonesia Melalui Zakat!
Salurkan ZIS Anda melalui:
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan
Jl. Masjid Raya No. 55 Makassar
Via Transfer:
Bank Sulselbar Syariah Rek. No : 510.053.0000000.25.7 an. BAZ Provinsi Sulawesi Selatan
Bank Syariah Indonesia (BSI) Rek. No : 700.2402.704 an. BAZNAS Prov Sulsel
BCA Rek. No : 365.036.5789 an. Badan Amil Zakat Nasional Sulsel
Via Kantor Digital di link: https://sulsel.baznas.go.id/bayarzakat
Untuk Informasi dan Konfirmasi dapat melalui Nomor Layanan Muzakki BAZNAS SULSEL:
WhatsApp: 0851 8328 5998
08/04/2026 | Humas BAZNAS SULSEL
Strategi Menjemput Lailatul Qadar: Mengoptimalkan Ibadah di 10 Malam Terakhir Ramadan
Hari Ke-20 Series Ramadhan 1447H BAZNAS Sulsel
Tanpa terasa, fajar hari ke-20 Ramadan 1447H telah menyapa kita. Di titik ini, atmosfer di seluruh Sulawesi Selatan mulai mengalami pergeseran yang signifikan. Di kota Makassar, kesibukan di pasar-pasar tradisional dan pusat perbelanjaan mungkin mulai meningkat, namun di sisi lain, gema doa dari masjid-masjid semakin syahdu. Kita kini berada di ambang pintu gerbang "babak final" bulan suci, yaitu sepuluh malam terakhir yang di dalamnya tersimpan satu malam yang lebih baik dari seribu bulan: Lailatul Qadar.
Bagi setiap Muslim di tanah Sulawesi, sepuluh malam terakhir adalah waktu "All-In". Ini adalah saat di mana kita harus mengeluarkan seluruh potensi terbaik kita untuk beribadah. Namun, menjemput malam kemuliaan bukan sekadar tentang begadang semalam suntuk. Diperlukan strategi yang matang, niat yang tulus, serta keseimbangan antara kesalehan individu (ritual) dan kesalehan sosial (Zakat, Infak, dan Sedekah).
Lailatul Qadar: Investasi Pahala 1000 Bulan
Allah SWT dalam Al-Qur'an Surah Al-Qadr menegaskan bahwa satu malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Jika dikonversi ke dalam umur manusia, seribu bulan setara dengan 83 tahun lebih - sebuah durasi yang mungkin melebihi rata-rata umur manusia modern saat ini.
Bayangkan jika di malam tersebut Anda sedang bersujud, membaca Al-Qur'an, atau menyalurkan sedekah melalui BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan. Maka, amalan yang Anda lakukan di detik itu akan dicatat seolah-olah Anda melakukannya secara konsisten selama 83 tahun tanpa henti. Inilah mukjizat waktu yang Allah berikan kepada umat Nabi Muhammad SAW agar kita bisa mengejar ketertinggalan amal.
Strategi 1: Meningkatkan Intensitas Ibadah Ritual
Masyarakat Sulawesi Selatan memiliki semangat beribadah yang luar biasa. Di sepuluh malam terakhir, masjid-masjid ikonik seperti Masjid Raya Makassar, Masjid Al Markaz Al Islami atau Masjid 99 Kubah biasanya dipenuhi oleh jamaah yang melakukan I’tikaf. Strategi pertama adalah memastikan kualitas ibadah ritual kita meningkat:
I’tikaf yang Berkualitas: Berdiam diri di masjid bukan sekadar berpindah tempat tidur. Manfaatkan waktu untuk merenung (muhasabah), memperbanyak dzikir, dan menjauhkan diri dari urusan duniawi sejenak.
Shalat Malam (Qiyamul Lail): Jika selama ini kita hanya shalat Tarawih, di sepuluh malam terakhir ini, tambahkanlah dengan shalat Tahajjud, shalat Taubat, dan shalat Hajat di sepertiga malam terakhir.
Interaksi Intens dengan Al-Qur'an: Jadikan Al-Qur'an sebagai pendamping utama. Bacalah dengan perlahan, resapi maknanya, dan biarkan ayat-ayat tersebut menyentuh lubuk hati terdalam.
Strategi 2: Sedekah sebagai "Jaring Pengaman" Lailatul Qadar
Banyak orang hanya fokus pada shalat dan dzikir untuk mencari Lailatul Qadar. Namun, para ulama mengingatkan bahwa sedekah di malam-malam terakhir Ramadan adalah strategi yang sangat cerdas. Mengapa? Karena sedekah adalah amalan yang manfaatnya langsung dirasakan oleh manusia lain, dan Allah sangat mencintai hamba-Nya yang bermanfaat bagi sesama.
Jika Anda bersedekah di malam yang bertepatan dengan Lailatul Qadar, maka Anda seolah-olah telah bersedekah setiap malam selama 83 tahun. Di sinilah BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan hadir untuk memfasilitasi niat suci Anda. Melalui layanan digital yang kami sediakan di https://sulsel.baznas.go.id/bayarzakat, warga Makassar dan seluruh rakyat Sulawesi Selatan bisa menyisihkan sebagian hartanya di setiap malam dari malam ke-21 hingga malam ke-30. Dengan cara ini, secara logika Anda dipastikan tidak akan melewatkan pahala sedekah di malam Lailatul Qadar.
