WhatsApp Icon
Ketua BAZNAS Sulawesi Selatan Riswan Ilyas Hadiri Peringatan Satu Tahun Sekolah Rakyat dan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Makassar

MAKASSAR – Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan, Riswan Ilyas, ST, SE.Sy, menghadiri peringatan satu tahun Program Sekolah Rakyat yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Gedung Olahraga (GOR) Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Rabu (28/10/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam memperluas akses pendidikan yang inklusif, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memberikan kesempatan yang lebih luas kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan yang layak.

Acara tersebut turut dihadiri Menteri Sosial Republik Indonesia Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, serta para siswa Sekolah Rakyat dari berbagai daerah.

 

Semangat Sumpah Pemuda dan Pemerataan Pendidikan

Peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh semangat kebangsaan. Salah satu momen yang menarik perhatian peserta adalah ketika siswa Sekolah Rakyat, Muhammad Yusuf, memimpin pembacaan ikrar Sumpah Pemuda di hadapan para undangan.

Rangkaian kegiatan juga dimeriahkan dengan penampilan seni dan budaya oleh para siswa Sekolah Rakyat. Berbagai pertunjukan, mulai dari pencak silat, musik kecapi, hingga tarian nusantara, menjadi gambaran keberagaman budaya Indonesia sekaligus potensi generasi muda yang perlu terus dikembangkan.

Peringatan satu tahun Sekolah Rakyat juga menjadi kesempatan untuk mengevaluasi pelaksanaan program pendidikan yang menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program ini diharapkan dapat membuka akses pendidikan yang lebih merata sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan kualitas sumber daya manusia.

 

BAZNAS Sulawesi Selatan Dukung Penguatan Kesejahteraan Masyarakat

Kehadiran Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan Riswan Ilyas dalam kegiatan tersebut mencerminkan pentingnya sinergi antarlembaga dalam mendukung agenda pembangunan sosial, khususnya peningkatan kualitas hidup masyarakat dan perluasan kesempatan bagi kelompok yang membutuhkan.

Sebagai lembaga yang memiliki mandat dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS memiliki peran strategis dalam mendukung pengentasan kemiskinan melalui program pendistribusian dan pendayagunaan dana zakat yang terarah, terukur, dan berkelanjutan. 

Pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam upaya memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Melalui program-program yang berorientasi pada peningkatan kapasitas mustahik, penguatan pendidikan, dan pemberdayaan keluarga, zakat dapat menjadi instrumen sosial-ekonomi yang membantu masyarakat memperoleh kesempatan untuk hidup lebih sejahtera.

Momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda juga sejalan dengan semangat pemberdayaan generasi muda. Anak-anak yang memperoleh akses pendidikan dan pendampingan yang memadai diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi yang berdaya saing, berkarakter, serta mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah dan bangsa.

 

Memperkuat Kolaborasi untuk Masa Depan Generasi Muda

Peringatan satu tahun Sekolah Rakyat dan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Makassar menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, lembaga sosial, dunia pendidikan, hingga masyarakat.

BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan terus menempatkan pengelolaan zakat sebagai bagian dari upaya membangun kesejahteraan masyarakat. Sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan diharapkan dapat memperluas manfaat program sosial dan memperkuat dukungan terhadap kelompok rentan, termasuk anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Semangat Sumpah Pemuda menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa ditentukan oleh kualitas generasi mudanya. Dengan memperkuat akses pendidikan, kepedulian sosial, dan kolaborasi antarlembaga, cita-cita mewujudkan masyarakat yang lebih adil, mandiri, dan sejahtera dapat terus diperjuangkan bersama.

BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan berkomitmen untuk terus memperkuat peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan dan kesejahteraan umat, sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas di Sulawesi Selatan.

28/10/2026 | Kontributor: humas baznas sulsel
BAZNAS Sulsel Gelar Bimtek Evaluasi Perencanaan Semester I 2026 dan Penyusunan RKAT 2027, Perkuat Tata Kelola Zakat yang Terukur

 

 

MAKASSAR, 27 Oktober 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan menyelenggarakan Bimbingan Teknis Evaluasi Perencanaan Semester I Tahun 2026 dan Penyusunan Dokumen Perencanaan Tahun 2027 bagi BAZNAS kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.

Kegiatan yang berlangsung pada 27–29 Oktober 2026 di Hotel Almadera Makassar ini menjadi upaya memperkuat kualitas perencanaan, evaluasi kinerja, dan tata kelola pengelolaan zakat yang lebih terarah, akuntabel, serta berorientasi pada dampak.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, Riswan Ilyas, S.E.Sy., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya perencanaan yang matang sebagai fondasi pelaksanaan program dan pencapaian target lembaga. Evaluasi terhadap pelaksanaan program pada semester pertama tahun 2026 menjadi momentum bagi BAZNAS untuk mengidentifikasi capaian, menelaah kendala, serta merumuskan langkah perbaikan dalam pelaksanaan program berikutnya.

Bimbingan teknis ini menghadirkan Dr. Ahmad Hambali, S.Ag., M.H., Direktur Perencanaan ZIS-DSKL Nasional BAZNAS RI, yang memberikan pendampingan dan penguatan kapasitas kepada jajaran BAZNAS se-Sulawesi Selatan dalam menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) Tahun 2027.

Evaluasi sebagai Dasar Perbaikan Kinerja

Evaluasi perencanaan Semester I 2026 menjadi salah satu agenda penting untuk memastikan pelaksanaan program BAZNAS berjalan sesuai dengan rencana, sasaran, dan indikator kinerja yang telah ditetapkan.

Melalui evaluasi tersebut, BAZNAS kabupaten/kota didorong untuk menelaah kesesuaian antara perencanaan dan realisasi program, mengidentifikasi faktor pendukung maupun kendala pelaksanaan, serta menyusun langkah perbaikan berdasarkan hasil evaluasi.

Pendekatan ini penting agar proses perencanaan tidak berhenti pada pemenuhan dokumen administratif, tetapi menjadi instrumen manajemen yang membantu lembaga mengambil keputusan secara lebih tepat. Dengan demikian, setiap program dapat dirancang berdasarkan kebutuhan, dilaksanakan secara terukur, dan dievaluasi berdasarkan capaian yang jelas.

Perkuat Penyusunan RKAT BAZNAS Tahun 2027

Salah satu fokus utama kegiatan adalah penyusunan dokumen perencanaan tahun 2027, khususnya Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) BAZNAS. Melalui pendampingan Direktur Perencanaan ZIS-DSKL Nasional BAZNAS RI, peserta memperoleh penguatan dalam menyelaraskan rencana program, target kinerja, kebutuhan anggaran, dan indikator keberhasilan lembaga.

Penyusunan RKAT yang berkualitas membutuhkan keterpaduan antara tujuan strategis lembaga dan rencana kerja yang akan dilaksanakan. Perencanaan perlu mempertimbangkan kapasitas organisasi, potensi penghimpunan ZIS dan DSKL, kebutuhan pendistribusian dan pendayagunaan, serta target pelayanan kepada muzaki dan mustahik.

Karena itu, BAZNAS kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan diharapkan mampu menyusun dokumen perencanaan yang realistis, sistematis, dan selaras dengan arah kebijakan BAZNAS secara berjenjang. Perencanaan yang baik juga menjadi fondasi bagi pelaksanaan program yang lebih efektif, pengendalian anggaran, serta evaluasi kinerja pada tahun berikutnya.

Membangun Perencanaan Berbasis Kinerja dan Dampak

Melalui kegiatan ini, BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan mendorong penguatan budaya kerja yang menjadikan data, evaluasi, dan indikator kinerja sebagai bagian penting dalam pengambilan keputusan.

Perencanaan yang efektif tidak hanya menjawab apa yang akan dikerjakan dan berapa anggaran yang dibutuhkan, tetapi juga menjelaskan hasil yang ingin dicapai serta manfaat yang diharapkan bagi masyarakat.

Dengan pendekatan tersebut, penyusunan RKAT 2027 diharapkan semakin memperhatikan keterkaitan antara target penghimpunan, kualitas pendistribusian dan pendayagunaan, efisiensi penggunaan anggaran, serta capaian program bagi penerima manfaat.

Keselarasan perencanaan antara BAZNAS Provinsi dan BAZNAS kabupaten/kota juga menjadi aspek penting dalam membangun tata kelola zakat yang lebih terkoordinasi. Melalui kesamaan arah dan standar perencanaan, pelaksanaan program diharapkan dapat saling mendukung dalam memperluas manfaat zakat bagi masyarakat Sulawesi Selatan.

Perkuat Sinergi BAZNAS se-Sulawesi Selatan

Penyelenggaraan bimbingan teknis ini menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan untuk memperkuat kapasitas kelembagaan dan meningkatkan kualitas tata kelola zakat di seluruh kabupaten/kota.

Selama kegiatan berlangsung pada 27–29 Oktober 2026, peserta diharapkan dapat memanfaatkan sesi pendampingan untuk memperdalam pemahaman mengenai evaluasi perencanaan dan menyempurnakan dokumen perencanaan tahun 2027 sesuai dengan ketentuan serta arah kebijakan yang berlaku.

Melalui penguatan kapasitas tersebut, BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan berharap seluruh BAZNAS kabupaten/kota semakin siap menghadapi pelaksanaan program tahun 2027 dengan perencanaan yang lebih terukur, penganggaran yang lebih terarah, serta indikator kinerja yang jelas.

BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan berkomitmen untuk terus memperkuat tata kelola pengelolaan zakat melalui perencanaan yang berkualitas, evaluasi yang berkelanjutan, dan peningkatan kapasitas kelembagaan, sehingga pengelolaan ZIS dan DSKL dapat memberikan manfaat yang semakin luas dan berdampak nyata bagi masyarakat.*

 

 

27/10/2026 | Kontributor: humas baznas sulsel
BAZNAS Sulsel dan Hotel Almadera Teken MoU Program Food Bank, Salurkan Makanan Layak Konsumsi kepada Masyarakat Membutuhkan

 

MAKASSAR, 27 Oktober 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan menjalin kerja sama dengan Hotel Almadera Makassar melalui penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dalam program Food Bank, sebuah inisiatif kolaboratif untuk mengurangi pemborosan makanan sekaligus memperluas akses pangan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Penandatanganan MoU dilaksanakan di Room Orchid Hotel Almadera, Makassar, Selasa (27/10/2026), oleh Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, Riswan Ilyas, S.E.Sy. Kerja sama ini menjadi langkah konkret dalam menghubungkan potensi makanan berlebih yang masih layak dan aman dikonsumsi dengan kebutuhan pangan masyarakat, khususnya golongan asnaf yang membutuhkan.

Melalui program ini, makanan yang disiapkan oleh pihak hotel, tetapi tidak habis dikonsumsi tamu, dapat dikoordinasikan dengan BAZNAS untuk selanjutnya disalurkan kepada penerima manfaat. Makanan yang didistribusikan merupakan makanan yang masih segar, layak konsumsi, dan memenuhi persyaratan keamanan pangan sesuai standar perhotelan.

Mengurangi Pemborosan, Memperluas Manfaat Pangan

Industri perhotelan memiliki aktivitas penyediaan makanan yang dinamis, baik untuk tamu maupun berbagai kegiatan. Dalam kondisi tertentu, terdapat makanan yang masih layak dikonsumsi tetapi tidak habis tersaji atau dikonsumsi. Apabila tidak dikelola dengan baik, makanan tersebut berpotensi menjadi limbah, padahal masih dapat memberikan manfaat bagi orang lain.

Melalui program Food Bank, BAZNAS Sulawesi Selatan dan Hotel Almadera berupaya mengubah potensi surplus makanan tersebut menjadi sumber manfaat sosial. Makanan yang masih layak dan aman dikonsumsi dapat diselamatkan, dikelola, dan disalurkan melalui koordinasi kedua pihak kepada masyarakat yang membutuhkan.

Inisiatif ini menegaskan bahwa upaya membantu masyarakat tidak selalu harus dimulai dengan menyediakan sumber daya baru. Pengelolaan sumber daya yang telah tersedia secara lebih bijaksana juga dapat menjadi jalan untuk memperluas manfaat dan menjawab kebutuhan sosial.

