WhatsApp Icon
Di Hadapan Kiai dan Ulama, Presiden Prabowo Apresiasi Kontribusi Besar BAZNAS Bantu Palestina

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mendapat apresiasi dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, atas kontribusi besarnya dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina.

Apresiasi tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam acara silaturahmi bersama 121 kiai, ulama, dan pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (5/3/2026). Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo tak kuasa menahan air mata saat menyampaikan apresiasi mendalam atas peran besar BAZNAS dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina.

Suasana hening tercipta ketika Presiden terdiam sejenak dan meneteskan air mata usai menyaksikan video dokumentasi pengiriman bantuan yang diterima langsung oleh masyarakat Palestina. Dengan suara bergetar, Prabowo menegaskan, BAZNAS telah menjadi representasi kepedulian bangsa Indonesia dan umat Islam di tanah air.

"Luar biasa, terima kasih BAZNAS. Anda mewakili bangsa Indonesia, Anda mewakili umat Islam di Indonesia. Bantuan Anda sangat dirasakan (oleh masyarakat Palestina)," ujar Presiden Prabowo sembari mengusap air mata dengan handuk kecil di podium.

Presiden Prabowo mengungkapkan, pemerintah memberikan dukungan penuh dalam proses distribusi bantuan tersebut. Ia menyebutkan, pemerintah akan mendukung penuh BAZNAS, dengan menyiapkan sarana pengiriman udara, termasuk pesawat Hercules dan payung udara (airdrop), untuk memastikan bantuan logistik sampai dengan aman. 

"Banyak bahan-bahan yang diterjunkan adalah bahan-bahan melalui BAZNAS. Saya berterima kasih atas nama pemerintah dan bangsa Indonesia atas bantuan saudara-saudara BAZNAS yang mengorganisirnya," tambah Presiden Prabowo.

Momen emosional tersebut disambut tepuk tangan haru dari para kiai dan tokoh Islam yang hadir. Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi momentum penguatan komitmen dan solidaritas kemanusiaan Indonesia di tengah krisis yang melanda Gaza.

Keberhasilan BAZNAS dalam menghimpun dan menyalurkan bantuan secara tepat sasaran dinilai Presiden sebagai prestasi luar biasa dalam membawa amanah umat Islam Indonesia untuk perdamaian dunia.

Selama Ramadan 1447 H, BAZNAS juga turut menghadirkan program bantuan untuk Palestina, antara lain paket makanan (food packages), makanan siap saji (hot meals), layanan kesehatan, penyediaan air bersih, pakaian, tenda permukiman dan tenda rumah, selimut, tenda masjid, hingga tenda kelas bagi anak-anak di wilayah terdampak konflik.

Menanggapi apresiasi Presiden tersebut, Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, Dr.H.Muhammad Ishaq Shamad, MA, menyampaikan bahwa dukungan pemerintah dan perhatian masyarakat menjadi kekuatan besar dalam memperluas bantuan kemanusiaan untuk Palestina. Menurutnya, solidaritas umat Islam Indonesia harus terus dijaga, terutama di tengah situasi kemanusiaan yang masih sangat memprihatinkan di Gaza.

“Apresiasi Presiden menjadi penyemangat bagi kami di BAZNAS SULSEL untuk terus bekerja lebih maksimal. Bantuan yang disalurkan kepada saudara-saudara kita di Palestina merupakan amanah dari umat yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Dr. Ishaq juga mengajak masyarakat Sulawesi Selatan untuk terus menyalurkan donasi kemanusiaan melalui BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan agar bantuan bagi rakyat Palestina dapat terus berlanjut.

 

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak berhenti menunjukkan kepedulian. Setiap zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan melalui BAZNAS InsyaAllah akan disalurkan untuk membantu meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Palestina,” tutupnya.

 

-mJk-

08/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS SULSEL
Ramadan Menguatkan Palestina, BAZNAS RI Distribusikan 100.000 Liter Air Bersih untuk Warga Gaza

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI telah mendistribusikan 100.000 liter air bersih di Al Jalaa region, Gaza, Palestina. Program ini bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih bagi 2.500 jiwa warga Palestina yang terdampak krisis air.

Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya distribusi air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar rakyat Palestina yang kian mendesak. Menurutnya, penyaluran ini menjadi bentuk kepedulian masyarakat Indonesia yang terus mengalir untuk rakyat Palestina.

“Alhamdulillah telah dilaksanakan penyaluran air bersih, ini merupakan kebutuhan vital yang tidak bisa ditunda pemenuhannya, terlebih dalam kondisi darurat akibat konflik berkepanjangan dan di bulan suci Ramadan ini," ujar Kiai Noor dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Kiai Noor menjelaskan, ada pemandangan mengharukan setiap kali BAZNAS RI menyalurkan bantuan air bersih. Anak-anak, remaja, hingga lansia berbondong-bondong membawa jerigen, botol bekas, ember bekas, atau apapun yang dapat mereka gunakan untuk menampung dan membawa air bersih ke rumah-rumah mereka.

“Mereka rela antre di depan truk-truk tangki air demi mendapatkan air yang layak dikonsumsi,” ujar Kiai Noor.

Oleh karena itu Kiai Noor menegaskan, BAZNAS RI akan terus berkomitmen mengirimkan pasokan bantuan air bersih untuk membantu mereka mengatasi krisis air di tanah Palestina. 

Program distribusi air bersih juga merupakan bagian dari upaya BAZNAS untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Palestina dan memperkuat solidaritas bangsa Indonesia. 

“Kami berharap apa yang telah disalurkan dapat membawa manfaat bagi warga Palestina dan membantu mereka mengatasi kesulitan,” kata dia.

Ucapan terima kasih tidak henti-hentinya disampaikan oleh warga Palestina untuk Indonesia. “Terima kasih Indonesia atas air bersihnya,” ujar mereka.

Lebih lanjut, Kiai Noor menegaskan, BAZNAS RI akan terus memantau perkembangan situasi di Gaza dengan fokus utama memastikan kebutuhan mendasar seperti pangan, air, dan layanan kesehatan tetap dapat diakses warga.

Mari lanjutkan aksi nyata ini, basuh luka Palestina dengan meringankan beban mereka melalui sedekah terbaik Anda melalui Dompet Solidaritas Palestina BAZNAS.

BSI 100.426.6893

a.n. Badan Amil Zakat Nasional

Atau melalui: baznas.go.id/bantupalestina

05/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS SULSEL
Berkah Ramadan, BAZNAS RI Distribusikan 4.000 Porsi Makanan Siap Saji bagi Warga Palestina

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus menunjukkan komitmennya dalam misi kemanusiaan global dengan menyalurkan bantuan paket makanan siap saji (hotmeals) bagi warga terdampak konflik di Palestina. Hingga akhir Februari 2026, sebanyak 2.500 porsi dari target total 4.000 porsi telah berhasil didistribusikan kepada warga di wilayah Gaza.

Penyaluran bantuan ini dilakukan secara bertahap di beberapa titik krusial, meliputi Al Sahabini Camp dan kawasan Al Falogah (Al Sultan Camp) di Gaza Utara, serta wilayah Deir El Balah di jalur Gaza. Bantuan ini menjangkau ribuan jiwa yang saat ini masih berjuang di tengah keterbatasan akses pangan akibat krisis kemanusiaan yang berkepanjangan.

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., menyampaikan bahwa program hotmeals ini merupakan amanah dari para muzaki dan masyarakat Indonesia yang secara konsisten menguatkan rakyat Palestina.

"Alhamdulillah, BAZNAS RI kembali hadir di tengah saudara-saudara kita di Palestina. Distribusi paket makanan siap saji ini merupakan upaya nyata kami untuk memastikan warga terdampak, terutama mereka yang berada di kamp pengungsian, mendapatkan asupan gizi yang layak. Kehadiran bantuan ini diharapkan dapat memberikan kekuatan bagi mereka dalam menjalani ibadah di bulan Ramadan," ujar Saidah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, pada Selasa (3/3/2026). 

Saidah menegaskan, distribusi ini akan terus berlangsung secara bertahap hingga mencapai target 4.000 porsi. Fokus utama penyaluran berada di wilayah Gaza Utara dan Gaza Strip, di mana kebutuhan akan bantuan pangan sangat mendesak.

"BAZNAS tidak akan berhenti menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Palestina. Kami berkomitmen untuk terus mendampingi mereka melalui berbagai program, mulai dari bantuan pangan, kesehatan, hingga kebutuhan mendesak lainnya. Inilah bentuk solidaritas tak terbatas bangsa Indonesia untuk kemanusiaan," tambahnya.

Sepanjang aksi distribusi pada 22 hingga 23 Februari 2026, sebanyak 2.500 penerima manfaat telah merasakan dampak langsung dari program ini. 

Mari lanjutkan aksi nyata ini, basuh luka Palestina dengan meringankan beban mereka melalui sedekah terbaik Anda melalui Dompet Solidaritas Palestina BAZNAS.

BSI 100.426.6893

a.n. Badan Amil Zakat Nasional

Atau melalui:

baznas.go.id/bantupalestina

05/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS SULSEL
Jaga Kepercayaan Publik, BAZNAS RI Perkuat Pengawasan Berlapis yang Transparan dan Akuntabel

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperkuat tata kelola kelembagaan melalui penerapan sistem pengawasan berlapis yang transparan dan akuntabel. Upaya ini dilakukan sebagai implementasi mandat Undang-Undang agar pengelolaan ZIS berlangsung sesuai koridor syariat dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A. menyatakan,  transparansi merupakan fondasi utama lembaga dalam menjalankan amanah umat. Ia menekankan, operasional BAZNAS tidak berjalan tanpa kontrol, melainkan diawasi oleh berbagai otoritas resmi.

"BAZNAS dalam menjalankan tugasnya berada dalam sistem pengawasan berlapis sesuai Undang-Undang, termasuk pengawasan syariah, audit internal, audit eksternal, serta pengawasan oleh otoritas terkait," ujar Kiai Noor dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (26/2/2026).

Kiai Noor secara khusus memberikan apresiasi terhadap pernyataan Menteri Agama RI mengenai penguatan fungsi pengawasan BAZNAS. Menurutnya, hal ini sejalan dengan aspirasi BAZNAS di tingkat pusat maupun daerah serta amanat konstitusi.

