
Berita Terkini
Ramadan Menguatkan Palestina, BAZNAS RI Distribusikan 100.000 Liter Air Bersih untuk Warga Gaza
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI telah mendistribusikan 100.000 liter air bersih di Al Jalaa region, Gaza, Palestina. Program ini bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih bagi 2.500 jiwa warga Palestina yang terdampak krisis air.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya distribusi air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar rakyat Palestina yang kian mendesak. Menurutnya, penyaluran ini menjadi bentuk kepedulian masyarakat Indonesia yang terus mengalir untuk rakyat Palestina.
“Alhamdulillah telah dilaksanakan penyaluran air bersih, ini merupakan kebutuhan vital yang tidak bisa ditunda pemenuhannya, terlebih dalam kondisi darurat akibat konflik berkepanjangan dan di bulan suci Ramadan ini," ujar Kiai Noor dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Kiai Noor menjelaskan, ada pemandangan mengharukan setiap kali BAZNAS RI menyalurkan bantuan air bersih. Anak-anak, remaja, hingga lansia berbondong-bondong membawa jerigen, botol bekas, ember bekas, atau apapun yang dapat mereka gunakan untuk menampung dan membawa air bersih ke rumah-rumah mereka.
“Mereka rela antre di depan truk-truk tangki air demi mendapatkan air yang layak dikonsumsi,” ujar Kiai Noor.
Oleh karena itu Kiai Noor menegaskan, BAZNAS RI akan terus berkomitmen mengirimkan pasokan bantuan air bersih untuk membantu mereka mengatasi krisis air di tanah Palestina.
Program distribusi air bersih juga merupakan bagian dari upaya BAZNAS untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Palestina dan memperkuat solidaritas bangsa Indonesia.
“Kami berharap apa yang telah disalurkan dapat membawa manfaat bagi warga Palestina dan membantu mereka mengatasi kesulitan,” kata dia.
Ucapan terima kasih tidak henti-hentinya disampaikan oleh warga Palestina untuk Indonesia. “Terima kasih Indonesia atas air bersihnya,” ujar mereka.
Lebih lanjut, Kiai Noor menegaskan, BAZNAS RI akan terus memantau perkembangan situasi di Gaza dengan fokus utama memastikan kebutuhan mendasar seperti pangan, air, dan layanan kesehatan tetap dapat diakses warga.
Mari lanjutkan aksi nyata ini, basuh luka Palestina dengan meringankan beban mereka melalui sedekah terbaik Anda melalui Dompet Solidaritas Palestina BAZNAS.
BSI 100.426.6893
a.n. Badan Amil Zakat Nasional
Atau melalui: baznas.go.id/bantupalestina
05/03/2026 | Humas BAZNAS SULSEL
Berkah Ramadan, BAZNAS RI Distribusikan 4.000 Porsi Makanan Siap Saji bagi Warga Palestina
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus menunjukkan komitmennya dalam misi kemanusiaan global dengan menyalurkan bantuan paket makanan siap saji (hotmeals) bagi warga terdampak konflik di Palestina. Hingga akhir Februari 2026, sebanyak 2.500 porsi dari target total 4.000 porsi telah berhasil didistribusikan kepada warga di wilayah Gaza.
Penyaluran bantuan ini dilakukan secara bertahap di beberapa titik krusial, meliputi Al Sahabini Camp dan kawasan Al Falogah (Al Sultan Camp) di Gaza Utara, serta wilayah Deir El Balah di jalur Gaza. Bantuan ini menjangkau ribuan jiwa yang saat ini masih berjuang di tengah keterbatasan akses pangan akibat krisis kemanusiaan yang berkepanjangan.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., menyampaikan bahwa program hotmeals ini merupakan amanah dari para muzaki dan masyarakat Indonesia yang secara konsisten menguatkan rakyat Palestina.
"Alhamdulillah, BAZNAS RI kembali hadir di tengah saudara-saudara kita di Palestina. Distribusi paket makanan siap saji ini merupakan upaya nyata kami untuk memastikan warga terdampak, terutama mereka yang berada di kamp pengungsian, mendapatkan asupan gizi yang layak. Kehadiran bantuan ini diharapkan dapat memberikan kekuatan bagi mereka dalam menjalani ibadah di bulan Ramadan," ujar Saidah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, pada Selasa (3/3/2026).
Saidah menegaskan, distribusi ini akan terus berlangsung secara bertahap hingga mencapai target 4.000 porsi. Fokus utama penyaluran berada di wilayah Gaza Utara dan Gaza Strip, di mana kebutuhan akan bantuan pangan sangat mendesak.
"BAZNAS tidak akan berhenti menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Palestina. Kami berkomitmen untuk terus mendampingi mereka melalui berbagai program, mulai dari bantuan pangan, kesehatan, hingga kebutuhan mendesak lainnya. Inilah bentuk solidaritas tak terbatas bangsa Indonesia untuk kemanusiaan," tambahnya.
Sepanjang aksi distribusi pada 22 hingga 23 Februari 2026, sebanyak 2.500 penerima manfaat telah merasakan dampak langsung dari program ini.
Mari lanjutkan aksi nyata ini, basuh luka Palestina dengan meringankan beban mereka melalui sedekah terbaik Anda melalui Dompet Solidaritas Palestina BAZNAS.
BSI 100.426.6893
a.n. Badan Amil Zakat Nasional
Atau melalui:
baznas.go.id/bantupalestina
05/03/2026 | Humas BAZNAS SULSEL
Jaga Kepercayaan Publik, BAZNAS RI Perkuat Pengawasan Berlapis yang Transparan dan Akuntabel
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperkuat tata kelola kelembagaan melalui penerapan sistem pengawasan berlapis yang transparan dan akuntabel. Upaya ini dilakukan sebagai implementasi mandat Undang-Undang agar pengelolaan ZIS berlangsung sesuai koridor syariat dan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A. menyatakan, transparansi merupakan fondasi utama lembaga dalam menjalankan amanah umat. Ia menekankan, operasional BAZNAS tidak berjalan tanpa kontrol, melainkan diawasi oleh berbagai otoritas resmi.