BAZNAS Menjadi Penghubung antara Surplus Pangan dan Penerima Manfaat

Dalam kerja sama ini, BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan berperan dalam mengoordinasikan penyaluran makanan kepada penerima manfaat yang membutuhkan. Kolaborasi dengan pihak hotel diharapkan dapat membangun mekanisme penyaluran yang terarah, sehingga makanan yang masih layak konsumsi dapat dimanfaatkan secara optimal.

Program ini juga membuka ruang bagi penguatan kolaborasi antara lembaga pengelola zakat dan sektor usaha dalam menjawab persoalan sosial masyarakat. Melalui pendekatan tersebut, kepedulian sosial dapat diwujudkan dalam bentuk aksi nyata yang memanfaatkan potensi sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar.

Penyaluran makanan kepada golongan asnaf yang membutuhkan menjadi bagian dari upaya menghadirkan manfaat sosial yang lebih dekat dengan kebutuhan dasar masyarakat. Pelaksanaannya tetap perlu memperhatikan ketepatan sasaran, kualitas makanan, waktu penyaluran, serta prosedur keamanan pangan agar manfaat yang diberikan dapat diterima secara layak oleh penerima.

Kolaborasi Dunia Usaha untuk Kepedulian Sosial

Penandatanganan MoU antara BAZNAS Sulawesi Selatan dan Hotel Almadera menjadi langkah awal dalam membangun sinergi antara lembaga sosial keagamaan dan dunia usaha. Kerja sama ini menunjukkan bahwa sektor perhotelan dapat mengambil peran dalam pengurangan pemborosan makanan sekaligus berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.

Lebih dari sekadar kegiatan penyaluran makanan, program Food Bank diharapkan dapat menumbuhkan budaya pemanfaatan pangan yang bertanggung jawab, memperkuat kepedulian terhadap sesama, serta mendorong keterlibatan lebih luas dari berbagai pihak dalam mengatasi persoalan sosial.

BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan berharap kolaborasi ini dapat menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lainnya untuk turut mengembangkan inisiatif serupa sesuai dengan kapasitas dan karakteristik masing-masing.

Melalui program Food Bank, BAZNAS Sulawesi Selatan terus mendorong pengelolaan sumber daya yang lebih bermanfaat, kolaboratif, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.

Dari makanan yang berlebih, lahir manfaat yang lebih luas. Bersama Hotel Almadera, BAZNAS Sulawesi Selatan berupaya memastikan makanan yang masih layak konsumsi tidak terbuang sia-sia, tetapi dapat menjadi sumber kebaikan bagi mereka yang membutuhkan.

27/10/2026 | Kontributor: humas baznas sulsel
Ketua BAZNAS se-Sulawesi Selatan Hadiri Rakornas BAZNAS RI, Raih Tiga Penghargaan Nasional

Jakarta, 15 Oktober 2026 — Jajaran pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) se-Sulawesi Selatan menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS RI yang diselenggarakan di Jakarta pada 13–15 Oktober 2026. Mengusung tema “Konsolidasi Zakat Indonesia yang Produktif dan Berdampak”, kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat koordinasi kelembagaan, menyelaraskan arah kebijakan pengelolaan zakat, serta mendorong peningkatan kontribusi zakat bagi kesejahteraan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, perwakilan BAZNAS dari Sulawesi Selatan berhasil meraih tiga penghargaan nasional. Penghargaan tersebut meliputi kategori Z-Chicken Terbaik yang diraih BAZNAS Kabupaten Gowa, Wali Kota Pendukung Zakat Terbaik yang diberikan kepada Wali Kota Makassar melalui BAZNAS Kota Makassar, serta Bupati Pendukung Zakat Terbaik yang diberikan kepada Bupati Barru melalui BAZNAS Kabupaten Barru.

Capaian ini menjadi bentuk apresiasi atas pelaksanaan program pemberdayaan ekonomi dan dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan gerakan zakat. Prestasi tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi BAZNAS se-Sulawesi Selatan untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola, memperluas kemitraan, dan mengembangkan program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

 

Konsolidasi Nasional untuk Penguatan Pengelolaan Zakat

Rakornas BAZNAS RI diikuti oleh 974 peserta yang terdiri atas perwakilan 34 BAZNAS provinsi dan 308 BAZNAS kabupaten/kota. Forum ini menjadi ruang koordinasi nasional untuk menyatukan langkah dalam menghadapi tantangan pengelolaan zakat sekaligus memperkuat peran BAZNAS sebagai lembaga yang mengelola zakat secara profesional, transparan, dan akuntabel.

Salah satu agenda utama yang menjadi perhatian dalam Rakornas adalah target penghimpunan zakat, infak, sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS-DSKL) sebesar Rp70 triliun pada tahun 2027. Pencapaian target tersebut membutuhkan strategi penghimpunan yang terintegrasi, peningkatan literasi zakat, perluasan basis muzaki, serta penguatan kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

Rakornas juga membahas penyelarasan Rencana Strategis BAZNAS 2026–2031 sebagai landasan untuk memperkuat arah kebijakan, program prioritas, dan indikator kinerja pengelolaan zakat di tingkat nasional maupun daerah.

Dalam pelaksanaannya, penguatan tiga bidang utama menjadi perhatian, yaitu pengumpulan, pendistribusian dan pendayagunaan, serta pengendalian. Ketiga bidang tersebut diharapkan berjalan secara terintegrasi agar pengelolaan zakat tidak hanya berorientasi pada peningkatan penghimpunan dan penyaluran, tetapi juga pada efektivitas program dan keberlanjutan manfaat bagi mustahik.

 

BAZNAS Sulsel Apresiasi Penghargaan dan Dorong Peningkatan Kinerja

Perolehan tiga penghargaan oleh perwakilan Sulawesi Selatan menjadi kebanggaan sekaligus bahan evaluasi untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan zakat di daerah. Penghargaan tersebut mencerminkan pentingnya sinergi antara BAZNAS dan pemerintah daerah dalam membangun ekosistem zakat yang produktif dan berkelanjutan.

Pimpinan BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Kabupaten Gowa, BAZNAS Kota Makassar, dan BAZNAS Kabupaten Barru atas capaian yang diraih dalam Rakornas BAZNAS RI. Apresiasi juga diberikan kepada para kepala daerah yang telah mendukung penguatan gerakan zakat di wilayah masing-masing.

“Kami menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas penghargaan yang diraih oleh perwakilan BAZNAS dari Sulawesi Selatan. Capaian ini merupakan hasil dari kerja keras, komitmen, dan sinergi antara BAZNAS dengan pemerintah daerah serta seluruh pihak yang mendukung pengelolaan zakat. Penghargaan ini hendaknya menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus berbenah, meningkatkan kualitas tata kelola, memperkuat inovasi program, dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. Ke depan, kami berharap prestasi ini tidak hanya dipertahankan, tetapi juga ditingkatkan agar program zakat semakin produktif, tepat sasaran, dan memberikan dampak yang lebih luas bagi kesejahteraan mustahik,” ungkapnya.

Menurutnya, penghargaan bukanlah tujuan akhir, melainkan dorongan untuk terus melakukan perbaikan dan pengembangan program. Setiap BAZNAS di daerah diharapkan dapat menjadikan capaian tersebut sebagai inspirasi untuk memperkuat profesionalisme, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memastikan program zakat mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.

 

Penguatan Sinergi dan Tata Kelola Kelembagaan

Selain membahas strategi penghimpunan dan pendayagunaan, Rakornas BAZNAS RI juga menekankan pentingnya peningkatan tata kelola kelembagaan, kualitas sumber daya manusia (SDM) amil, dan literasi zakat. Penguatan aspek tersebut diperlukan untuk memastikan pengelolaan dana umat dilaksanakan sesuai prinsip syariah, ketentuan peraturan perundang-undangan, dan standar akuntabilitas yang berlaku.

Sinergi lintas sektor turut menjadi bagian penting dalam agenda konsolidasi nasional. Kolaborasi dengan Kementerian Agama, Kementerian Koperasi, Kementerian UMKM, KADIN Indonesia, serta pemangku kepentingan lainnya diharapkan dapat memperluas peluang penghimpunan dan pendayagunaan zakat, khususnya dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Bagi BAZNAS se-Sulawesi Selatan, penguatan kolaborasi tersebut menjadi peluang untuk mengembangkan program yang lebih inovatif, memperluas jangkauan penerima manfaat, dan meningkatkan efektivitas pendayagunaan zakat produktif (*)

15/10/2026 | Kontributor: Humas Baznas Prov. Sulawesi Selatan
Ketua BAZNAS Sulsel Serahkan Naskah Akademik Penataan Status dan Kesejahteraan Pegawai BAZNAS se-Indonesia kepada Ketua BAZNAS RI

JAKARTA — Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan, Riswan Ilyas , menyerahkan naskah akademik kajian tentang Penataan Status dan Kesejahteraan Pegawai Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) se-Indonesia kepada Ketua BAZNAS Republik Indonesia, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., di Hotel Grand Mercure Jakarta Kemayoran, Jakarta, pada 15 Oktober 2026.

Penyerahan naskah akademik ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan untuk mendorong penguatan tata kelola kelembagaan zakat nasional, khususnya melalui penataan sistem kepegawaian yang lebih terstruktur, profesional, dan berkeadilan bagi seluruh pegawai BAZNAS di Indonesia.

Momentum tersebut berlangsung dalam rangkaian agenda Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS Tahun 2026 yang mengusung tema “Konsolidasi Zakat Indonesia yang Produktif dan Berdampak”. Forum nasional ini menjadi ruang konsolidasi bagi BAZNAS dalam memperkuat koordinasi, menyelaraskan kebijakan, dan mendorong peningkatan kinerja pengelolaan zakat di seluruh Indonesia.

Dorong Sistem Kepegawaian BAZNAS yang Profesional dan Berkeadilan

Naskah akademik yang diserahkan memuat kajian mengenai pentingnya penataan status hubungan kerja dan peningkatan kesejahteraan pegawai BAZNAS sebagai bagian integral dari penguatan kelembagaan pengelola zakat nasional.

Sebagai lembaga yang dibentuk berdasarkan undang-undang, BAZNAS memiliki mandat strategis dalam pengelolaan zakat, mulai dari penghimpunan, pengelolaan keuangan, pendistribusian, pendayagunaan, hingga pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan. Pelaksanaan mandat tersebut membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang kompeten, berintegritas, profesional, serta memiliki kepastian karier dan perlindungan kerja.

Dalam praktiknya, pegawai BAZNAS memegang peranan penting dalam memastikan pengelolaan zakat berjalan secara efektif, akuntabel, dan berorientasi pada dampak. Karena itu, penguatan kapasitas kelembagaan perlu diiringi dengan sistem kepegawaian yang mampu memberikan kepastian status hubungan kerja, standar penghasilan yang layak, perlindungan sosial, pengembangan kompetensi, serta keberlanjutan karier.

Kajian tersebut menyoroti perlunya kerangka kepegawaian nasional yang dapat menjadi acuan bersama bagi BAZNAS di tingkat pusat, provinsi, dan kabupaten/kota. Dengan adanya standar yang lebih terarah, pengelolaan sumber daya manusia di lingkungan BAZNAS diharapkan dapat berkembang secara konsisten dengan tetap mempertimbangkan kemampuan fiskal dan karakteristik masing-masing daerah.

Tiga Alternatif Kebijakan Penataan Kepegawaian

Naskah akademik ini mengidentifikasi tiga alternatif kebijakan yang dapat menjadi bahan pertimbangan dalam merumuskan sistem kepegawaian BAZNAS ke depan.

Pertama, pembangunan Sistem Kepegawaian Nasional BAZNAS, melalui penyusunan standar minimum nasional yang menjadi acuan bagi seluruh tingkatan BAZNAS, terutama dalam hal status hubungan kerja, penghasilan, tunjangan, perlindungan sosial, dan pengembangan karier.