"Kita mengapresiasi pernyataan Pak Menag karena sesuai dengan harapan kami dan harapan dari daerah-daerah, bahkan sesuai amanat UU No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat Pasal 34 Ayat 1, yang menyebut bahwa Menteri melaksanakan pembinaan dan pengawasan terhadap BAZNAS dan LAZ," jelas Kiai Noor.

Ia menambahkan, inisiatif ini membuka peluang bagi penguatan struktur lembaga yang lebih komprehensif di masa depan.

"Dengan demikian, maka bisa jadi Pak Menteri merasa perlu membentuk lembaga baru di BAZNAS yaitu Dewan Pengawas seperti yang ada di Lembaga Amil Zakat (LAZ). Selama ini berdasar peraturan perundangan yang ada, BAZNAS baru diawasi oleh DPR, Itjen Kemenag, Kantor Akuntan Publik (KAP), dan pengawasan internal. Dengan adanya masukan pemikiran dari Pak Menag, maka ke depan BAZNAS akan lebih kuat lagi dalam melaksanakan prinsip 3 Aman (Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI)," tegasnya.

Kiai Noor menegaskan, BAZNAS sangat terbuka terhadap segala bentuk penguatan pengawasan demi memastikan dana zakat benar-benar tersalurkan kepada mustahik secara tepat sasaran. Sejalan dengan semakin besarnya BAZNAS, maka pembentukan Dewan Pengawas sangat diperlukan.

"Komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas menjadi prinsip utama BAZNAS dalam menjaga amanah umat. Kami terus berupaya meningkatkan kepercayaan publik melalui tata kelola yang profesional demi kemaslahatan bangsa," ujarnya.

02/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS SULSEL
BAZNAS RI Tetapkan Nisab Zakat Penghasilan dan Jasa 2026 Rp7.640.144 per bulan

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menetapkan nisab zakat penghasilan dan jasa tahun 2026 sebesar Rp7.640.144 per bulan atau senilai Rp91.681.728 per tahun. Penetapan tersebut merupakan hasil musyawarah nisab zakat pendapatan dan jasa pada Jumat (20/2/2026), dengan mempertimbangkan aspek syariah, regulasi, serta kondisi ekonomi masyarakat.

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama (Dirzawa Kemenag RI) Prof. Dr. H. Waryono  Abdul Ghafur, M.Ag., menegaskan, Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 31 Tahun 2019 serta Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) nomor 3 tahun 2003 tentang Zakat Penghasilan tetap menjadi rujukan dalam penetapan nisab zakat penghasilan di Indonesia.

Ia menyampaikan, penggunaan standar emas sebagai acuan merupakan upaya menghadirkan ukuran yang lebih objektif dengan mempertimbangkan kemaslahatan Mustahik dan muzaki.

Penetapan nisab ini mengacu pada harga emas 14 karat dengan nilai setara 85 gram emas, sehingga menghasilkan angka Rp91.681.728 per tahun atau Rp7.640.144 per bulan. Harga diperoleh dari harga rata-rata emas selama tahun 2025. Angka tersebut menjadi standar batas minimal penghasilan bagi seorang muslim untuk dikenai kewajiban zakat sebesar 2,5 persen.

Nilai nisab tahun ini mengalami kenaikan sebesar 7 persen dibandingkan tahun 2025. Penyesuaian ini selaras dengan tren kenaikan upah tahunan yang tercatat sebesar 6,17 persen. 

Ia menambahkan, penetapan emas 14 karat masih selaras dengan regulasi yang berlaku saat ini. Dalam PMA Nomor 31 Tahun 2019 tidak diatur secara spesifik mengenai jenis karat emas, sehingga pada tataran implementasi BAZNAS diberikan kewenangan untuk menetapkan standar jenis karat atas 85 gram emas dengan tetap mempertimbangkan aspek kemaslahatan mustahik.

Menurutnya, dinamika kajian terkait standar nisab merupakan bagian dari proses ijtihad untuk memastikan kebijakan yang diambil tetap adaptif terhadap perkembangan zaman. Karena itu, implementasinya perlu terus dikawal melalui sinergi antara Kementerian Agama, BAZNAS, dan seluruh pemangku kepentingan zakat agar pengelolaan zakat nasional berjalan terarah, terukur, dan mampu menghadirkan kemaslahatan yang semakin luas bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., menegaskan, penetapan nisab tidak boleh ditunda karena menyangkut kepastian hukum dan keseragaman tata kelola zakat nasional.

“Kita tidak boleh membiarkan adanya kekosongan standar. Dalam pengelolaan zakat nasional harus ada patokan yang jelas, karena yang menjadi regulator dalam hal ini adalah BAZNAS. Standar ini menjadi rujukan bagi seluruh pengelola zakat,” ujarnya.

Menurutnya, dalam pembahasan tersebut BAZNAS tidak hanya mempertimbangkan aspek normatif, tetapi juga dampaknya terhadap layanan kepada Mustahik yang selama ini telah dilaksanakan melalui berbagai program pengentasan kemiskinan. 

Karena itu, keputusan penggunaan emas 14 karat merupakan bentuk keseimbangan antara kepatuhan terhadap ketentuan syariah dan kemaslahatan umat, dengan tetap memperhatikan rata-rata pendapatan masyarakat agar tidak memberatkan muzaki namun optimal bagi pemberdayaan mustahik.

Penetapan standar emas 14 karat dipandang relevan karena memiliki nilai yang relatif sepadan dengan harga beras premium, sekaligus tetap mengacu pada parameter perak dan Pendapatan Tidak Kena Zakat (PTKZ). Dengan demikian, kebijakan ini dinilai mampu menjaga keseimbangan antara aspek keadilan bagi muzaki dan perlindungan terhadap mustahik.

"Sehingga pengambilan keputusan nisab ini telah memenuhi unsur Aman Syar'i, Aman Regulasi serta memperhatikan kepentingan Muzaki dan mustahik," ujar Kiai Noor.

Keputusan musyawarah ini kemudian dituangkan dalam Surat Keputusan Ketua BAZNAS no.15 tahun 2026 tentang Nilai Nisab Zakat Pendapatan dan Jasa tahun 2026 pada Sabtu (21/2/2026).

Acara tersebut dihadiri oleh Ketua dan Pimpinan BAZNAS RI, yakni Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A.; Prof. (HC). Dr. Zainulbahar Noor, S.E., M.Ec.; Prof. Ir. H. Muhamad Nadratuzzaman Hosen, M.S., M.Ec., Ph.D.; Saidah Sakwan, M.A.; Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM; Kolonel CAJ (Purn.) Drs. Nur Chamdani; KH. Achmad Sudrajat, Lc., M.A.; Deputi I BAZNAS Mohamad Arifin Purwakananta; Deputi II BAZNAS Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si.; serta Sekretaris BAZNAS H. Subhan Cholid, Lc., M.A.

Turut hadir para pakar syariah, antara lain Prof. Dr. Irfan Syauqi Beik Dekan FEM IPB dan Dr. Oni Sahroni, Lc., M.A., yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas Syariah Inisiatif Zakat Indonesia. 

Kegiatan ini juga diikuti oleh perwakilan BAZNAS BAZIS DKI Jakarta, BAZNAS Kota Bekasi, BAZNAS Kabupaten Bogor, BAZNAS Kabupaten Tangerang, dan BAZNAS Kota Tangerang Selatan, serta Dewan Pengawas Syariah dari sejumlah Lembaga Amil Zakat (LAZ), seperti Lazis Muhammadiyah, Lazis ASFA, LAZ Baitul Maal Hidayatullah, dan LAZ Rumah Zakat. Selain itu, BAZNAS provinsi serta kabupaten/kota dari seluruh Indonesia turut berpartisipasi secara daring.

Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. dr. Khidri Alwi, MA, M.Kes yang hadir secara daring dari Kota Makassar, menegaskan bahwa penetapan nisab zakat penghasilan tahun 2026 harus segera disosialisasikan secara masif kepada masyarakat. Menurutnya, kejelasan standar nisab ini penting agar tidak terjadi keraguan di kalangan muzaki dalam menunaikan kewajiban zakat. “BAZNAS daerah wajib menjadikan keputusan ini sebagai rujukan operasional, sekaligus momentum untuk memperkuat edukasi zakat penghasilan. Jika standarnya sudah jelas, maka tugas kita adalah memastikan kepatuhan muzaki dan optimalisasi pendistribusian agar manfaat zakat benar-benar dirasakan oleh mustahik,” ujarnya.

