WhatsApp Icon
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
Statistik

Berita Terkini

BAZNAS Sulsel Kukuhkan UPZ RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, Perkuat Sinergi ZIS dan Pelayanan bagi Masyarakat
BAZNAS Sulsel Kukuhkan UPZ RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, Perkuat Sinergi ZIS dan Pelayanan bagi Masyarakat
Makassar — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan mengukuhkan Pengurus Unit Pengumpul Zakat (UPZ) RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sekaligus memperluas kemanfaatannya bagi masyarakat yang membutuhkan. Pengukuhan tersebut menjadi momentum penting dalam membangun sinergi antara BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan dan RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, khususnya dalam mengoptimalkan potensi ZIS di lingkungan rumah sakit serta menghadirkan program sosial yang dapat memberikan manfaat langsung kepada pasien dan keluarga kurang mampu. Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, Riswan Ilyas, S.T., S.E.Sy., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Direktur Utama RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo beserta seluruh jajaran atas komitmen dan dukungan terhadap penguatan kelembagaan UPZ. “Atas nama BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Direktur Utama dan seluruh jajaran RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo atas komitmen dan dukungannya sehingga pada hari ini kita sampai pada satu tahapan penting, yaitu pengukuhan Pengurus UPZ RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo,” ujar Riswan. Menurutnya, pengukuhan UPZ bukan sekadar seremoni atau penyerahan Surat Keputusan (SK), melainkan momentum untuk membangun amanah dan sistem pengelolaan ZIS yang memberikan dampak nyata. “Pengukuhan ini bukan sekadar seremoni dan bukan pula sekadar penyerahan SK. Hari ini kita sedang membangun sebuah amanah. Amanah untuk menjadikan zakat, infak, dan sedekah sebagai kekuatan yang hadir di tengah-tengah rumah sakit, bukan hanya dalam bentuk pengumpulan dana, tetapi juga dalam bentuk pelayanan dan kepedulian kepada mereka yang membutuhkan,” jelasnya. Riswan menilai keberadaan RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo memiliki posisi strategis dalam pengembangan program ZIS. Sebagai salah satu rumah sakit rujukan utama di kawasan Indonesia Timur, RSUP Dr. Wahidin tidak hanya menjadi tempat masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan dengan berbagai persoalan sosial dan ekonomi yang dihadapi pasien maupun keluarganya. “Di tempat ini kita menyaksikan bukan hanya orang yang sedang berjuang untuk sembuh, tetapi juga keluarga-keluarga yang terkadang harus berjuang secara ekonomi selama mendampingi pasien,” katanya. Karena itu, BAZNAS Sulawesi Selatan berharap UPZ RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo tidak berhenti pada aspek penghimpunan ZIS, tetapi mampu menjadi jembatan antara muzaki dan mustahik melalui program-program yang menyentuh kebutuhan masyarakat. UPZ diharapkan dapat mengidentifikasi ruang-ruang kebutuhan yang dapat diintervensi melalui dana ZIS sesuai ketentuan syariah dan regulasi, termasuk dukungan sosial bagi pasien dan keluarga kurang mampu yang membutuhkan. “Inilah yang ingin kita bangun bersama: rumah sakit tidak hanya menjadi tempat ikhtiar menyembuhkan penyakit, tetapi juga menjadi ruang tumbuhnya solidaritas dan kepedulian sosial,” ungkap Riswan. Dalam pengukuhan tersebut, Dr. dr. Muhammad Irwan Gunawan, Sp.B (K) Onk dikukuhkan sebagai Ketua UPZ RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo. BAZNAS Sulawesi Selatan berharap kepengurusan yang baru dikukuhkan dapat segera membangun sistem kerja yang terukur, profesional, dan akuntabel. “SK yang diterima hari ini bukanlah penghargaan, tetapi amanah,” tegas Riswan. Ia mendorong agar setelah pengukuhan segera dilaksanakan rapat kerja untuk menyusun target dan rencana kerja UPZ, mulai dari pemetaan potensi ZIS di lingkungan RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, mekanisme penghimpunan, pemetaan calon penerima manfaat, hingga penyusunan program pendayagunaan ZIS. BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, lanjut Riswan, siap memberikan pendampingan kepada UPZ agar seluruh proses pengelolaan ZIS dapat berjalan secara profesional, transparan, dan akuntabel. “BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan siap mendampingi UPZ RSUP Wahidin agar pengelolaan ZIS dilaksanakan secara profesional, transparan, akuntabel, aman syar’i, aman regulasi, dan aman NKRI,” ujarnya. RSUP Wahidin dan BAZNAS Perkuat Kolaborasi Dukungan terhadap pembentukan UPZ juga menjadi bagian dari penguatan sinergi kelembagaan antara BAZNAS dan RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo. Direktur Utama RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, dr. Annas Ahmad, Sp.B., FICS., FISQua, bersama jajaran rumah sakit memberikan dukungan terhadap penguatan pengelolaan ZIS di lingkungan RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo. Sinergi tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat penghimpunan ZIS dari lingkungan rumah sakit, tetapi juga membuka ruang pengembangan program sosial yang terintegrasi dengan kebutuhan masyarakat yang dilayani rumah sakit. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Sulawesi Selatan juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Deputy BPJS Kesehatan Wilayah IX yang diwakili Kepala BPJS Kesehatan Cabang Makassar, dr. Prabowo. Menurut Riswan, keterlibatan BPJS Kesehatan memiliki arti penting karena persoalan kesehatan masyarakat membutuhkan kolaborasi lintas institusi. “Persoalan kesehatan masyarakat tidak dapat diselesaikan oleh satu institusi saja,” ujarnya. Ia melihat terdapat ruang sinergi yang besar antara RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, BPJS Kesehatan, dan BAZNAS. Ketiganya memiliki peran yang berbeda namun dapat saling melengkapi dalam memberikan manfaat kepada masyarakat. BPJS Kesehatan hadir melalui sistem jaminan kesehatan, rumah sakit melalui pelayanan medis, sedangkan BAZNAS melalui instrumen zakat, infak, dan sedekah dapat mengambil peran sesuai ketentuan syariah dan regulasi untuk membantu masyarakat dhuafa pada kebutuhan-kebutuhan yang dapat diintervensi melalui dana ZIS. Mengukur Keberhasilan dari Dampak BAZNAS Sulawesi Selatan menegaskan bahwa keberhasilan UPZ RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo nantinya tidak semata-mata diukur dari jumlah dana ZIS yang berhasil dihimpun. Lebih dari itu, keberhasilan UPZ diharapkan tercermin dari sejauh mana dana yang dihimpun mampu memberikan manfaat dan meringankan beban masyarakat. “Jangan kita ukur keberhasilan UPZ ini hanya dari berapa rupiah yang berhasil dikumpulkan. Ukurlah juga dari berapa banyak kesulitan yang berhasil kita ringankan, berapa keluarga yang kita bantu, dan berapa senyum yang dapat kita kembalikan,” pesan Riswan. Pengukuhan UPZ RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo diharapkan menjadi awal dari kolaborasi yang lebih luas antara BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, dan BPJS Kesehatan dalam menghadirkan pelayanan dan kepedulian sosial yang semakin dekat dengan masyarakat. Pada kesempatan tersebut juga sekaligus diserahkan bantuan kesehatan kepada beberapa mustahik yang sedang menjalani perawatan kesehatan di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo. BAZNAS Sulawesi Selatan berharap seluruh pengurus UPZ yang telah dikukuhkan dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta menjadikan pengelolaan ZIS sebagai bagian dari ikhtiar bersama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selamat kepada seluruh Pengurus UPZ RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo. Selamat mengemban amanah, selamat bekerja, dan selamat menjadi bagian dari perjuangan menyejahterakan umat melalui zakat. (ri/sff)