Kedua, pembentukan skema kepegawaian khusus bagi BAZNAS melalui penguatan regulasi yang mengatur hubungan kerja, standar kesejahteraan, perlindungan sosial, pembinaan profesi amil, serta mekanisme pembiayaan yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Ketiga, kajian integrasi jabatan atau kebutuhan tertentu dalam lingkungan BAZNAS ke dalam sistem Aparatur Sipil Negara (ASN), sepanjang memungkinkan secara hukum, kelembagaan, dan fiskal. Alternatif ini memerlukan kajian tersendiri mengenai dasar hukum, kebutuhan jabatan, mekanisme pengangkatan, dan konsekuensi anggaran.

Dari ketiga alternatif tersebut, kajian merekomendasikan pembangunan Sistem Kepegawaian Nasional BAZNAS sebagai agenda utama, yang disertai penguatan regulasi khusus dan kajian mengenai kemungkinan integrasi jabatan tertentu ke dalam sistem ASN sesuai persyaratan yang berlaku.

Rekomendasi ini menempatkan penataan kepegawaian sebagai agenda kelembagaan jangka panjang yang perlu dirancang secara sistematis, dengan memperhatikan kepastian hukum, kemampuan pembiayaan, dan keberlanjutan operasional pengelolaan zakat.

Lima Agenda Prioritas untuk Penguatan Kesejahteraan Pegawai

Sebagai tindak lanjut dari rekomendasi kebijakan tersebut, naskah akademik mengusulkan lima agenda prioritas.

Pertama, penataan dan standardisasi status hubungan kerja seluruh pegawai BAZNAS. Kedua, penetapan standar minimum penghasilan dan kesejahteraan pegawai BAZNAS secara nasional. Ketiga, pemenuhan perlindungan ketenagakerjaan, jaminan kesehatan, jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, serta perlindungan hari tua sesuai ketentuan yang berlaku.

Keempat, pembangunan sistem karier, pengembangan kompetensi, sertifikasi, evaluasi kinerja, dan penguatan profesi amil. Kelima, penyusunan peta jalan implementasi nasional periode 2026–2031 dengan skema pembiayaan yang sah, transparan, terukur, dan berkelanjutan.

Kelima agenda tersebut diharapkan menjadi kerangka awal dalam membangun sistem kepegawaian yang tidak hanya memberikan kepastian dan perlindungan bagi pegawai, tetapi juga memperkuat kualitas pelayanan kepada muzaki dan mustahik.

Penataan status dan kesejahteraan pegawai juga perlu dilihat dalam perspektif keberlanjutan kelembagaan. Sistem kepegawaian yang jelas dapat mendukung pengembangan kompetensi, menjaga kesinambungan pengetahuan organisasi, serta memperkuat profesionalisme dalam pelaksanaan tugas pengelolaan zakat.

Menguatkan Fondasi Kelembagaan Zakat Nasional

Penyerahan naskah akademik ini menegaskan perhatian BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan terhadap pentingnya penguatan sumber daya manusia sebagai salah satu fondasi utama pengelolaan zakat nasional.

Konsolidasi zakat tidak hanya membutuhkan peningkatan penghimpunan dan efektivitas pendistribusian, tetapi juga tata kelola organisasi yang mampu memastikan tersedianya sumber daya manusia yang profesional, terlindungi, dan memiliki kesempatan berkembang secara berkelanjutan.

Melalui kajian ini, BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan mendorong agar isu status dan kesejahteraan pegawai menjadi bagian dari pembahasan strategis dalam pengembangan kelembagaan BAZNAS di seluruh Indonesia. Berbagai rekomendasi yang disampaikan diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi BAZNAS RI dan pemangku kepentingan terkait dalam merumuskan kebijakan yang sesuai dengan ketentuan hukum serta kebutuhan organisasi.

Ke depan, pembangunan Sistem Kepegawaian Nasional BAZNAS diharapkan dapat memperkuat profesionalisme amil, meningkatkan kualitas tata kelola, dan mendukung pelaksanaan mandat pengelolaan zakat secara lebih optimal.

BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan berkomitmen untuk terus mendorong gagasan dan rekomendasi kebijakan yang mendukung penguatan kelembagaan zakat nasional, termasuk melalui penataan sistem kepegawaian yang profesional, berkeadilan, dan berkelanjutan demi terwujudnya pengelolaan zakat yang produktif dan berdampak bagi masyarakat.