27/02/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS SULSEL

Berita Terbaru

Bangun Jiwa Sosial, BAZNAS RI Beri Pelatihan Dasar Kerelawanan bagi Muzaki dan Masyarakat
Bangun Jiwa Sosial, BAZNAS RI Beri Pelatihan Dasar Kerelawanan bagi Muzaki dan Masyarakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menggelar Program Dasar Kerelawanan BAZNAS Volunteer guna mengajak muzaki dan masyarakat untuk berkontribusi aktif dalam misi-misi BAZNAS serta membangun juwa sosial. Program ini memberikan pengalaman berharga bagi para relawan dalam pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan BAZNAS Volunteer berlangsung selama dua hari, pada Sabtu-Minggu (8-9/2/2025), di Gedung BAZNAS RI, Jakarta Timur. Program ini mengajak para muzaki untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial di masyarakat, dengan tujuan meningkatkan jiwa sosial dan kepedulian mereka terhadap sesama. Deputi I BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Arifin Purwakananta menyampaikan, BAZNAS Volunteer hadir sebagai wadah bagi para relawan untuk memperkuat jiwa sosial dan belajar lebih dalam tentang dunia zakat, infak, dan sedekah. “Relawan adalah pilar penting dalam berbagai kegiatan sosial, termasuk dalam perjuangan menegakkan nilai-nilai kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, serta dalam penghimpunan dan pendayagunaan zakat,” ujar Arifin di Jakarta, Minggu (9/2/2025). Menurutnya, sebagai lembaga yang menjadi garda terdepan dalam penghimpunan dan pendayagunaan zakat di Indonesia, BAZNAS berkomitmen untuk memastikan bahwa zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dapat tersalurkan secara optimal bagi mereka yang membutuhkan. “Oleh karena itu, kehadiran relawan menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam upaya memperkuat gerakan zakat di tengah masyarakat,” jelasnya. Melalui program ini, lanjut Arifin, para peserta bukan hanya belajar tentang teknis menjadi relawan, tetapi juga memahami esensi dari pengabdian yang ikhlas. Ia berharap program tersebut menjadi awal perjalanan untuk lebih aktif dalam membantu masyarakat dan membangun lingkungan yang lebih peduli dan berdaya. Sementara itu, Direktur Layanan dan Promosi, Rulli Kurniawan menambahkan, BAZNAS akan terus melanjutkan program BAZNAS Volunteer guna menghadirkan lebih banyak relawan baru. Hingga saat ini, jumlah peserta yang telah bergabung mencapai 300 orang. “Fokus utama program ini adalah memperkuat pemahaman tentang fundamental volunterisme, memperkenalkan BAZNAS secara lebih mendalam, serta mengenalkan visi, misi, dan berbagai program yang diperjuangkan. Dengan demikian, para relawan dapat berperan secara signifikan dalam berbagai kegiatan sosial,” kata Rulli. Ke depan, Rulli berharap program BAZNAS Volunteer semakin berkembang, dengan semakin banyaknya peserta yang bergabung di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Gerakan ini diharapkan dapat semakin memperkuat peran zakat dalam menyejahterakan umat. Salah satu peserta, Nur Syamsiah, mengaku bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat, terutama bagi pemula yang ingin terjun ke dunia filantropi. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat mendasar dan mudah dipahami. Ia juga berharap BAZNAS terus menjadi garda terdepan dalam menyalurkan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) demi kesejahteraan umat. “Program BAZNAS Volunteer sangat bermanfaat sekali bagi pemula, khususnya bagi saya, yang belum mengetahui secara detail apa itu zakat, infak, dan sedekah. Dengan mengikuti pelatihan, semoga BAZNAS bisa menyejahterakan masyarakat melalui penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah,” kata Nur Syamsiah.
BERITA09/02/2025 | BAZNAS SULSEL
BAZNAS Sulsel Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Ponpes Mambaul Ulum Addariyah DDI Patobong
BAZNAS Sulsel Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Ponpes Mambaul Ulum Addariyah DDI Patobong
Pinrang, 8 Februari 2025 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan menyerahkan bantuan kepada Pondok Pesantren (Ponpes) Mambaul Ulum Addariyah DDI Patobong, Kabupaten Pinrang, yang mengalami musibah kebakaran pada Januari 2025 lalu. Kebakaran tragis ini tidak hanya menyebabkan kerusakan pada fasilitas pesantren, tetapi juga merenggut nyawa seorang santri bernama Muh. Zahwa (14). Penyerahan bantuan ini dilakukan dalam acara Sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Pinrang, sebagai bagian dari peringatan HUT ke-24 BAZNAS. Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. dr. H. Muh. Khidri Alwi, M.Kes., M.A., bersama Wakil Ketua I BAZNAS Sulsel, H. M. Irfan Sanusi, secara simbolis menyerahkan bantuan sebesar Rp20.000.000 kepada pihak ponpes. Selain itu, keluarga korban kebakaran juga menerima santunan masing-masing sebesar Rp2.000.000 sebagai bentuk kepedulian dan dukungan moral bagi mereka yang terdampak. Sekretaris Daerah Kabupaten Pinrang, A. Calo Kerrang, S.P., M.Si., yang turut hadir dalam acara ini, menyampaikan rasa duka mendalam atas musibah yang terjadi dan mengapresiasi langkah cepat BAZNAS dalam menyalurkan bantuan. Ia menekankan pentingnya gotong royong dan kepedulian sosial dalam membantu sesama, terutama bagi lembaga pendidikan Islam yang menjadi wadah pembinaan generasi muda. Ketua BAZNAS Sulsel, Dr. dr. H. Muh. Khidri Alwi, M.Kes., M.A., dalam sambutannya menegaskan bahwa BAZNAS hadir untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, termasuk dalam kondisi darurat seperti musibah kebakaran ini. “Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban pihak pesantren dan keluarga korban, serta membantu proses pemulihan agar aktivitas belajar mengajar dapat kembali berjalan dengan baik,” ujarnya. Wakil Ketua I BAZNAS Sulsel, H. M. Irfan Sanusi, juga menambahkan bahwa kebakaran yang menimpa Ponpes Mambaul Ulum Addariyah menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya solidaritas dan kepedulian sosial. “Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya para muzakki, untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh mereka yang membutuhkan,” tambahnya. Dengan adanya bantuan ini, BAZNAS Sulsel berharap dapat meringankan penderitaan para santri dan pihak pesantren, serta membantu proses rehabilitasi infrastruktur yang rusak akibat kebakaran. Semoga semangat gotong royong dan kepedulian sosial terus berkembang di tengah masyarakat, demi menciptakan lingkungan yang lebih harmonis dan sejahtera bagi semua.
BERITA08/02/2025 | BAZNAS SULSEL
20 Hari Lagi Ramadhan, BAZNAS SULSEL Siap Bantu Salurkan Fidyah ke yang Membutuhkan
20 Hari Lagi Ramadhan, BAZNAS SULSEL Siap Bantu Salurkan Fidyah ke yang Membutuhkan
Makassar, 08 Februari 2025 – Dalam hitungan 20 hari lagi, umat Muslim di seluruh dunia akan menyambut bulan suci Ramadhan 1446 H. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan mengajak seluruh masyarakat untuk mempersiapkan diri secara fisik, mental, dan spiritual guna menyambut bulan penuh berkah ini. Selain itu, BAZNAS Sulsel juga mengingatkan tentang ketentuan dan tata cara menunaikan fidyah bagi yang tidak mampu menjalankan ibadah puasa. Ramadhan adalah bulan yang dinantikan oleh setiap Muslim. Untuk itu, BAZNAS Sulsel mengimbau masyarakat untuk mulai mempersiapkan diri dengan: Memperbanyak Ibadah Sunnah seperti shalat malam, membaca Al-Qur’an, dan berdzikir. Menyusun Agenda Ibadah seperti target tilawah, sedekah, dan kegiatan sosial lainnya. Memperbaiki Hubungan dengan sesama dan memohon maaf agar ibadah Ramadhan lebih khusyuk. Ketentuan Fidyah Bagi umat Muslim yang tidak mampu menjalankan ibadah puasa karena uzur syar’i seperti sakit parah, lanjut usia, atau kondisi lainnya, Islam memberikan keringanan dengan membayar fidyah. Berikut ketentuannya: Besaran Fidyah: Setara dengan 1 mud (sekitar 0,75 kg) bahan makanan pokok per hari yang ditinggalkan. Di Indonesia, biasanya dihitung dengan beras seberat 1,5 kg per hari. untuk Wilayah Sulawesi Selatan besaran Fidyah Berdasarkan maklumat MUI Sulsel Komisi Fatwa Nomor: Bayan-01/DP-P.XXI/III/2024, tentang Kadar Pembayaran Fidyah untuk wilayah Sulawesi Selatan adalah sebesar Rp. 50.000 /jiwa /hari. Waktu Pembayaran: Fidyah dapat dibayarkan selama Ramadhan atau setelahnya, namun disarankan untuk segera dilunasi agar tidak menunda kewajiban. Penerima Fidyah: Fidyah diberikan kepada fakir miskin atau pihak yang membutuhkan. BAZNAS Sulsel siap memfasilitasi masyarakat dalam menyalurkan fidyah kepada yang berhak. Dengan membayar fidyah melalui BAZNAS Sulsel, masyarakat dapat memastikan bahwa bantuan tersebut tepat sasaran dan sesuai dengan ketentuan syariah. Berikut doa yang dapat dipanjatkan saat menunaikan fidyah: “Allahumma inni a’udzu bika minal hammi wal hazan, wa a’udzu bika minal ‘ajzi wal kasal, wa a’udzu bika minal jubni wal bukhl, wa a’udzu bika min ghalabatid daini wa qahrir rijal.” Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa sedih dan gelisah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut dan kikir, dan aku berlindung kepada-Mu dari lilitan hutang dan penindasan orang.” “Mari kita sambut Ramadhan dengan penuh suka cita dan persiapan yang matang. Bagi yang tidak mampu berpuasa, jangan lupa menunaikan fidyah sebagai bentuk ketaatan kita kepada Allah SWT. BAZNAS Sulsel siap membantu menyalurkan fidyah kepada yang membutuhkan,” ujar H. M. Irfan Sanusi Baco, Wakil Ketua 1 BAZNAS Sulsel. Untuk informasi lebih lanjut atau penyaluran fidyah, masyarakat dapat menghubungi BAZNAS Sulsel di Whatsapp : 0851 8328 5998, email : [email protected] atau dapat langsung berkunjung ke kantor BAZNAS Sulsel yang beralamat di Jl. Masjid Raya No. 55 Makassar. Mari bersama-sama menjadikan Ramadhan 1446 H tahun ini lebih bermakna dan penuh berkah!