"BAZNAS dalam menjalankan tugasnya berada dalam sistem pengawasan berlapis sesuai Undang-Undang, termasuk pengawasan syariah, audit internal, audit eksternal, serta pengawasan oleh otoritas terkait," ujar Kiai Noor dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (26/2/2026).
Kiai Noor secara khusus memberikan apresiasi terhadap pernyataan Menteri Agama RI mengenai penguatan fungsi pengawasan BAZNAS. Menurutnya, hal ini sejalan dengan aspirasi BAZNAS di tingkat pusat maupun daerah serta amanat konstitusi.
"Kita mengapresiasi pernyataan Pak Menag karena sesuai dengan harapan kami dan harapan dari daerah-daerah, bahkan sesuai amanat UU No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat Pasal 34 Ayat 1, yang menyebut bahwa Menteri melaksanakan pembinaan dan pengawasan terhadap BAZNAS dan LAZ," jelas Kiai Noor.
Ia menambahkan, inisiatif ini membuka peluang bagi penguatan struktur lembaga yang lebih komprehensif di masa depan.
"Dengan demikian, maka bisa jadi Pak Menteri merasa perlu membentuk lembaga baru di BAZNAS yaitu Dewan Pengawas seperti yang ada di Lembaga Amil Zakat (LAZ). Selama ini berdasar peraturan perundangan yang ada, BAZNAS baru diawasi oleh DPR, Itjen Kemenag, Kantor Akuntan Publik (KAP), dan pengawasan internal. Dengan adanya masukan pemikiran dari Pak Menag, maka ke depan BAZNAS akan lebih kuat lagi dalam melaksanakan prinsip 3 Aman (Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI)," tegasnya.
Kiai Noor menegaskan, BAZNAS sangat terbuka terhadap segala bentuk penguatan pengawasan demi memastikan dana zakat benar-benar tersalurkan kepada mustahik secara tepat sasaran. Sejalan dengan semakin besarnya BAZNAS, maka pembentukan Dewan Pengawas sangat diperlukan.
"Komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas menjadi prinsip utama BAZNAS dalam menjaga amanah umat. Kami terus berupaya meningkatkan kepercayaan publik melalui tata kelola yang profesional demi kemaslahatan bangsa," ujarnya.
02/03/2026 | Humas BAZNAS SULSEL
Agenda Pimpinan

Ketua BAZNAS Sulsel Mendampingi Pimpinan BAZNAS RI dalam Peresmian Desa Binaan BSI di Makassar
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) meresmikan dua desa binaan dalam program klaster perikanan laut di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Acara peresmian tersebut digelar pada Selasa, 27 Mei 2025, di Pantai Akkarena, Kota Makassar.
Dua lokasi yang menjadi fokus program ini adalah Desa Barrang Caddi di Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, Kota Makassar, dan Desa Mattaro Adae di Kecamatan Liukang Tupabbiring, Kabupaten Pangkep. Keduanya menjadi pusat pengembangan pengolahan landak laut dalam klaster perikanan laut BSI.
Direktur Sales & Distribution BSI, Anton Sukarna, menjelaskan bahwa inisiatif bertajuk Desa BSI atau Bangun Sejahtera Indonesia ini dibiayai dari dana zakat yang berasal dari karyawan dan perusahaan, yang kemudian dikelola oleh Baznas dan BSI Maslahat. Total dana yang dialokasikan untuk program ini mencapai ratusan miliar rupiah, seiring dengan perolehan laba bersih BSI sebesar Rp7 triliun pada tahun 2024.
Hingga tahun lalu, BSI telah membina 20 desa, dan akan menambah tiga desa lagi di tahun 2025. Program tersebut telah memberi manfaat kepada sekitar 7.000 orang dengan total anggaran mencapai Rp95 miliar. Khusus di Sulsel, terdapat tiga desa binaan, dua di antaranya masuk dalam klaster perikanan laut dengan dana sebesar Rp5,2 miliar dan penerima manfaat sebanyak 100 kepala keluarga. BSI juga menggandeng pihak swasta, PT NNS, sebagai mitra offtaker.
Anton menambahkan bahwa pembinaan dilakukan secara menyeluruh mulai dari proses produksi, kelembagaan, hingga pemasaran. BSI menargetkan produksi gonad landak laut oleh kelompok nelayan binaannya bisa mencapai 200–500 kg per hari, dengan permintaan pasar yang tinggi, khususnya dari Jepang, yang diperkirakan mencapai 30 ton per bulan. Meski begitu, ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem laut.
Pimpinan Baznas RI Bidang Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan, memberikan apresiasi atas komitmen BSI dalam menyalurkan zakat melalui program yang terarah dan berdampak nyata seperti Desa BSI. Ia mencatat bahwa tahun lalu zakat yang dikumpulkan dari BSI mencapai Rp268 miliar, dengan sekitar 70 persen disalurkan kembali melalui berbagai program kolaboratif bersama BSI.
Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, juga menyampaikan penghargaan atas langkah strategis BSI dalam menciptakan ekosistem ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat nelayan. Menurutnya, pola pembangunan desa melalui pembinaan dari hulu ke hilir seperti ini harus ditiru oleh sektor perbankan lainnya.
Acara launching program Desa BSI Klaster Perikanan Laut di Sulsel turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Wakil Bupati Pangkep Abdul Rahman Assaggaf, pimpinan BI Sulsel, perwakilan OJK Sulselbar, Regional CEO BSI Region X Makassar Sukma Dwie Priardi, serta perwakilan dari Polda Sulsel dan Kodam Hasanuddin. Ketua BAZNAS Sulsel Dr. dr. H. M. Khidri Alwi, MA, MKes juga hadir dalam kesempatan tersebut, menambah dukungan moral atas pelaksanaan program ini.