15/10/2026 | Kontributor: Humas Baznas Prov. Sulawesi Selatan

Berita Terbaru

BAZNAS Sulsel terima Zakat Fitrah dari POLDA Sulsel, Bukti Kepedulian untuk Masyarakat
BAZNAS Sulsel terima Zakat Fitrah dari POLDA Sulsel, Bukti Kepedulian untuk Masyarakat
Makassar, 17 Maret 2025 – Dalam rangka memperingati Nuzulul Quran 1446 H/2025 M, Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) menyerahkan zakat fitrah sebesar Rp. 238.020.000,- kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Sulawesi Selatan. Dana zakat ini akan disalurkan kepada panti asuhan di wilayah Makassar dan sekitarnya sebagai bentuk kepedulian sosial dan upaya berbagi kebahagiaan di bulan suci Ramadan. Acara penyerahan zakat fitrah berlangsung di Masjid Nur Syuhada, Mapolda Sulsel, Jl. Perintis Kemerdekaan KM.16, Makassar. Secara simbolis, zakat fitrah diserahkan oleh Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen. Pol. Drs. Yudhiawan Wibisono, M.Si., kepada Ketua BAZNAS Sulsel, Dr. dr. H. M. Khidri Ali, MA, M.Kes. Dalam sambutannya, Kapolda Sulsel menekankan pentingnya zakat sebagai bentuk kepedulian sosial dan tanggung jawab bersama dalam membantu sesama, terutama anak-anak yatim dan dhuafa. "Zakat fitrah ini merupakan wujud kebersamaan dan kepedulian kami kepada masyarakat yang membutuhkan. Semoga dapat memberikan manfaat dan kebahagiaan bagi mereka yang menerimanya, khususnya menjelang Hari Raya Idulfitri," ujar Irjen. Pol. Drs. Yudhiawan Wibisono, M.Si. Ketua BAZNAS Sulsel, Dr. dr. H. M. Khidri Ali, MA, M.Kes., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh Polda Sulsel dalam menyalurkan zakat fitrah. Ia juga berharap langkah positif ini dapat menjadi contoh bagi instansi lain untuk ikut serta dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. "Kami sangat mengapresiasi Polda Sulsel yang telah menyalurkan zakat fitrahnya melalui BAZNAS. Semoga ini menjadi inspirasi bagi instansi lain untuk turut berkontribusi dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Kami juga mengajak seluruh umat Muslim untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Sulsel, agar dapat dikelola dengan baik dan tersalurkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan," ujar Dr. dr. H. M. Khidri Ali, MA, M.Kes. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara Polda Sulsel dan BAZNAS Sulsel dalam memperkuat nilai-nilai kepedulian sosial, khususnya di bulan Ramadan yang penuh berkah.
BERITA17/03/2025 | Humas BAZNAS SULSEL
BAZNAS Sulsel Menggelar Layanan Servis dan Ganti Oli Gratis di Makassar, Apresiasi Ojol sebagai Pahlawan Jalanan
BAZNAS Sulsel Menggelar Layanan Servis dan Ganti Oli Gratis di Makassar, Apresiasi Ojol sebagai Pahlawan Jalanan
Makassar, 17 Maret 2025 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Sulawesi Selatan dengan penuh komitmen mendukung Program 5000 Motor Mudik Aman dan Nyaman: Servis & Ganti Oli Gratis bersama Z-Auto, yang diinisiasi oleh BAZNAS RI. Program ini bertujuan untuk memastikan kendaraan pemudik dari kalangan mustahik, termasuk pengendara ojek online (ojol), ojek pangkalan, serta masyarakat kurang mampu, dalam kondisi prima selama perjalanan mudik. Sebagai bagian dari pelaksanaan program nasional ini, BAZNAS Sulsel menggelar layanan servis dan ganti oli gratis di Makassar, yang menjadi salah satu dari 12 kota pelaksanaan. Kegiatan ini berlangsung mulai 17 hingga 18 Maret 2025 di halaman parkir Kantor BAZNAS Sulsel Jl. Masjid Raya No.55 Makassar, dengan melibatkan mekanik dari Z-Auto, program pemberdayaan ekonomi BAZNAS yang melatih dan mempekerjakan mustahik sebagai tenaga mekanik profesional. Ketua BAZNAS Sulsel, Dr. dr. H. M. Khidri Alwi, menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk kepedulian BAZNAS terhadap keselamatan para pemudik, sekaligus sebagai bentuk apresiasi terhadap pengemudi ojek online dan ojek pangkalan yang berjuang di jalanan setiap hari untuk memenuhi kebutuhan keluarga mereka. "Para pengemudi ojol adalah pahlawan jalanan yang berjasa besar dalam kehidupan masyarakat. Mereka tidak hanya mengantar penumpang, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti mengantar makanan, paket, dan berbagai layanan lainnya. Dengan program ini, kami ingin memberikan apresiasi kepada mereka, agar mereka bisa mudik dengan aman, nyaman, dan selamat sampai tujuan," ujar Dr. Khidri Alwi. Selain memberikan manfaat bagi para pemudik, program ini juga mendukung pemberdayaan ekonomi melalui mekanik-mekanik Z-Auto yang semuanya berasal dari kalangan mustahik. Sebanyak 220 mekanik Z-Auto turut serta dalam program ini, membantu memberikan layanan servis dan ganti oli gratis di berbagai kota, termasuk Makassar. BAZNAS Sulsel menegaskan bahwa program ini tidak hanya menjadi solusi bagi para pemudik, tetapi juga menjadi bagian dari misi zakat dalam meningkatkan kesejahteraan umat. "Kami di BAZNAS Sulsel sangat antusias dalam mendukung program ini, karena tidak hanya membantu masyarakat dalam perjalanan mudik, tetapi juga menjadi sarana bagi para mustahik untuk berkembang melalui pemberdayaan di bidang otomotif. Ini adalah wujud nyata bahwa zakat dapat hadir dalam berbagai aspek kehidupan dan membawa manfaat luas bagi masyarakat," tambah Dr. Khidri Alwi. Dengan adanya program ini, BAZNAS Sulsel berharap dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk berkontribusi dalam menciptakan mudik yang aman dan nyaman, sekaligus membuka lebih banyak peluang ekonomi bagi mustahik. Sebagai lembaga pengelola zakat resmi di Indonesia, BAZNAS Sulsel mengajak seluruh masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui BAZNAS Sulsel agar dapat dikelola secara profesional dan tepat sasaran. Dengan berzakat di BAZNAS, umat Islam turut serta membantu meningkatkan kesejahteraan mustahik, mendukung berbagai program sosial, ekonomi, pendidikan, hingga pemberdayaan berbasis zakat.
BERITA17/03/2025 | Humas BAZNAS SULSEL
BAZNAS Sulsel Gelar Buka Puasa Bersama dan Launching Program Cahaya Zakat Ramadhan 1446 H
BAZNAS Sulsel Gelar Buka Puasa Bersama dan Launching Program Cahaya Zakat Ramadhan 1446 H
Makassar, 16 Maret 2025 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Sulawesi Selatan menggelar acara Buka Puasa Bersama sekaligus meluncurkan Program Cahaya Zakat Ramadhan 1446 H di pelataran Kantor BAZNAS Sulsel, Jalan Masjid Raya No, 55, Makassar. Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel, perwakilan Kapolda Sulsel, pimpinan BAZNAS Sulsel, serta pimpinan perbankan dari Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Bank Sulselbar. Selain itu, hadir pula perwakilan Lembaga Amil Zakat (LAZ), Kementerian Agama, BAZNAS Kota Makassar, serta ratusan mitra BAZNAS, muzakki, dan mustahik. Dalam kesempatan ini, Dr. KH. M. Ishaq Samad, MA selaku Wakil Ketua II BAZNAS Sulsel menyampaikan taushiyah menjelang berbuka puasa. Ia menegaskan kemukjizatan Al-Qur’an yang tetap relevan hingga akhir zaman, baik dari segi bahasa maupun makna. Selain itu, ia mengajak umat Islam untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui BAZNAS Sulsel, mengingat dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa dalam harta yang dititipkan Allah SWT terdapat hak bagi fakir miskin. Ketua BAZNAS Sulsel, Dr. dr. H. M. Khidri Alwi, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa Program Cahaya Zakat Ramadhan bertujuan meningkatkan kesejahteraan umat melalui berbagai program sosial dan ekonomi berbasis ZIS. "Kami berharap program ini dapat menjadi wasilah keberkahan bagi masyarakat, terutama dalam membantu mustahik memenuhi kebutuhan selama bulan suci Ramadhan," ujarnya. Dalam acara ini, BAZNAS Sulsel juga secara resmi meluncurkan beberapa program unggulan untuk memperluas manfaat zakat bagi masyarakat yang membutuhkan, di antaranya: Rumah Layak Huni BAZNAS – Program pembangunan dan renovasi rumah bagi masyarakat kurang mampu agar dapat tinggal di hunian yang lebih layak dan sehat. Z-Auto – Program pemberdayaan ekonomi berbasis zakat yang menyediakan fasilitas usaha bengkel kendaraan bagi mustahik agar dapat mandiri secara ekonomi. Z-Chicken – Program usaha berbasis zakat di sektor kuliner yang memberikan kesempatan kepada mustahik untuk memiliki usaha ayam goreng dengan konsep kemitraan. Kampung Tanggap Bencana (KATANA) – Program penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi dan merespons bencana, termasuk pelatihan kebencanaan serta bantuan kesiapsiagaan darurat. Bantuan Pendidikan – Program beasiswa dan dukungan pendidikan bagi anak-anak kurang mampu agar mereka bisa mendapatkan akses pendidikan yang lebih baik. Bantuan Al-Qur'an – Distribusi mushaf Al-Qur'an ke berbagai pesantren, masjid, dan komunitas muslim di daerah terpencil untuk meningkatkan literasi Al-Qur'an. Santunan Anak Yatim – Bantuan finansial dan dukungan kesejahteraan bagi anak-anak yatim agar mereka bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Selain menjadi ajang berbagi, kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara BAZNAS SULSEL dan berbagai mitra strategis, termasuk pemerintah, lembaga keagamaan, dan perbankan syariah, dalam menyalurkan zakat untuk kemaslahatan umat. Dengan program ini, BAZNAS SULSEL mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih aktif dalam menunaikan zakat dan berbagi kebaikan selama bulan penuh berkah ini.
BERITA16/03/2025 | Humas BAZNAS SULSEL
BAZNAS Sulsel Terima 200 Paket Pangan Ramadan dari Bosowa Peduli dan PT MCM untuk disalurkan
BAZNAS Sulsel Terima 200 Paket Pangan Ramadan dari Bosowa Peduli dan PT MCM untuk disalurkan
Makassar, 12 Maret 2024 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan menerima 200 box paket pangan Ramadan dari Bosowa Peduli bekerja sama dengan PT Madani Citra Mandiri (PT MCM) pada Rabu (12/03/2024). Bantuan ini merupakan bagian dari program Sinergi Kebaikan Ramadan yang diinisiasi Bosowa Peduli dalam upaya menyalurkan 10.000 paket pangan selama bulan Ramadan kepada masyarakat yang membutuhkan. Penyerahan ini menegaskan komitmen bersama antara Bosowa Peduli, PT MCM, dan BAZNAS Sulsel dalam membantu meringankan beban masyarakat, khususnya para mustahik atau penerima zakat di Sulawesi Selatan. Paket yang diserahkan berisi kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, teh, gula, telur, dan berbagai bahan pangan lainnya yang diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di wilayah Mamminasata dan sekitarnya. Kepala Bidang Pengumpulan BAZNAS Sulsel, Suhatnam, S.Pd, M.Pd, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kontribusi Bosowa Peduli dan PT MCM dalam mendukung misi BAZNAS dalam menyalurkan zakat dan bantuan sosial keagamaan lainnya. "Kami menyambut baik penyerahan 200 paket pangan ini. Alhamdulillah, Bosowa Peduli kini telah resmi menjadi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di bawah BAZNAS Sulsel dengan dikeluarkannya Surat Keputusan (SK) yang menjamin legalitas dan keamanan dalam pengumpulan serta penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah," ujar Suhatnam. Lebih lanjut, ia berharap kolaborasi ini terus berkembang dan Bosowa Peduli tidak hanya berperan sebagai UPZ, tetapi dapat menjadi lembaga amil zakat yang lebih besar di masa depan. "Kami berharap sinergi ini terus berlanjut dan semakin luas jangkauannya. Dengan menjadi lembaga amil zakat, Bosowa Peduli dapat memperluas manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan di berbagai daerah," tambahnya. BAZNAS Sulsel mengapresiasi semua pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung gerakan kebaikan ini dan mengajak lebih banyak lembaga dan perusahaan untuk bersinergi dalam membantu sesama. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, BAZNAS Sulsel optimis dapat menjalankan amanah dalam menyalurkan zakat secara tepat sasaran dan transparan kepada mereka yang berhak. BAZNAS Sulsel mengundang masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui kantor BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan di Jl. Masjid Raya No. 55, Makassar. Dengan berzakat di BAZNAS, Anda turut berkontribusi dalam mewujudkan kesejahteraan dan membantu mereka yang membutuhkan. -mJK-
BERITA12/03/2025 | Humas BAZNAS SULSEL
Tingkatkan Kesejahteraan Mustahik, Menag Nasaruddin Apresiasi Program Pemberdayaan Ekonomi BAZNAS
Tingkatkan Kesejahteraan Mustahik, Menag Nasaruddin Apresiasi Program Pemberdayaan Ekonomi BAZNAS
Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, mengapresiasi program pemberdayaan ekonomi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) yang dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan mustahik melalui pendekatan yang produktif dan berkelanjutan. Hal ini disampaikannya dalam acara Ngaji Bareng BAZNAS Edisi Ramadhan 1446 H yang digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Minggu (9/3/2025). Dalam kesempatan tersebut, Menag Nasaruddin menekankan pentingnya pengelolaan zakat yang profesional agar dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi penerima manfaat. "Amil harus benar dan profesional, agar zakat menjadi produktif, karena yang paling bagus adalah kita menciptakan sistem perzakatan yang produktif," ujarnya. Ia menjelaskan, zakat produktif harus disalurkan dengan mempertimbangkan kebutuhan mustahik agar mereka bisa berdaya secara ekonomi. "Zakat yang produktif itu artinya kita bisa memberikan pembagian, mana yang lebih tepat mendapatkan bantuan berupa ikan, mana yang lebih tepat dibantu dengan pancing, mana yang lebih tepat dibantu dengan perahu, agar sesuai dengan kebutuhannya. Jangan yang layaknya dibantu perahu dikasih ikan, ini mubazir, tidak produktif. Atau sebaliknya, dia membutuhkan ikan tapi dikasih perahu, dia tidak bisa mendayagunakan itu. Inilah perlunya pengelolaan zakat secara profesional," jelasnya. Selain itu, ia juga menyoroti perbedaan karakteristik kemiskinan yang membutuhkan pendekatan yang berbeda dalam penyelesaiannya. "Kita juga bisa memilah-milah ada kemiskinan natural, ada kemiskinan kultural, dan ada juga kemiskinan struktural, yang cara penyelesaiannya tentu berbeda." BAZNAS RI saat ini memiliki berbagai program pemberdayaan ekonomi untuk meningkatkan taraf hidup mustahik dan masyarakat rentan. Program ini meliputi Bantuan modal usaha, Pelatihan dan pendampingan usaha, Pembangunan ekosistem bisnis usaha bersama mustahik. Program unggulan pemberdayaan ekonomi BAZNAS antara lain seperti Zmart, ZChicken, Z-Auto, dan Santripreneur. Menag Nasaruddin berharap program-program ini dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak mustahik agar mereka dapat mandiri secara ekonomi. "Saya sangat mengapresiasi program pemberdayaan ekonomi yang dijalankan BAZNAS. Program ini bukan hanya sekadar memberikan bantuan, tetapi juga memberdayakan mustahik agar bisa mandiri secara ekonomi dan keluar dari garis kemiskinan," ungkapnya. Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan program ini membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat. "Kesuksesan pemberdayaan ekonomi berbasis zakat ini tidak hanya tanggung jawab BAZNAS, tetapi juga memerlukan dukungan dari semua pihak. Jika dikelola dengan baik, zakat bisa menjadi instrumen yang kuat dalam mengentaskan kemiskinan di Indonesia," tambahnya. Menag Nasaruddin juga mengajak masyarakat untuk menyalurkan zakat melalui BAZNAS sebagai lembaga resmi yang bertanggung jawab dalam pengelolaan zakat di Indonesia. "Kita di Indonesia ini kan sudah ada lembaga yang bertanggung jawab mengelola zakat dan dijamin oleh negara, yaitu BAZNAS. Kalau saya sih paling aman kita berzakat melalui BAZNAS," katanya. Dari Makassar, Sulawesi Selatan, Wakil Ketua 2 BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. H. M. Ishaq Shamad, MA, turut mengapresiasi perhatian Menteri Agama terhadap pengelolaan zakat yang profesional dan produktif. Ia menegaskan bahwa pendekatan pemberdayaan ekonomi yang dilakukan BAZNAS menjadi langkah konkret dalam mendorong kemandirian mustahik. "Kami di BAZNAS Sulawesi Selatan berkomitmen menjalankan program pemberdayaan ekonomi sesuai dengan prinsip produktivitas dan keberlanjutan. Dengan pengelolaan yang profesional, zakat tidak hanya menjadi bantuan sementara, tetapi menjadi instrumen penting dalam mengangkat taraf hidup masyarakat yang membutuhkan," ujarnya. Menurut Dr. Ishaq Shamad, sinergi antara BAZNAS pusat, daerah, dan masyarakat menjadi kunci dalam menyukseskan berbagai program pemberdayaan. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mempercayakan zakatnya melalui BAZNAS sebagai lembaga resmi yang memiliki sistem akuntabilitas yang jelas dan transparan. "Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menyalurkan zakat, Infak dan Sedekahnya melalui BAZNAS. Dengan dukungan dan kepercayaan masyarakat, kami bisa memperluas jangkauan program pemberdayaan dan membantu lebih banyak mustahik untuk keluar dari lingkaran kemiskinan," tambahnya.
BERITA10/03/2025 | Humas BAZNAS SULSEL
BAZNAS RI, DMI, dan Enesis Bersinergi Harumkan 1.000 Masjid di Bulan Ramadhan
BAZNAS RI, DMI, dan Enesis Bersinergi Harumkan 1.000 Masjid di Bulan Ramadhan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Enesis Group melalui produk Kispray berkolaborasi dalam program "Sambut Bulan Suci, Menebar Wangi di 1000 Masjid" untuk menjaga kebersihan dan keharuman masjid selama Ramadhan. Adapun bantuan yang disalurkan berupa paket produk Kispray Kasturi Suci ke 1000 masjid yang tersebar di wilayah Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Seremoni peluncuran program ini diselenggarakan di Kantor DMI Pusat, Jakarta, Jumat (7/3/2025), dihadiri Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Ketua DMI Pusat, H. M. Jusuf Kalla, Wakil Ketua BAZNAS RI, H. Mo Mahdum, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA., CEO Enesis Group, Aryo Widiwardhono, serta Direktur Enesis Bapak Jo Semindang. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kolaborasi antara BAZNAS RI, DMI, dan Enesis Group. "Alhamdulillah, ini adalah kolaborasi yang luar biasa antara BAZNAS RI, DMI, dan tentunya Enesis Group. Enesis telah menyumbangkan dana sebesar Rp828.642.000 yang disalurkan dalam bentuk produk Kispray Kasturi Suci untuk masjid-masjid yang dikelola oleh DMI," ujar Kiai Noor. "Program ini mencakup seribu masjid, yang diharapkan semakin meningkatkan kenyamanan dalam beribadah," tambahnya. Lebih lanjut, Kiai Noor berharap agar kolaborasi ini dapat terus berlanjut. "Semoga kolaborasi ini dapat terus berlanjut, karena BAZNAS dan DMI memiliki peran yang sangat penting dalam memakmurkan masjid dan masyarakat. Kami berharap program seperti ini bisa memberikan dampak positif yang berkelanjutan," tambahnya. Dalam kesempatan yang sama, Ketua DMI Pusat, H. M. Jusuf Kalla, juga memberikan apresiasi terhadap program tersebut. "Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS yang telah memfasilitasi program ini secara bersama-sama. Mudah-mudahan upaya ini memberikan manfaat yang besar, menjadikan masjid lebih bersih dan harum, serta meningkatkan jumlah jamaah yang datang untuk beribadah. Dengan demikian, masjid akan semakin makmur dan nyaman bagi masyarakat," ujar Jusuf Kalla. Jusuf Kalla menambahkan, upaya bersama ini sangat penting untuk menciptakan masjid sebagai pusat kemakmuran bagi masyarakat. "Upaya kita semua adalah untuk memberikan kekuatan dalam memakmurkan masjid, sekaligus menjadikannya sebagai pusat kemakmuran bagi masyarakat. Hal ini menjadi penting bagi DMI, yang selalu berkomitmen untuk memakmurkan masyarakat seiring dengan memakmurkan masjid," katanya. Sementara itu, Direktur Enesis Jo Semindang, mengungkapkan rasa senangnya bisa berpartisipasi dalam program ini. "Dalam ceramah tadi, telah disampaikan bahwa Indonesia memiliki banyak sekali masjid. Oleh karena itu, kami meluncurkan produk Kispray Kasturi sebagai bagian dari inovasi kami untuk mendukung kebersihan dan keharuman masjid. Proses inovasi ini berjalan dengan cepat, terutama karena kami ingin menyambut bulan Ramadhan dengan baik," kata Jo. "Kami sangat senang mendapatkan dukungan dari BAZNAS dan DMI, yang memiliki jaringan sangat baik dalam mendistribusikan bantuan ini. Dengan jaringan yang luas, kami dapat menyalurkan bantuan ini ke seribu masjid , yang tentunya akan membuat jamaah lebih nyaman dalam beribadah," ujarnya. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS RI juga turut meresmikan program Training of Trainers (ToT) Al-Qur’an Bahasa Isyarat bersama DMI, guna mendukung penyediaan akses bagi penyandang tunanetra dan tunarungu dalam memahami Al-Qur’an. Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. dr. H. M. Khidri Alwi, MA, M.Kes., dari Makassar, menyambut baik program "Sambut Bulan Suci, Menebar Wangi di 1000 Masjid" yang digagas oleh BAZNAS RI, DMI, dan Enesis Group. Ia berharap agar program serupa dapat segera diluncurkan di luar Pulau Jawa, termasuk di wilayah Sulawesi Selatan. "Kami di Sulawesi Selatan sangat menantikan program ini dapat menjangkau masjid-masjid di luar Jawa. Kolaborasi semacam ini sangat penting untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan masjid, terutama di bulan suci Ramadhan. Dengan dukungan berbagai pihak, kami optimis program ini dapat memberikan manfaat yang luas bagi umat," ujar Dr. Khidri Alwi. Ia juga mengimbau masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui lembaga resmi agar penyalurannya tepat sasaran sesuai prinsip 3A (Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI). "Kami mendorong umat untuk membayarkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Sulsel sebagai lembaga resmi pemerintah. Dengan demikian, bantuan yang diberikan benar-benar bisa sampai kepada mereka yang berhak dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan umat," tambahnya. Program ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pihak lain untuk berkontribusi dalam memakmurkan masjid dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh Indonesia. -mJK
BERITA08/03/2025 | Humas BAZNAS SULSEL
BAZNAS Bersihkan Masjid Terdampak Banjir Jakarta
BAZNAS Bersihkan Masjid Terdampak Banjir Jakarta
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), melaksanakan aksi bersih-bersih pasca-banjir di Masjid Jami Ittihaadul Ikhwan yang terletak di Tanah Rendah Gang XIV, Kelurahan Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA, mengungkapkan bahwa bencana banjir telah menyebabkan lingkungan sekitar rumah warga dan tempat ibadah menjadi kotor. Kondisi ini dapat mengancam kesehatan masyarakat karena banyaknya lumpur dan sampah yang terakumulasi. "Meski akses menuju lokasi banjir cukup sulit, tim BAZNAS tetap berusaha untuk menjalankan aksi bersih-bersih di masjid. Apalagi di bulan Ramadhan, banyak umat Muslim yang melaksanakan aktivitas ibadah di masjid. Kami ingin memastikan masjid tersebut bersih dan nyaman untuk digunakan," ujar Saidah dalam keterangan tertulis di Jakarta, baru-baru ini. Saidah menambahkan bahwa BAZNAS RI mengerahkan sepuluh personel BTB bersama relawan untuk membantu membersihkan masjid dari lumpur dan sampah yang terbawa banjir. Selain itu, peralatan kebersihan juga dikirimkan untuk membantu proses pembersihan. "Aksi bersih-bersih ini akan terus dilakukan untuk memastikan masjid dan lingkungan sekitar kembali bersih. BAZNAS juga menyediakan layanan kesehatan gratis bagi warga sekitar Masjid Jami Ittihaadul Ikhwan, serta memberikan multivitamin untuk menjaga kesehatan masyarakat selama bulan Ramadhan," tambah Saidah. Sebelumnya, tim BTB juga telah memberikan berbagai layanan untuk penyintas banjir di wilayah Jakarta, seperti layanan evakuasi, Hidangan Berkah Ramadhan untuk buka puasa dan sahur, pemberian paket hygiene kit, dan layanan dapur air bersih. Wakil Ketua BTB, Taufiq Hidayat, mengungkapkan bahwa BAZNAS akan terus mendukung upaya pembersihan Masjid Jami Ittihaadul Ikhwan dan sekitarnya agar lingkungan masjid kembali bersih dan dapat digunakan untuk ibadah di bulan Ramadhan. "Kami telah mempersiapkan segala peralatan untuk aksi bersih-bersih ini. Program ini dilakukan bersama tim BTB, relawan, dan warga setempat untuk membersihkan masjid. Semoga kegiatan ini bermanfaat dan warga dapat kembali menggunakan masjid ini untuk beribadah dengan nyaman," ujar Taufiq.
BERITA06/03/2025 | Zharfan Zahir | Editor : YMK
BAZNAS RI Siapkan 30 Program Ramadhan untuk 1,1 juta Mustahik
BAZNAS RI Siapkan 30 Program Ramadhan untuk 1,1 juta Mustahik