BERITA08/02/2025 | BAZNAS SULSEL
BAZNAS Sulsel Salurkan 200 Paket Makanan Bergizi dalam Program JARIAH (Jumat Ceria Dhuafa)
BAZNAS Sulsel Salurkan 200 Paket Makanan Bergizi dalam Program JARIAH (Jumat Ceria Dhuafa)
Makassar, 7 Februari 2025 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu sesama melalui program Jumat Ceria Dhuafa (Jariah). Pada Jumat penuh berkah ini, BAZNAS Sulsel menyalurkan 200 paket makanan bergizi kepada berbagai penerima manfaat di Kota Makassar, termasuk Panti Asuhan, Pondok Tahfidz, serta Pekerja Harian Lepas yang membutuhkan uluran tangan. Program Jumat Ceria Dhuafa (JARIAH) menjadi salah satu wujud kepedulian BAZNAS Sulsel dalam menghadirkan kebahagiaan bagi mustahik yang membutuhkan. Dengan semangat berbagi, ditengah cuaca hujan, tim BAZNAS Sulsel turun langsung ke lapangan untuk mendistribusikan bantuan makanan kepada mereka yang membutuhkan. Paket makanan yang disalurkan merupakan hasil dari kebaikan para Muzakki yang dengan tulus mengamanahkan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS Sulsel, memastikan saudara-saudara kita yang kurang mampu bisa menikmati makanan bergizi, khususnya di hari Jumat yang penuh keberkahan ini. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para Muzakki yang telah mengamanahkan zakat, infak, dan sedekahnya kepada BAZNAS Sulsel. Amanah yang diberikan ini menjadi ladang keberkahan, tidak hanya bagi para penerima manfaat, tetapi juga bagi para pemberi. Salah satu penerima manfaat, pengurus sebuah Pondok Tahfidz Al Qayyim Makassar, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diterima. “Alhamdulillah, bantuan ini sangat berarti bagi kami dan para santri. Semoga para donatur mendapatkan pahala berlipat dari Allah SWT,” ujarnya dengan penuh haru. BAZNAS Sulsel terus berupaya untuk menghadirkan lebih banyak program sosial yang bermanfaat bagi masyarakat. Dengan dukungan dari para Muzakki, diharapkan program seperti JARIAH dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat di berbagai daerah di Sulawesi Selatan. Bagi masyarakat yang ingin turut berkontribusi dalam program-program kebaikan BAZNAS Sulsel, dapat menyalurkan zakat, infak, dan sedekahnya melalui rekening resmi BAZNAS Sulsel atau langsung datang ke kantor BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan di Jl. Masjid Raya No. 55 Makassar.
BERITA07/02/2025 | BAZNAS SULSEL
Komitmen Bangun Kembali Gaza, BAZNAS RI, LAZ, dan UPZ Ajak Masyarakat Gencarkan Bantuan untuk Palestina
Komitmen Bangun Kembali Gaza, BAZNAS RI, LAZ, dan UPZ Ajak Masyarakat Gencarkan Bantuan untuk Palestina
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Lembaga Amil Zakat (LAZ) dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di Indonesia berkomitmen untuk membangun kembali Gaza serta mengajak masyarakat untuk terus menggencarkan dukungan dan bantuannya untuk warga Palestina. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS juga menyampaikan telah berhasil menyalurkan bantuan kemanusiaan sebesar Rp120 miliar untuk masyarakat Palestina, dengan jumlah penerima manfaat mencapai 407.350 warga Palestina dan masih terus bertambah. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Khusus “Membasuh Luka Palestina” di Jakarta pada Kamis (6/2/2025). Acara tersebut dihadiri oleh 150 perwakilan dari LAZ dan UPZ yang menitipkan infaknya melalui BAZNAS. “Ini membuktikan bahwa Indonesia hadir di Palestina, Indonesia hadir di Gaza. Secara politis, kekuatan umat Islam di Indonesia cukup besar di mata internasional,” ujar Kiai Noor. Menurut Kiai Noor, meski secara nominal jumlah bantuan kemanusiaan dari masyarakat Indonesia tidak sebesar negara-negara Arab, tetapi kehadiran masyarakat Muslim di Gaza sangat dibutuhkan oleh rakyat Palestina di wilayah tersebut. “Mungkin kita kalah dengan negara-negara Arab dalam membangun Gaza, tetapi kekuatan umat Islam Indonesia sangat dibutuhkan oleh masyarakat Palestina, artinya kekuatan umat Islam Indonesia sangat berpengaruh,” katanya. Selain itu, ungkap Kiai Noor, bantuan Indonesia untuk rakyat Palestina di Gaza sekaligus menjawab apa yang diinginkan Presiden AS Donald Trump, di mana ia menginginkan supaya warga Gaza pindah dulu ke tempat-tempat yang lain. “Maka kehadiran semua negara, termasuk juga Indonesia ini sangat penting dalam rangka untuk membuktikan Gaza tidak dibiarkan oleh umat Islam Indonesia dan umat-umat yang lain di seluruh dunia, karena saya yakin umat non-muslim pun banyak yang peduli terhadap nasib Gaza,” ucap Kiai Noor. Kiai Noor melanjutkan, bahkan Malaysia pun berencana akan membangun sejumlah fasilitas publik di Gaza seperti rumah sakit, sekolah, dan masjid, persis seperti apa yang telah direncanakan oleh BAZNAS RI. “Saya dengar Malaysia juga akan membantu Gaza. Malaysia melalui perdana menterinya Prof. Dr. Anwar Ibrahim menyampaikan akan membangun rumah sakit, sekolah, dan masjid persis yang kita cita-citakan. Nilai nominalnya sekitar Rp400 miliar, kira-kira sama dengan yang kita cita-citakan,” kata Kiai Noor. Sementara itu, Pimpinan Bidang Koordinasi Nasional KH Acmad Sudrajat Lc MA CFRM, menambahkan, BAZNAS RI akan memanfaatkan momen pasca-perang atau setelah disepakatinya perjanjian gencatan senjata antara pejuang Palestina dengan militer Israel. “Kami menyambut kondisi pascaperang ini, maka kita melakukan koordinasi strategi bersama pemerintah Indonesia, karena suasananya berbeda, kalau masih perang kita tidak bisa berbuat apa-apa. Gencatan senjata ini harus kita manfaatkan untuk membangun kawasan Indonesia di Gaza,” kata Kiai Ajat. “Karena itu kita semua berkumpul di bulan yang baik ini, bulan Syakban, semoga niat baik yang kita lakukan Allah mudahkan dan Allah kasih kita kesempatan untuk bersama-sama ke Gaza. Kita berharap rencana pembangunan bisa berjalan dengan lancar,” tambahnya.
BERITA06/02/2025 | BAZNAS SULSEL
Apresiasi Kinerja BAZNAS, Komisi VIII DPR RI Dorong Pencapaian Target Penghimpunan ZIS-DSKL 2025
Apresiasi Kinerja BAZNAS, Komisi VIII DPR RI Dorong Pencapaian Target Penghimpunan ZIS-DSKL 2025
Makassar, 06/02/2025 –Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar di Gedung Nusantara II DPR RI, Senayan, Jakarta, pada Rabu (5/2/2025), Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, H. Abdul Wachid, mengapresiasi capaian BAZNAS tahun 2024 dan mendorong peningkatan target penghimpunan ZIS-DSKL tahun 2025. Turut hadir dalam forum tersebut Ketua Komisi VIII DPR RI, H. Marwan Dasopang, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, serta perwakilan fraksi di Komisi VIII DPR RI. “Komisi VIII DPR RI mengapresiasi capaian dan target kinerja tahun 2024 dan selanjutnya mendesak pada Badan Amil Zakat Nasional untuk mencapai target capaian pengumpulan ZIS-DSKL tahun 2025,” ujar Abdul Wachid. BAZNAS RI diharapkan dapat menyusun rencana capaian proyeksi pengumpulan nasional tahun 2025 dengan target sebesar Rp50,06 triliun, mencakup pengumpulan dalam neraca sebesar Rp13,33 triliun dan di luar neraca sebesar Rp38,72 triliun. Selain itu, BAZNAS RI juga didorong untuk memastikan pelaksanaan program prioritas tahun 2025, termasuk penguatan layanan kesehatan di 34 provinsi, BAZNAS Microfinance, Kampung Zakat, Santripreneur, Beasiswa BAZNAS, Zchicken, Zmart, Rumah Layak Huni, program pengentasan kemiskinan ekstrem dan stunting, serta BAZNAS Tanggap Bencana. Ketua Komisi VIII DPR RI, H. Marwan Dasopang, turut mengapresiasi program-program penyaluran yang dilakukan BAZNAS RI. Ia menilai bahwa program BAZNAS telah tepat sasaran dengan menjangkau kelompok mustahik secara langsung. Berdasarkan laporan yang diterima, lebih dari satu juta masyarakat miskin telah terbantu melalui program-program BAZNAS, berkontribusi dalam pengurangan angka kemiskinan di Indonesia. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menyampaikan rasa syukur atas capaian penghimpunan ZIS-DSKL tahun 2024 dan berharap dukungan yang lebih besar di tahun 2025. Ia juga menegaskan pentingnya kehadiran negara dalam memperkuat peran zakat melalui para amil zakat yang diakui sebagai bagian dari sistem negara. “Alhamdulillah capaian BAZNAS di tahun 2024 mendapat apresiasi dari Komisi VIII DPR dan mereka akan mendukung apa yang dilakukan BAZNAS di tahun 2025,” kata Kiai Noor. “Dan yang tak kalah penting adalah tadi ada keputusan, mudah-mudahan nanti bisa dilaksanakan bersama yaitu amil-amil zakat di lingkungan BAZNAS adalah amil zakat negara. Dengan demikian negara hadir dalam rangka untuk memperkuat zakat, infak, sedekah, untuk pengentasan kemiskinan dan kesejahteraan umat,” tambahnya. Turut hadir dalam acara ini sejumlah jajaran pimpinan BAZNAS RI, di antaranya Hj. Saidah Sakwan, Prof Dr. H. Zainulbahar Noor, SE, H. Rizaludin Kurniawan, M.Si, serta Deputi I BAZNAS RI H. Arifin Purwakananta. Kehadiran para pimpinan ini menegaskan komitmen BAZNAS dalam membangun sinergi dengan DPR RI dan pemangku kepentingan lainnya demi keberhasilan program zakat nasional. Ketua BAZNAS Sulsel, Dr. dr. H. M. Khidri Alwi, MA, M.Kes, menegaskan bahwa BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan siap mendukung target nasional tersebut dengan mengoptimalkan penghimpunan dan penyaluran zakat di wilayah Sulawesi Selatan. Ia menekankan bahwa peran zakat bukan hanya sekadar aspek filantropi, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam pembangunan ekonomi umat. “Kami di BAZNAS Sulsel berkomitmen untuk terus meningkatkan penghimpunan dan penyaluran zakat yang lebih efektif dan tepat sasaran. Zakat bukan hanya tentang berbagi, tetapi juga membangun kesejahteraan yang berkelanjutan bagi mustahik,” ujar Dr. Khidri Alwi. Dengan dukungan penuh dari DPR RI dan berbagai pihak, BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan optimistis dapat turut berkontribusi dalam pencapaian target nasional, serta memastikan bahwa dana zakat benar-benar menjadi solusi bagi kesejahteraan umat dan pembangunan ekonomi keumatan yang berkelanjutan.