Strategi 3: Menjalankan Misi "Zakat Menguatkan Indonesia"
Tema besar BAZNAS tahun ini, "Zakat Menguatkan Indonesia", menemukan momentum puncaknya di sepuluh malam terakhir. Bangsa Indonesia yang kuat dibangun dari kepedulian rakyatnya. Saat Anda berburu malam kemuliaan, ingatlah bahwa di luar sana, di pelosok desa di Sulawesi Selatan, masih banyak saudara kita yang berjuang melawan kemiskinan.
Zakat, Infak, Sedekah maupun Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) yang Anda salurkan melalui BAZNAS Sulsel di malam-malam terakhir ini akan menjadi energi penguat bagi bangsa.
- Sedekah Anda membantu menutupi kebutuhan pangan fakir miskin di hari raya.
- Zakat Anda membantu memuliakan anak yatim di seluruh wilayah Sulawesi Selatan.
- Infak Anda membantu pembangunan sarana dakwah dan ekonomi umat.
Inilah cara kita menjemput Lailatul Qadar: Dengan tangan yang bersujud kepada Allah dan tangan yang terulur membantu sesama.
Kearifan Lokal Sulsel: Sipakainge di Malam Kemuliaan
Budaya Sulawesi Selatan menjunjung tinggi nilai Sipakainge (saling mengingatkan). Di hari ke-20 ini, mari kita saling mengingatkan antar anggota keluarga, tetangga, dan rekan kerja di Makassar untuk tidak "kendur" di garis finish. Seringkali, saat hari raya semakin dekat, fokus kita berpindah ke urusan baju baru atau kue lebaran.
Nilai Sipakatau (memanusiakan manusia) juga mengajarkan kita bahwa kebahagiaan sejati di hari kemenangan nanti hanya bisa diraih jika kita telah memastikan hak-hak mustahik terpenuhi. Menjemput Lailatul Qadar adalah tentang membersihkan diri dari egoisme dan menggantinya dengan semangat berbagi.
Tips Praktis Menjemput Lailatul Qadar bagi Profesional di Makassar
Bagi warga Makassar yang memiliki mobilitas tinggi dan kesibukan pekerjaan, berikut adalah tips agar tetap bisa mengoptimalkan sepuluh malam terakhir:
Atur Waktu Istirahat: Sebisa mungkin kurangi aktivitas yang tidak perlu di siang hari agar fisik tetap prima untuk beribadah di malam hari.
Siapkan Target Sedekah Harian: Tentukan nominal sedekah yang akan Anda keluarkan setiap malam ganjil (atau setiap malam) selama sepuluh hari terakhir melalui BAZNAS Sulsel.
Manfaatkan Teknologi: Gunakan aplikasi perbankan atau website BAZNAS Sulsel untuk menunaikan ZIS. Ini sangat praktis, aman syar’i, dan tidak akan mengganggu waktu kekhusyukan ibadah Anda di masjid.
BAZNAS Sulsel: Jembatan Kebaikan di Malam Kemuliaan
Kami di BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan berkomitmen penuh untuk mengawal ibadah sosial Anda di masa-masa puncak Ramadan ini. Kami memastikan bahwa setiap rupiah yang Anda amanahkan akan dikelola secara profesional, transparan dan akuntabel.
Penyaluran dana zakat dan sedekah dilakukan hingga ke daerah-daerah terpencil di Sulawesi Selatan, memastikan bahwa kebahagiaan Lailatul Qadar dan Idul Fitri bisa dirasakan oleh semua lapisan masyarakat, bukan hanya mereka yang berada di kota besar.
Mariki' Raih Kemenangan di Garis Finish
Sepuluh hari ke depan adalah waktu yang akan menentukan kualitas Ramadan kita tahun ini. Jangan biarkan Lailatul Qadar berlalu begitu saja tanpa ada jejak kebaikan yang kita tinggalkan. Mari kita kencangkan ikat pinggang, perbanyak istighfar dan luaskan kedermawanan.
Warga Makassar dan masyarakat Sulawesi Selatan adalah pejuang yang pantang menyerah. Mari kita buktikan semangat "Ewako" kita dalam beribadah. Dengan strategi ibadah yang konsisten dan sedekah yang mengalir melalui BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, mari kita jemput malam seribu bulan itu dengan tangan yang bersih dan jiwa yang suci.
Semoga Allah SWT mempertemukan kita dengan Lailatul Qadar dan menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang beruntung, yang kembali kepada fitrah dalam keadaan takwa yang sebenar-benarnya.
Demikian artikel Series Ramadhan BAZNAS Sulsel Hari Ke-20. Semoga ulasan ini memotivasi kita untuk memaksimalkan setiap detik di sepuluh malam terakhir Ramadan.
Mariki' Terus Bersinergi Menguatkan Sulawesi Selatan dan Indonesia Melalui Zakat!
Salurkan ZIS Anda melalui:
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan
Jl. Masjid Raya No. 55 Makassar
Via Transfer:
Bank Sulselbar Syariah Rek. No : 510.053.0000000.25.7 an. BAZ Provinsi Sulawesi Selatan
Bank Syariah Indonesia (BSI) Rek. No : 700.2402.704 an. BAZNAS Prov Sulsel
BCA Rek. No : 365.036.5789 an. Badan Amil Zakat Nasional Sulsel
Via Kantor Digital di link: https://sulsel.baznas.go.id/bayarzakat
Untuk Informasi dan Konfirmasi dapat melalui Nomor Layanan Muzakki BAZNAS SULSEL: WhatsApp: 0851 8328 5998
-mJk-
10/03/2026 | Humas BAZNAS SULSEL
BAZNAS TV
Zakat Menguatkan Indonesia bersama BAZNAS SULSEL
Penulis: Humas BAZNAS SULSEL
Profil Badan Amil Zakat (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan
Penulis: BAZNAS SULSEL