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI siap melaksanakan 30 program unggulan sepanjang Bulan Ramadhan 2025/1446 H, sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan mustahik di Indonesia. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan, program-program tersebut nantinya akan menjangkau 34 provinsi di Indonesia dengan target penerima manfaat sebanyak 1.103.356 jiwa. "Untuk merealisasikan 30 program Ramadhan tahun ini BAZNAS telah merancang berbagai program guna memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, khususnya para mustahik yang membutuhkan bantuan selama Ramadhan,” ujar Kiai Noor dalam "Konferensi Pers Program Ramadhan BAZNAS 2025, Cahaya Zakat, Keajaiban Muzaki dan Mustahik" yang diselenggarakan di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Selasa (4/3/2024). Kiai Noor mengatakan, pendistribusian zakat tidak hanya diberikan dalam bentuk bantuan langsung kepada mustahik, tetapi juga melalui program pendidikan, seperti beasiswa bagi pelajar maupun mahasiswa. "Alhamdulillah, masyarakat sudah mulai memahami pentingnya zakat. Bahkan, kita sudah memulai literasi zakat ini dengan berbagai macam beasiswa yang kita (BAZNAS) berikan, supaya jurnal-jurnal tentang zakat itu lebih banyak lagi," ujarnya. "Adapun 30 program BAZNAS Ramadhan 2025 ini nantinya akan menyasar kepada mustahik di seluruh Indonesia," kata Kiai Noor. Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., menjelaskan tiga kategori program Ramadhan BAZNAS yang difokuskan pada perbaikan fasilitas dan pelayanan peribadatan, bantuan bagi mustahik agar siap menjalankan ibadah puasa melalui akses makanan dan pembekalan, serta layanan bagi ibnu sabil yang ingin mudik. Pada kategori Program Nasional Ramadhan, kata Saidah, BAZNAS menghadirkan beberapa inisiatif seperti Pos Siaga Mudik, BTB Goes to School Ramadhan, Training Smart Ramadhan, Imam Muda Ramadhan, Pesantren 5.000 Kaum Marjinal, Pesantren 1.000 Cahaya Ramadhan, Penyaluran 50.000 Sarung, serta Vaksinasi Jelang Ramadhan. Saidah menambahkan, pada kategori Program Tematik Pendistribusian Ramadhan, BAZNAS akan menyalurkan berbagai bantuan seperti Zakat Fitrah, Hidangan Ramadhan, Paket Ramadhan Bahagia, Rumah Layak Huni BAZNAS, Mudik Bahagia Bersama BAZNAS RI, Masjid dan Mushola Berseri, Gerai Z-IFTHAR, Zmart Ramadhan. "Selain itu ada juga Gerakan Mata Sehat Bercahaya, Layanan Kesehatan Posko Mudik dan Balik, serta Ramadhan Sehat Bercahaya. Program ini juga bekerja sama dengan Alfamart dalam Program Branding Konten Cahaya Zakat Bersama Alfamart," ucapnya. Dalam kategori Program Tematik Pendayagunaan Ramadhan, Saidah menambahkan, BAZNAS akan melaksanakan berbagai inisiatif untuk memberdayakan masyarakat secara ekonomi. Program ini mencakup Pelatihan dan Inkubasi Pemasaran Berbasis Digital, juga Optimalisasi Pemasaran ZCorner melalui Event Tematik Ramadhan. "Tidak hanya itu, ada juga program Hampers Produk Mustahik, Santri Memberdayakan Desa, Advokasi dan Fasilitasi Bazar Event Eksternal, serta Sertifikasi Halal untuk Produk UMKM Selama Ramadhan. BAZNAS juga mengadakan program inspiratif seperti Lomba Cerita Inspiratif, Program 5.000 Motor Mudik Aman Nyaman Bersama Z-Auto, Ramadhan Sejuk, dan King Salman," jelasnya. Dengan berbagai program ini, kata Saidah, BAZNAS berharap dapat memberikan dampak luas bagi masyarakat. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta menyukseskan berbagai program Ramadhan ini. “Kami ingin memastikan bahwa zakat yang dititipkan kepada BAZNAS bisa sampai ke yang berhak dan memberikan manfaat sebesar-besarnya,” ujar Saidah. Turut hadir dalam konferensi pers tersebut, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Rizaludin Kurniawan M.Si, CFRM., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian dan Pengembangan Prof (HC) Dr. H. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec., Pimpinan BAZNAS RI bidang Koordinasi Nasional, KH. Achmad Sudrajat, Lc, MA, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Sumber Daya Manusia dan Umum, Kolonel Caj (Purn) Drs. Nur Chamdani, Deputi 2 Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI, Dr. H. M Imdadun Rahmat, M.Si, beserta jajaran.
BERITA05/03/2025 | Humas BAZNAS SULSEL
Ramadhan 2025, BAZNAS Kampanyekan Tagline Cahaya Zakat
Ramadhan 2025, BAZNAS Kampanyekan Tagline Cahaya Zakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mengangkat tagline Cahaya Zakat: Keajaiban Muzaki dan Mustahik untuk tahun 2025, termasuk di bulan Ramadhan ini. Tagline ini menjadi simbol bahwa zakat memiliki peran yang tidak hanya memberi manfaat langsung bagi mustahik, tetapi juga mengantarkan keberkahan dan kebahagiaan bagi muzaki. Hal tersebut mengemuka pada "Konferensi Pers Program Ramadhan BAZNAS 2025, Cahaya Zakat, Keajaiban Muzaki dan Mustahik" yang diselenggarakan di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Selasa (4/3/2024). Turut hadir Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., Wakil Ketua BAZNAS RI Mokhamad Mahdum, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan M.Si. CFRM., serta Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA. Ketua BAZNAS Prof. Noor Achmad, MA., menyampaikan, zakat mengajarkan kita bahwa berbagi adalah jalan menuju keberkahan. Menurut Kiai Noor, "Cahaya Zakat diinklusikan bahwa zakat menjadi bagian dari diri seseorang dalam menebar kebaikan, dengan berzakat dapat memperkuat hubungan antara hamba dengan Allah SWT. Serta di Al-Qur’an sudah disebutkan bahwa ini akan membangkitkan upaya kita kepada masyarakat bahwa ‘Nur’ atau cahaya Allah Swt bisa dirasakan semuanya.” Menurutnya, keberlangsungan kampanye mengenai Cahaya Zakat bertujuan untuk mendorong masyarakat untuk berpartisipasi dalam membayar zakat. Dengan membawa secercah harapan bahwa semakin banyak orang yang melaksanakan kewajibannya dengan berzakat, semakin banyak pula manfaat yang diberikan untuk umat yang membutuhkan. “Kita menyakini bahwa Allah akan menambah terus rezeki kita, dan BAZNAS bukan hanya sekedar lembaga filantropi biasa saja, melainkan lembaga filantropi ketuhanan. Di mana kita memberikan kebaikan tidak hanya berupa material saja, melainkan dengan mengedukasi masyarakat mengenai zakat,” ujar Kiai Noor. Kiai Noor juga berharap, tagline Cahaya Zakat di tahun 2024 ini dapat dimaknai dengan seksama seperti halnya dengan tagline BAZNAS di tahun-tahun sebelumnya. “Di tahun 2021 kita munculkan Gerakan Cinta Zakat yang diluncurkan oleh Pak Jokowi di Istana, karena dengan harapan akan banyak pengaruhnya jika istana yang menggaungkannya. Lalu di tahun 2022 kita munculkan Berkah Zakat yang tidak lain adalah bentuk setelah adanya cinta maka akan timbulah keberkahan di dalamnya,” ujarnya. Di tahun 2024, kata Kiai Noor kita membawa tagline Nikmat Zakat, makna nikmat ini muasalnya dari adanya berkah yang melimpah. Keberkahan ini menujukkan adanya nikmat Allah SWT yang sangat berarti untuk hambanya. “Dan di tahun ini kita ambil makna Cahaya Zakat karena wujud dari cahaya itu sendiri sangat luas penyebarannya, dan ini salah satu bentuk kekuasaan Allah Swt. Dengan demikian diharapkan Cahaya Zakat dapat menghadirkan sebuah keajaiban sebagaimana tertuang dalam A-Qur’an,” ujarnya.
BERITA04/03/2025 | Humas BAZNAS SULSEL
BAZNAS Sulsel dan BCA KCU Makassar Hadirkan CAHAYA ZAKAT di Seluruh Sulawesi Selatan
BAZNAS Sulsel dan BCA KCU Makassar Hadirkan CAHAYA ZAKAT di Seluruh Sulawesi Selatan
Makassar, 4 Maret 2025 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Sulawesi Selatan menjalin kerja sama dengan BCA Kantor Cabang Utama (KCU) Makassar untuk mendukung kampanye "CAHAYA ZAKAT: Memberikan Keajaiban Muzaki dan Mustahik" selama bulan Ramadhan 1446 H. Kerja sama ini diwujudkan melalui pemasangan banner di sekitar 30 kantor cabang BCA di wilayah Sulawesi Selatan, bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menunaikan zakat melalui lembaga resmi. Rombongan BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan yang dipimpin oleh Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan, H. M. Irfan Sanusi Baco, diterima langsung oleh Kepala Operasi Cabang BCA Makassar, Riswara Rizaldi W., di kantor BCA KCU Makassar Jl. Ahmad Yani No. 31 dalam pertemuan resmi yang menandai dimulainya kolaborasi ini. Dalam sambutannya, H. M. Irfan Sanusi Baco menyampaikan apresiasi atas dukungan BCA dalam kampanye ini. "Kami sangat mengapresiasi dukungan BCA dalam menyebarluaskan pesan zakat kepada masyarakat. Dengan potensi zakat di Sulawesi Selatan yang mencapai Rp7,2 triliun per tahun, kami berharap kerja sama ini mampu mendorong masyarakat untuk menunaikan zakat melalui BAZNAS Sulsel, terutama di momen istimewa seperti Ramadhan," ujarnya. Riswara Rizaldi W. menyambut baik kolaborasi ini sebagai bentuk komitmen BCA dalam mendukung kegiatan sosial dan kemanusiaan. "Kami bangga dapat bersinergi dengan BAZNAS Sulawesi Selatan. Dengan pemasangan banner di sekitar 30 kantor cabang BCA di Sulawesi Selatan selama Ramadhan 1446 H, kami berharap pesan "CAHAYA ZAKAT" bisa menjangkau lebih luas dan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam membayar Zakat, Infak dan Sedekah," jelasnya. Tahun ini BAZNAS mengusung Kampanye "CAHAYA ZAKAT" sebagai wujud syukur atas peran besar zakat dalam membawa manfaat dan keajaiban bagi para muzaki (pemberi zakat) dan mustahik (penerima zakat). Kampanye "CAHAYA ZAKAT" ini diharapkan dapat memperluas edukasi tentang Zakat di tengah masyarakat, memudahkan penyaluran zakat melalui lembaga resmi, serta mengoptimalkan potensi zakat untuk mendukung kesejahteraan umat di Sulawesi Selatan.
BERITA04/03/2025 | Humas BAZNAS SULSEL
BAZNAS dan BKKBN Luncurkan Layanan Sedekah GENTING untuk Cegah Stunting
BAZNAS dan BKKBN Luncurkan Layanan Sedekah GENTING untuk Cegah Stunting
BAZNAS RI bekerja sama dengan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (BKKBN) secara resmi meluncurkan layanan sedekah Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING). Program ini bertujuan menggalang sedekah dari masyarakat guna mendukung upaya pencegahan dan penurunan stunting di Indonesia. Pada tahun 2025, BAZNAS dan BKKBN menargetkan bantuan bagi satu juta keluarga berisiko stunting yang berasal dari kelompok miskin ekstrem. Peluncuran layanan Sedekah GENTING ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Deputi II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI, Dr. HM Imdadun Rahmat, M.Si, dan Deputi V Bidang Penggerakan dan Peran Serta Masyarakat BKKBN, Drs. Sukaryo Teguh Santoso, M.Pd., di Gedung BAZNAS RI, Matraman, Jakarta, beberapa waktu lalu. Deputi II BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Dr. HM Imdadun Rahmat, M.Si, menyatakan bahwa layanan Sedekah GENTING merupakan bentuk nyata sinergi antara pemerintah dan BAZNAS dalam menghadapi permasalahan stunting yang masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Ia menambahkan bahwa tahun ini, isu stunting menjadi salah satu dari 10 program prioritas BAZNAS. Dengan pendekatan berbasis kesejahteraan sosial, BAZNAS berkomitmen untuk terus mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan stunting di Indonesia. “Kalau tahun sebelumnya kita hanya delapan program prioritas maka tahun 2025 ini bertambah dua, yaitu program penanganan stunting dan program penanganan miskin ekstrem, oleh karena itu tepat sekali hari ini kita mulai dengan satu inisiatif yang luar biasa, untuk menggalang solidaritas, untuk menggalang semangat menjadi orang tua asuh bagi anak-anak kita yang stunting,” ungkapnya. Imdadun menegaskan bahwa BAZNAS akan menggelar kampanye besar-besaran guna mengajak masyarakat berpartisipasi dalam program ini dengan menjadi orang tua asuh melalui sedekah. Ia berharap semakin banyak dana terkumpul, semakin luas pula intervensi bantuan yang dapat dilakukan BAZNAS. “Kami juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga yang selama ini telah bermitra bersama BAZNAS,” ujarnya. Di sisi lain, Deputi V Bidang Penggerakan dan Peran Serta Masyarakat BKKBN, Drs. Sukaryo Teguh Santoso, M.Pd., memberikan apresiasi atas keterlibatan BAZNAS dalam program ini. “Kami menyambut baik kolaborasi dengan BAZNAS RI dalam mendukung program GENTING. Dengan sinergi ini, kami berharap semakin banyak masyarakat yang ikut serta dalam gerakan sosial ini untuk membantu anak-anak Indonesia mendapatkan gizi yang cukup,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa bantuan yang diberikan dalam program ini akan mencakup empat aspek, yakni bantuan nutrisi, perbaikan rumah agar layak huni, peningkatan sanitasi dan akses air bersih, serta kerja sama dengan perguruan tinggi untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya hidup bersih dan sehat.BAZNAS dan BKKBN turut mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam Sedekah GENTING dengan menyalurkan donasi melalui rekening resmi: Bank BTN 12101300011983 a.n. Badan Amil Zakat Nasional. Melalui sedekah ini, setiap individu dapat berkontribusi dalam upaya mencegah dan menanggulangi stunting di Indonesia.
BERITA03/03/2025 | Humas BAZNAS SULSEL
Marhaban Ya Ramadhan, BAZNAS Sulsel Hadirkan Kemudahan Tunaikan ZIS
Marhaban Ya Ramadhan, BAZNAS Sulsel Hadirkan Kemudahan Tunaikan ZIS