BERITA06/02/2025 | BAZNAS SULSEL
Ketua BAZNAS Sulsel Hadiri Seminar Internasional Kurikulum Cinta dan Ekoteologi sebagai Dasar Gerakan Implementasi Deklarasi Istiqlal
Ketua BAZNAS Sulsel Hadiri Seminar Internasional Kurikulum Cinta dan Ekoteologi sebagai Dasar Gerakan Implementasi Deklarasi Istiqlal
Sengkang, 05 Februari 2025 – Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan Dr. dr. H. M. Khidri Alwi, MA, M.Kes turut serta dalam Seminar Internasional bertajuk "Kurikulum Cinta dan Eco-Theology sebagai Basis Gerakan Implementasi Deklarasi Jakarta" yang digelar di Sengkang, Wajo, Sulawesi Selatan. Acara ini merupakan kolaborasi antara Kementerian Agama Republik Indonesia dan Pesantren As’adiyah, Sengkang. Seminar ini bertujuan untuk mematangkan konsep "Kurikulum Cinta" dan "Eco-Theology" agar dapat segera diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, menekankan bahwa kedua konsep ini merupakan refleksi mendalam atas peran agama dalam membangun masyarakat yang harmonis serta menjaga kelestarian bumi sebagai amanah Tuhan. Dalam seminar ini, hadir berbagai tokoh nasional dan internasional, di antaranya mantan Deputy Menteri Wakaf Mesir As-Said Muhamad Ali Al-Husaini, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Arsad Hidayat, Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Nyayu Khodijah, serta Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar Hamdan Juhanis. Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin dan Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad juga dijadwalkan sebagai pembicara. Dalam pemaparannya, Menteri Agama menyampaikan bahwa "Kurikulum Cinta" merupakan sistem pendidikan yang berlandaskan kasih sayang, empati, serta penghargaan terhadap keberagaman. Nilai-nilai ini harus menjadi bagian utama dalam pendidikan formal maupun non-formal, termasuk di lingkungan pesantren. Pendidikan agama, menurutnya, tidak hanya mengajarkan aspek ritual-formalistik, tetapi juga harus menanamkan semangat moderasi dan penghormatan terhadap keberagaman. Selain itu, konsep "Eco-Theology" menjadi landasan spiritualitas dalam upaya pelestarian lingkungan. Menjaga bumi bukan sekadar tugas ilmiah atau kebijakan negara, melainkan juga bagian dari ibadah kepada Tuhan. Gerakan lingkungan berbasis keagamaan, seperti masjid ramah lingkungan dan pesantren hijau, menjadi contoh nyata implementasi konsep ini. Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Arsad Hidayat, menyampaikan bahwa tantangan dehumanisasi dan kerusakan lingkungan semakin meningkat. Berdasarkan data BMKG, suhu udara Indonesia pada Januari 2025 merupakan yang tertinggi ke-11 sepanjang periode pengamatan sejak 1981. Climate.gov juga mencatat bahwa laju pemanasan bumi sejak 1982 telah meningkat tiga kali lipat. Sementara itu, luas hutan yang hilang dalam 10 tahun terakhir mencapai 12,5 juta hektar, menandakan urgensi untuk bertindak. Sebagai upaya menghadapi tantangan ini, Deklarasi Istiqlal yang ditandatangani oleh Imam Besar Masjid Istiqlal dan Paus Fransiskus pada 5 September 2024 di Jakarta menjadi pijakan penting. Deklarasi ini menegaskan dua isu utama, yaitu melawan dehumanisasi dan memperkuat pelestarian lingkungan. Menteri Agama menekankan pentingnya mengamplifikasi dan mengimplementasikan konsep "Kurikulum Cinta" dan "Eco-Theology" agar dampaknya dapat dirasakan luas oleh masyarakat. Ketua BAZNAS Sulsel dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif ini dan menegaskan bahwa BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan siap berperan aktif dalam mendukung gerakan ini melalui program-program berbasis zakat yang berkelanjutan dan berorientasi pada kesejahteraan umat. BAZNAS Sulsel berharap seminar ini dapat menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya peran agama dalam menjaga harmoni sosial dan kelestarian lingkungan. Seminar ini dihadiri lebih dari 200 tokoh secara langsung dan diikuti oleh lebih dari 1.000 peserta secara virtual melalui aplikasi Zoom serta disiarkan melalui kanal YouTube As'adiyah. Dengan adanya diskusi dan kolaborasi ini, diharapkan gagasan "Kurikulum Cinta" dan "Eco-Theology" dapat menjadi pedoman bagi lembaga pendidikan dan masyarakat dalam membangun kehidupan yang lebih berkeadilan dan berkelanjutan.
BERITA05/02/2025 | BAZNAS SULSEL
45 Truk Kontainer Bantuan BAZNAS untuk Warga Palestina Masuki Gaza
45 Truk Kontainer Bantuan BAZNAS untuk Warga Palestina Masuki Gaza
Sebanyak 45 truk kontainer bantuan kemanusiaan dari masyarakat Indonesia yang disalurkan melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI termasuk dukungan dari BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan untuk rakyat Palestina berhasil memasuki wilayah Gaza, Selasa (28/1/2025). Truk kontainer bantuan kemanusiaan ini dikirim melalui Rafah bekerja sama dengan lembaga kemanusiaan Mesir, Bait Zakat Wa As-Shadaqat dan Sunnah Al Hayyah. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan bahwa pengiriman bantuan ini merupakan wujud solidaritas dan kepedulian umat Islam Indonesia terhadap saudara-saudara di Palestina yang tengah menghadapi situasi darurat. “Alhamdulillah, atas doa dan dukungan masyarakat Indonesia, 45 truk kontainer bantuan kemanusiaan dari BAZNAS telah berhasil masuk ke Gaza. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujar Kiai Noor dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (29/1/2025). Bantuan yang dikirimkan melalui pintu Rafah tersebut membawa lebih dari 50.000 karton paket berisi berbagai berbagai kebutuhan pokok, seperti mi, beras, kacang, keju, tuna kaleng, biskuit, jus kotak, tepung, saus, dan kurma. Pascagencatan senjata kebutuhan pangan, obat-obatan, dan perlengkapan darurat masih sangat tinggi. Menurut Noor, bantuan sebanyak 45 truk kontainer merupakan langkah awal, karena akan disusul ratusan truk berikutnya melalui mitra BAZNAS di Mesir. "Target kami sebelum dan di Bulan Ramadhan semua bantuan sudah bisa masuk semua. Bahkan jika memungkinkan BAZNAS akan bikin dapur umum dan layanan kesehatan di Gaza," ucapnya. Noor Achmad menegaskan bahwa bantuan ini merupakan hasil dari kepercayaan para muzaki kepada BAZNAS sebagai lembaga zakat resmi yang amanah dalam menyalurkan donasi. “Setiap paket bantuan ini adalah bukti nyata dari kebaikan dan kepedulian rakyat Indonesia. Kami ingin memastikan bahwa saudara-saudara kita di Gaza tidak merasa sendirian dalam menghadapi cobaan ini,” tambahnya. Selain itu, BAZNAS RI tidak hanya menyalurkan bantuan berupa makanan saja, tetapi juga berencana membangun kembali berbagai fasilitas umum yang sebelumnya hancur akibat perang, seperti rumah sakit, sekolah, dan lainnya. “Baru-baru ini BAZNAS RI sudah menandatangani MoU dengan UNRWA, JHCO, dan KHCF. Kami berharap dengan memperluas jaringan kerja sama ini akan mempermudah penyaluran bantuan kemanusiaan untuk rakyat Palestina,” ucap Kiai Noor. Hingga saat ini, BAZNAS RI telah berhasil menyalurkan bantuan kemanusiaan sebesar Rp120 miliar untuk masyarakat Palestina, dengan jumlah penerima manfaat mencapai 407.350 warga Palestina dan masih terus bertambah. Sementara itu, Ketua Satgas Program Membasuh Luka Palestina, H. Mo Mahdum menekankan bahwa BAZNAS akan terus berupaya mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk Palestina, dengan menggandeng berbagai mitra strategis untuk memastikan distribusi yang tepat sasaran. "BAZNAS berkomitmen untuk terus menggalang bantuan kemanusiaan agar dapat menjangkau mereka yang paling membutuhkan. Ini bukan hanya sekadar bantuan materi, tetapi juga pesan bahwa Indonesia selalu bersama Palestina," lanjut Mahdum. Sebagai lembaga zakat yang memiliki misi kemanusiaan, BAZNAS RI juga mengajak masyarakat Indonesia untuk terus berkontribusi dalam program membasuh luka Palestina, termasuk melalui BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan. “Kami mengundang seluruh masyarakat untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Setiap donasi yang diberikan akan menjadi cahaya harapan bagi saudara-saudara kita di Gaza,” pungkas Mahdum. Dengan masuknya bantuan ini ke Gaza, BAZNAS RI berharap dapat meringankan beban warga Palestina dan terus memperkuat solidaritas kemanusiaan antara Indonesia dan Palestina.
BERITA29/01/2025 | BAZNAS SULSEL
Selamat Memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 27 Rajab 1446 H
Selamat Memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 27 Rajab 1446 H