28-05-2025 | Humas BAZNAS SULSEL

Pimpinan BAZNAS Sulsel Dampingi Ketua BAZNAS RI Dukung Program Ketahanan Pangan TNI AL di Kabupaten Takalar
Takalar, 19 April 2025 – Dalam rangka mewujudkan visi Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat sistem pertahanan negara dan mewujudkan kemandirian nasional melalui ketahanan pangan, energi, dan lingkungan, TNI Angkatan Laut (TNI AL) menggelar kegiatan peninjauan langsung program ketahanan pangan di Desa Punaga, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, yang meninjau pengembangan kebun kedelai seluas 2.000 m?2; serta budidaya rumput laut yang dibina oleh Lantamal VI Makassar. Pada kesempatan tersebut, Kasal juga melakukan penanaman bibit kedelai dan turut memanen rumput laut sebagai bentuk nyata komitmen terhadap pemanfaatan sumber daya lokal, sesuai Peraturan Presiden No. 81 Tahun 2024 tentang Ketahanan Pangan Nasional.
Selain fokus pada pangan, TNI AL juga menyediakan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat sekitar. Pelayanan ini melibatkan lima dokter umum, dua dokter gigi, dan lima bintara kesehatan, dengan target layanan untuk lebih dari 500 warga. Tak hanya itu, TNI AL juga membagikan 1.000 bibit mangrove untuk pelestarian pesisir dan menyalurkan 1.000 paket Makan Bergizi Gratis guna mendukung program pemerintah dalam penanganan stunting.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kegiatan tersebut, BAZNAS RI turut serta dengan menyalurkan 1.000 paket sembako kepada masyarakat yang hadir. Bantuan ini merupakan bentuk sinergi antara BAZNAS dan TNI AL dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah pesisir.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, memberikan apresiasinya atas kolaborasi yang terjalin dalam kegiatan ini:
"BAZNAS mendukung penuh upaya TNI AL dalam memberdayakan masyarakat dan mengoptimalkan potensi lokal. Program ketahanan pangan ini bukan hanya menciptakan kemandirian, tapi juga memperkuat jaringan sosial dan ekonomi masyarakat. Sinergi ini adalah langkah strategis yang sangat kami dukung."
Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. dr. H. Khidri Alwi, MA, M.Kes yang turut serta mendampingi menyampaikan komitmen BAZNAS daerah dalam mendukung ketahanan pangan.
“Kami di BAZNAS Sulsel siap bersinergi dengan semua pihak dalam upaya meningkatkan kesejahteraan umat. Penyaluran paket sembako ini menjadi langkah awal dari kolaborasi yang lebih luas untuk membangun masyarakat yang mandiri dan sejahtera."
Kegiatan strategis ini juga dihadiri oleh berbagai pejabat tinggi dari pusat maupun daerah, yang menunjukkan dukungan penuh terhadap program ketahanan pangan nasional. Beberapa pejabat yang turut hadir di antaranya: Panglima Komando Armada RI, Kabaharkam Polri, Gubernur Sulawesi Selatan, Pangkoarmada II, Asintel Kasal, Aspotmar Kasal, dan Asops Kasal, Pangdam XIV Hasanuddin, Kapolda Sulawesi Selatan, Kaskopsud II, Kadispotmaral, Kadisfaslanal dan Kadispenal, Danlantamal VI Makassar, Ketua Maporina, Bupati Takalar dan Bupati Selayar, Dansatdik 2 dan Dansatlinlamil 3, Liaison Officer Kodam XIV Hasanuddin, Kaladokgi Yos Sudarso, Para pejabat Forkopimda Kabupaten Takalar, Unsur TNI/POLRI serta tamu undangan lainnya
Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan kuatnya sinergi lintas sektor dalam mendukung agenda nasional, khususnya dalam bidang ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.
-mJk-
19-04-2025 | Humas BAZNAS SULSEL

Pimpinan dan Staf BAZNAS Sulsel Ucapkan Selamat Idul Fitri 1446 H: Perkuat Komitmen dalam Pelayanan ZIS yang Aman dan Profesional
Makassar, 31 Maret 2025 - Dalam suasana penuh suka cita menyambut Hari Raya Idul Fitri 1446 H, Pimpinan dan seluruh staf Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan dari kota Makassar menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1446 H, Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum kepada seluruh masyarakat Muslim di Sulawesi Selatan dan sekitarnya.
BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan mengungkapkan rasa syukur atas dukungan dan kepercayaan masyarakat dalam menyalurkan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) melalui lembaga resmi ini. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para muzaki yang telah menunaikan kewajiban zakatnya, yang InsyaAllah akan disalurkan kepada mustahik dengan tepat dan sesuai prinsip 3A: Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI.
Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. dr. H. Khidri Alwi, MA, M.Kes, mewakili Keluarga Besar BAZNS Provinsi Sulawesi Selatan menyampaikan harapan dan doanya di hari kemenangan ini:
“Idul Fitri adalah momentum suci untuk mempererat silaturahmi dan meningkatkan solidaritas sosial. Atas nama pimpinan dan seluruh staf BAZNAS Sulsel, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1446 H. Semoga seluruh amal ibadah kita di bulan Ramadan diterima oleh Allah SWT dan menjadi bekal menuju pribadi yang lebih bertakwa. Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada BAZNAS. InsyaAllah kami terus menjaga amanah ini dengan profesionalisme dan integritas.”
Peringatan Idul Fitri tahun ini menjadi penguat komitmen BAZNAS Sulsel dalam mengelola dana ZIS dengan transparan dan penuh tanggung jawab, demi meningkatkan kesejahteraan umat dan mendukung pembangunan daerah berbasis keadilan sosial.
Mohon Maaf Lahir dan Batin. Semoga keberkahan dan kemuliaan Ramadan tetap menyertai kita semua di hari yang fitri ini.
-mJk-
31-03-2025 | Humas BAZNAS SULSEL
Artikel Terbaru
Sedekah Subuh Bersama BAZNAS Sulsel: Mewujudkan Visi Zakat Menguatkan Indonesia Sejak Terbit Fajar
Hari Ke-19 Series Ramadhan 1447H BAZNAS Sulsel
Suasana fajar di kota Makassar selalu memiliki daya magis tersendiri. Saat adzan Subuh berkumandang dari menara-menara Masjid di kota Makassar, udara dingin yang berhembus dari pesisir Pantai Losari seolah membawa ketenangan yang luar biasa. Namun di balik ketenangan itu, tersimpan sebuah rahasia besar yang telah dijanjikan oleh langit bagi siapa saja yang ingin mengubah nasibnya.
Kita kini telah memasuki hari ke-19 Ramadan 1447H, sebuah ambang pintu menuju sepuluh malam terakhir, masa-masa di mana setiap detik bernilai emas. Di titik krusial ini, ada satu amalan yang jika dilakukan secara istiqomah, akan menjadi "kunci" pembuka pintu rezeki yang paling dahsyat bagi masyarakat Sulawesi Selatan: Sedekah Subuh.
Banyak yang bertanya, "Mengapa harus Subuh? Bukankah sedekah bisa dilakukan kapan saja?". Bagi Anda warga Sulawesi Selatan yang dikenal sebagai masyarakat religius dan pekerja keras, memahami keistimewaan Sedekah Subuh di bulan Ramadan akan mengubah cara Anda memandang harta dan keberkahan hidup.
1. Doa Malaikat: Jaminan Langit di Setiap Fajar
Keistimewaan pertama Sedekah Subuh bukan sekadar motivasi kosong, melainkan berdasarkan hadits shahih yang sangat populer. Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak ada satu subuh pun yang dialami hamba-hamba Allah kecuali turun kepada mereka dua malaikat. Salah satu di antara keduanya berdoa: ‘Ya Allah, berilah ganti bagi orang yang berinfak’, sedangkan yang satu lagi berdoa ‘Ya Allah, berilah kerusakan bagi orang yang menahan hartanya’.” (HR. Bukhari & Muslim).
Bayangkan kekuatannya: Setiap fajar menyingsing di atas langit Sulawesi Selatan, malaikat turun secara khusus untuk mendoakan Anda. Saat warga Makassar lainnya mungkin masih terlelap setelah sahur, Anda yang menggerakkan tangan untuk bersedekah melalui BAZNAS Sulsel secara otomatis mendapatkan "stempel" doa dari makhluk yang paling taat kepada Allah. Doa malaikat adalah doa yang dikabulkan tanpa penghalang. Ini adalah investasi paling aman yang bisa dilakukan oleh seorang Muslim di tanah Sulawesi.
2. Sedekah Subuh di Bulan Ramadan: Pahala yang Melangit
Jika sedekah di hari biasa saja sudah dahsyat, bayangkan jika dilakukan di bulan Ramadan, dan lebih spesifik lagi, di sisa malam-malam terakhir menuju Lailatul Qadar. Di bulan suci ini, Allah SWT melipatgandakan setiap amalan tanpa batas.
Masyarakat Sulawesi Selatan mengenal konsep Barakka (berkah). Keberkahan bukan soal berapa banyak nominal yang Anda miliki, melainkan seberapa manfaat harta tersebut bagi hidup Anda. Sedekah Subuh di bulan Ramadan adalah cara terbaik untuk mengundang Barakka tersebut masuk ke dalam rumah tangga, usaha, dan pekerjaan Anda. Satu rupiah yang Anda keluarkan di waktu fajar Ramadan, nilainya bisa setara dengan jutaan rupiah di hari-hari biasa.
3. Penolak Bala bagi Warga Sulawesi Selatan
Warga Sulawesi Selatan sering kali melakukan mobilitas tinggi, mulai dari pedagang yang berangkat ke pasar di waktu fajar hingga para profesional yang menembus kemacetan kota Makassar. Sedekah Subuh berfungsi sebagai "perisai" harian.
Rasulullah SAW mengingatkan bahwa sedekah dapat menolak bala (musibah). Dengan mengawali hari melalui sedekah ke BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, Anda seolah-olah sedang menyewa perlindungan langit untuk menjaga keselamatan Anda di jalanan, menjaga kesehatan keluarga dan menghindarkan usaha Anda dari kerugian yang tidak terduga.
4. Spirit Sipakalebbi dan Kepedulian Sosial
Dalam kearifan lokal kita, ada nilai Sipakalebbi (saling menghargai) dan Sipakatau (saling memanusiakan). Sedekah Subuh adalah manifestasi tertinggi dari nilai-nilai luhur ini. Di saat fajar menyingsing, masih banyak saudara kita di pelosok Sulawesi Selatan yang sedang berjuang menyambung hidup.
Ada petugas kebersihan jalanan di Makassar yang sudah bekerja sebelum matahari terbit, ada janda dhuafa yang sedang bingung mencari makan untuk anak-anaknya. Sedekah Subuh Anda melalui BAZNAS Sulsel langsung menyasar mereka. Anda tidak hanya memberi materi, tapi Anda sedang memanusiakan mereka dan memberi mereka harapan untuk menjalani hari dengan lebih baik.
5. Digitalisasi Sedekah Subuh: Solusi Praktis Warga Makassar
Dulu, melakukan sedekah subuh mungkin terasa sulit karena harus mencari kotak amal atau orang miskin di kegelapan fajar. Namun, seiring dengan kemajuan teknologi di Sulawesi Selatan, hambatan tersebut sudah sirna.
BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan telah menghadirkan kanal digital yang memungkinkan Anda bersedekah subuh hanya dengan beberapa sentuhan di smartphone. Sesaat setelah shalat Subuh dan berdzikir, warga Makassar bisa langsung membuka website atau scan QRIS BAZNAS Sulsel. Tidak perlu keluar rumah, tidak perlu antre, dan yang paling penting: Kerahasiaan sedekah Anda terjaga (Aman Syar’i).
Setiap rupiah yang Anda transfer di waktu subuh akan dicatat oleh malaikat dan dikelola secara profesional oleh BAZNAS SULSEL untuk disalurkan kepada 8 Asnaf di seluruh wilayah Sulawesi Selatan.
6. Zakat Menguatkan Indonesia: Dimulai dari Fajar di Sulsel
Tema "Zakat Menguatkan Indonesia" sangat relevan dengan gerakan Sedekah Subuh. Indonesia yang kuat dibangun dari kemandirian masyarakatnya. Jika seluruh umat Islam di Sulawesi Selatan konsisten melakukan sedekah subuh, akan terkumpul dana raksasa yang bisa digunakan untuk:
- Memberikan modal usaha bagi pedagang kecil di pasar-pasar tradisional Sulsel.
- Menyediakan bantuan kesehatan bagi mustahik ydi pelosok daerah.
- Membiayai pendidikan anak-anak cerdas dari keluarga tidak mampu di kota Makassar.
Kekuatan bangsa ini ada pada kedermawanan rakyatnya. Dan kedermawanan itu paling indah jika dimulai di waktu paling jernih dalam sehari, yaitu waktu Subuh.
7. Tips Istiqomah Sedekah Subuh bagi Muzakki Sulsel
Agar amalan ini tidak hanya menjadi semangat sesaat, berikut adalah strategi bagi Anda:
1. Niatkan sebagai Syukur: Anggaplah sedekah ini sebagai "pajak syukur" atas nikmat napas yang masih Allah berikan pagi itu.
2. Gunakan Layanan Digital BAZNAS Sulsel: akses link https://sulsel.baznas.go.id/sedekah untuk bersedekah atau simpan nomor rekening atau gambar QRIS BAZNAS Sulsel di galeri ponsel Anda. Jadikan ini sebagai rutinitas setelah salam dalam shalat Subuh.
Nominal Tidak Harus Besar: Lebih baik sedekah Rp10.000 setiap subuh secara rutin daripada Rp1.000.000 tapi hanya sekali setahun. Konsistensi (Dawam) adalah hal yang paling dicintai Allah.
Penutup: Jangan Biarkan Malaikat Melewatkan Nama Anda
Hari ke-19 Ramadan adalah pengingat bahwa waktu semakin singkat. Jangan biarkan matahari terbit di langit Sulawesi Selatan besok pagi tanpa mencatat nama Anda dalam daftar orang-orang yang didoakan oleh para malaikat.
Mari kita buktikan bahwa kedermawanan warga Makassar dan rakyat Sulawesi Selatan tidak pernah tidur. Dengan sedekah subuh melalui BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, kita sedang membangun jembatan cahaya menuju rida Allah dan kesejahteraan sesama.
Tunaikan sedekah subuh Anda sekarang. Sucikan hati, bersihkan harta, dan mari bersama kita Kuatkan Indonesia mulai dari fajar hari ini.
Demikian artikel Series Ramadhan BAZNAS Sulsel Hari Ke-19. Semoga ulasan ini memotivasi kita untuk terus mengetuk pintu rezeki di waktu paling mustajab.
Mariki' Terus Bersinergi Menguatkan Sulawesi Selatan dan Indonesia Melalui Zakat!
Salurkan ZIS Anda melalui:
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan
Jl. Masjid Raya No. 55 Makassar
Via Transfer:
Bank Sulselbar Syariah Rek. No : 510.053.0000000.25.7 an. BAZ Provinsi Sulawesi Selatan
Bank Syariah Indonesia (BSI) Rek. No : 700.2402.704 an. BAZNAS Prov Sulsel
BCA Rek. No : 365.036.5789 an. Badan Amil Zakat Nasional Sulsel
Via Kantor Digital di link: https://sulsel.baznas.go.id/bayarzakat
Untuk Informasi dan Konfirmasi dapat melalui Nomor Layanan Muzakki BAZNAS SULSEL: WhatsApp: 0851 8328 5998
-mJk-
09/03/2026 | Humas BAZNAS SULSEL
Uzur Syar’i Bukan Penghalang Berkah: Kupas Tuntas Aturan dan Cara Bayar Fidyah di BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan
Hari Ke-18 Series Ramadhan 1447H BAZNAS Sulsel
Tanpa terasa, kita telah melangkah jauh hingga ke hari ke-18 Ramadan 1447H. Di saat sebagian besar warga Makassar dan sekitarnya tengah bersemangat mempersiapkan diri menyambut sepuluh malam terakhir, ada sebagian saudara kita di berbagai sudut Sulawesi Selatan yang memandang Ramadan dengan perasaan haru sekaligus sedih. Mereka adalah orang tua kita yang sudah lanjut usia, saudara kita yang tengah terbaring sakit atau para ibu yang tengah berjuang menjaga kesehatan janin dan bayinya.
Ada rasa sesak di dada saat mereka melihat sanak keluarga berbuka dan sahur, sementara mereka sendiri tidak mampu menjalankan ibadah puasa karena kondisi fisik yang tidak memungkinkan. Namun, Islam adalah agama yang penuh rahmat dan kemudahan (Yusrun). Allah SWT tidak pernah membebani hamba-Nya di luar batas kemampuannya. Bagi mereka yang memiliki uzur syar’i yang bersifat permanen atau berat, Allah memberikan "pintu darurat" yang mulia bernama Fidyah.
Memahami Fidyah: Menebus Kewajiban dengan Kemanusiaan
Fidyah secara bahasa berarti tebusan. Dalam terminologi fiqh, fidyah adalah kompensasi berupa pemberian makan kepada fakir miskin sebagai pengganti ibadah puasa yang ditinggalkan. Hal ini berlandaskan langsung pada Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 184:
“...Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin...”
Di Sulawesi Selatan, nilai-nilai kemanusiaan ini sangat sejalan dengan falsafah Sipakatau (saling memanusiakan). Fidyah adalah cara Islam memanusiakan mereka yang lemah secara fisik agar tetap bisa meraih keberkahan Ramadan melalui jalur sosial. Dengan membayar fidyah, kewajiban agama tetap tertunaikan dan di saat yang sama, ada perut fakir miskin di pelosok Sulawesi Selatan yang terisi.
Siapa Saja yang Wajib Membayar Fidyah?
Penting bagi masyarakat Makassar dan sekitarnya untuk memahami siapa saja kategori orang yang diperbolehkan tidak berpuasa dan menggantinya dengan fidyah, agar tidak terjadi salah kaprah dalam menjalankan syariat:
Lansia (Lanjut Usia): Orang tua yang sudah sangat lemah dan tidak kuat lagi berpuasa, serta jika dipaksakan akan membahayakan kesehatannya.
Orang Sakit Menahun: Mereka yang mengidap penyakit kronis yang menurut keterangan medis kecil kemungkinannya untuk sembuh total, sehingga tidak memungkinkan bagi mereka untuk meng-qadha (mengganti) puasa di hari lain.
Ibu Hamil dan Menyusui: Jika mereka mengkhawatirkan kesehatan sang buah hati, mayoritas ulama (Mazhab Syafi’i) mewajibkan mereka meng-qadha puasa sekaligus membayar fidyah. Namun, jika uzurnya benar-benar berat, konsultasi dengan amil di BAZNAS Sulsel sangat disarankan untuk kepastian hukumnya.
Hitungan Fidyah: Berapa yang Harus Dikeluarkan?
Banyak muzakki di Sulawesi Selatan bertanya, "Berapa besaran fidyah yang harus saya bayar untuk orang tua saya?".
Secara syar’i, besaran fidyah adalah 1 mud (sekitar 675 gram atau 0,7 kg) makanan pokok untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan. Namun, untuk memberikan manfaat yang lebih nyata dan memudahkan pendistribusian di wilayah Sulawesi Selatan, BAZNAS mengonversinya ke dalam bentuk makanan siap saji atau nilai uang yang setara dengan biaya makan satu hari.
Berdasarkan keputusan bersama antara kementerian Agama Kota Makssar, Kepala Bagian Kesra Setda Kota Makassar, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Makassar, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Makassar, Badan Amil Zakat Nasional(BAZNAS) Kota Makassar, Dandim 1408 Makassar dan Kapolrestabes Kota Makassar menetapkan nilai Fidyah sebesar Rp. 30.000, Rp. 40.000 atau Rp. 50.000,- per hari menyesuaikan dengan standar konsumsi harian orang yang menunaikan.
BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan memfasilitasi pembayaran fidyah dengan nilai yang telah ditetapkan tersebut, fidyah Anda akan diwujudkan dalam bentuk paket pangan bergizi yang disalurkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan (Asnaf Fakir dan Miskin).
Fidyah Menguatkan Indonesia: Spirit dari Sulawesi Selatan
Sesuai dengan tema besar tahun ini, "Zakat Menguatkan Indonesia", fidyah memainkan peran yang tidak kalah pentingnya dengan zakat. Mengapa? Karena fidyah adalah jaring pengaman sosial yang memastikan tidak ada saudara kita di pelosok Sulawesi Selatan yang kelaparan di bulan suci ini.
Bayangkan kekuatannya: Jika ada ribuan warga di Makassar yang membayar fidyah karena uzur, maka akan ada ribuan porsi makanan yang mengalir ke panti asuhan, rumah-rumah mustahik di pesisir, hingga komunitas lansia terlantar di pelosok daerah. Fidyah mengubah "ketidakmampuan fisik" menjadi "kekuatan ekonomi" bagi kaum tidak mampu. Inilah cara kita menguatkan Indonesia—dengan memastikan kedaulatan pangan terjaga bahkan dari kompensasi ibadah.
Mengapa Menyalurkan Fidyah Melalui BAZNAS Sulsel?
Menyalurkan fidyah secara mandiri mungkin terlihat mudah, namun menyalurkannya melalui lembaga resmi seperti BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan memberikan jaminan kualitas ibadah Anda:
Aman Syar’i: Kami menjamin fidyah Anda hanya diberikan kepada mereka yang berhak (Fakir dan Miskin), bukan kepada sembarang orang di pinggir jalan yang belum tentu masuk kategori penerima.
Aman Regulasi: Anda akan menerima bukti setor resmi yang mencatat setiap hari fidyah yang Anda bayarkan. Ini adalah bentuk pertanggungjawaban yang transparan.
Jangkauan Luas: BAZNAS memiliki data mustahik yang akurat di seluruh Sulawesi Selatan berdasarkan nama dan alamat. Fidyah Anda bisa menjangkau daerah yang mungkin tidak bisa Anda datangi sendiri.
Melalui semangat Sipakalebbi (saling menghargai), BAZNAS Sulsel menjaga martabat para penerima fidyah. Paket makanan atau bahan pangan diserahkan dengan penuh hormat, sehingga mereka merasakan kasih sayang dari saudara sebangsanya, bukan sekadar menerima sisa atau belas kasihan.
Panduan Bayar Fidyah Online: Tanpa Antre, Tanpa Ribet
Bagi Anda warga Makassar yang sibuk merawat orang tua yang sakit atau memiliki mobilitas tinggi, BAZNAS Sulsel menyediakan kemudahan pembayaran fidyah secara digital. Anda tidak perlu lagi mencari kantor BAZNAS SULSEL di tengah kemacetan kota.
Kunjungi Website: Masuk ke https://sulsel.baznas.go.id/bayarzakat
Pilih Menu Fidyah: Masukkan jumlah hari puasa yang ditinggalkan. Sistem akan menghitung otomatis nominal rupiahnya.
Lakukan Pembayaran: Gunakan transfer bank atau metode pembayaran digital lainnya.
Konfirmasi: Sertakan niat fidyah saat melakukan transaksi untuk memantapkan hati.
Bagi para lansia dan penderita sakit di Sulawesi Selatan, janganlah bersedih hati karena tidak bisa berpuasa. Allah Maha Tahu setiap niat yang tulus. Menunaikan fidyah melalui BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan adalah jalan bagi Anda untuk tetap "hadir" di meja-meja makan mustahik.
Senyum mereka saat menerima santapan berbuka dari fidyah Anda adalah "pahala pengganti" yang sangat luar biasa. Di hari ke-18 Ramadan ini, mari kita bersihkan tanggungan fidyah kita atau orang tua kita. Jangan tunda hingga akhir Ramadan agar manfaatnya bisa segera dirasakan oleh mustahik yang sedang menanti bantuan pangan.
Kemudahan Agama, Kekuatan Bangsa
Fidyah adalah bukti bahwa Islam sangat menghargai kehidupan dan kesehatan manusia. Di tanah Sulawesi Selatan yang menjunjung tinggi nilai Sipakainge (saling mengingatkan), mari kita saling mengingatkan bahwa uzur fisik bukanlah penghalang untuk berbagi.
Zakat, Infaq, Sedekah, dan Fidyah kita adalah pondasi yang akan Menguatkan Indonesia. Dari kota Makassar hingga pelosok desa, mari kita tebarkan pesan bahwa Ramadan adalah milik semua orang—termasuk mereka yang hanya bisa berpuasa melalui kompensasi fidyah. Mariki' sinergi, mariki' berbagi dan mariki' kuatkan sesama.
Demikian artikel Series Ramadhan BAZNAS Sulsel Hari Ke-18. Semoga ulasan ini memberikan ketenangan dan panduan yang jelas bagi Anda dalam menunaikan kewajiban fidyah.
Mariki' Terus Bersinergi Menguatkan Sulawesi Selatan dan Indonesia Melalui Zakat!
Salurkan ZIS/Fidyah Anda melalui:
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan
Jl. Masjid Raya No. 55 Makassar
Via Transfer:
Bank Sulselbar Syariah Rek. No : 510.053.0000000.25.7 an. BAZ Provinsi Sulawesi Selatan
Bank Syariah Indonesia (BSI) Rek. No : 700.2402.704 an. BAZNAS Prov Sulsel
BCA Rek. No : 365.036.5789 an. Badan Amil Zakat Nasional Sulsel
Via Kantor Digital di link: https://sulsel.baznas.go.id/bayarzakat
Untuk Informasi dan Konfirmasi dapat melalui Nomor Layanan Muzakki BAZNAS SULSEL: WhatsApp: 0851 8328 5998
08/03/2026 | Humas BAZNAS SULSEL
Menghidupkan Mukjizat Al-Qur’an di Sulawesi Selatan Lewat Gerakan Zakat
Hari Ke-17 Series Ramadhan 1447H BAZNAS Sulsel
Gema Nuzulul Qur’an masih terasa sangat kental di udara Sulawesi Selatan. Di masjid-masjid besar di kota Makassar, ribuan orang baru saja menyelesaikan peringatan turunnya wahyu dengan penuh khidmat. Namun, saat mushaf-mushaf Al-Qur’an mulai ditutup dan diletakkan kembali di atas rak, sebuah tantangan besar muncul menyapa setiap Muslim di tanah Sulawesi: Apakah Al-Qur’an hanya akan berhenti sebagai melodi yang indah di lisan, ataukah ia akan menjelma menjadi mukjizat nyata dalam sistem ekonomi dan kesejahteraan sosial kita?
Ramadhan bukan sekadar tentang khatamnya bacaan, melainkan tentang bagaimana setiap ayat yang kita baca mampu merombak cara kita memandang dunia, termasuk cara kita mengelola harta yang Allah titipkan. Di sinilah Al-Qur'an memperkenalkan sebuah konsep fundamental yang disebut dengan Tathir—sebuah proses penyucian yang menjadi kunci ketenangan hidup setiap muzakki.
Memahami Konsep 'Tathir': Mengapa Harta Perlu "Dicuci"?
Di tengah kesibukan kita sebagai profesional, pedagang, atau ASN di Sulawesi Selatan, kita sering kali merasa bahwa harta yang kita peroleh dengan cara halal adalah milik kita sepenuhnya. Namun, Al-Qur’an memberikan perspektif yang berbeda. Ada sebuah kotoran halus yang tidak terlihat oleh mata, namun bisa dirasakan oleh hati, yaitu hak orang lain yang terselip di dalam harta kita.
Mari kita analogikan dengan sebuah cermin indah di ruang tamu rumah kita di Makassar. Meski kita tidak pernah menyentuhnya dengan tangan kotor, debu-debu halus dari udara luar tetap akan menempel seiring waktu. Jika tidak dibersihkan secara rutin, cermin itu akan menjadi kusam dan tidak lagi mampu memantulkan cahaya dengan sempurna.
Demikian pula harta kita. Al-Qur’an dalam Surah At-Taubah ayat 103 memberikan instruksi yang sangat indah:
"Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan (tuthahhiruhum) dan mensucikan (tuzakkihim) mereka..."
Kata Tuthahhiruhum berasal dari akar kata Tathir yang berarti membersihkan dari kotoran lahiriah. Sementara Tuzakkihim berarti menumbuhkan dan mensucikan secara batiniah. Jadi, saat kita menunaikan zakat melalui BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, kita sebenarnya tidak sedang "kehilangan" uang, melainkan sedang melakukan "perawatan rutin" bagi jiwa agar tetap bening dan bagi harta agar tetap bertumbuh secara berkah.
Tadarus Sosial: Membumikan Wahyu di Tanah Sulawesi
Sejauh ini, mungkin kita sudah sangat rajin melakukan tadarus lisan di masjid-masjid kebanggaan kita. Namun, BAZNAS Sulsel ingin mengajak warga Sulawesi Selatan untuk naik ke level berikutnya, yaitu Tadarus Sosial. Ini adalah kemampuan untuk "membaca" ayat-ayat Allah yang nyata dalam kehidupan masyarakat.
Membaca Al-Qur'an di tengah kenyamanan rumah kita di kota Makassar, Maros atau Gowa, harus dibarengi dengan kemampuan "membaca" nasib saudara-saudara kita yang masih berjuang di bawah garis kemiskinan di berbagai sudut Sulawesi Selatan. Cahaya wahyu mengajarkan bahwa kesalehan spiritual (ibadah personal) harus membuahkan kesalehan sosial (ibadah komunal). Al-Qur'an adalah kitab pembebasan dan salah satu belenggu terbesar yang ingin dihapuskannya adalah belenggu kemiskinan.
Sebab, manifestasi sejati dari ketaatan kita melantunkan ayat-ayat suci tidak boleh berhenti pada lembaran mushaf semata, melainkan harus bertransformasi menjadi gerakan nyata yang sistematis demi mewujudkan keadilan di tengah masyarakat. Al-Qur'an tidak diturunkan hanya sebagai bacaan estetis, melainkan sebagai blueprint (cetak biru) tatanan sosial yang berkeadilan. Salah satu pesan paling konsisten dalam Al-Qur'an adalah penyandingan perintah Shalat dan Zakat. Ini adalah pesan eksplisit dari langit bahwa kekuatan sebuah bangsa tidak hanya dibangun melalui keshalehan ritual (Shalat), tetapi harus ditopang oleh kekuatan ekonomi yang merata melalui kesalehan sosial (Zakat). Inilah esensi dari gerakan Zakat Menguatkan Indonesia.
Efek Psikologis Zakat: Meraih Ketenangan di Tengah Hiruk Pikuk
Banyak muzakki di Makassar yang memberikan testimoni bahwa setelah rutin menunaikan zakat profesi atau zakat maal melalui BAZNAS Sulsel, mereka merasakan ketenangan batin yang sulit dijelaskan. Secara psikologis, ini sangat masuk akal. Rasa memiliki yang berlebihan terhadap materi sering kali menjadi sumber kecemasan (anxiety).
Zakat melatih kita untuk melakukan detachment—melepaskan keterikatan hati yang berlebihan pada dunia. Saat kita melepaskan 2,5% dari harta kita, kita sebenarnya sedang mendeklarasikan sebuah kemerdekaan jiwa: bahwa kita tidak diperbudak oleh harta, melainkan kitalah tuan atas harta tersebut untuk tujuan kemuliaan. Inilah hikmah dari Tathir: membersihkan sifat kikir dan rakus yang seringkali mengotori hati manusia.
BAZNAS Sulsel: Menjamin Kesucian Proses Zakat Anda
Dalam kearifan lokal Sulawesi Selatan, kita menjunjung tinggi nilai Sipakalebbi (saling menghargai). Memberikan zakat secara langsung di pinggir jalan seringkali berisiko melukai martabat penerimanya dan memicu penyakit riya pada pemberinya.
Melalui lembaga resmi seperti BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, proses Tathir ini dijaga dengan profesionalitas tinggi:
Menjaga Martabat Mustahik: Penyaluran dilakukan melalui program-program pemberdayaan, sehingga penerima manfaat merasa diberdayakan, bukan sekadar dikasihani.
Menjamin Ketepatan Sasaran: Kami memiliki tim verifikasi yang menyisir pelosok Sulawesi Selatan untuk memastikan dana zakat Anda benar-benar sampai ke tangan 8 Asnaf yang sah menurut Al-Qur'an.
Kepastian Hukum dan Syariat: Sebagai lembaga negara non-struktural, kami diaudit secara berkala untuk memastikan setiap rupiah zakat Anda dikelola dengan prinsip Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI.
Zakat Menguatkan Indonesia: Kekuatan dari Bumi Sulawesi
Tema Zakat Menguatkan Indonesia bukan sekadar slogan. Ia adalah visi bahwa kekuatan bangsa dimulai dari kesucian harta warga negaranya. Di Sulawesi Selatan, dana zakat yang dikelola BAZNAS Sulsel telah berubah menjadi ribuan senyum mustahik:
- Anak-anak tidak mampu di pelosok desa yang kini bisa bermimpi jadi sarjana karena beasiswa.
- Pedagang kecil di pasar-pasar Makassar yang kini mandiri tanpa jeratan rentenir karena bantuan modal produktif.
- Keluarga pra-sejahtera yang kini memiliki akses kesehatan gratis.
Ketika warga Sulawesi Selatan kompak menyucikan hartanya, kita sebenarnya sedang membangun benteng ketahanan ekonomi nasional yang tak tergoyahkan.
Penutup: Sempurnakan Puasa dengan Penyucian Harta
Ramadan adalah momentum "audit besar" bagi diri kita. Di hari ke-17 ini, mari kita luangkan waktu di sela-sela tadarus Al-Qur'an untuk melihat kembali harta kita. Mari kita hitung kembali, adakah hak saudara-saudara kita yang masih terselip di antara tabungan, emas atau aset-aset kita?
Jangan biarkan debu hak orang lain membuat cermin jiwa kita kusam. Sucikan jiwa kita dengan keikhlasan dan bersihkan harta kita melalui zakat. Warga Makassar dan masyarakat Sulawesi Selatan dikenal dengan harga diri (Siri') yang tinggi dalam menunaikan kewajiban. Mari kita tunaikan kewajiban suci ini melalui BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan.
Melalui kemudahan teknologi digital, Anda bisa menunaikan zakat sekarang juga tanpa harus meninggalkan kenyamanan rumah atau mengganggu waktu i’tikaf. Mari bersinergi, mari sucikan hati, dan mari kuatkan Indonesia dari tanah Sulawesi Selatan.
Demikian artikel Series Ramadhan BAZNAS Sulsel Hari Ke-17. Semoga kita semua termasuk ke dalam golongan orang-orang yang senantiasa menjaga kesucian jiwa dan keberkahan harta.
Mariki' Terus Bersinergi Menguatkan Sulawesi Selatan dan Indonesia Melalui Zakat!
Salurkan ZIS Anda melalui:
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan
Jl. Masjid Raya No. 55 Makassa
Via Transfer:
Bank Sulselbar Syariah Rek. No : 510.053.0000000.25.7 an. BAZ Provinsi Sulawesi Selatan
Bank Syariah Indonesia (BSI) Rek. No : 700.2402.704 an. BAZNAS Prov Sulsel
BCA Rek. No : 365.036.5789 an. Badan Amil Zakat Nasional Sulsel
Via Kantor Digital di link: https://sulsel.baznas.go.id/bayarzakat
Untuk Informasi dan Konfirmasi dapat melalui Nomor Layanan Muzakki BAZNAS SULSEL: 0851 8328 5998
-mJk-
07/03/2026 | Humas BAZNAS SULSEL
BAZNAS TV
Zakat Menguatkan Indonesia bersama BAZNAS SULSEL
Penulis: Humas BAZNAS SULSEL
Profil Badan Amil Zakat (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan
Penulis: BAZNAS SULSEL