Makassar, 1 Maret 2025 – Menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan 1446 H, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan mengajak seluruh umat Muslim untuk meningkatkan ketakwaan dan kepedulian sosial melalui penunaian Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Momentum Ramadhan menjadi waktu yang tepat bagi umat Islam untuk berbagi rezeki, memperkuat solidaritas, dan membantu meringankan beban masyarakat yang membutuhkan. Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan menyampaikan bahwa Ramadhan merupakan bulan penuh berkah yang menjadi kesempatan bagi umat Muslim untuk memperbanyak amal ibadah, termasuk menunaikan kewajiban zakat. Penyaluran zakat yang dikelola oleh BAZNAS Sulawesi Selatan bertujuan untuk mendukung program-program pemberdayaan masyarakat, pendidikan, kesehatan, serta bantuan kemanusiaan yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat. "Zakat, Infak, dan Sedekah yang disalurkan melalui BAZNAS Sulawesi Selatan tidak hanya menjadi sarana untuk menyucikan harta, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan. Kami mengajak seluruh umat Muslim di Sulawesi Selatan untuk memanfaatkan momen Ramadhan ini dengan menunaikan ZIS sebagai bentuk kepedulian sosial dan ketaatan kepada Allah SWT," ujar Ketua BAZNAS Sulawesi Selatan. BAZNAS Sulawesi Selatan juga memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana ZIS yang diterima. Setiap donasi disalurkan secara tepat sasaran kepada mereka yang berhak menerima, sehingga dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat. Untuk memudahkan masyarakat dalam menunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah, BAZNAS Sulawesi Selatan menyediakan berbagai saluran pembayaran, termasuk layanan digital dan jemput zakat. Informasi lebih lanjut mengenai layanan tersebut dapat diakses melalui kantor BAZNAS Sulawesi Selatan atau melalui platform digital resmi. Di bulan yang penuh berkah ini, BAZNAS Sulawesi Selatan mengajak seluruh umat Muslim untuk bersama-sama menebar kebaikan dan meringankan beban sesama dengan menunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah. Mari jadikan Ramadhan sebagai momentum mempererat ukhuwah Islamiyah dan membangun kepedulian sosial yang berkelanjutan. BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan adalah lembaga resmi yang bertugas menghimpun dan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah di wilayah Sulawesi Selatan. Dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas, BAZNAS Sulawesi Selatan berkomitmen untuk memberdayakan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan umat melalui program-program sosial dan kemanusiaan. -mJK-
BERITA01/03/2025 | Humas BAZNAS SULSEL
BAZNAS Melatih 35 Mitra Dakwah untuk Sukseskan Program Pesantren Marjinal
BAZNAS Melatih 35 Mitra Dakwah untuk Sukseskan Program Pesantren Marjinal
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengadakan pelatihan bagi 35 mitra dakwah di Jakarta dalam rangka mendukung kesuksesan Program Pesantren Marjinal. Program ini bertujuan untuk menciptakan kesetaraan dan keadilan sosial bagi masyarakat dari berbagai lapisan, khususnya mereka yang tergolong marjinal. Program Pesantren Marjinal akan berlangsung pada 5 hingga 27 Maret 2025 di Jakarta, meliputi berbagai kegiatan pendidikan seperti, pembinaan keagamaan, serta pemberdayaan bagi kelompok marjinal. Kolaborasi antara BAZNAS RI dan mitra dakwah diharapkan dapat menjadi langkah signifikan dalam membangun masyarakat yang lebih inklusif. Deputi II BAZNAS RI, Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si., menyampaikan bahwa program ini ditargetkan memberikan manfaat kepada sekitar 1.500 orang selama bulan Ramadan. "Spiritnya adalah spirit mengajak semua. Pendidikan dakwah yang kita lakukan adalah pendidikan dan dakwah yang inklusif, sehingga tidak membiarkan mereka yang terstigma oleh sosial di lingkungan mereka terlupakan," ujar Imdadun belakangan ini. Ia menjelaskan kelompok sasaran program ini mencakup anak jalanan, anak punk, masyarakat miskin kota, pemulung, serta penyandang disabilitas, baik netra, rungu, maupun wicara. "Kelompok yang masuk dalam kategori marjinal yaitu anak jalanan, anak punk, kelompok miskin kota, kaum pemulung, penyandang disabilitas baik netra, rungu, maupun wicara, yang ditargetkan ada 1.500 penerima program tersebut," tambahnya. Menurut data yang dimiliki BAZNAS, sekitar 60 persen dari 16.000 anak jalanan di Jakarta belum pernah mendapatkan pendidikan formal. Oleh karena itu, program ini hadir sebagai solusi, khususnya di bulan Ramadan. "Kita melaksanakan pesantren mobile, pesantren yang datang menyapa mereka dan disertai dengan kegiatan-kegiatan psikososial. Jadi mereka setidaknya dalam bulan Ramadan ini tersentuh oleh pendidikan dan dakwah. Begitu juga dengan anak punk yang mencapai 10.000 orang," Ucap Imdadun. Selain itu, BAZNAS RI juga akan memberikan pelatihan kewirausahaan serta keterampilan kepada mereka agar memiliki kesempatan untuk mandiri secara ekonomi. "Begitu juga sekitar 3,5 juta pemulung ada di Jakarta itu ada di bawah garis kemiskinan. Makasih di bulan Ramadhan ini pesantren keliling kota menyapa mereka sekaligus akan memberikan bantuan modal usaha syariah," ungkapnya. Lebih lanjut, Imdadun menyebut bahwa sekitar 3,5 juta pemulung di Jakarta hidup di bawah garis kemiskinan. Oleh karena itu, dalam program ini, BAZNAS akan menyapa mereka melalui pesantren keliling sekaligus memberikan bantuan modal usaha berbasis syariah. Sementara itu, bagi penyandang disabilitas, berdasarkan data WHO, dari 3,2 juta penyandang disabilitas di Indonesia, hanya sekitar 5 persen yang memiliki akses terhadap pendidikan agama, baik dalam bentuk tulisan braille maupun alat bantu audio. Untuk itu, BAZNAS RI akan mengajarkan mereka membaca Al-Qur’an braille serta mengadakan pelatihan bagi guru mode sensorik. "Harapan kami, melalui program ini, kita bisa membuka sekat-sekat yang membatasi mereka, sehingga mereka memiliki akses lebih luas terhadap pendidikan dan dakwah Islam," kata Imdadun. Sebagai bentuk komitmen terhadap inklusi sosial, BAZNAS RI juga menghadirkan juru bahasa isyarat dalam Bimtek ini agar peserta dengan disabilitas dapat mengikuti seluruh sesi dengan optimal. Langkah ini sejalan dengan visi BAZNAS RI untuk menjadikan dakwah lebih inklusif dan merangkul semua kalangan tanpa terkecuali.
BERITA01/03/2025 | Amat Setiawan | Editor : Ayu
BAZNAS SULSEL Salurkan Bantuan Kesehatan, Santunan, dan Beasiswa di RS Wahidin Makassar
BAZNAS SULSEL Salurkan Bantuan Kesehatan, Santunan, dan Beasiswa di RS Wahidin Makassar
Makassar, 28 Februari 2025 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) RSUP Dr.Wahidin Sudirohusodo Makassar menyalurkan paket bantuan kepada para mustahik di lingkungan RS Wahidin, Makassar. Penyaluran ini dilakukan pada hari Jumat, 28 Februari 2025, bertempat di Masjid Nurul Afiah RS Wahidin. Bantuan yang disalurkan meliputi: Biaya pengobatan untuk 10 pasien yang membutuhkan masing-masing sebesar Rp. 1.000.000,- Santunan kepada 10 keluarga kurang mampu, masing-masing sebesar Rp. 1.000.000,- Beasiswa sebesar Rp. 1.500.000,- kepada 1 anak dari keluarga prasejahtera. Dana bantuan ini berasal dari dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang terkumpul melalui RSUP Dr.Wahidin Sudirohusodo Makassar. Penyerahan simbolis dilakukan oleh Koordinator UPZ BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, H. Mahyuddin Karim, kepada Ketua UPZ RS Wahidin, Muhammad Saleh, S.Kep, Ns, ETN untuk kemudian disalurkan kepada para penerima manfaat (mustahik). Dalam sambutannya, H. Mahyuddin Karim menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Sulsel dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui optimalisasi dana ZIS. "Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat yang membutuhkan, terutama di lingkungan RS Wahidin," ujarnya. Sementara itu, Ketua UPZ RS Wahidin, Muhammad Saleh, mengucapkan terima kasih kepada para muzakki (pemberi zakat) di lingkungan RS Wahidin dan semua pihak yang telah berkontribusi. "Dengan adanya dukungan dari para Muzakki dan BAZNAS Sulsel, kami dapat terus menyalurkan bantuan bagi yang membutuhkan di lingkungan rumah sakit ini," tuturnya. BAZNAS Sulawesi Selatan terus mendorong partisipasi masyarakat dalam menyalurkan zakat melalui UPZ resmi agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh mereka yang berhak.
BERITA28/02/2025 | Humas BAZNAS SULSEL
BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan Rilis Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1446 H
BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan Rilis Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1446 H
Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1446 H, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan resmi merilis Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1446 H untuk wilayah Sulawesi Selatan dan sekitarnya. Jadwal ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi umat Muslim dalam menjalankan ibadah puasa dengan lebih khusyuk dan tertib sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan. Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, DR. dr. H. Muh. Khidri Alwi, M.Kes., M.A, menegaskan bahwa jadwal ini disusun berdasarkan data resmi yang diperoleh dari Kementerian Agama dan pihak terkait. "Jadwal imsakiyah ini merupakan panduan bagi umat Islam di Sulawesi Selatan agar dapat menjalankan ibadah puasa dengan disiplin waktu yang tepat. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan bulan Ramadhan sebagai momentum meningkatkan kepedulian sosial melalui zakat, infaq, dan sedekah," ujar Ketua BAZNAS Sulsel. Sebagai lembaga resmi yang mengelola zakat di Sulawesi Selatan, BAZNAS juga mengajak umat Muslim untuk menunaikan zakat fitrah dan zakat maal tepat waktu. Dengan pengelolaan zakat yang profesional dan amanah, diharapkan dana zakat dapat disalurkan secara optimal kepada mereka yang membutuhkan. Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1446 H untuk Sulawesi Selatan dapat diakses melalui situs resmi BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan di link : https://sulsel.baznas.go.id/pemberitahuan
BERITA27/02/2025 | Humas BAZNAS SULSEL
BAZNAS RI dan KSrelief Salurkan Bantuan Pangan Ramadhan untuk Warga Kampung Pemulung di Jaksel
BAZNAS RI dan KSrelief Salurkan Bantuan Pangan Ramadhan untuk Warga Kampung Pemulung di Jaksel
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menyalurkan bantuan paket pangan Ramadhan dari King Salman Humanitarian Aid & Relief Centre (KSrelief) bagi masyarakat prasejahtera di Kampung Pemulung, Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin, beberapa hari yang lalu. Pada Ramadhan 2025 ini, KSrelief mengalokasikan sebanyak 7.911 paket pangan yang didistribusikan BAZNAS di empat provinsi, yakni Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Paket bantuan tersebut berisi bahan pokok seperti beras, minyak goreng, mie instan, kecap manis, saus, garam, sarden, dan gula. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., mengungkapkan rasa terima kasih dan apresiasinya atas kerja sama antara BAZNAS dan KSrelief dalam menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. “Kami mengucapkan terima kasih kepada KSrelief atas kepeduliannya kepada masyarakat Indonesia. Bantuan ini sangat berarti, terutama di bulan Ramadhan, ketika kebutuhan pangan meningkat. Kami di BAZNAS berkomitmen untuk mendistribusikan bantuan ini secara tepat sasaran salah satunya bagi warga kampung pemulung di Pondok Labu, Cilandak,” ujarnya. Menurut Kiai Noor, bantuan ini merupakan bagian dari upaya kemanusiaan BAZNAS yang terus bersinergi dengan berbagai pihak baik dari dalam maupun luar negeri guna membantu masyarakat kurang mampu. Bantuan ini, menjadi wujud nyata solidaritas internasional dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama di bulan Ramadhan. "BAZNAS berkomitmen untuk terus menjadi jembatan kebaikan antara para donatur dan masyarakat penerima manfaat," kata Kiai Noor. Ia menambahkan bahwa kerja sama dengan KSrelief memberikan harapan baru bagi banyak masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi. Kiai Noor juga mengajak masyarakat yang memiliki rezeki lebih untuk ikut berbagi kepada mereka yang membutuhkan. "Langkah kemanusiaan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi lebih banyak pihak untuk ikut serta dalam aksi-aksi sosial yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat," tambahnya. Masyarakat di Kampung Pemulung Pondok Labu menyambut baik bantuan tersebut. Inem (60), seorang penjual keripik singkong, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan sembako yang diterimanya. "Bantuan ini sangat berarti bagi kami, terutama untuk persiapan sahur dan buka puasa Ramadhan nanti," ujar Inem. "Terima kasih kepada Raja Salman dan BAZNAS, semoga bantuan ini membawa berkah untuk semua," ucapnya. Sebelumnya, King Salman Humanitarian Aid & Relief Centre (KSrelief) merupakan lembaga bantuan kemanusiaan yang didirikan oleh Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud. Lembaga ini telah menyalurkan berbagai jenis bantuan kemanusiaan kepada masyarakat Muslim di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, guna membantu mereka yang berada dalam kondisi sulit.
BERITA24/02/2025 | Meisa | Editor : Ayu
Sinergi BAZNAS SULSEL dan KEMENAG Perkuat Pengelolaan Zakat di Sulawesi Selatan
Sinergi BAZNAS SULSEL dan KEMENAG Perkuat Pengelolaan Zakat di Sulawesi Selatan
Makassar, 23 Februari 2025 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Rapat Konsultasi Fundraising Ramadhan bagi BAZNAS Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan di Grand Hotel Makassar. Acara yang berlangsung pada hari kedua ini menghadirkan Kepala Seksi Zakat dan Wakaf Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, H. Muhammad Nur, S.Pd.I., SE., MM, yang membawakan materi mengenai "Kelembagaan Zakat di Sulawesi Selatan". Dalam paparannya, H. Muhammad Nur menekankan pentingnya optimalisasi pengelolaan zakat sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Ia menjelaskan dasar hukum pengelolaan zakat yang diatur dalam UU No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, PP No. 14 Tahun 2014, serta sejumlah Peraturan Menteri Agama (PMA) terbaru, termasuk PMA No. 19 Tahun 2024 tentang Lembaga Amil Zakat. "Zakat merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat, dan pengelolaannya harus dilakukan secara profesional, akuntabel, dan sesuai prinsip syariat Islam," ujar H. Muhammad Nur. Ia juga memaparkan struktur kelembagaan zakat di Indonesia, yang mencakup BAZNAS sebagai lembaga pengelola zakat secara nasional, Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang dibentuk masyarakat, serta Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang membantu pengumpulan zakat di tingkat lokal. Dalam penjelasannya, ia menegaskan bahwa BAZNAS Kabupaten/Kota memiliki tanggung jawab besar dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian pengumpulan, pendistribusian, serta pendayagunaan zakat di wilayahnya masing-masing. Salah satu poin penting dalam materi yang disampaikan adalah kewajiban pelaporan pengelolaan zakat secara berkala. BAZNAS di tingkat Kabupaten/Kota diwajibkan menyampaikan laporan pengelolaan zakat kepada BAZNAS Provinsi dan pemerintah daerah setiap enam bulan sekali dan di akhir tahun. Transparansi ini bertujuan untuk memastikan dana zakat disalurkan secara tepat sasaran dan sesuai kebutuhan mustahik (penerima zakat). Dalam kesempatan tersebut, H. Muhammad Nur juga menyoroti 10 program prioritas BAZNAS tahun 2025, di antaranya Rumah Sehat BAZNAS (RSB), BAZNAS Microfinance, Kampung Zakat, Santripreneur, Beasiswa BAZNAS, Z-Chicken, Z-Mart, Rumah Layak Huni, Pengentasan Kemiskinan Ekstrem dan Stunting, serta program Tanggap Bencana (BTB). Sebagai penutup, beliau mengajak seluruh jajaran BAZNAS di Sulawesi Selatan untuk terus meningkatkan kolaborasi dengan Kementerian Agama, termasuk melalui pembentukan UPZ di setiap KUA Kecamatan, Zakat ASN Kementerian Agama dengan sistem payroll, dan berbagai inisiatif lainnya untuk memperluas jangkauan dan dampak positif pengelolaan zakat. Rapat Konsultasi Fundraising Ramadhan ini menjadi momentum penting bagi BAZNAS Sulawesi Selatan dalam mempersiapkan strategi optimalisasi pengumpulan dan pendistribusian zakat selama bulan suci Ramadhan 1446 H, guna meningkatkan kesejahteraan umat dan mendorong pengentasan kemiskinan di wilayah Sulawesi Selatan.
BERITA23/02/2025 | BAZNAS SULSEL
BAZNAS Sulsel dan Polda Sulsel Perkuat Pengawasan Pengelolaan Dana Umat
BAZNAS Sulsel dan Polda Sulsel Perkuat Pengawasan Pengelolaan Dana Umat
Makassar, 23 Februari 2025 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Rapat Konsultasi Fundraising Ramadhan bersama BAZNAS kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan di Grand Hotel Makassar, 23 Februari 2025. Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi dan merumuskan strategi pengumpulan dan penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang transparan dan akuntabel, khususnya menjelang bulan suci Ramadhan. Dalam acara tersebut, Iptu H. Taufiq Hidayat, yang menjabat sebagai Pamin 3 Biro SDM Polda Sulsel, membawakan materi bertajuk "Mekanisme Pengawasan Polda Sulsel dalam Pengelolaan Dana Umat." Beliau menegaskan bahwa pengawasan yang ketat dan berkelanjutan sangat penting untuk mencegah penyalahgunaan dana ZIS dan memastikan penyaluran dana tersebut tepat sasaran. "Polda Sulsel memiliki komitmen untuk mendukung pengelolaan dana umat yang profesional, transparan, dan akuntabel. Dengan pengawasan yang baik, kita bisa memastikan dana ZIS benar-benar diterima oleh mereka yang berhak," ujar Iptu H. Taufiq Hidayat dalam pemaparannya. Adapun beberapa poin penting yang disampaikan dalam materi tersebut meliputi: Pencegahan dan Penindakan Penyimpangan Dana ZIS Mendeteksi potensi penyalahgunaan melalui pemantauan ketat. Menindak tegas pelanggaran hukum terkait pengelolaan dana umat sesuai dengan UU No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Sistem Monitoring dan Evaluasi Mengumpulkan dan menganalisis data pengumpulan serta penyaluran dana ZIS. Memberikan rekomendasi strategis untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas. Koordinasi dan Sinergi Membangun komunikasi yang efektif antara Polda Sulsel, BAZNAS Sulsel, dan lembaga pengelola ZIS. Berkolaborasi dalam menyusun kebijakan dan sistem pengawasan yang berkelanjutan. Peningkatan Transparansi melalui Digitalisasi Implementasi laporan berbasis tertulis dan digital untuk memudahkan pengawasan real-time. Publikasi laporan keuangan secara berkala agar dapat diakses oleh masyarakat luas. BAZNAS Sulsel menyambut baik kerja sama ini sebagai langkah konkret dalam mengawal amanah umat. Ketua BAZNAS Sulsel menegaskan pentingnya pengawasan berbasis tiga prinsip utama, yakni: Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Dengan terjalinnya sinergi antara BAZNAS Sulsel dan Polda Sulsel, diharapkan pengelolaan dana umat di Sulawesi Selatan berjalan secara profesional dan mampu memberi dampak signifikan dalam pengentasan kemiskinan di wilayah tersebut.
BERITA23/02/2025 | BAZNAS SULSEL
BAZNAS Se-Sulawesi Selatan Targetkan Zakat Lebih Besar dengan Pendekatan Berbasis Data
BAZNAS Se-Sulawesi Selatan Targetkan Zakat Lebih Besar dengan Pendekatan Berbasis Data
Makassar, 22 Februari 2025 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar malam pembukaan Rapat Konsultasi Fundraising Ramadhan BAZNAS Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan di Grand Hotel Makassar. Acara ini menghadirkan Direktur Layanan, Promosi, dan Data Optimasi BAZNAS RI, H. Rulli Kurniawan, M.M, CMA, CFRM, yang membawakan materi bertajuk "Checklist Persiapan Fundraising Ramadhan" dengan menitikberatkan pada konsep 6 Rights of Fundraising. Dalam pemaparannya, H. Rulli Kurniawan menegaskan bahwa persiapan penggalangan dana zakat selama Ramadhan harus dilakukan secara sistematis dan berbasis data untuk mencapai hasil yang optimal dengan framework 6 Rights of Fundraising. "Dengan menerapkan 6 Rights of Fundraising, BAZNAS Sulawesi Selatan dapat memaksimalkan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) serta memastikan dana yang terkumpul memberikan dampak nyata bagi para mustahik," ujar H. Rulli Kurniawan. Beliau juga memaparkan Service Blueprint sebagai panduan teknis dalam mengelola proses fundraising, mulai dari tahap perencanaan hingga evaluasi. Salah satu Aspek yang ditekankan adalah Pendekatan Berbasis Data. Dengan pendekatan berbasis data, BAZNAS Sulsel dapat menganalisis tren donasi sebelumnya untuk memprediksi dan menargetkan potensi muzaki di berbagai sektor. Data ini menjadi dasar dalam merancang strategi komunikasi yang lebih personal dan efektif, sehingga mendorong partisipasi lebih luas dari masyarakat. Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya membangun narasi yang menginspirasi dengan menyampaikan kisah sukses mustahik dan testimoni nyata untuk meningkatkan kepercayaan dan partisipasi masyarakat. Selain itu, BAZNAS diharapkan memanfaatkan platform digital seperti media sosial dan aplikasi zakat online untuk mempermudah akses donasi. Sebagai bagian dari upaya meningkatkan partisipasi muzaki, BAZNAS Sulsel didorong untuk menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk ulama, tokoh masyarakat, dan sektor bisnis. Dukungan ini diharapkan dapat memperluas jangkauan kampanye zakat selama Ramadhan dan memperkuat sinergi antara BAZNAS dan komunitas lokal. Rapat Konsultasi Fundraising Ramadhan ini menjadi langkah strategis bagi BAZNAS Sulawesi Selatan dalam menyongsong bulan suci Ramadhan 1446H dengan memaksimalkan potensi zakat guna meningkatkan kesejahteraan umat dan pengentasan kemiskinan di wilayah Sulawesi Selatan.
BERITA22/02/2025 | BAZNAS SULSEL
Rapat Konsultasi Fundraising Ramadhan BAZNAS se-Sulawesi Selatan Resmi Dibuka
Rapat Konsultasi Fundraising Ramadhan BAZNAS se-Sulawesi Selatan Resmi Dibuka
Makassar, 22 Februari 2025 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan secara resmi membuka Rapat Konsultasi Fundraising Ramadhan yang diikuti oleh BAZNAS Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan. Acara yang berlangsung pada 22-24 Februari 2025 ini diselenggarakan di Grand Makassar Hotel dan dibuka langsung oleh Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. dr. H. M. Khidri Alwi, MA, M.Kes. Dalam sambutannya, Dr. Khidri Alwi menegaskan pentingnya kolaborasi dan sinergi antar BAZNAS di seluruh wilayah Sulawesi Selatan dalam menghadapi momentum Ramadhan. Menurutnya, Ramadhan merupakan waktu strategis untuk meningkatkan pengumpulan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) serta memaksimalkan pendistribusiannya kepada masyarakat yang membutuhkan. "Rapat konsultasi ini menjadi langkah penting untuk menyatukan visi dan strategi dalam meningkatkan penghimpunan dana zakat selama Ramadhan. Dengan kerja sama yang baik antar BAZNAS di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, kita bisa memaksimalkan potensi ZIS dan memastikan penyaluran yang tepat sasaran, terutama bagi kaum dhuafa, fakir miskin, serta mereka yang benar-benar membutuhkan," ujar Dr. Khidri Alwi dalam sambutannya. Rapat Konsultasi Fundraising Ramadhan ini dihadiri oleh seluruh pimpinan dan perwakilan BAZNAS dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan. Kegiatan ini bertujuan untuk membahas strategi penghimpunan ZIS selama bulan suci Ramadhan, memantapkan koordinasi antar-lembaga, serta membahas inovasi digital dalam pengelolaan zakat di era modern. Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta akan mengikuti berbagai sesi diskusi dan pemaparan materi dari para pakar di bidang pengelolaan zakat. Beberapa agenda utama dalam kegiatan ini meliputi: Penyusunan strategi komunikasi dan edukasi zakat kepada masyarakat. Optimalisasi layanan pembayaran zakat berbasis digital. Evaluasi program fundraising tahun sebelumnya dan target pengumpulan Ramadhan 1446 H. Best practice pengelolaan ZIS dari beberapa BAZNAS terkemuka di Sulawesi Selatan. Dalam kesempatan yang sama, Dr. Khidri Alwi juga menegaskan komitmen BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan untuk memperkuat peran kelembagaan dalam mendorong kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan zakat yang amanah dan transparan. Ia berharap hasil dari rapat konsultasi ini mampu menghadirkan terobosan baru dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada BAZNAS sebagai lembaga pengelola ZIS yang profesional. "Kami berharap hasil dari rapat ini dapat menjadi panduan operasional yang efektif bagi seluruh BAZNAS di Sulawesi Selatan. Dengan koordinasi yang solid, kita bisa menghadirkan Ramadhan yang penuh berkah, di mana mereka yang berkecukupan dapat menunaikan zakatnya dengan mudah dan mereka yang membutuhkan bisa merasakan manfaat dari dana yang dihimpun," tambahnya. Rapat Konsultasi Fundraising Ramadhan BAZNAS Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan ini diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dalam meningkatkan kesejahteraan umat melalui penghimpunan dan pendistribusian zakat yang lebih optimal dan merata di seluruh wilayah Sulawesi Selatan.
BERITA22/02/2025 | BAZNAS SULSEL
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Sulawesi Selatan.

Lihat Daftar Rekening →