Makassar, 27 Januari 2025 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan menyampaikan ucapan Selamat Memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 27 Rajab 1446 Hijriah kepada seluruh umat Islam, khususnya masyarakat Sulawesi Selatan. Isra Mikraj merupakan peristiwa agung yang mengandung pesan mendalam tentang pentingnya keimanan, ketakwaan, dan pengabdian kepada Allah SWT. Melalui peringatan ini, BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum Isra Mikraj sebagai sarana meningkatkan amal ibadah, kepedulian terhadap sesama, serta membangun ukhuwah Islamiyah yang kokoh. Peristiwa Isra Mikraj mengajarkan kita pentingnya menjaga hubungan yang kuat dengan Allah SWT sekaligus memperkokoh rasa solidaritas sosial di tengah masyarakat. Kami mengajak umat Islam untuk menjadikan zakat, infak, dan sedekah sebagai wujud nyata pengabdian dan kontribusi dalam membangun kesejahteraan umat. BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan berkomitmen untuk terus melayani masyarakat dengan penuh amanah dan profesionalisme dalam pengelolaan zakat. Mari bersama-sama memperkuat nilai-nilai kebaikan melalui semangat berbagi, demi terciptanya keadilan sosial dan kesejahteraan yang merata. Selamat memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW. Semoga momen ini menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus memperbaiki diri dan meningkatkan rasa peduli terhadap sesama. Hormat kami,BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan
BERITA27/01/2025 | BAZNAS SULSEL
BAZNAS Sulsel Silaturahmi dengan Danlantamal VI Makassar: Dorong Kerja Sama Pengelolaan ZIS
BAZNAS Sulsel Silaturahmi dengan Danlantamal VI Makassar: Dorong Kerja Sama Pengelolaan ZIS
Makassar, 22 Januari 2024 – Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan melakukan kunjungan silaturahmi ke Danlantamal VI Makassar, Brigadir Jenderal TNI (Mar) Dr. Wahyudi, S.E., M.Tr.Hanla., M.M., M.Han., untuk membahas peluang kerja sama dalam pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Pertemuan berlangsung di Gedung Sultan Hasanuddin, Mako Lantamal VI, dalam suasana yang penuh kehangatan. Rombongan BAZNAS Sulsel yang hadir dalam kunjungan ini dipimpin oleh Ketua BAZNAS Sulsel, Dr. dr. H. M. Khidri Alwi, MA, M.Kes, didampingi oleh Wakil Ketua I, H. M. Irfan Sanusi Baco, Wakil Ketua III, Dr. Kamaruddin, serta Wakil Ketua IV, H. Aziz Bennu, S.Ag diterima dengan hangat oleh Danlantamal VI Makassar beserja jajarannya. Dalam pertemuan tersebut, Ketua BAZNAS Sulsel, Dr. H. M. Khidri Alwi, menyampaikan pentingnya sinergi antara BAZNAS Sulsel dan Lantamal VI Makassar dalam pengelolaan ZIS. Beliau menegaskan bahwa pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk TNI AL sebagai salah satu institusi strategis di Sulawesi Selatan. “Kami percaya, dengan kerja sama antara BAZNAS Sulsel dan Lantamal VI Makassar, pengelolaan ZIS dapat lebih optimal dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat yang membutuhkan. Kolaborasi ini juga menjadi bentuk tanggung jawab bersama dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan umat” ujar Dr. Khidri Alwi. Danlantamal VI Makassar, Brigjen TNI (Mar) Dr. Wahyudi, yang juga merupakan alumni DDI Mangkoso, Kabupaten Barru, menyambut baik inisiatif yang disampaikan oleh BAZNAS Sulsel. Beliau menyatakan komitmen Lantamal VI Makassar untuk mendukung program pengelolaan ZIS yang dilaksanakan oleh BAZNAS, baik melalui penghimpunan zakat dari anggota TNI AL maupun melalui program-program sosial yang berdampak positif bagi masyarakat. “Kami sangat mendukung langkah BAZNAS Sulsel untuk meningkatkan pengelolaan zakat secara profesional. Sinergi ini penting untuk memperluas manfaat zakat bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang membutuhkan di wilayah Sulawesi Selatan,” ungkap Brigjen Wahyudi. Dalam pertemuan ini, BAZNAS Sulsel juga memaparkan berbagai program pemberdayaan yang didanai dari ZIS, termasuk bantuan sosial, pengentasan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi, serta program pendidikan dan kesehatan. Program-program ini diharapkan dapat menjadi solusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Sulsel. H. M. Irfan Sanusi Baco, Wakil Ketua I BAZNAS Sulsel, menambahkan bahwa kerja sama dengan Lantamal VI Makassar tidak hanya berfokus pada penghimpunan zakat, tetapi juga dapat mencakup pelaksanaan program-program sosial, seperti penanganan bencana dan pemberdayaan masyarakat pesisir. "Kami melihat potensi besar dalam kerja sama ini, khususnya dalam menjangkau masyarakat pesisir yang selama ini menjadi salah satu fokus perhatian BAZNAS,” ujar Irfan Sanusi Baco. Pertemuan silaturahmi ini diakhiri dengan optimisme dari kedua belah pihak untuk menjalin kerja sama yang berkelanjutan. Dengan dukungan Lantamal VI Makassar, BAZNAS Sulsel berharap dapat meningkatkan akuntabilitas dan efektivitas pengelolaan zakat, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat di Sulawesi Selatan. “Kami berharap sinergi ini dapat menjadi langkah awal untuk menciptakan perubahan positif dan menjadikan zakat sebagai instrumen yang efektif dalam membangun masyarakat yang lebih sejahtera,” tutup Dr. Khidri Alwi.
BERITA22/01/2025 | BAZNAS SULSEL
Raih Target Pengumpulan ZIS 2025, BAZNAS RI Optimalkan Teknologi Digital
Raih Target Pengumpulan ZIS 2025, BAZNAS RI Optimalkan Teknologi Digital
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mendorong BAZNAS daerah agar mengoptimalkan teknologi digital untuk memudahkan para muzaki menyalurkan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), sehingga target pengumpulan ZIS tahun 2025 yang mencapai Rp50 triliun dapat terealisasi. Hal tersebut disampaikan Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional Prof. Ir. H.M. Nadratuzzaman Hosen, M.S., M.Ec., P.hD., saat membuka Pengajian Selasa Pagi bertajuk Dampak Penggunaan Digital Marketing dalam Mencapai Target Pengumpulan BAZNAS yang diselenggarakan Pusdiklat BAZNAS RI dan disiarkan secara daring pada Selasa (21/1/2025). "Ketika Rakornas BAZNAS di Kaltim kita sudah menentukan target pengumpulan untuk tahun 2025 sebesar Rp50 triliun. Kita terus mengajak BAZNAS di daerah untuk tidak gamang memanfaatkan teknologi digital agar pengumpulan tidak hanya dilakukan secara konvensional tetapi juga memakai teknologi digital" ujar Prof Nadra. Prof Nadra menyampaikan, salah satu upaya yang dilakukan BAZNAS adalah melalui pemanfaatan Kantor Digital BAZNAS, sehingga para muzaki dapat memantau segala informasi yang berkaitan dengan pengumpulan hingga penyaluran ZIS. "Kita tetap menggunakan istilah digital marketing itu ada proses, yang paling penting para muzaki bisa memantau. Kalau kita terus konsisten menampilkan, insya Allah nanti mereka akan tertarik. Jadi ini soal kesungguhan, kita harus tetap sabar, konsisten, nanti mereka memberikan penghargaan" ucap Prof Nadra. Prof Nadra berharap, amil-amil BAZNAS di daerah dapat memperkuat kapasitas kemampuan mereka dalam berkomunikasi, terutama yang berkaitan dengan teknologi digital, sehingga dapat memberikan kenyamanan terhadap para muzaki. Sementara itu, Amil BAZNAS RI, lulusan dari University of Southern California, Los Angeles, Hafiza Elvira Nofitariani, S.Kep., MNLM., menambahkan, pemanfaatan teknologi digital dalam pengumpulan ZIS sangat penting, sebab memiliki beberapa keunggulan yaitu efisien, efektif, kecepatan distribusi pesan, lebih terukur, dapat menyasar audiens spesifik, bordeless, serta big data. "Penggunaan Kantor Digital BAZNAS itu semakin hari semakin besar proporsinya. Dulu, pengumpulan yang melalui website saja mungkin tidak sampai 10 persen, tapi setiap tahun kanal digital kita semakin optimal, maka orang yang bayar zakat melalui website BAZNAS itu saat ini ada di 64,2 persen. Jadi sudah lebih dari 50 persen muzaki memilih membayar zakat melalui digital" katanya.
BERITA21/01/2025 | BAZNAS
Melalui Pendampingan BAZNAS, Pak Sabari berhasil Tingkatkan Hasil Ternak
Melalui Pendampingan BAZNAS, Pak Sabari berhasil Tingkatkan Hasil Ternak
Pak Sabari, Ketua Kelompok Ternak Berkah Cerme di Kalurahan Selopamioro, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, aktif menjaga kebersihan kandang ternaknya meskipun memiliki kesibukan lain. Upaya ini dilakukan demi menjaga kesehatan hewan ternaknya dan memperindah lingkungan sekitar kandang. Setiap hari, Pak Sabari membersihkan area kandang dengan mencabut rumput liar dan memastikan sisa kotoran ternak tidak menumpuk. Ia percaya bahwa kebersihan lingkungan berperan penting dalam mendukung produktivitas ternaknya, seperti meningkatkan kualitas kesehatan hewan dan mencegah penyebaran penyakit. "Menjaga kebersihan kandang memang membutuhkan waktu, tetapi hasilnya sangat memuaskan karena ternak menjadi lebih sehat dan produktif," ujar Pak Sabari. Program pemberdayaan ekonomi mustahik BAZNAS mendukung kegiatan seperti yang dilakukan Pak Sabari dengan memberikan pelatihan dan pendampingan kepada para peternak binaannya. Program ini juga mencakup bantuan sarana produksi serta fasilitas lain yang dibutuhkan peternak untuk meningkatkan kualitas ternaknya. Melalui program ini, BAZNAS berupaya membantu mustahik dalam meningkatkan taraf hidup melalui sektor peternakan berkelanjutan. Dengan menjaga kebersihan kandang dan menerapkan prinsip-prinsip beternak yang baik, mustahik dapat menghasilkan hasil ternak yang lebih sehat dan bernilai jual tinggi.