18/09/2026 | Humas Baznas Prov. Sulawesi Selatan
BAZNAS Sulsel dan Unhas Perkuat Sinergi Penghimpunan dan Pendayagunaan Zakat Berkelanjutan
BAZNAS Sulsel dan Unhas Perkuat Sinergi Penghimpunan dan Pendayagunaan Zakat Berkelanjutan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan memperkuat sinergi kelembagaan dengan Universitas Hasanuddin (Unhas) dalam rangka mengembangkan ekosistem zakat yang lebih kuat, khususnya melalui optimalisasi penghimpunan serta pendayagunaan zakat secara berkelanjutan. Audiensi tersebut diterima langsung oleh Kepala UPT Pengelolaan Wakaf/Dana Abadi Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Muh. Hatta Jamil, SP., M.Si. didampingi jajaran staff. Dari BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan hadir Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, Riswan Ilyas, S.T., S.E.Sy., bersama jajaran Tenaga Ahli BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan. BAZNAS Dorong Penguatan Ekosistem Zakat di Perguruan Tinggi Dalam pertemuan tersebut, BAZNAS Sulsel menyampaikan pentingnya membangun ekosistem zakat di lingkungan perguruan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada penghimpunan, tetapi juga terhubung dengan program pendayagunaan dan pemberdayaan. Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, Riswan Ilyas menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam pengembangan ekosistem zakat karena memiliki sumber daya manusia, jaringan kelembagaan, kapasitas akademik, serta potensi penghimpunan zakat dari sivitas akademika. “Perguruan tinggi memiliki potensi besar dalam penguatan ekosistem zakat. Bukan hanya dari sisi penghimpunan, tetapi juga dari sisi ilmu pengetahuan, inovasi, riset, dan pengembangan program pemberdayaan masyarakat. Karena itu, kami ingin membangun kolaborasi yang dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan,” ujar Riswan. Menurutnya, sinergi BAZNAS dan Unhas diharapkan dapat menghubungkan potensi zakat di lingkungan kampus dengan program-program pemberdayaan yang memiliki sasaran, indikator, serta dampak yang lebih terukur. Kolaborasi tersebut juga diharapkan dapat menjadi model pengembangan zakat berbasis perguruan tinggi yang dapat direplikasi pada institusi pendidikan lainnya di Sulawesi Selatan. Unhas Memiliki Potensi Strategis dalam Pengembangan Zakat Dalam konteks penguatan kolaborasi, Unhas memiliki potensi strategis untuk mendukung pengembangan zakat melalui keterlibatan sivitas akademika, pengembangan kajian dan riset, penguatan literasi zakat, serta pemanfaatan kompetensi akademik dalam mendukung program pendayagunaan dan pemberdayaan. Kerja sama antara BAZNAS dan Unhas juga dapat diarahkan pada pengembangan berbagai kegiatan yang mengintegrasikan aspek pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta penguatan kelembagaan zakat. Berbagai program seperti beasiswa cendekia BAZNAS, zakat empowerment village, mustahik livestock empowerment dapat menjadi kolaborasi berkelanjutan. Dengan pendekatan tersebut, zakat tidak hanya diposisikan sebagai instrumen penghimpunan dan penyaluran dana sosial, tetapi juga sebagai bagian dari instrumen program integratif dalam sektor pendidikan dan ekonomi. Dorong Pembentukan UPZ Unhas Di akhir pertemuan, Ketua BAZNAS Sulsel Riswan Ilyas menyampaikan usulan agar dapat dilakukan penjajakan pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Universitas Hasanuddin. “Kami berharap ke depan dapat dilakukan penjajakan pembentukan UPZ Universitas Hasanuddin. Selain menjadi sarana pengumpulan zakat, UPZ juga dapat menjadi bagian dari partisipasi kelembagaan dalam mendukung program-program sosial dan kemasyarakatan di Sulawesi Selatan,” ungkap Riswan. Pembentukan UPZ di lingkungan Unhas diharapkan dapat menjadi instrumen kelembagaan untuk mengoptimalkan penghimpunan zakat dari sivitas akademika sesuai dengan ketentuan dan mekanisme yang berlaku. Unhas sebagai Mitra Pengembangan Pengetahuan dan Inovasi Zakat Selain penghimpunan dan pendayagunaan, sinergi BAZNAS Sulsel dan Unhas juga memiliki ruang pengembangan pada aspek riset, inovasi, dan penguatan kapasitas pengelolaan zakat. Perguruan tinggi dapat berperan dalam menghasilkan kajian mengenai pengelolaan zakat, pemetaan kebutuhan masyarakat, pengembangan model pemberdayaan, serta evaluasi dampak program. Kolaborasi riset juga dapat diarahkan untuk menghasilkan rekomendasi berbasis bukti yang dapat digunakan dalam pengembangan kebijakan dan program BAZNAS. Hubungan antara BAZNAS dan Unhas diharapkan berkembang dari hubungan kelembagaan menuju kemitraan strategis yang mengintegrasikan potensi zakat, pengetahuan akademik, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat. Membangun Model Zakat Kampus yang Berkelanjutan Sinergi BAZNAS Sulsel dan Unhas diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun model pengelolaan zakat di lingkungan perguruan tinggi yang lebih terintegrasi. Model tersebut mencakup tiga aspek utama, yaitu penghimpunan yang optimal, pendayagunaan yang produktif, dan pengukuran dampak yang berkelanjutan. Melalui penguatan UPZ, potensi zakat di lingkungan kampus dapat dihimpun secara lebih terorganisasi. Selanjutnya, melalui kolaborasi program dan keilmuan, dana zakat dapat diarahkan untuk mendukung program pemberdayaan yang memiliki sasaran dan dampak yang jelas. Dalam jangka panjang, sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat kontribusi zakat dalam mendukung pembangunan sosial-ekonomi masyarakat di Sulawesi Selatan. Menuju Ekosistem Zakat yang Kolaboratif dan Berkelanjutan Audiensi BAZNAS Sulsel dengan Universitas Hasanuddin menjadi langkah penting dalam memperluas kolaborasi pengelolaan zakat yang melibatkan berbagai unsur masyarakat dan institusi. BAZNAS Sulsel memandang bahwa penguatan zakat membutuhkan ekosistem yang dibangun melalui kolaborasi antara lembaga zakat, perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, serta masyarakat. Melalui sinergi dengan Unhas, BAZNAS Sulsel berharap dapat mengoptimalkan potensi penghimpunan zakat sekaligus memperkuat kualitas pendayagunaan ZIS agar semakin produktif, terukur, dan berkelanjutan. Kolaborasi tersebut pada akhirnya diarahkan untuk mewujudkan zakat yang tidak hanya tersalurkan kepada penerima manfaat, tetapi mampu menjadi instrumen pemberdayaan yang mendorong mustahik menjadi lebih berdaya, mandiri, dan berkelanjutan.(afi/sff)
16/09/2026 | Humas Baznas Prov. Sulawesi Selatan
BAZNAS Sulsel dan BPS Sulsel Perkuat Sinergi Data untuk Pendistribusian Zakat yang Lebih Tepat Sasaran
BAZNAS Sulsel dan BPS Sulsel Perkuat Sinergi Data untuk Pendistribusian Zakat yang Lebih Tepat Sasaran
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan melakukan audiensi dan penjajakan sinergi kelembagaan dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan dalam rangka memperkuat pemanfaatan data sebagai dasar perencanaan dan pendistribusian zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Audiensi tersebut diterima langsung oleh Kepala BPS Provinsi Sulawesi Selatan, Aryanto, S.Si., M.M., didampingi jajaran pimpinan dan pejabat BPS Provinsi Sulawesi Selatan. Dari BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan hadir Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, Riswan Ilyas, S.E.Sy., bersama Wakil Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. Kamaruddin Arsyad, M.A., serta jajaran Tenaga Ahli BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan. BAZNAS Dorong Sinergi Data dan Intervensi Kemiskinan Dalam audiensi tersebut, BAZNAS Sulsel menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan, yaitu membangun sinergi kelembagaan antara BAZNAS sebagai lembaga yang melakukan intervensi melalui program zakat dengan BPS sebagai salah satu lembaga strategis dalam penyediaan dan penguatan informasi statistik sosial-ekonomi. Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, Riswan Ilyas, menyampaikan bahwa pemanfaatan data menjadi semakin penting dalam memastikan program pendistribusian ZIS benar-benar menyasar kelompok masyarakat yang membutuhkan. “BAZNAS memiliki dana dan program untuk melakukan intervensi, sementara data menjadi salah satu fondasi penting untuk menentukan di mana intervensi tersebut dibutuhkan. Karena itu, kami ingin membangun sinergi agar program-program BAZNAS dapat semakin berbasis data dan tepat sasaran,” ujar Riswan. Menurutnya, data sosial-ekonomi yang tersedia dapat membantu BAZNAS dalam memahami karakteristik dan persebaran kemiskinan di Sulawesi Selatan, sehingga program pemberdayaan dan pendistribusian ZIS dapat diarahkan secara lebih strategis. BAZNAS Sulsel berharap sinergi tersebut dapat membantu mengidentifikasi kantong-kantong kemiskinan yang membutuhkan perhatian, sekaligus menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan prioritas wilayah dan bentuk intervensi program. BPS Jelaskan Peran Data Statistik dan DTSEN Menanggapi hal tersebut, Kepala BPS Provinsi Sulawesi Selatan, Aryanto, S.Si., M.M., menjelaskan bahwa BPS memiliki peran utama dalam penyediaan statistik dan data makro yang dapat digunakan sebagai dasar perencanaan, kebijakan, serta evaluasi pembangunan. Dalam pertemuan tersebut, BPS juga menjelaskan bahwa data mikro masyarakat, termasuk data individu berdasarkan nama dan alamat (by name by address), berada pada kementerian, lembaga, atau perangkat daerah yang memiliki kewenangan dan mengelola data administratif sesuai tugas dan fungsinya. Dengan demikian, pemanfaatan data untuk intervensi sosial perlu memperhatikan sumber, kewenangan, serta mekanisme pemanfaatan masing-masing jenis data. BPS juga menjelaskan bahwa keberadaan dan pemanfaatan data sosial-ekonomi melibatkan berbagai stakeholder, termasuk kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah yang memiliki data sesuai bidang kewenangannya. Dalam konteks tersebut, Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) menjadi bagian penting dari upaya pemerintah untuk mengintegrasikan berbagai sumber data sosial dan ekonomi. Integrasi tersebut sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional, yang mengarahkan optimalisasi integrasi data dengan memastikan akurasi, interoperabilitas, pemutakhiran data, serta sinergi antarkementerian dan lembaga. DTSEN juga diarahkan sebagai sumber data utama dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kebijakan sosial dan ekonomi agar program dapat dilaksanakan secara tepat sasaran, efektif, efisien, dan akuntabel. BPS dalam kapasitasnya turut berperan dalam proses integrasi dan penyatuan berbagai sumber data yang berasal dari kementerian, lembaga, dan stakeholder terkait untuk mendukung tersedianya data sosial-ekonomi yang lebih terpadu. Data sebagai Dasar, Zakat sebagai Intervensi Dalam diskusi tersebut, kedua lembaga melihat adanya ruang sinergi yang strategis antara data statistik dan intervensi sosial melalui zakat. BAZNAS dapat memanfaatkan informasi statistik sosial-ekonomi sebagai salah satu dasar dalam menyusun prioritas program, sedangkan pelaksanaan program BAZNAS di lapangan dapat menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat pada wilayah yang memiliki tingkat kerentanan sosial dan ekonomi yang tinggi. Sinergi tersebut diharapkan dapat mendorong perubahan pendekatan pendistribusian ZIS dari sekadar berorientasi pada jumlah bantuan yang disalurkan menjadi lebih berbasis pada kebutuhan, karakteristik wilayah, prioritas penerima manfaat, dan dampak intervensi. BAZNAS Siapkan Zakat Distribution Data Forum 2026 Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. Kamaruddin Arsyad, M.A., menyampaikan agenda terdekat BAZNAS Sulsel berupa Zakat Distribution Data Forum 2026 yang akan dilaksanakan pada 22–24 September 2026. Forum tersebut mengangkat tema: “Dari Data Menuju Mustahik Berdaya: Membangun Pendistribusian ZIS yang Tepat Sasaran, Terukur, dan Berdampak.” Kegiatan ini akan mempertemukan pimpinan BAZNAS Kabupaten/Kota se-Provinsi Sulawesi Selatan untuk memperkuat kapasitas dalam pengelolaan pendistribusian ZIS berbasis data. Dr. Kamaruddin menjelaskan bahwa forum tersebut merupakan bagian dari upaya BAZNAS Sulsel merespons perkembangan kebijakan pemanfaatan DTSEN, termasuk KMA Nomor 885 Tahun 2026, serta mendorong penguatan tata kelola pendistribusian ZIS. “Kita ingin mengubah paradigma pendistribusian. Bukan hanya bagaimana zakat disalurkan, tetapi bagaimana data digunakan sejak awal untuk menentukan sasaran, melakukan asesmen kebutuhan, merancang intervensi, mendokumentasikan proses, hingga mengukur dampaknya,” jelas Dr. Kamaruddin. Dalam forum tersebut, BAZNAS juga akan menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan untuk membahas aspek data, targeting, asesmen kebutuhan mustahik, perencanaan program, dokumentasi, hingga pengukuran dampak pendistribusian ZIS. Dorong Pembentukan UPZ BPS Sulsel Di akhir pertemuan, Ketua BAZNAS Sulsel Riswan Ilyas menyampaikan usulan agar dapat dilakukan penjajakan pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) BPS Provinsi Sulawesi Selatan. Menurutnya, pembentukan UPZ dapat menjadi salah satu bentuk partisipasi kelembagaan BPS dalam mendukung program sosial kemasyarakatan sekaligus memperkuat ekosistem zakat di Sulawesi Selatan. “Kami berharap ke depan dapat dilakukan penjajakan pembentukan UPZ BPS Provinsi Sulawesi Selatan. Selain menjadi sarana pengumpulan zakat, UPZ juga dapat menjadi bagian dari partisipasi kelembagaan dalam mendukung program-program sosial dan kemasyarakatan di Sulawesi Selatan,” ungkap Riswan. Usulan tersebut diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui komunikasi dan pembahasan lebih lanjut antara BAZNAS Sulsel dan BPS Sulsel sesuai dengan ketentuan dan mekanisme yang berlaku. Menuju Pendistribusian ZIS yang Semakin Berbasis Data Audiensi BAZNAS Sulsel dengan BPS Sulsel menjadi langkah awal untuk memperkuat hubungan kelembagaan antara data, kebijakan, dan intervensi sosial. BAZNAS Sulsel memandang bahwa pengelolaan zakat ke depan membutuhkan dukungan data yang semakin kuat agar program pendistribusian dan pendayagunaan ZIS dapat dilakukan secara lebih presisi, transparan, akuntabel, dan berdampak. Melalui sinergi dengan BPS serta pemanfaatan ekosistem data pemerintah, BAZNAS Sulsel berharap dapat semakin tepat dalam menentukan wilayah prioritas, memahami kondisi sosial-ekonomi masyarakat, serta merancang program yang mampu mendorong mustahik menjadi lebih berdaya dan mandiri. Audiensi tersebut sekaligus memperkuat komitmen BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan untuk terus membangun tata kelola zakat yang profesional dan berbasis data, sejalan dengan semangat “Dari Data Menuju Mustahik Berdaya.” (arm/sff)
15/09/2026 | Humas Baznas Prov. Sulawesi Selatan

Agenda Pimpinan

Ketua BAZNAS Sulsel Mendampingi Pimpinan BAZNAS RI dalam Peresmian Desa Binaan BSI di Makassar
Ketua BAZNAS Sulsel Mendampingi Pimpinan BAZNAS RI dalam Peresmian Desa Binaan BSI di Makassar
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) meresmikan dua desa binaan dalam program klaster perikanan laut di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Acara peresmian tersebut digelar pada Selasa, 27 Mei 2025, di Pantai Akkarena, Kota Makassar. Dua lokasi yang menjadi fokus program ini adalah Desa Barrang Caddi di Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, Kota Makassar, dan Desa Mattaro Adae di Kecamatan Liukang Tupabbiring, Kabupaten Pangkep. Keduanya menjadi pusat pengembangan pengolahan landak laut dalam klaster perikanan laut BSI. Direktur Sales & Distribution BSI, Anton Sukarna, menjelaskan bahwa inisiatif bertajuk Desa BSI atau Bangun Sejahtera Indonesia ini dibiayai dari dana zakat yang berasal dari karyawan dan perusahaan, yang kemudian dikelola oleh Baznas dan BSI Maslahat. Total dana yang dialokasikan untuk program ini mencapai ratusan miliar rupiah, seiring dengan perolehan laba bersih BSI sebesar Rp7 triliun pada tahun 2024. Hingga tahun lalu, BSI telah membina 20 desa, dan akan menambah tiga desa lagi di tahun 2025. Program tersebut telah memberi manfaat kepada sekitar 7.000 orang dengan total anggaran mencapai Rp95 miliar. Khusus di Sulsel, terdapat tiga desa binaan, dua di antaranya masuk dalam klaster perikanan laut dengan dana sebesar Rp5,2 miliar dan penerima manfaat sebanyak 100 kepala keluarga. BSI juga menggandeng pihak swasta, PT NNS, sebagai mitra offtaker. Anton menambahkan bahwa pembinaan dilakukan secara menyeluruh mulai dari proses produksi, kelembagaan, hingga pemasaran. BSI menargetkan produksi gonad landak laut oleh kelompok nelayan binaannya bisa mencapai 200–500 kg per hari, dengan permintaan pasar yang tinggi, khususnya dari Jepang, yang diperkirakan mencapai 30 ton per bulan. Meski begitu, ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem laut. Pimpinan Baznas RI Bidang Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan, memberikan apresiasi atas komitmen BSI dalam menyalurkan zakat melalui program yang terarah dan berdampak nyata seperti Desa BSI. Ia mencatat bahwa tahun lalu zakat yang dikumpulkan dari BSI mencapai Rp268 miliar, dengan sekitar 70 persen disalurkan kembali melalui berbagai program kolaboratif bersama BSI. Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, juga menyampaikan penghargaan atas langkah strategis BSI dalam menciptakan ekosistem ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat nelayan. Menurutnya, pola pembangunan desa melalui pembinaan dari hulu ke hilir seperti ini harus ditiru oleh sektor perbankan lainnya. Acara launching program Desa BSI Klaster Perikanan Laut di Sulsel turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Wakil Bupati Pangkep Abdul Rahman Assaggaf, pimpinan BI Sulsel, perwakilan OJK Sulselbar, Regional CEO BSI Region X Makassar Sukma Dwie Priardi, serta perwakilan dari Polda Sulsel dan Kodam Hasanuddin. Ketua BAZNAS Sulsel Dr. dr. H. M. Khidri Alwi, MA, MKes juga hadir dalam kesempatan tersebut, menambah dukungan moral atas pelaksanaan program ini.

28-05-2025 | Humas BAZNAS SULSEL

Pimpinan BAZNAS Sulsel Dampingi Ketua BAZNAS RI Dukung Program Ketahanan Pangan TNI AL di Kabupaten Takalar
Pimpinan BAZNAS Sulsel Dampingi Ketua BAZNAS RI Dukung Program Ketahanan Pangan TNI AL di Kabupaten Takalar
Takalar, 19 April 2025 – Dalam rangka mewujudkan visi Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat sistem pertahanan negara dan mewujudkan kemandirian nasional melalui ketahanan pangan, energi, dan lingkungan, TNI Angkatan Laut (TNI AL) menggelar kegiatan peninjauan langsung program ketahanan pangan di Desa Punaga, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, yang meninjau pengembangan kebun kedelai seluas 2.000 m?2; serta budidaya rumput laut yang dibina oleh Lantamal VI Makassar. Pada kesempatan tersebut, Kasal juga melakukan penanaman bibit kedelai dan turut memanen rumput laut sebagai bentuk nyata komitmen terhadap pemanfaatan sumber daya lokal, sesuai Peraturan Presiden No. 81 Tahun 2024 tentang Ketahanan Pangan Nasional. Selain fokus pada pangan, TNI AL juga menyediakan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat sekitar. Pelayanan ini melibatkan lima dokter umum, dua dokter gigi, dan lima bintara kesehatan, dengan target layanan untuk lebih dari 500 warga. Tak hanya itu, TNI AL juga membagikan 1.000 bibit mangrove untuk pelestarian pesisir dan menyalurkan 1.000 paket Makan Bergizi Gratis guna mendukung program pemerintah dalam penanganan stunting. Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kegiatan tersebut, BAZNAS RI turut serta dengan menyalurkan 1.000 paket sembako kepada masyarakat yang hadir. Bantuan ini merupakan bentuk sinergi antara BAZNAS dan TNI AL dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah pesisir. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, memberikan apresiasinya atas kolaborasi yang terjalin dalam kegiatan ini: "BAZNAS mendukung penuh upaya TNI AL dalam memberdayakan masyarakat dan mengoptimalkan potensi lokal. Program ketahanan pangan ini bukan hanya menciptakan kemandirian, tapi juga memperkuat jaringan sosial dan ekonomi masyarakat. Sinergi ini adalah langkah strategis yang sangat kami dukung." Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. dr. H. Khidri Alwi, MA, M.Kes yang turut serta mendampingi menyampaikan komitmen BAZNAS daerah dalam mendukung ketahanan pangan. “Kami di BAZNAS Sulsel siap bersinergi dengan semua pihak dalam upaya meningkatkan kesejahteraan umat. Penyaluran paket sembako ini menjadi langkah awal dari kolaborasi yang lebih luas untuk membangun masyarakat yang mandiri dan sejahtera." Kegiatan strategis ini juga dihadiri oleh berbagai pejabat tinggi dari pusat maupun daerah, yang menunjukkan dukungan penuh terhadap program ketahanan pangan nasional. Beberapa pejabat yang turut hadir di antaranya: Panglima Komando Armada RI, Kabaharkam Polri, Gubernur Sulawesi Selatan, Pangkoarmada II, Asintel Kasal, Aspotmar Kasal, dan Asops Kasal, Pangdam XIV Hasanuddin, Kapolda Sulawesi Selatan, Kaskopsud II, Kadispotmaral, Kadisfaslanal dan Kadispenal, Danlantamal VI Makassar, Ketua Maporina, Bupati Takalar dan Bupati Selayar, Dansatdik 2 dan Dansatlinlamil 3, Liaison Officer Kodam XIV Hasanuddin, Kaladokgi Yos Sudarso, Para pejabat Forkopimda Kabupaten Takalar, Unsur TNI/POLRI serta tamu undangan lainnya Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan kuatnya sinergi lintas sektor dalam mendukung agenda nasional, khususnya dalam bidang ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat. -mJk-

19-04-2025 | Humas BAZNAS SULSEL

Pimpinan dan Staf BAZNAS Sulsel Ucapkan Selamat Idul Fitri 1446 H: Perkuat Komitmen dalam Pelayanan ZIS yang Aman dan Profesional
Pimpinan dan Staf BAZNAS Sulsel Ucapkan Selamat Idul Fitri 1446 H: Perkuat Komitmen dalam Pelayanan ZIS yang Aman dan Profesional
Makassar, 31 Maret 2025 - Dalam suasana penuh suka cita menyambut Hari Raya Idul Fitri 1446 H, Pimpinan dan seluruh staf Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan dari kota Makassar menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1446 H, Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum kepada seluruh masyarakat Muslim di Sulawesi Selatan dan sekitarnya. BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan mengungkapkan rasa syukur atas dukungan dan kepercayaan masyarakat dalam menyalurkan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) melalui lembaga resmi ini. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para muzaki yang telah menunaikan kewajiban zakatnya, yang InsyaAllah akan disalurkan kepada mustahik dengan tepat dan sesuai prinsip 3A: Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. dr. H. Khidri Alwi, MA, M.Kes, mewakili Keluarga Besar BAZNS Provinsi Sulawesi Selatan menyampaikan harapan dan doanya di hari kemenangan ini: “Idul Fitri adalah momentum suci untuk mempererat silaturahmi dan meningkatkan solidaritas sosial. Atas nama pimpinan dan seluruh staf BAZNAS Sulsel, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1446 H. Semoga seluruh amal ibadah kita di bulan Ramadan diterima oleh Allah SWT dan menjadi bekal menuju pribadi yang lebih bertakwa. Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada BAZNAS. InsyaAllah kami terus menjaga amanah ini dengan profesionalisme dan integritas.” Peringatan Idul Fitri tahun ini menjadi penguat komitmen BAZNAS Sulsel dalam mengelola dana ZIS dengan transparan dan penuh tanggung jawab, demi meningkatkan kesejahteraan umat dan mendukung pembangunan daerah berbasis keadilan sosial. Mohon Maaf Lahir dan Batin. Semoga keberkahan dan kemuliaan Ramadan tetap menyertai kita semua di hari yang fitri ini. -mJk-

31-03-2025 | Humas BAZNAS SULSEL

Artikel Terbaru

Strategi Menjemput Lailatul Qadar: Mengoptimalkan Ibadah di 10 Malam Terakhir Ramadan
Strategi Menjemput Lailatul Qadar: Mengoptimalkan Ibadah di 10 Malam Terakhir Ramadan
Hari Ke-20 Series Ramadhan 1447H BAZNAS Sulsel Tanpa terasa, fajar hari ke-20 Ramadan 1447H telah menyapa kita. Di titik ini, atmosfer di seluruh Sulawesi Selatan mulai mengalami pergeseran yang signifikan. Di kota Makassar, kesibukan di pasar-pasar tradisional dan pusat perbelanjaan mungkin mulai meningkat, namun di sisi lain, gema doa dari masjid-masjid semakin syahdu. Kita kini berada di ambang pintu gerbang "babak final" bulan suci, yaitu sepuluh malam terakhir yang di dalamnya tersimpan satu malam yang lebih baik dari seribu bulan: Lailatul Qadar. Bagi setiap Muslim di tanah Sulawesi, sepuluh malam terakhir adalah waktu "All-In". Ini adalah saat di mana kita harus mengeluarkan seluruh potensi terbaik kita untuk beribadah. Namun, menjemput malam kemuliaan bukan sekadar tentang begadang semalam suntuk. Diperlukan strategi yang matang, niat yang tulus, serta keseimbangan antara kesalehan individu (ritual) dan kesalehan sosial (Zakat, Infak, dan Sedekah). Lailatul Qadar: Investasi Pahala 1000 Bulan Allah SWT dalam Al-Qur'an Surah Al-Qadr menegaskan bahwa satu malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Jika dikonversi ke dalam umur manusia, seribu bulan setara dengan 83 tahun lebih - sebuah durasi yang mungkin melebihi rata-rata umur manusia modern saat ini. Bayangkan jika di malam tersebut Anda sedang bersujud, membaca Al-Qur'an, atau menyalurkan sedekah melalui BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan. Maka, amalan yang Anda lakukan di detik itu akan dicatat seolah-olah Anda melakukannya secara konsisten selama 83 tahun tanpa henti. Inilah mukjizat waktu yang Allah berikan kepada umat Nabi Muhammad SAW agar kita bisa mengejar ketertinggalan amal. Strategi 1: Meningkatkan Intensitas Ibadah Ritual Masyarakat Sulawesi Selatan memiliki semangat beribadah yang luar biasa. Di sepuluh malam terakhir, masjid-masjid ikonik seperti Masjid Raya Makassar, Masjid Al Markaz Al Islami atau Masjid 99 Kubah biasanya dipenuhi oleh jamaah yang melakukan I’tikaf. Strategi pertama adalah memastikan kualitas ibadah ritual kita meningkat: I’tikaf yang Berkualitas: Berdiam diri di masjid bukan sekadar berpindah tempat tidur. Manfaatkan waktu untuk merenung (muhasabah), memperbanyak dzikir, dan menjauhkan diri dari urusan duniawi sejenak. Shalat Malam (Qiyamul Lail): Jika selama ini kita hanya shalat Tarawih, di sepuluh malam terakhir ini, tambahkanlah dengan shalat Tahajjud, shalat Taubat, dan shalat Hajat di sepertiga malam terakhir. Interaksi Intens dengan Al-Qur'an: Jadikan Al-Qur'an sebagai pendamping utama. Bacalah dengan perlahan, resapi maknanya, dan biarkan ayat-ayat tersebut menyentuh lubuk hati terdalam. Strategi 2: Sedekah sebagai "Jaring Pengaman" Lailatul Qadar Banyak orang hanya fokus pada shalat dan dzikir untuk mencari Lailatul Qadar. Namun, para ulama mengingatkan bahwa sedekah di malam-malam terakhir Ramadan adalah strategi yang sangat cerdas. Mengapa? Karena sedekah adalah amalan yang manfaatnya langsung dirasakan oleh manusia lain, dan Allah sangat mencintai hamba-Nya yang bermanfaat bagi sesama. Jika Anda bersedekah di malam yang bertepatan dengan Lailatul Qadar, maka Anda seolah-olah telah bersedekah setiap malam selama 83 tahun. Di sinilah BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan hadir untuk memfasilitasi niat suci Anda. Melalui layanan digital yang kami sediakan di https://sulsel.baznas.go.id/bayarzakat, warga Makassar dan seluruh rakyat Sulawesi Selatan bisa menyisihkan sebagian hartanya di setiap malam dari malam ke-21 hingga malam ke-30. Dengan cara ini, secara logika Anda dipastikan tidak akan melewatkan pahala sedekah di malam Lailatul Qadar. Strategi 3: Menjalankan Misi "Zakat Menguatkan Indonesia" Tema besar BAZNAS tahun ini, "Zakat Menguatkan Indonesia", menemukan momentum puncaknya di sepuluh malam terakhir. Bangsa Indonesia yang kuat dibangun dari kepedulian rakyatnya. Saat Anda berburu malam kemuliaan, ingatlah bahwa di luar sana, di pelosok desa di Sulawesi Selatan, masih banyak saudara kita yang berjuang melawan kemiskinan. Zakat, Infak, Sedekah maupun Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) yang Anda salurkan melalui BAZNAS Sulsel di malam-malam terakhir ini akan menjadi energi penguat bagi bangsa. - Sedekah Anda membantu menutupi kebutuhan pangan fakir miskin di hari raya. - Zakat Anda membantu memuliakan anak yatim di seluruh wilayah Sulawesi Selatan. - Infak Anda membantu pembangunan sarana dakwah dan ekonomi umat. Inilah cara kita menjemput Lailatul Qadar: Dengan tangan yang bersujud kepada Allah dan tangan yang terulur membantu sesama. Kearifan Lokal Sulsel: Sipakainge di Malam Kemuliaan Budaya Sulawesi Selatan menjunjung tinggi nilai Sipakainge (saling mengingatkan). Di hari ke-20 ini, mari kita saling mengingatkan antar anggota keluarga, tetangga, dan rekan kerja di Makassar untuk tidak "kendur" di garis finish. Seringkali, saat hari raya semakin dekat, fokus kita berpindah ke urusan baju baru atau kue lebaran. Nilai Sipakatau (memanusiakan manusia) juga mengajarkan kita bahwa kebahagiaan sejati di hari kemenangan nanti hanya bisa diraih jika kita telah memastikan hak-hak mustahik terpenuhi. Menjemput Lailatul Qadar adalah tentang membersihkan diri dari egoisme dan menggantinya dengan semangat berbagi. Tips Praktis Menjemput Lailatul Qadar bagi Profesional di Makassar Bagi warga Makassar yang memiliki mobilitas tinggi dan kesibukan pekerjaan, berikut adalah tips agar tetap bisa mengoptimalkan sepuluh malam terakhir: Atur Waktu Istirahat: Sebisa mungkin kurangi aktivitas yang tidak perlu di siang hari agar fisik tetap prima untuk beribadah di malam hari. Siapkan Target Sedekah Harian: Tentukan nominal sedekah yang akan Anda keluarkan setiap malam ganjil (atau setiap malam) selama sepuluh hari terakhir melalui BAZNAS Sulsel. Manfaatkan Teknologi: Gunakan aplikasi perbankan atau website BAZNAS Sulsel untuk menunaikan ZIS. Ini sangat praktis, aman syar’i, dan tidak akan mengganggu waktu kekhusyukan ibadah Anda di masjid. BAZNAS Sulsel: Jembatan Kebaikan di Malam Kemuliaan Kami di BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan berkomitmen penuh untuk mengawal ibadah sosial Anda di masa-masa puncak Ramadan ini. Kami memastikan bahwa setiap rupiah yang Anda amanahkan akan dikelola secara profesional, transparan dan akuntabel. Penyaluran dana zakat dan sedekah dilakukan hingga ke daerah-daerah terpencil di Sulawesi Selatan, memastikan bahwa kebahagiaan Lailatul Qadar dan Idul Fitri bisa dirasakan oleh semua lapisan masyarakat, bukan hanya mereka yang berada di kota besar. Mariki' Raih Kemenangan di Garis Finish Sepuluh hari ke depan adalah waktu yang akan menentukan kualitas Ramadan kita tahun ini. Jangan biarkan Lailatul Qadar berlalu begitu saja tanpa ada jejak kebaikan yang kita tinggalkan. Mari kita kencangkan ikat pinggang, perbanyak istighfar dan luaskan kedermawanan. Warga Makassar dan masyarakat Sulawesi Selatan adalah pejuang yang pantang menyerah. Mari kita buktikan semangat "Ewako" kita dalam beribadah. Dengan strategi ibadah yang konsisten dan sedekah yang mengalir melalui BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, mari kita jemput malam seribu bulan itu dengan tangan yang bersih dan jiwa yang suci. Semoga Allah SWT mempertemukan kita dengan Lailatul Qadar dan menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang beruntung, yang kembali kepada fitrah dalam keadaan takwa yang sebenar-benarnya. Demikian artikel Series Ramadhan BAZNAS Sulsel Hari Ke-20. Semoga ulasan ini memotivasi kita untuk memaksimalkan setiap detik di sepuluh malam terakhir Ramadan. Mariki' Terus Bersinergi Menguatkan Sulawesi Selatan dan Indonesia Melalui Zakat! Salurkan ZIS Anda melalui: Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan Jl. Masjid Raya No. 55 Makassar Via Transfer: Bank Sulselbar Syariah Rek. No : 510.053.0000000.25.7 an. BAZ Provinsi Sulawesi Selatan Bank Syariah Indonesia (BSI) Rek. No : 700.2402.704 an. BAZNAS Prov Sulsel BCA Rek. No : 365.036.5789 an. Badan Amil Zakat Nasional Sulsel Via Kantor Digital di link: https://sulsel.baznas.go.id/bayarzakat Untuk Informasi dan Konfirmasi dapat melalui Nomor Layanan Muzakki BAZNAS SULSEL: WhatsApp: 0851 8328 5998 -mJk-
10/03/2026 | Humas BAZNAS SULSEL
Sedekah Subuh Bersama BAZNAS Sulsel: Mewujudkan Visi Zakat Menguatkan Indonesia Sejak Terbit Fajar
Sedekah Subuh Bersama BAZNAS Sulsel: Mewujudkan Visi Zakat Menguatkan Indonesia Sejak Terbit Fajar
Hari Ke-19 Series Ramadhan 1447H BAZNAS Sulsel Suasana fajar di kota Makassar selalu memiliki daya magis tersendiri. Saat adzan Subuh berkumandang dari menara-menara Masjid di kota Makassar, udara dingin yang berhembus dari pesisir Pantai Losari seolah membawa ketenangan yang luar biasa. Namun di balik ketenangan itu, tersimpan sebuah rahasia besar yang telah dijanjikan oleh langit bagi siapa saja yang ingin mengubah nasibnya. Kita kini telah memasuki hari ke-19 Ramadan 1447H, sebuah ambang pintu menuju sepuluh malam terakhir, masa-masa di mana setiap detik bernilai emas. Di titik krusial ini, ada satu amalan yang jika dilakukan secara istiqomah, akan menjadi "kunci" pembuka pintu rezeki yang paling dahsyat bagi masyarakat Sulawesi Selatan: Sedekah Subuh. Banyak yang bertanya, "Mengapa harus Subuh? Bukankah sedekah bisa dilakukan kapan saja?". Bagi Anda warga Sulawesi Selatan yang dikenal sebagai masyarakat religius dan pekerja keras, memahami keistimewaan Sedekah Subuh di bulan Ramadan akan mengubah cara Anda memandang harta dan keberkahan hidup. 1. Doa Malaikat: Jaminan Langit di Setiap Fajar Keistimewaan pertama Sedekah Subuh bukan sekadar motivasi kosong, melainkan berdasarkan hadits shahih yang sangat populer. Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada satu subuh pun yang dialami hamba-hamba Allah kecuali turun kepada mereka dua malaikat. Salah satu di antara keduanya berdoa: ‘Ya Allah, berilah ganti bagi orang yang berinfak’, sedangkan yang satu lagi berdoa ‘Ya Allah, berilah kerusakan bagi orang yang menahan hartanya’.” (HR. Bukhari & Muslim). Bayangkan kekuatannya: Setiap fajar menyingsing di atas langit Sulawesi Selatan, malaikat turun secara khusus untuk mendoakan Anda. Saat warga Makassar lainnya mungkin masih terlelap setelah sahur, Anda yang menggerakkan tangan untuk bersedekah melalui BAZNAS Sulsel secara otomatis mendapatkan "stempel" doa dari makhluk yang paling taat kepada Allah. Doa malaikat adalah doa yang dikabulkan tanpa penghalang. Ini adalah investasi paling aman yang bisa dilakukan oleh seorang Muslim di tanah Sulawesi. 2. Sedekah Subuh di Bulan Ramadan: Pahala yang Melangit Jika sedekah di hari biasa saja sudah dahsyat, bayangkan jika dilakukan di bulan Ramadan, dan lebih spesifik lagi, di sisa malam-malam terakhir menuju Lailatul Qadar. Di bulan suci ini, Allah SWT melipatgandakan setiap amalan tanpa batas. Masyarakat Sulawesi Selatan mengenal konsep Barakka (berkah). Keberkahan bukan soal berapa banyak nominal yang Anda miliki, melainkan seberapa manfaat harta tersebut bagi hidup Anda. Sedekah Subuh di bulan Ramadan adalah cara terbaik untuk mengundang Barakka tersebut masuk ke dalam rumah tangga, usaha, dan pekerjaan Anda. Satu rupiah yang Anda keluarkan di waktu fajar Ramadan, nilainya bisa setara dengan jutaan rupiah di hari-hari biasa. 3. Penolak Bala bagi Warga Sulawesi Selatan Warga Sulawesi Selatan sering kali melakukan mobilitas tinggi, mulai dari pedagang yang berangkat ke pasar di waktu fajar hingga para profesional yang menembus kemacetan kota Makassar. Sedekah Subuh berfungsi sebagai "perisai" harian. Rasulullah SAW mengingatkan bahwa sedekah dapat menolak bala (musibah). Dengan mengawali hari melalui sedekah ke BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, Anda seolah-olah sedang menyewa perlindungan langit untuk menjaga keselamatan Anda di jalanan, menjaga kesehatan keluarga dan menghindarkan usaha Anda dari kerugian yang tidak terduga. 4. Spirit Sipakalebbi dan Kepedulian Sosial Dalam kearifan lokal kita, ada nilai Sipakalebbi (saling menghargai) dan Sipakatau (saling memanusiakan). Sedekah Subuh adalah manifestasi tertinggi dari nilai-nilai luhur ini. Di saat fajar menyingsing, masih banyak saudara kita di pelosok Sulawesi Selatan yang sedang berjuang menyambung hidup. Ada petugas kebersihan jalanan di Makassar yang sudah bekerja sebelum matahari terbit, ada janda dhuafa yang sedang bingung mencari makan untuk anak-anaknya. Sedekah Subuh Anda melalui BAZNAS Sulsel langsung menyasar mereka. Anda tidak hanya memberi materi, tapi Anda sedang memanusiakan mereka dan memberi mereka harapan untuk menjalani hari dengan lebih baik. 5. Digitalisasi Sedekah Subuh: Solusi Praktis Warga Makassar Dulu, melakukan sedekah subuh mungkin terasa sulit karena harus mencari kotak amal atau orang miskin di kegelapan fajar. Namun, seiring dengan kemajuan teknologi di Sulawesi Selatan, hambatan tersebut sudah sirna. BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan telah menghadirkan kanal digital yang memungkinkan Anda bersedekah subuh hanya dengan beberapa sentuhan di smartphone. Sesaat setelah shalat Subuh dan berdzikir, warga Makassar bisa langsung membuka website atau scan QRIS BAZNAS Sulsel. Tidak perlu keluar rumah, tidak perlu antre, dan yang paling penting: Kerahasiaan sedekah Anda terjaga (Aman Syar’i). Setiap rupiah yang Anda transfer di waktu subuh akan dicatat oleh malaikat dan dikelola secara profesional oleh BAZNAS SULSEL untuk disalurkan kepada 8 Asnaf di seluruh wilayah Sulawesi Selatan. 6. Zakat Menguatkan Indonesia: Dimulai dari Fajar di Sulsel Tema "Zakat Menguatkan Indonesia" sangat relevan dengan gerakan Sedekah Subuh. Indonesia yang kuat dibangun dari kemandirian masyarakatnya. Jika seluruh umat Islam di Sulawesi Selatan konsisten melakukan sedekah subuh, akan terkumpul dana raksasa yang bisa digunakan untuk: - Memberikan modal usaha bagi pedagang kecil di pasar-pasar tradisional Sulsel. - Menyediakan bantuan kesehatan bagi mustahik ydi pelosok daerah. - Membiayai pendidikan anak-anak cerdas dari keluarga tidak mampu di kota Makassar. Kekuatan bangsa ini ada pada kedermawanan rakyatnya. Dan kedermawanan itu paling indah jika dimulai di waktu paling jernih dalam sehari, yaitu waktu Subuh. 7. Tips Istiqomah Sedekah Subuh bagi Muzakki Sulsel Agar amalan ini tidak hanya menjadi semangat sesaat, berikut adalah strategi bagi Anda: 1. Niatkan sebagai Syukur: Anggaplah sedekah ini sebagai "pajak syukur" atas nikmat napas yang masih Allah berikan pagi itu. 2. Gunakan Layanan Digital BAZNAS Sulsel: akses link https://sulsel.baznas.go.id/sedekah untuk bersedekah atau simpan nomor rekening atau gambar QRIS BAZNAS Sulsel di galeri ponsel Anda. Jadikan ini sebagai rutinitas setelah salam dalam shalat Subuh. Nominal Tidak Harus Besar: Lebih baik sedekah Rp10.000 setiap subuh secara rutin daripada Rp1.000.000 tapi hanya sekali setahun. Konsistensi (Dawam) adalah hal yang paling dicintai Allah. Penutup: Jangan Biarkan Malaikat Melewatkan Nama Anda Hari ke-19 Ramadan adalah pengingat bahwa waktu semakin singkat. Jangan biarkan matahari terbit di langit Sulawesi Selatan besok pagi tanpa mencatat nama Anda dalam daftar orang-orang yang didoakan oleh para malaikat. Mari kita buktikan bahwa kedermawanan warga Makassar dan rakyat Sulawesi Selatan tidak pernah tidur. Dengan sedekah subuh melalui BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, kita sedang membangun jembatan cahaya menuju rida Allah dan kesejahteraan sesama. Tunaikan sedekah subuh Anda sekarang. Sucikan hati, bersihkan harta, dan mari bersama kita Kuatkan Indonesia mulai dari fajar hari ini. Demikian artikel Series Ramadhan BAZNAS Sulsel Hari Ke-19. Semoga ulasan ini memotivasi kita untuk terus mengetuk pintu rezeki di waktu paling mustajab. Mariki' Terus Bersinergi Menguatkan Sulawesi Selatan dan Indonesia Melalui Zakat! Salurkan ZIS Anda melalui: Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan Jl. Masjid Raya No. 55 Makassar Via Transfer: Bank Sulselbar Syariah Rek. No : 510.053.0000000.25.7 an. BAZ Provinsi Sulawesi Selatan Bank Syariah Indonesia (BSI) Rek. No : 700.2402.704 an. BAZNAS Prov Sulsel BCA Rek. No : 365.036.5789 an. Badan Amil Zakat Nasional Sulsel Via Kantor Digital di link: https://sulsel.baznas.go.id/bayarzakat Untuk Informasi dan Konfirmasi dapat melalui Nomor Layanan Muzakki BAZNAS SULSEL: WhatsApp: 0851 8328 5998 -mJk-
09/03/2026 | Humas BAZNAS SULSEL
Uzur Syar’i Bukan Penghalang Berkah: Kupas Tuntas Aturan dan Cara Bayar Fidyah di BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan
Uzur Syar’i Bukan Penghalang Berkah: Kupas Tuntas Aturan dan Cara Bayar Fidyah di BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan
Hari Ke-18 Series Ramadhan 1447H BAZNAS Sulsel Tanpa terasa, kita telah melangkah jauh hingga ke hari ke-18 Ramadan 1447H. Di saat sebagian besar warga Makassar dan sekitarnya tengah bersemangat mempersiapkan diri menyambut sepuluh malam terakhir, ada sebagian saudara kita di berbagai sudut Sulawesi Selatan yang memandang Ramadan dengan perasaan haru sekaligus sedih. Mereka adalah orang tua kita yang sudah lanjut usia, saudara kita yang tengah terbaring sakit atau para ibu yang tengah berjuang menjaga kesehatan janin dan bayinya. Ada rasa sesak di dada saat mereka melihat sanak keluarga berbuka dan sahur, sementara mereka sendiri tidak mampu menjalankan ibadah puasa karena kondisi fisik yang tidak memungkinkan. Namun, Islam adalah agama yang penuh rahmat dan kemudahan (Yusrun). Allah SWT tidak pernah membebani hamba-Nya di luar batas kemampuannya. Bagi mereka yang memiliki uzur syar’i yang bersifat permanen atau berat, Allah memberikan "pintu darurat" yang mulia bernama Fidyah. Memahami Fidyah: Menebus Kewajiban dengan Kemanusiaan Fidyah secara bahasa berarti tebusan. Dalam terminologi fiqh, fidyah adalah kompensasi berupa pemberian makan kepada fakir miskin sebagai pengganti ibadah puasa yang ditinggalkan. Hal ini berlandaskan langsung pada Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 184: “...Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin...” Di Sulawesi Selatan, nilai-nilai kemanusiaan ini sangat sejalan dengan falsafah Sipakatau (saling memanusiakan). Fidyah adalah cara Islam memanusiakan mereka yang lemah secara fisik agar tetap bisa meraih keberkahan Ramadan melalui jalur sosial. Dengan membayar fidyah, kewajiban agama tetap tertunaikan dan di saat yang sama, ada perut fakir miskin di pelosok Sulawesi Selatan yang terisi. Siapa Saja yang Wajib Membayar Fidyah? Penting bagi masyarakat Makassar dan sekitarnya untuk memahami siapa saja kategori orang yang diperbolehkan tidak berpuasa dan menggantinya dengan fidyah, agar tidak terjadi salah kaprah dalam menjalankan syariat: Lansia (Lanjut Usia): Orang tua yang sudah sangat lemah dan tidak kuat lagi berpuasa, serta jika dipaksakan akan membahayakan kesehatannya. Orang Sakit Menahun: Mereka yang mengidap penyakit kronis yang menurut keterangan medis kecil kemungkinannya untuk sembuh total, sehingga tidak memungkinkan bagi mereka untuk meng-qadha (mengganti) puasa di hari lain. Ibu Hamil dan Menyusui: Jika mereka mengkhawatirkan kesehatan sang buah hati, mayoritas ulama (Mazhab Syafi’i) mewajibkan mereka meng-qadha puasa sekaligus membayar fidyah. Namun, jika uzurnya benar-benar berat, konsultasi dengan amil di BAZNAS Sulsel sangat disarankan untuk kepastian hukumnya. Hitungan Fidyah: Berapa yang Harus Dikeluarkan? Banyak muzakki di Sulawesi Selatan bertanya, "Berapa besaran fidyah yang harus saya bayar untuk orang tua saya?". Secara syar’i, besaran fidyah adalah 1 mud (sekitar 675 gram atau 0,7 kg) makanan pokok untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan. Namun, untuk memberikan manfaat yang lebih nyata dan memudahkan pendistribusian di wilayah Sulawesi Selatan, BAZNAS mengonversinya ke dalam bentuk makanan siap saji atau nilai uang yang setara dengan biaya makan satu hari. Berdasarkan keputusan bersama antara kementerian Agama Kota Makssar, Kepala Bagian Kesra Setda Kota Makassar, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Makassar, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Makassar, Badan Amil Zakat Nasional(BAZNAS) Kota Makassar, Dandim 1408 Makassar dan Kapolrestabes Kota Makassar menetapkan nilai Fidyah sebesar Rp. 30.000, Rp. 40.000 atau Rp. 50.000,- per hari menyesuaikan dengan standar konsumsi harian orang yang menunaikan. BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan memfasilitasi pembayaran fidyah dengan nilai yang telah ditetapkan tersebut, fidyah Anda akan diwujudkan dalam bentuk paket pangan bergizi yang disalurkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan (Asnaf Fakir dan Miskin). Fidyah Menguatkan Indonesia: Spirit dari Sulawesi Selatan Sesuai dengan tema besar tahun ini, "Zakat Menguatkan Indonesia", fidyah memainkan peran yang tidak kalah pentingnya dengan zakat. Mengapa? Karena fidyah adalah jaring pengaman sosial yang memastikan tidak ada saudara kita di pelosok Sulawesi Selatan yang kelaparan di bulan suci ini. Bayangkan kekuatannya: Jika ada ribuan warga di Makassar yang membayar fidyah karena uzur, maka akan ada ribuan porsi makanan yang mengalir ke panti asuhan, rumah-rumah mustahik di pesisir, hingga komunitas lansia terlantar di pelosok daerah. Fidyah mengubah "ketidakmampuan fisik" menjadi "kekuatan ekonomi" bagi kaum tidak mampu. Inilah cara kita menguatkan Indonesia—dengan memastikan kedaulatan pangan terjaga bahkan dari kompensasi ibadah. Mengapa Menyalurkan Fidyah Melalui BAZNAS Sulsel? Menyalurkan fidyah secara mandiri mungkin terlihat mudah, namun menyalurkannya melalui lembaga resmi seperti BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan memberikan jaminan kualitas ibadah Anda: Aman Syar’i: Kami menjamin fidyah Anda hanya diberikan kepada mereka yang berhak (Fakir dan Miskin), bukan kepada sembarang orang di pinggir jalan yang belum tentu masuk kategori penerima. Aman Regulasi: Anda akan menerima bukti setor resmi yang mencatat setiap hari fidyah yang Anda bayarkan. Ini adalah bentuk pertanggungjawaban yang transparan. Jangkauan Luas: BAZNAS memiliki data mustahik yang akurat di seluruh Sulawesi Selatan berdasarkan nama dan alamat. Fidyah Anda bisa menjangkau daerah yang mungkin tidak bisa Anda datangi sendiri. Melalui semangat Sipakalebbi (saling menghargai), BAZNAS Sulsel menjaga martabat para penerima fidyah. Paket makanan atau bahan pangan diserahkan dengan penuh hormat, sehingga mereka merasakan kasih sayang dari saudara sebangsanya, bukan sekadar menerima sisa atau belas kasihan. Panduan Bayar Fidyah Online: Tanpa Antre, Tanpa Ribet Bagi Anda warga Makassar yang sibuk merawat orang tua yang sakit atau memiliki mobilitas tinggi, BAZNAS Sulsel menyediakan kemudahan pembayaran fidyah secara digital. Anda tidak perlu lagi mencari kantor BAZNAS SULSEL di tengah kemacetan kota. Kunjungi Website: Masuk ke https://sulsel.baznas.go.id/bayarzakat Pilih Menu Fidyah: Masukkan jumlah hari puasa yang ditinggalkan. Sistem akan menghitung otomatis nominal rupiahnya. Lakukan Pembayaran: Gunakan transfer bank atau metode pembayaran digital lainnya. Konfirmasi: Sertakan niat fidyah saat melakukan transaksi untuk memantapkan hati. Bagi para lansia dan penderita sakit di Sulawesi Selatan, janganlah bersedih hati karena tidak bisa berpuasa. Allah Maha Tahu setiap niat yang tulus. Menunaikan fidyah melalui BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan adalah jalan bagi Anda untuk tetap "hadir" di meja-meja makan mustahik. Senyum mereka saat menerima santapan berbuka dari fidyah Anda adalah "pahala pengganti" yang sangat luar biasa. Di hari ke-18 Ramadan ini, mari kita bersihkan tanggungan fidyah kita atau orang tua kita. Jangan tunda hingga akhir Ramadan agar manfaatnya bisa segera dirasakan oleh mustahik yang sedang menanti bantuan pangan. Kemudahan Agama, Kekuatan Bangsa Fidyah adalah bukti bahwa Islam sangat menghargai kehidupan dan kesehatan manusia. Di tanah Sulawesi Selatan yang menjunjung tinggi nilai Sipakainge (saling mengingatkan), mari kita saling mengingatkan bahwa uzur fisik bukanlah penghalang untuk berbagi. Zakat, Infaq, Sedekah, dan Fidyah kita adalah pondasi yang akan Menguatkan Indonesia. Dari kota Makassar hingga pelosok desa, mari kita tebarkan pesan bahwa Ramadan adalah milik semua orang—termasuk mereka yang hanya bisa berpuasa melalui kompensasi fidyah. Mariki' sinergi, mariki' berbagi dan mariki' kuatkan sesama. Demikian artikel Series Ramadhan BAZNAS Sulsel Hari Ke-18. Semoga ulasan ini memberikan ketenangan dan panduan yang jelas bagi Anda dalam menunaikan kewajiban fidyah. Mariki' Terus Bersinergi Menguatkan Sulawesi Selatan dan Indonesia Melalui Zakat! Salurkan ZIS/Fidyah Anda melalui: Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan Jl. Masjid Raya No. 55 Makassar Via Transfer: Bank Sulselbar Syariah Rek. No : 510.053.0000000.25.7 an. BAZ Provinsi Sulawesi Selatan Bank Syariah Indonesia (BSI) Rek. No : 700.2402.704 an. BAZNAS Prov Sulsel BCA Rek. No : 365.036.5789 an. Badan Amil Zakat Nasional Sulsel Via Kantor Digital di link: https://sulsel.baznas.go.id/bayarzakat Untuk Informasi dan Konfirmasi dapat melalui Nomor Layanan Muzakki BAZNAS SULSEL: WhatsApp: 0851 8328 5998
08/03/2026 | Humas BAZNAS SULSEL

BAZNAS TV