BERITA20/01/2025 | Amalia | Editor : Putri
Memperingati HUT ke-24, BAZNAS RI Gelar Jalan Sehat Bersama Persatuan Istri Amil
Memperingati HUT ke-24, BAZNAS RI Gelar Jalan Sehat Bersama Persatuan Istri Amil
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Persatuan Istri Amil (PIA) menyelenggarakan kegiatan Jalan Sehat untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 dengan tema Cahaya Berzakat: Keajaiban Bagi Muzaki dan Mustahik. Acara Jalan Sehat dan Family Gathering dalam rangka HUT ke-24 BAZNAS ini dihadiri oleh Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Ketua PIA BAZNAS Dr. Hj. Nur Kusuma Dewi, M.Si, serta para pimpinan BAZNAS RI lainnya, termasuk Deputi, Sestama, Direktur, Kepala Biro, Kepala Divisi, Kepala Bagian, para amil/amilat BAZNAS, beserta keluarga mereka di Jakarta. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi simbol kekompakan seluruh amil dan amilat BAZNAS dalam mensyiarkan zakat selama 24 tahun di seluruh Indonesia. “Kami juga menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak, baik muzaki maupun mustahik, yang telah mempercayakan zakat mereka kepada BAZNAS. Kami berkomitmen memastikan pengelolaan zakat dilakukan berdasarkan prinsip 3A, transparansi, dan akuntabilitas, demi menjaga kepercayaan masyarakat,” ujar Kiai Noor. Kiai Noor juga menyampaikan bahwa BAZNAS RI berhasil mencapai target pengumpulan zakat sebesar Rp1 triliun (tidak termasuk dana titipan) hingga akhir tahun 2024, meningkat dari Rp882 miliar pada tahun sebelumnya. “Alhamdulillah, ini adalah pencapaian yang sangat membanggakan. Di tahun 2025, BAZNAS menargetkan penghimpunan sebesar Rp1,375 triliun. Kenaikan ini merupakan hasil kerja keras dari proses penghimpunan hingga penyaluran zakat yang tepat sasaran dan bermanfaat bagi mustahik,” jelas Kiai Noor. Beliau juga merasa bersyukur bahwa di usia ke-24, BAZNAS terus mendapatkan kepercayaan masyarakat luas dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedekah, sehingga semakin banyak penerima manfaat dari program yang dijalankan. Sementara itu, Ketua PIA BAZNAS RI, Dr. Hj. Nur Kusuma Dewi, M.Si, menambahkan bahwa kegiatan jalan sehat ini merupakan salah satu cara untuk membangun kebahagiaan bagi para amil dan amilat. Nur Kusuma berharap, di usia BAZNAS yang ke-24, lembaga ini dapat terus memberikan manfaat yang lebih luas kepada umat.
BERITA17/01/2025 | Nadia | Editor : Putri
Wakil Ketua 1 BAZNAS SULSEL serahkan Donasi Tahap 4 Program Membasuh Luka Palestina oleh BAZNAS se-Sulawesi Selatan
Wakil Ketua 1 BAZNAS SULSEL serahkan Donasi Tahap 4 Program Membasuh Luka Palestina oleh BAZNAS se-Sulawesi Selatan
Jakarta, 15 Januari 2025 - BAZNAS Sulsel mewakili BAZNAS Se Sulawesi Selatan menyerahkan donasi tahap ke-4 sebesar Rp. 500.000.000,- dalam acara Public Expose Laporan Bantuan Kemanusiaan “Membasuh Luka Palestina” yang berlangsung di Gedung Nusantara IV DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat. Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Ketua BAZNAS Sulawesi Selatan, H. M. Irfan Sanusi Baco, kepada Ketua Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia (BAZNAS RI). Donasi ini merupakan hasil pengumpulan dana masyarakat Sulawesi Selatan yang terus menunjukkan rasa solidaritasnya kepada saudara-saudara di Palestina yang tengah menghadapi berbagai cobaan. Dalam sambutannya, H. M. Irfan Sanusi Baco menyampaikan rasa syukur atas antusiasme dan kepercayaan masyarakat Sulawesi Selatan terhadap program ini. Beliau juga menggarisbawahi pentingnya sinergi antara umat untuk terus menyalurkan bantuan kemanusiaan demi meringankan penderitaan warga Palestina. Dengan diserahkannya donasi tahap ke-4 ini, diharapkan bantuan tersebut dapat segera disalurkan kepada warga Palestina, membawa manfaat nyata, serta menjadi wujud nyata persaudaraan dan kepedulian dari bangsa Indonesia. Semoga kegiatan ini menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk terus berbuat kebaikan dan memperkuat ukhuwah Islamiyah lintas batas.
BERITA15/01/2025 | Mahyudin
Konsisten Bantu Palestina, Ketua MPR Apresiasi BAZNAS RI
Konsisten Bantu Palestina, Ketua MPR Apresiasi BAZNAS RI
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI H. Ahmad Muzani memberikan apresiasi dan pujian kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI yang telah konsisten dalam membantu masyarakat Palestina. Apresiasi itu ia sampaikan dalam acara Public Expose 'Membasuh Luka Palestina' di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (15/1/2025). Turut hadir dalam acara Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. K.H. Noor Achmad, M.A., Ketua Komisi 8 DPR RI, H. Marwan Dasopang, M.Si, Duta Besar Republik Indonesia untuk Yordania dan Palestina, Ade Padmo Sarwono, serta Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir, Dr. Lutfi Rauf, M.A. "Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS yang telah berjuang keras membantu perjuangan rakyat Palestina, yang telah berjuang keras memberikan support yang tiada henti kepada rakyat Palestina," ucapnya. Selain itu, Ahmad Muzani turut mengucapkan terima kasih kepada para mitra BAZNAS yang telah bekerjasama memberikan dukungan dan bantuan untuk masyarakat Palestina. "Terima kasih atas semua ikhtiar, terima kasih atas semua perjuangan yang diberikan BAZNAS dan seluruh mitranya yang telah memberikan andil yang tidak kecil bagi perjuangan rakyat Palestina," kata dia. "Atas nama Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, saya mengucapkan terima kasih dan berbangga tempat ini bisa ditempati oleh Ibu dan Bapak sekalian," imbuhnya. Dalam kesempatan ini, Ahmad Muzani mengatakan Palestina merupakan negara yang telah memberi jasa dengan mengakui kemerdekaan Indonesia. Dia menegaskan masyarakat Indonesia pun harus membalas jasa Palestina dengan memperjuangkan kemerdekaan mereka. "Kepada Kiai Haji Noor Achmad, saya ingin menyampaikan Bapak jangan bosan, jangan lelah, jangan merasa kalah dalam perjuangan Palestina," jelasnya. Ahmad Muzani pun berharap agar kemerdekaan terjadi di bumi Palestina. "Mudah-mudahan mereka akan menikmati kemerdekaan seperti kita semuanya," ucapnya. Kegiatan ini juga dihadiri Duta Besar Kerajaan Hasyimiyah Yordania untuk Indonesia H.E. Mr. Sudqi Al Omoush, Duta Besar Mesir untuk Indonesia, HE Yasser Hassan Farag Elshemy, Konselor Kedutaan Mesir untuk Indonesia, Mr. Osama Hamdy, Ketua Majelis Ulama Indonesia Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional (HLNKI), Prof. Dr. H. Sudarnoto Abdul Hakim, M.A., Wakil Ketua, Pimpinan, Sekretaris Utama dan Kedeputian BAZNAS RI, hadir secara online The United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East (UNRWA), Jordan Hashemite Charity Organization (JHCO), serta King Hussein Cancer Foundation (KHCF). Public Expose Membasuh Luka Palestina juga dihadiri oleh BAZNAS Provinsi/Kota/Kabupaten, Mitra Perusahaan, LAZ, UPZ, dan para munfiq yang telah membersamai BAZNAS menyukseskan Program Membasuh Luka Palestina. Hingga Rabu, 15 Januari 2025, BAZNAS RI telah berhasil menyalurkan bantuan kemanusiaan lebih dari Rp120 miliar untuk masyarakat Palestina, dengan jumlah penerima manfaat mencapai 407.350 warga Palestina dan jumlah ini masih terus bertambah.
BERITA15/01/2025 | BAZNAS SULSEL
Dedikasi BAZNAS dan Kelompok Balai Ternak Banyumas Tingkatkan Produktivitas Domba
Dedikasi BAZNAS dan Kelompok Balai Ternak Banyumas Tingkatkan Produktivitas Domba
Kelompok Balai Ternak BAZNAS di Desa Babakan, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas rutin menjaga kesehatan ternak melalui pakan berkualitas, kebersihan palungan, dan pemantauan nafsu makan untuk meningkatkan produktivitas. Kesehatan ternak dijadikan sebagai prioritas utama. Dengan pakan yang berkualitas dan kebersihan yang terjaga, berharap domba-domba ini dapat tumbuh dengan optimal dan memberikan hasil yang maksimal. Kelompok Balai Ternak rutin mengevaluasi dan memantau nafsu makan domba setiap pagi dan sore untuk memastikan kondisi prima dan mencegah penyakit. Dengan pemantauan rutin, Kelompok Balai Ternak dapat mencatat pola makan domba secara detail dan mengidentifikasi perubahan yang signifikan. Balai ternak merupakan salah satu program BAZNAS dalam rangka pengentasan kemiskinan di wilayah pedesaan, yang menyasar peternak mustahik sebagai penerima manfaatnya. Komoditas ternak yang dibudidayakan yaitu domba, kambing, sapi, dan ayam broiler. Balai Ternak BAZNAS tidak hanya menjadi solusi pemberdayaan mustahik, tetapi juga bertujuan meningkatkan ketahanan pangan dan ekonomi melalui bimbingan teknis serta pendampingan intensif bagi para peternak.
BERITA13/01/2025 | Kartika | Editor : Putri
BAZNAS SULSEL Salurkan Paket Sembako di Pulau Gusung, Makassar
BAZNAS SULSEL Salurkan Paket Sembako di Pulau Gusung, Makassar
Alhamdulillah, Sabtu 11 Januari 2025 BAZNAS SULSEL telah melaksanakan penyaluran paket sembako untuk saudara-saudara kita di Pulau Gusung, Makassar. Kegiatan ini merupakan wujud nyata dari semangat kepedulian dan kebersamaan untuk membantu meringankan beban masyarakat yang membutuhkan. Kami berharap bantuan ini dapat menjadi berkah dan memberikan manfaat bagi semua penerima (Mustahik). Kegiatan ini tidak akan terlaksana tanpa dukungan dari para Muzakki yang telah dengan tulus berkontribusi, serta para relawan yang meluangkan waktu dan tenaganya. Setiap bantuan yang diberikan, sekecil apa pun, merupakan bagian penting dari upaya bersama dalam menebar kebaikan dan membangun solidaritas. Kami mengajak semua pihak untuk terus bersama-sama melanjutkan misi ini, menjangkau lebih banyak saudara yang membutuhkan. Dengan berbagi, kita tidak hanya memberikan harapan, tetapi juga menyemai kebahagiaan dan kebaikan untuk masa depan yang lebih baik.
BERITA11/01/2025 | BAZNAS SULSEL
BAZNAS RI Tingkatkan Pelayanan Zakat melalui Pemanfaatan Teknologi Digital
BAZNAS RI Tingkatkan Pelayanan Zakat melalui Pemanfaatan Teknologi Digital
Pimpinan Badan Amil Zakat (BAZNAS) RI Bidang Transformasi Digital Nasional Prof. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen, M.S., M.Ec., Ph.D mengatakan, BAZNAS RI mendorong peningkatan teknologi digital dalam pengelolaan zakat oleh para fundraiser. Hal ini disampaikannya saat menjadi pembicara dalam Fundraising Development Program (FDP) yang berlangsung di Jakarta, Kamis (2/1/2025). Menurutnya, FDP merupakan program pelatihan yang bertujuan meningkatkan kompetensi para fundraiser BAZNAS di tingkat pusat hingga daerah. Sebelumnya, dalam mendukung transformasi digital, BAZNAS telah meluncurkan sejumlah aplikasi nasional untuk mempermudah layanan kepada muzaki, di antaranya SIMBA, Simbalite, Kantor Digital, Menara Masjid, SIMBA-UPZ, dan Cinta Zakat. "Para fundraiser harus memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada muzaki dan mustahik," ujar Prof. Nadra dalam keterangannya. Penggunaan teknologi modern, lanjutnya, tidak hanya penting untuk meningkatkan efisiensi dan profesionalisme, tetapi juga memastikan transparansi sesuai prinsip 3A: aman syar’i, aman regulasi, dan aman NKRI. “Dengan teknologi, efisiensi kerja meningkat, dan jangkauan layanan BAZNAS menjadi lebih luas,” lanjutnya. Selain itu, Prof. Nadra menekankan pentingnya kemampuan komunikasi bagi para fundraiser. Menurutnya, komunikasi efektif adalah kunci untuk menyampaikan pesan kepada muzaki sehingga mereka tergerak menunaikan zakat, infak, dan sedekah. "Pesan harus disampaikan dengan jelas, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan audiens. Kemampuan ini wajib dimiliki setiap fundraiser," tegasnya. Selain itu, pelayanan yang baik kepada muzaki juga dinilai mampu membangun kepercayaan masyarakat terhadap BAZNAS. Pasalnya, kepercayaan menjadi dasar penting agar pesan yang disampaikan dapat diterima oleh muzaki. “Pentingnya strategi komunikasi yang tepat agar masyarakat lebih mudah memahami pesan yang disampaikan. Sebelumnya, FDP kali ini diikuti oleh amilin dan amilat dari BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi, serta BAZNAS Kabupaten/Kota. Program ini berlangsung selama tiga bulan, mulai Desember 2024 hingga Februari 2025. Melalui FDP, BAZNAS berharap dapat meningkatkan kapasitas lembaga, mencetak kader unggul di bidang fundraising, dan memperkuat penghimpunan zakat, infak, serta sedekah secara nasional.
BERITA02/01/2025 | Azzam | Editor : Novan
Borong 4 Penghargaan Layanan, Ketua BAZNAS: Terima Kasih Atas Dukungan Semua Pihak
Borong 4 Penghargaan Layanan, Ketua BAZNAS: Terima Kasih Atas Dukungan Semua Pihak
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menutup tahun 2024 dengan meraih tiga penghargaan terbaik, sebagai wujud komitmen dan tanggung jawab terhadap pelayanan publik kepada masyarakat. Empat penghargaan tersebut yaitu; Penghargaan pertama, predikat "Kualitas Terbaik" dalam penilaian kepatuhan penyelenggaraan publik (Opini Pengawasan Penyelenggaraan Pelayanan Publik) Tahun 2024 oleh Ombudsman RI dengan nilai 88,03. Penghargaan kedua, peringkat 3 tertinggi kualifikasi INFORMATIF kategori Lembaga Non Struktural dengan nilai 97.38 pada MONEV keterbukaan informasi publik tahun 2024. Penghargaan ketiga, pengawasan kearsipan oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), BAZNAS meraih nilai 80,14 dengan predikat "A". Penghargaan keempat, menjadi Juara Pertama dalam ajang bergengsi Anugerah Kemaslahatan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Award 2024. "Alhamdulillah ini merupakan pencapaian yang luar biasa di akhir tahun 2024. Semua ini tentunya tidak terlepas dari dukungan semua pihak terhadap BAZNAS," ujar Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH Noor Achmad MA., dalam konferensi pers Penerimaan Penghargaan BAZNAS di Jakarta, Selasa (31/12/2024). Turut hadir Kepala Keasistenan Manajemen Pengetahuan dan Penilaian Kepatuhan Ombudsman RI, Aat Sugihartati, Ketua Komisi Informasi Pusat Dr. Donny Yoesguantoro, serta Plt. Kepala ANRI Drs. Imam Gunarto, M.Hum. Kiai Noor menegaskan, penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa transparansi dan akuntabilitas menjadi prioritas utama dalam setiap langkah yang dilakukan BAZNAS RI. "Kami meyakini bahwa keterbukaan informasi adalah kunci untuk menjaga kepercayaan masyarakat sebagai pilar utama keberlanjutan program-program zakat," katanya. Kiai Noor menambahkan, sejumlah penghargaan ini merupakan hasil dari kerja keras seluruh elemen di BAZNAS, mulai dari pimpinan, amil, para muzaki, hingga mitra-mitra yang senantiasa mendukung kami. Atas pencapaian ini, BAZNAS pun pendapat apresiasi dari Ombudsman RI, Komisi Informasi Publik, ANRI, dan BPKH. Kepala Keasistenan Manajemen Pengetahuan Ombudsman RI, Aat Sugihartati, menyampaikan apresiasi atas peningkatan signifikan nilai kepatuhan BAZNAS. "Hal ini menunjukkan hasil Kerjasama dari seluruh unit di lingkungan BAZNAS untuk menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas," ujarnya. Hal yang sama disampaikan oleh Plt Kepala ANRI, Drs. Imam Gunarto M.Hum. Pihanya menyatakan apresiasi setinggi-tingginya atas kinerja kearsipan BAZNAS RI yang melonjak jauh menjadi lebih baik pada tahun 2024. "Ini membuktikan BAZNAS telah berusaha dengan gigih memberikan pelayanan informasi yang baik di era keterbukaan informasi ini," ujarnya. Sementara Komisi Informasi Pusat Dr. Donny Yoesguantoro menyampaikan, dengan adanya penilaian tersebut membuktikan bahwa layanan-layan infomasi yang diberikan BAZNAS kepada publik ini telah memenuhi kriteria Undang-Undang No.14 Tahun 2024. "Semoga ke depan publik mendapatkan yang terbaik dari amanah yang sudah diberikan kepada setiap lembaga negara," ucapnya.
BERITA31/12/2024 | BAZNAS SULSEL
BAZNAS Sulsel Bersama Bank Indonesia Salurkan Bantuan kepada Korban Banjir di Perumnas Antang Blok 8 Makassar
BAZNAS Sulsel Bersama Bank Indonesia Salurkan Bantuan kepada Korban Banjir di Perumnas Antang Blok 8 Makassar
Makassar, 24 Desember 2024 – Kawasan Perumnas Antang, yang terletak di bagian timur Kota Makassar, Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala dilanda banjir hebat pada akhir pekan kemarin setelah curah hujan yang tinggi menggenangi puluhan rumah warga, merusak fasilitas umum, dan menyebabkan sejumlah keluarga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Dalam upaya meringankan beban para korban banjir di Perumnas Antang Blok 8 Makassar, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) hari ini menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa paket sembako, dan obat-obatan. Bantuan ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak banjir. “Kerja sama dengan Bank Indonesia ini sangat penting dalam situasi darurat seperti ini. Melalui bantuan ini, kami berusaha memberikan dukungan bagi saudara-saudara kita yang terdampak banjir, terutama untuk mereka yang kehilangan banyak harta benda,” ujar Wakil Ketua 1 BAZNAS Sulsel, H.Muh. Irfan Sanusi, dalam sambutannya di lokasi penyaluran bantuan. Bantuan yang disalurkan meliputi bahan makanan pokok seperti beras, mie instan, minyak goreng, susu, serta kebutuhan balita seperti minyak telon dan pampers, serta obat-obatan untuk mencegah penyebaran penyakit yang biasa timbul setelah bencana banjir. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Regional Sulsel, Rizki Ernadi Wimanda, menyampaikan bahwa sinergi antara lembaga keuangan dan lembaga Filantropi seperti BAZNAS memiliki dampak yang besar dalam penanggulangan bencana. "Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial kami, Bank Indonesia merasa terpanggil untuk berkolaborasi dalam membantu masyarakat yang tengah menghadapi kesulitan akibat bencana alam ini. Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban para korban banjir" ungkap Reski Ernandi Wimanda. Sementara itu, para warga yang menerima bantuan terlihat sangat antusias dan mengungkapkan rasa terima kasih mereka. “Kami sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan. Ini sangat membantu kami untuk bertahan di tengah situasi yang sulit ini. Terima kasih kepada BAZNAS Sulsel, Bank Indonesia, dan semua pihak yang telah peduli kepada kami,” kata Fathiyah Bahmid, selaku Ketua RT 04 RW 08. Proses distribusi bantuan dilakukan secara langsung di titik-titik pengungsian, dengan melibatkan petugas Baznas Tanggap Bencana (BTB) dan BI serta relawan lokal. Pihak BAZNAS Sulsel dan Bank Indonesia juga berencana untuk terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi di Perumnas Antang dan memastikan bantuan dapat terus disalurkan sesuai kebutuhan. Selain itu, kedua lembaga ini juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk merencanakan upaya pemulihan jangka panjang bagi warga yang terdampak.
BERITA24/12/2024 | BAZNAS SULSEL
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat