Berita Terbaru
Di Hadapan Kiai dan Ulama, Presiden Prabowo Apresiasi Kontribusi Besar BAZNAS Bantu Palestina
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mendapat apresiasi dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, atas kontribusi besarnya dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina.
Apresiasi tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam acara silaturahmi bersama 121 kiai, ulama, dan pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (5/3/2026). Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo tak kuasa menahan air mata saat menyampaikan apresiasi mendalam atas peran besar BAZNAS dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina.
Suasana hening tercipta ketika Presiden terdiam sejenak dan meneteskan air mata usai menyaksikan video dokumentasi pengiriman bantuan yang diterima langsung oleh masyarakat Palestina. Dengan suara bergetar, Prabowo menegaskan, BAZNAS telah menjadi representasi kepedulian bangsa Indonesia dan umat Islam di tanah air.
"Luar biasa, terima kasih BAZNAS. Anda mewakili bangsa Indonesia, Anda mewakili umat Islam di Indonesia. Bantuan Anda sangat dirasakan (oleh masyarakat Palestina)," ujar Presiden Prabowo sembari mengusap air mata dengan handuk kecil di podium.
Presiden Prabowo mengungkapkan, pemerintah memberikan dukungan penuh dalam proses distribusi bantuan tersebut. Ia menyebutkan, pemerintah akan mendukung penuh BAZNAS, dengan menyiapkan sarana pengiriman udara, termasuk pesawat Hercules dan payung udara (airdrop), untuk memastikan bantuan logistik sampai dengan aman.
"Banyak bahan-bahan yang diterjunkan adalah bahan-bahan melalui BAZNAS. Saya berterima kasih atas nama pemerintah dan bangsa Indonesia atas bantuan saudara-saudara BAZNAS yang mengorganisirnya," tambah Presiden Prabowo.
Momen emosional tersebut disambut tepuk tangan haru dari para kiai dan tokoh Islam yang hadir. Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi momentum penguatan komitmen dan solidaritas kemanusiaan Indonesia di tengah krisis yang melanda Gaza.
Keberhasilan BAZNAS dalam menghimpun dan menyalurkan bantuan secara tepat sasaran dinilai Presiden sebagai prestasi luar biasa dalam membawa amanah umat Islam Indonesia untuk perdamaian dunia.
Selama Ramadan 1447 H, BAZNAS juga turut menghadirkan program bantuan untuk Palestina, antara lain paket makanan (food packages), makanan siap saji (hot meals), layanan kesehatan, penyediaan air bersih, pakaian, tenda permukiman dan tenda rumah, selimut, tenda masjid, hingga tenda kelas bagi anak-anak di wilayah terdampak konflik.
Menanggapi apresiasi Presiden tersebut, Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, Dr.H.Muhammad Ishaq Shamad, MA, menyampaikan bahwa dukungan pemerintah dan perhatian masyarakat menjadi kekuatan besar dalam memperluas bantuan kemanusiaan untuk Palestina. Menurutnya, solidaritas umat Islam Indonesia harus terus dijaga, terutama di tengah situasi kemanusiaan yang masih sangat memprihatinkan di Gaza.
“Apresiasi Presiden menjadi penyemangat bagi kami di BAZNAS SULSEL untuk terus bekerja lebih maksimal. Bantuan yang disalurkan kepada saudara-saudara kita di Palestina merupakan amanah dari umat yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.
Dr. Ishaq juga mengajak masyarakat Sulawesi Selatan untuk terus menyalurkan donasi kemanusiaan melalui BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan agar bantuan bagi rakyat Palestina dapat terus berlanjut.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak berhenti menunjukkan kepedulian. Setiap zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan melalui BAZNAS InsyaAllah akan disalurkan untuk membantu meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Palestina,” tutupnya.
-mJk-
BERITA08/03/2026 | Humas BAZNAS SULSEL
Ramadan Menguatkan Palestina, BAZNAS RI Distribusikan 100.000 Liter Air Bersih untuk Warga Gaza
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI telah mendistribusikan 100.000 liter air bersih di Al Jalaa region, Gaza, Palestina. Program ini bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih bagi 2.500 jiwa warga Palestina yang terdampak krisis air.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya distribusi air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar rakyat Palestina yang kian mendesak. Menurutnya, penyaluran ini menjadi bentuk kepedulian masyarakat Indonesia yang terus mengalir untuk rakyat Palestina.
“Alhamdulillah telah dilaksanakan penyaluran air bersih, ini merupakan kebutuhan vital yang tidak bisa ditunda pemenuhannya, terlebih dalam kondisi darurat akibat konflik berkepanjangan dan di bulan suci Ramadan ini," ujar Kiai Noor dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Kiai Noor menjelaskan, ada pemandangan mengharukan setiap kali BAZNAS RI menyalurkan bantuan air bersih. Anak-anak, remaja, hingga lansia berbondong-bondong membawa jerigen, botol bekas, ember bekas, atau apapun yang dapat mereka gunakan untuk menampung dan membawa air bersih ke rumah-rumah mereka.
“Mereka rela antre di depan truk-truk tangki air demi mendapatkan air yang layak dikonsumsi,” ujar Kiai Noor.
Oleh karena itu Kiai Noor menegaskan, BAZNAS RI akan terus berkomitmen mengirimkan pasokan bantuan air bersih untuk membantu mereka mengatasi krisis air di tanah Palestina.
Program distribusi air bersih juga merupakan bagian dari upaya BAZNAS untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Palestina dan memperkuat solidaritas bangsa Indonesia.
“Kami berharap apa yang telah disalurkan dapat membawa manfaat bagi warga Palestina dan membantu mereka mengatasi kesulitan,” kata dia.
Ucapan terima kasih tidak henti-hentinya disampaikan oleh warga Palestina untuk Indonesia. “Terima kasih Indonesia atas air bersihnya,” ujar mereka.
Lebih lanjut, Kiai Noor menegaskan, BAZNAS RI akan terus memantau perkembangan situasi di Gaza dengan fokus utama memastikan kebutuhan mendasar seperti pangan, air, dan layanan kesehatan tetap dapat diakses warga.
Mari lanjutkan aksi nyata ini, basuh luka Palestina dengan meringankan beban mereka melalui sedekah terbaik Anda melalui Dompet Solidaritas Palestina BAZNAS.
BSI 100.426.6893
a.n. Badan Amil Zakat Nasional
Atau melalui: baznas.go.id/bantupalestina
BERITA05/03/2026 | Humas BAZNAS SULSEL
Berkah Ramadan, BAZNAS RI Distribusikan 4.000 Porsi Makanan Siap Saji bagi Warga Palestina
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus menunjukkan komitmennya dalam misi kemanusiaan global dengan menyalurkan bantuan paket makanan siap saji (hotmeals) bagi warga terdampak konflik di Palestina. Hingga akhir Februari 2026, sebanyak 2.500 porsi dari target total 4.000 porsi telah berhasil didistribusikan kepada warga di wilayah Gaza.
Penyaluran bantuan ini dilakukan secara bertahap di beberapa titik krusial, meliputi Al Sahabini Camp dan kawasan Al Falogah (Al Sultan Camp) di Gaza Utara, serta wilayah Deir El Balah di jalur Gaza. Bantuan ini menjangkau ribuan jiwa yang saat ini masih berjuang di tengah keterbatasan akses pangan akibat krisis kemanusiaan yang berkepanjangan.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., menyampaikan bahwa program hotmeals ini merupakan amanah dari para muzaki dan masyarakat Indonesia yang secara konsisten menguatkan rakyat Palestina.
"Alhamdulillah, BAZNAS RI kembali hadir di tengah saudara-saudara kita di Palestina. Distribusi paket makanan siap saji ini merupakan upaya nyata kami untuk memastikan warga terdampak, terutama mereka yang berada di kamp pengungsian, mendapatkan asupan gizi yang layak. Kehadiran bantuan ini diharapkan dapat memberikan kekuatan bagi mereka dalam menjalani ibadah di bulan Ramadan," ujar Saidah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, pada Selasa (3/3/2026).
Saidah menegaskan, distribusi ini akan terus berlangsung secara bertahap hingga mencapai target 4.000 porsi. Fokus utama penyaluran berada di wilayah Gaza Utara dan Gaza Strip, di mana kebutuhan akan bantuan pangan sangat mendesak.
"BAZNAS tidak akan berhenti menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Palestina. Kami berkomitmen untuk terus mendampingi mereka melalui berbagai program, mulai dari bantuan pangan, kesehatan, hingga kebutuhan mendesak lainnya. Inilah bentuk solidaritas tak terbatas bangsa Indonesia untuk kemanusiaan," tambahnya.
Sepanjang aksi distribusi pada 22 hingga 23 Februari 2026, sebanyak 2.500 penerima manfaat telah merasakan dampak langsung dari program ini.
Mari lanjutkan aksi nyata ini, basuh luka Palestina dengan meringankan beban mereka melalui sedekah terbaik Anda melalui Dompet Solidaritas Palestina BAZNAS.
BSI 100.426.6893
a.n. Badan Amil Zakat Nasional
Atau melalui:
baznas.go.id/bantupalestina
BERITA05/03/2026 | Humas BAZNAS SULSEL
Jaga Kepercayaan Publik, BAZNAS RI Perkuat Pengawasan Berlapis yang Transparan dan Akuntabel
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperkuat tata kelola kelembagaan melalui penerapan sistem pengawasan berlapis yang transparan dan akuntabel. Upaya ini dilakukan sebagai implementasi mandat Undang-Undang agar pengelolaan ZIS berlangsung sesuai koridor syariat dan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A. menyatakan, transparansi merupakan fondasi utama lembaga dalam menjalankan amanah umat. Ia menekankan, operasional BAZNAS tidak berjalan tanpa kontrol, melainkan diawasi oleh berbagai otoritas resmi.
"BAZNAS dalam menjalankan tugasnya berada dalam sistem pengawasan berlapis sesuai Undang-Undang, termasuk pengawasan syariah, audit internal, audit eksternal, serta pengawasan oleh otoritas terkait," ujar Kiai Noor dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (26/2/2026).
Kiai Noor secara khusus memberikan apresiasi terhadap pernyataan Menteri Agama RI mengenai penguatan fungsi pengawasan BAZNAS. Menurutnya, hal ini sejalan dengan aspirasi BAZNAS di tingkat pusat maupun daerah serta amanat konstitusi.
"Kita mengapresiasi pernyataan Pak Menag karena sesuai dengan harapan kami dan harapan dari daerah-daerah, bahkan sesuai amanat UU No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat Pasal 34 Ayat 1, yang menyebut bahwa Menteri melaksanakan pembinaan dan pengawasan terhadap BAZNAS dan LAZ," jelas Kiai Noor.
Ia menambahkan, inisiatif ini membuka peluang bagi penguatan struktur lembaga yang lebih komprehensif di masa depan.
"Dengan demikian, maka bisa jadi Pak Menteri merasa perlu membentuk lembaga baru di BAZNAS yaitu Dewan Pengawas seperti yang ada di Lembaga Amil Zakat (LAZ). Selama ini berdasar peraturan perundangan yang ada, BAZNAS baru diawasi oleh DPR, Itjen Kemenag, Kantor Akuntan Publik (KAP), dan pengawasan internal. Dengan adanya masukan pemikiran dari Pak Menag, maka ke depan BAZNAS akan lebih kuat lagi dalam melaksanakan prinsip 3 Aman (Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI)," tegasnya.
Kiai Noor menegaskan, BAZNAS sangat terbuka terhadap segala bentuk penguatan pengawasan demi memastikan dana zakat benar-benar tersalurkan kepada mustahik secara tepat sasaran. Sejalan dengan semakin besarnya BAZNAS, maka pembentukan Dewan Pengawas sangat diperlukan.
"Komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas menjadi prinsip utama BAZNAS dalam menjaga amanah umat. Kami terus berupaya meningkatkan kepercayaan publik melalui tata kelola yang profesional demi kemaslahatan bangsa," ujarnya.
BERITA02/03/2026 | Humas BAZNAS SULSEL
BAZNAS RI Tetapkan Nisab Zakat Penghasilan dan Jasa 2026 Rp7.640.144 per bulan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menetapkan nisab zakat penghasilan dan jasa tahun 2026 sebesar Rp7.640.144 per bulan atau senilai Rp91.681.728 per tahun. Penetapan tersebut merupakan hasil musyawarah nisab zakat pendapatan dan jasa pada Jumat (20/2/2026), dengan mempertimbangkan aspek syariah, regulasi, serta kondisi ekonomi masyarakat.
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama (Dirzawa Kemenag RI) Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghafur, M.Ag., menegaskan, Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 31 Tahun 2019 serta Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) nomor 3 tahun 2003 tentang Zakat Penghasilan tetap menjadi rujukan dalam penetapan nisab zakat penghasilan di Indonesia.
Ia menyampaikan, penggunaan standar emas sebagai acuan merupakan upaya menghadirkan ukuran yang lebih objektif dengan mempertimbangkan kemaslahatan Mustahik dan muzaki.
Penetapan nisab ini mengacu pada harga emas 14 karat dengan nilai setara 85 gram emas, sehingga menghasilkan angka Rp91.681.728 per tahun atau Rp7.640.144 per bulan. Harga diperoleh dari harga rata-rata emas selama tahun 2025. Angka tersebut menjadi standar batas minimal penghasilan bagi seorang muslim untuk dikenai kewajiban zakat sebesar 2,5 persen.
Nilai nisab tahun ini mengalami kenaikan sebesar 7 persen dibandingkan tahun 2025. Penyesuaian ini selaras dengan tren kenaikan upah tahunan yang tercatat sebesar 6,17 persen.
Ia menambahkan, penetapan emas 14 karat masih selaras dengan regulasi yang berlaku saat ini. Dalam PMA Nomor 31 Tahun 2019 tidak diatur secara spesifik mengenai jenis karat emas, sehingga pada tataran implementasi BAZNAS diberikan kewenangan untuk menetapkan standar jenis karat atas 85 gram emas dengan tetap mempertimbangkan aspek kemaslahatan mustahik.
Menurutnya, dinamika kajian terkait standar nisab merupakan bagian dari proses ijtihad untuk memastikan kebijakan yang diambil tetap adaptif terhadap perkembangan zaman. Karena itu, implementasinya perlu terus dikawal melalui sinergi antara Kementerian Agama, BAZNAS, dan seluruh pemangku kepentingan zakat agar pengelolaan zakat nasional berjalan terarah, terukur, dan mampu menghadirkan kemaslahatan yang semakin luas bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., menegaskan, penetapan nisab tidak boleh ditunda karena menyangkut kepastian hukum dan keseragaman tata kelola zakat nasional.
“Kita tidak boleh membiarkan adanya kekosongan standar. Dalam pengelolaan zakat nasional harus ada patokan yang jelas, karena yang menjadi regulator dalam hal ini adalah BAZNAS. Standar ini menjadi rujukan bagi seluruh pengelola zakat,” ujarnya.
Menurutnya, dalam pembahasan tersebut BAZNAS tidak hanya mempertimbangkan aspek normatif, tetapi juga dampaknya terhadap layanan kepada Mustahik yang selama ini telah dilaksanakan melalui berbagai program pengentasan kemiskinan.
Karena itu, keputusan penggunaan emas 14 karat merupakan bentuk keseimbangan antara kepatuhan terhadap ketentuan syariah dan kemaslahatan umat, dengan tetap memperhatikan rata-rata pendapatan masyarakat agar tidak memberatkan muzaki namun optimal bagi pemberdayaan mustahik.
Penetapan standar emas 14 karat dipandang relevan karena memiliki nilai yang relatif sepadan dengan harga beras premium, sekaligus tetap mengacu pada parameter perak dan Pendapatan Tidak Kena Zakat (PTKZ). Dengan demikian, kebijakan ini dinilai mampu menjaga keseimbangan antara aspek keadilan bagi muzaki dan perlindungan terhadap mustahik.
"Sehingga pengambilan keputusan nisab ini telah memenuhi unsur Aman Syar'i, Aman Regulasi serta memperhatikan kepentingan Muzaki dan mustahik," ujar Kiai Noor.
Keputusan musyawarah ini kemudian dituangkan dalam Surat Keputusan Ketua BAZNAS no.15 tahun 2026 tentang Nilai Nisab Zakat Pendapatan dan Jasa tahun 2026 pada Sabtu (21/2/2026).
Acara tersebut dihadiri oleh Ketua dan Pimpinan BAZNAS RI, yakni Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A.; Prof. (HC). Dr. Zainulbahar Noor, S.E., M.Ec.; Prof. Ir. H. Muhamad Nadratuzzaman Hosen, M.S., M.Ec., Ph.D.; Saidah Sakwan, M.A.; Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM; Kolonel CAJ (Purn.) Drs. Nur Chamdani; KH. Achmad Sudrajat, Lc., M.A.; Deputi I BAZNAS Mohamad Arifin Purwakananta; Deputi II BAZNAS Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si.; serta Sekretaris BAZNAS H. Subhan Cholid, Lc., M.A.
Turut hadir para pakar syariah, antara lain Prof. Dr. Irfan Syauqi Beik Dekan FEM IPB dan Dr. Oni Sahroni, Lc., M.A., yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas Syariah Inisiatif Zakat Indonesia.
Kegiatan ini juga diikuti oleh perwakilan BAZNAS BAZIS DKI Jakarta, BAZNAS Kota Bekasi, BAZNAS Kabupaten Bogor, BAZNAS Kabupaten Tangerang, dan BAZNAS Kota Tangerang Selatan, serta Dewan Pengawas Syariah dari sejumlah Lembaga Amil Zakat (LAZ), seperti Lazis Muhammadiyah, Lazis ASFA, LAZ Baitul Maal Hidayatullah, dan LAZ Rumah Zakat. Selain itu, BAZNAS provinsi serta kabupaten/kota dari seluruh Indonesia turut berpartisipasi secara daring.
Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. dr. Khidri Alwi, MA, M.Kes yang hadir secara daring dari Kota Makassar, menegaskan bahwa penetapan nisab zakat penghasilan tahun 2026 harus segera disosialisasikan secara masif kepada masyarakat. Menurutnya, kejelasan standar nisab ini penting agar tidak terjadi keraguan di kalangan muzaki dalam menunaikan kewajiban zakat. “BAZNAS daerah wajib menjadikan keputusan ini sebagai rujukan operasional, sekaligus momentum untuk memperkuat edukasi zakat penghasilan. Jika standarnya sudah jelas, maka tugas kita adalah memastikan kepatuhan muzaki dan optimalisasi pendistribusian agar manfaat zakat benar-benar dirasakan oleh mustahik,” ujarnya.
BERITA27/02/2026 | Humas BAZNAS SULSEL
Tidak Ada Kebijakan Zakat untuk MBG, Kemenag: Penyalurannya Sesuai Syariat untuk Delapan Asnaf
Jakarta (Kemenag) --- Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Kementerian Agama, Thobib Al Asyhar, menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada kebijakan penyaluran zakat yang dikaitkan dengan Makan Bergizi Gratis (MBG). Thobib memastikan penyaluran zakat dilakukan sesuai dengan ketentuan Syariat. Zakat yang dihimpun disalurkan pada delapan ashnaf (golongan) sebagaimana diatur dalam Surat Al-Taubah ayat 60.
Delapan ashnaf itu terdiri atas: fakir (orang yang tidak memiliki harta dan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan dasar), miskin (orang yang punya pekerjaan tapi hasilnya tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari), amil (petugas yang sesuai dengan ketentuan ditetapkan sebagai pengelola zakat), muallaf (orang yang baru masuk Islam), riqab (hamba sahaya), gharimin (orang yang terlilit hutang), fisabilillah (orang yang berjuang di jalan Allah), dan ibnu sabil (orang yang dalam perjalanan).
“Tidak ada kebijakan zakat untuk MBG. Kami pastikan penyaluran zakat dilakukan sesuai Syariat dan peraturan perundang-undangan. Zakat diperuntukkan bagi delapan golongan ashnaf sebagaimana tercantum dalam QS. At-Taubah ayat 60 serta diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Prinsip ini menjadi landasan utama dalam tata kelola zakat nasional,” tegas Thobib Al Asyhar di Jakarta, Jumat (20/2/2026).
Menurut Thobib, dalam Pasal 25 UU No 23 tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, diatur bahwa zakat wajib didistribusikan kepada mustahik sesuai dengan syariat Islam. Mustahik adalah orang yang berhak menerima zakat. Sementara pada pasal 26, ditegaskan bahwa pendistribusian zakat, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25, dilakukan berdasarkan skala prioritas dengan memperhatikan prinsip pemerataan, keadilan, dan kewilayahan.
“Zakat adalah amanah umat yang harus dijaga dan disalurkan sesuai ketentuan Syariat. Hak para mustahik adalah prioritas dalam setiap kebijakan pengelolaan dana zakat,” lanjutnya.
Thobib juga menegaskan bahwa pengelolaan zakat dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel melalui lembaga resmi yang diawasi dan diaudit secara berkala, baik melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) maupun Lembaga Amil Zakat (LAZ).
“Saya mengajak masyarakat untuk menyalurkan zakatnya pada lembaga pengelola zakat yang memiliki izin resmi dari pemerintah, baik Baznas maupun LAZ. Untuk akuntabilitas, kinerja mereka juga diaudit oleh auditor independen secara berkala,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. dr. H. M. Khidri Alwi, MA, M.Kes, menegaskan bahwa BAZNAS di daerah berkomitmen penuh menjaga prinsip syariah dan regulasi dalam setiap program pendistribusian zakat. Menurutnya, zakat memiliki aturan yang jelas dan tidak dapat dialihkan pada program yang tidak termasuk dalam kategori delapan ashnaf.
“Kami di BAZNAS Sulsel memastikan bahwa setiap rupiah dana zakat yang dihimpun disalurkan tepat sasaran kepada para mustahik sesuai ketentuan syariat dan Undang-Undang. Transparansi dan akuntabilitas menjadi prioritas utama agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat Sulawesi Selatan untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi terkait kebijakan zakat. “Kami mengimbau masyarakat untuk selalu merujuk pada informasi resmi dari Kementerian Agama dan BAZNAS agar tidak terjadi kesalahpahaman mengenai pengelolaan zakat,” tambahnya.
BERITA23/02/2026 | Humas BAZNAS SULSEL
BAZNAS RI Tegaskan Zakat Tidak Digunakan untuk Program MBG
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang dihimpun dari para muzaki dan masyarakat tidak digunakan untuk mendanai program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS RI, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., mengatakan, pemanfaatan ZIS memiliki aturan penggunaan yang jelas dan tidak dapat dialihkan di luar peruntukan yang telah ditetapkan dalam syariat Islam.
“Kami tegaskan bahwa Zakat, Infak, dan Sedekah yang dititipkan masyarakat kepada BAZNAS tidak digunakan sepersen pun untuk program Makan Bergizi Gratis. Seluruhnya disalurkan untuk kemaslahatan umat sesuai dengan ketentuan delapan asnaf,” ujar Rizaludin dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (23/2/2026).
Ia menegaskan, ZIS hanya dapat diperuntukkan bagi delapan golongan penerima (asnaf) sebagaimana diatur dalam syariat Islam, yakni fakir, miskin, amil, muallaf, riqab atau hamba sahaya, gharimin atau orang yang terlilit utang untuk memenuhi kebutuhan dasar, fisabilillah, serta ibnu sabil atau musafir yang kehabisan bekal.
Menurut Rizaludin, ketentuan tersebut menjadi rambu atau dasar utama dalam tata kelola zakat di BAZNAS sehingga seluruh proses penghimpunan hingga pendistribusian harus tetap berada dalam koridor syariah dan tidak menyimpang dari aturan yang berlaku.
Lebih lanjut, Rizaludin menjelaskan, secara kelembagaan maupun sumber pendanaan, program MBG dan pengelolaan zakat berada pada sistem yang berbeda. Program MBG merupakan program pemerintah yang dibiayai melalui anggaran negara, sedangkan dana ZIS berasal dari amanah masyarakat yang penggunaannya diatur secara ketat dalam syariat Islam.
"Karena itu, penggunaan dana zakat tidak dapat dialihkan untuk program yang tidak masuk dalam kategori asnaf, termasuk program MBG," ujarnya.
Ia menambahkan, pengelolaan zakat di BAZNAS juga berpedoman pada prinsip 3A, yakni Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Prinsip tersebut menjadi dasar agar pengelolaan zakat tidak hanya sesuai ajaran agama, tetapi juga taat hukum dan mendukung kepentingan bangsa.
Dalam implementasinya, Rizaludin menyampaikan, program pendistribusian dan pendayagunaan ZIS yang dikelola BAZNAS difokuskan pada pengentasan kemiskinan, peningkatan akses pendidikan, layanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi, serta bantuan kemanusiaan bagi kelompok rentan yang termasuk dalam kategori delapan asnaf.
Sejalan dengan itu, Rizaludin juga mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan terkait penggunaan dana zakat.
Ia menegaskan, amanah para muzaki tetap terjaga dan seluruh dana zakat disalurkan secara tepat sasaran bagi fakir miskin serta kelompok rentan di berbagai daerah di Indonesia.
“Kami (BAZNAS) menjalankan tata kelola yang transparan dan akuntabel melalui pelaporan serta audit berkala sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik. Masyarakat bisa melihat laporan secara keseluruhan di website resmi BAZNAS, www.baznas.go.id,” ujar Rizaludin.
BERITA23/02/2026 | Humas BAZNAS SULSEL
Bersama KPK, BAZNAS RI Dorong Penguatan Tata Kelola Zakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperkuat sinergi dalam mendorong pendidikan antikorupsi bagi pengelola zakat di seluruh Indonesia. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tata kelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) serta dana sosial keagamaan lainnya (DSKL) berjalan secara transparan, akuntabel, dan berintegritas.
Hal tersebut mengemuka dalam audiensi antara BAZNAS RI dan KPK, di Gedung KPK, di Jakarta, Jumat (20/2/2026), yang dihadiri Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian dan Pengembangan sekaligus Pembina Wilayah Provinsi Banten Prof. (H.C.) Dr. Zainulbahar Noor, S.E., M.Ec., Ketua KPK Setyo Budiyanto, Wakil Ketua KPK Ibnu Basuki Widodo, Ketua BAZNAS Banten Dr. H. Wawan Wahyuddin, M.Pd., beserta jajarannya.
Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama tersebut. Menurutnya, koordinasi dengan KPK merupakan langkah penting dalam menjaga akuntabilitas sekaligus memperkuat sistem pengawasan internal di lingkungan pengelolaan zakat nasional.
Lebih lanjut, Kiai Noor mengatakan, pendidikan antikorupsi menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga integritas dan meningkatkan kualitas pengawasan di seluruh unit BAZNAS, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Ia menilai, kebutuhan akan pendidikan antikorupsi semakin mendesak mengingat pengelolaan ZIS menuntut kehati-hatian serta standar integritas yang tinggi.
“Kami juga memiliki BAZNAS Institute yang menyelenggarakan pendidikan, termasuk pendidikan antikorupsi. Kami berharap KPK berkenan mengisi materi khusus dalam setiap pelatihan agar penguatan integritas semakin optimal,” kata Kiai Noor.
Kiai Noor berharap sinergi antara BAZNAS dan KPK mampu memperkuat budaya antikorupsi di lingkungan pengelola zakat sekaligus meningkatkan kepercayaan para muzaki untuk menyalurkan zakatnya melalui lembaga resmi, seperti BAZNAS.
“Kehadiran kami di KPK ini merupakan bentuk transparansi agar publik mengetahui bahwa BAZNAS terbuka dan siap diawasi. Pengelolaan dana publik selalu memiliki risiko sehingga pengawasan harus terus diperkuat,” katanya.
Sementara itu, Ketua KPK Setyo Budiyanto menyambut baik komitmen BAZNAS dalam memperluas pendidikan antikorupsi hingga ke seluruh unit BAZNAS di Indonesia. Menurutnya, langkah pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan penindakan setelah terjadi pelanggaran.
“Kami mengapresiasi sosialisasi yang dilakukan BAZNAS dan mendukung penyebaran pendidikan antikorupsi hingga tingkat daerah. Jika memungkinkan, kegiatan tersebut dapat dirutinkan dan dilaksanakan secara regional, baik daring maupun luring. KPK siap berkontribusi dalam pendidikan antikorupsi bagi seluruh pengelola zakat di daerah,” ujarnya.
Setyo menambahkan, penguatan integritas di tingkat kabupaten dan kota menjadi perhatian penting karena pengelolaan zakat di daerah memiliki tantangan tersendiri. Pendidikan antikorupsi dinilai mampu memperkuat pemahaman mengenai konflik kepentingan, transparansi, dan akuntabilitas dalam proses penghimpunan hingga distribusi dana.
Dalam konteks pencegahan, ia menekankan pentingnya sistem tata kelola yang terbuka dan profesional. Transparansi dalam penghimpunan, penetapan penerima manfaat, hingga pelaporan keuangan harus dijalankan secara konsisten oleh seluruh pengelola. “Dengan tata kelola yang profesional dan transparan, kepercayaan publik akan meningkat," kata Setyo
Dari Makassar, Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan Dr. dr. H. Khidri Alwi, MA, M.Kes menyatakan dukungan penuh terhadap sinergi BAZNAS RI dan KPK dalam memperkuat pendidikan antikorupsi, serta menegaskan komitmen BAZNAS Sulsel untuk mengimplementasikannya hingga tingkat kabupaten/kota guna memastikan pengelolaan ZIS dan DSKL berjalan transparan, akuntabel, dan berintegritas demi menjaga amanah serta meningkatkan kepercayaan muzaki.
BERITA23/02/2026 | Humas BAZNAS SULSEL
Dari Masyarakat Indonesia, BAZNAS RI Salurkan Hidangan Berbuka bagi Warga Palestina di Masjid Al-Aqsa
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan bantuan dari masyarakat Indonesia berupa 2.310 porsi hidangan berbuka puasa bagi warga Palestina di kawasan Masjid Al-Aqsa pada Ramadan 1447 H.
Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan rasa syukur bantuan dan amanah dari masyarakat Indonesia untuk warga Palestina dapat tersampaikan, salah satunya melalui hidangan berbuka bagi warga Palestina.
"Alhamdulillah, amanah masyarakat Indonesia yang disalurkan melalui BAZNAS berupa 2.310 porsi hidangan berbuka puasa telah sampai dan dibagikan kepada warga dan jemaah di sekitar kawasan Masjid Al-Aqsa. Hidangan tersebut telah kami sesuaikan dengan kebutuhan dan kebiasaan konsumsi warga setempat," ujar Kiai Noor dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (23/2/2026).
Kiai Noor mengatakan, penyaluran bantuan tersebut dilakukan untuk membantu masyarakat Palestina memenuhi kebutuhan pangan selama Ramadan.
Kiai Noor mengatakan, situasi kemanusiaan yang belum stabil membuat akses pangan di sejumlah wilayah Palestina menjadi terbatas. Kondisi ini membuat bantuan internasional sangat dibutuhkan, terlebih pada momentum Ramadan ketika kebutuhan konsumsi masyarakat meningkat.
“Semoga apa yang kita berikan ini dapat meringankan beban masyarakat Palestina serta menghadirkan kebahagiaan pada bulan Ramadan. BAZNAS mewakili masyarakat Indonesia akan terus hadir untuk memberikan kebahagiaan di masa-masa sulit. Kami ingin mereka merasakan bahwa mereka tidak sendiri,” ujar Kiai Noor.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, BAZNAS RI akan terus memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran dengan menggandeng mitra kemanusiaan terpercaya yang berada langsung di lapangan. Langkah ini dilakukan agar proses distribusi berjalan efektif, transparan, dan akuntabel.
Kiai Noor berharap, distribusi ribuan hidangan berbuka tersebut dapat membawa manfaat nyata serta menghadirkan harapan bagi warga Palestina dalam menjalani Ramadan di tengah berbagai keterbatasan.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus memberikan dukungan kepada saudara-saudara yang tengah berada dalam kondisi sulit. "Zakat menguatkan bukan hanya di Indonesia, tetapi juga dalam misi kemanusiaan dunia," tegasnya.
Mari lanjutkan aksi nyata ini, basuh luka Palestina dengan meringankan beban mereka melalui sedekah terbaik Anda melalui Dompet Solidaritas Palestina BAZNAS SULSEL:
BSI 600.600.7020
Mandiri 152.007.055.7778
BRI 3810.01.000042.30.7
BCA 365.036.5789
a.n. BAZNAS Prov.Sulawesi Selatan
atau melalui link : https://sulsel.baznas.go.id/sedekah
BERITA22/02/2026 | Humas BAZNAS SULSEL
Marhaban Ya Ramadhan 1447H: Awali dengan Niat Terbaik Bersama BAZNAS Sulsel
Marhaban Ya Ramadhan.
Selamat datang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Bulan yang penuh rahmat, ampunan dan keberkahan ini kembali menyapa umat Muslim, termasuk masyarakat Kota Makassar dan seluruh wilayah Sulawesi Selatan. Ramadan bukan sekadar pergantian bulan dalam kalender Hijriah, tetapi momentum perubahan diri, peningkatan ibadah dan penguatan kepedulian sosial.
BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan mengajak seluruh umat Muslim untuk menyambut Ramadan dengan niat terbaik: memperbaiki hubungan dengan Allah SWT sekaligus memperkuat solidaritas terhadap sesama.
Marhaban Ya Ramadhan bukan sekedar ucapan, namun mencerminkan kebahagiaan dan kesiapan hati dalam menyambut bulan yang istimewa, diantara beberapa keistimewaan bulan Ramadan adalah pahala amal ibadah dilipatgandakan, pintu Surga dibuka selebar-lebarnya, pintu Neraka ditutup, setan-setan dibelenggu dab terdapat satu malam di Bulan Ramadhan yaitu malam Lailatul Qadar yang lebih baik dari seribu bulan.
Awali Ramadan dengan Persiapan yang Tepat
Agar ibadah berjalan optimal, ada beberapa hal penting yang perlu dipersiapkan sejak hari pertama:
Meluruskan Niat
Puasa Ramadan adalah ibadah yang membutuhkan niat tulus karena Allah SWT. Niat yang benar akan menjaga konsistensi ibadah selama 30 hari penuh.
Mengetahui Jadwal Imsakiyah Makassar 1447H
Menjalankan puasa dengan tepat waktu membutuhkan panduan yang akurat untuk membantu menjaga ketepatan ibadah setiap hari.
Silakan unduh Jadwal Imsakiyah Ramadan 1447H/2026M yang diterbitkan oleh BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan yang disusun berdasarkan data resmi Kementerian Agama Republik Indonesia di link https://sulsel.baznas.go.id/pemberitahuan.
Ramadan: Bukan Hanya Menahan Lapar dan Dahaga
Puasa bukan sekadar menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga:
- Menahan amarah
- Menjaga lisan
- Menghindari perbuatan sia-sia
- Memperbanyak amal kebaikan
Ramadan adalah bulan pembinaan diri. Setiap hari adalah latihan kesabaran dan ketakwaan.
Namun ada satu aspek yang sering terlupakan: kepedulian sosial.
Menguatkan Kepedulian di Bulan Suci
Ramadan mengajarkan kita merasakan apa yang dirasakan saudara-saudara yang kekurangan. Rasa lapar yang kita alami seharusnya menumbuhkan empati dan keinginan untuk membantu.
Di sinilah peran zakat, infak, dan sedekah menjadi sangat penting.
Sebagai lembaga resmi pemerintah, BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan hadir untuk menghimpun dan menyalurkan Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS) secara amanah, transparan dan profesional.
Dana yang dihimpun dari masyarakat disalurkan untuk:
- Fakir dan miskin
- Pendidikan anak dhuafa
- Layanan kesehatan
- Pemberdayaan UMKM
- Bantuan kebencanaan
- Program kemanusiaan di Sulawesi Selatan
Dengan menunaikan zakat melalui lembaga resmi, Anda ikut membangun kesejahteraan umat secara berkelanjutan.
Mengapa Ramadan Waktu Terbaik Membayar Zakat?
Ada beberapa alasan mengapa Ramadan menjadi momentum terbaik untuk menunaikan ZIS:
Pahala Berlipat Ganda - Amal kebaikan di bulan Ramadan memiliki nilai yang lebih besar dibanding bulan lainnya.
Momentum Spiritual - Hati lebih lembut dan mudah tersentuh untuk berbagi.
Kebutuhan Meningkat - Banyak masyarakat membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan selama Ramadan hingga Idul Fitri.
Menunda zakat berarti menunda manfaat bagi mereka yang membutuhkan.
Ramadan 1447 H: Saatnya Bergerak Bersama
Ramadan adalah bulan kebersamaan. Kebersamaan dalam ibadah dan kebersamaan dalam berbagi.
Mari jadikan Ramadan tahun ini lebih bermakna dengan:
?? Puasa tepat waktu
?? Sholat lebih khusyuk
?? Sedekah lebih rutin
?? Zakat ditunaikan melalui lembaga resmi
Karena zakat bukan hanya kewajiban, tetapi solusi sosial.
Marhaban Ya Ramadhan.
Semoga Ramadan 1447 H menjadi titik awal perubahan diri yang lebih baik.
Awali dengan niat yang tulus.
Jalankan ibadah dengan panduan yang tepat.
Dan sempurnakan dengan zakat serta sedekah terbaik Anda.
Zakat Menguatkan Indonesia.
BAZNAS Sulsel Melayani Umat dengan Amanah.
-mJk-
BERITA19/02/2026 | Humas BAZNAS SULSEL
Jelang Ramadhan 1447H, Ini 7 Langkah Spiritual Agar Ibadah Lebih Khusyuk bersama BAZNAS SULSEL
Menjelang bulan suci Ramadhan 1447H di bulan Februari tahun 2026M ini, umat Muslim dianjurkan untuk mempersiapkan diri secara lahir dan batin. Persiapan ini bukan hanya soal kebutuhan fisik, tetapi juga kesiapan spiritual agar ibadah puasa dapat dijalankan dengan lebih khusyuk dan penuh makna. Berikut beberapa amalan sebelum Ramadhan yang dapat dilakukan untuk menyambut bulan penuh berkah ini.
1. Memperbanyak Taubat dan Istighfar
Salah satu amalan terbaik sebelum Ramadhan adalah memperbanyak taubat dan istighfar. Membersihkan hati dari dosa dan kesalahan akan membuat ibadah di bulan Ramadhan menjadi lebih ringan dan diterima oleh Allah SWT. Luangkan waktu setiap hari untuk memohon ampunan serta memperbaiki hubungan dengan sesama.
2. Menunaikan Hutang Puasa Jika Ada, Lalu Melatih Diri dengan Puasa Sunnah
Sebelum memasuki bulan Ramadhan, hal yang perlu diprioritaskan adalah menunaikan hutang puasa (qadha) Ramadhan sebelumnya jika ada. Qadha puasa merupakan kewajiban yang harus ditunaikan dan tidak boleh ditunda tanpa alasan yang dibenarkan. Menyelesaikan hutang puasa sebelum Ramadhan tiba akan membuat hati lebih tenang serta membantu kita menyambut bulan suci tanpa beban tanggungan ibadah.
Umat Muslim juga dianjurkan untuk melatih diri dengan puasa sunnah, seperti puasa Senin-Kamis atau puasa di bulan Sya’ban. Puasa sunnah ini menjadi sarana latihan fisik dan mental agar lebih siap menjalani ibadah puasa Ramadhan selama satu bulan penuh.
Dengan mendahulukan kewajiban jika memang masih ada, lalu memperbanyak amalan sunnah persiapan menyambut Ramadhan akan terasa lebih sempurna dan penuh kesungguhan.
3. Membiasakan Membaca Al-Qur’an
Ramadhan dikenal sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an. Oleh karena itu, membiasakan membaca dan mentadabburi Al-Qur’an sebelum Ramadhan merupakan langkah yang sangat baik. Targetkan membaca beberapa halaman setiap hari agar saat Ramadhan tiba, Anda sudah memiliki ritme tilawah yang konsisten.
4. Memperbanyak Sedekah dan Menunaikan ZIS
Sedekah adalah amalan yang sangat dianjurkan kapan pun, terlebih menjelang Ramadhan. Dengan memperbanyak sedekah sebelum Ramadhan, kita melatih keikhlasan dan kepedulian terhadap sesama. Ini juga menjadi sarana membersihkan harta serta membuka pintu rezeki.
Selain sedekah, momen menjelang Ramadhan juga sangat tepat untuk menunaikan Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS) melalui lembaga resmi dan terpercaya. Bagi masyarakat Sulawesi Selatan, Anda dapat menyalurkan ZIS melalui BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan sebagai lembaga resmi pemerintah yang amanah dan profesional dalam mengelola dana umat dengan prinsip 3A: Aman Syari, Aman Regulasi dan Aman NKRI. Dengan menunaikan ZIS di BAZNAS SULSEL, anda turut membantu program pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan dan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Menunaikan ZIS sebelum Ramadhan juga membantu mustahik mempersiapkan kebutuhan ibadah dan kehidupan sehari-hari selama bulan suci. Mari jadikan persiapan Ramadhan kita lebih bermakna dengan berbagi dan memperluas manfaat bagi sesama.
5. Memperbaiki Kualitas Shalat
Sebelum Ramadhan, cobalah untuk meningkatkan kualitas shalat wajib maupun sunnah. Perbaiki kekhusyukan, tepat waktu dalam pelaksanaannya dan tambahkan shalat sunnah seperti Shalat Tahajud dan Shalat Dhuha. Kebiasaan ini akan sangat membantu ketika menjalani Shalat Tarawih dan ibadah lainnya di bulan Ramadhan.
6. Menjaga Lisan dan Perilaku
Ramadhan bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga lisan serta perbuatan. Mulailah mengurangi perkataan yang tidak bermanfaat, gibah atau emosi berlebihan sejak sebelum Ramadhan. Dengan demikian, anda akan lebih siap menjaga diri saat berpuasa.
7. Menyusun Target Ibadah Ramadhan
Agar Ramadhan lebih produktif, susunlah target ibadah sejak dini. Misalnya, target khatam Al-Qur’an, rutin sedekah harian atau konsisten shalat malam. Perencanaan yang matang akan membantu Anda memaksimalkan pahala di bulan suci.
Mempersiapkan diri sebelum Ramadhan adalah bentuk kesungguhan dalam menyambut bulan yang penuh rahmat dan ampunan. Dengan melakukan berbagai amalan sebelum Ramadhan seperti taubat, puasa sunnah, membaca Al-Qur’an serta menunaikan ZIS di BAZNAS SULSEL, anda akan memasuki bulan suci dengan hati yang lebih bersih dan semangat ibadah yang lebih kuat.
-mJk-
BERITA13/02/2026 | Humas BAZNAS SULSEL
Bantu Palestina, BAZNAS RI Bersama Dubes Mesir Salurkan 5 Mobile Clinic dari Tempo Scan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir, Kuncoro Giri Waseso menyerahkan lima unit Mobile Clinic dari Tempo Scan di Kairo, Mesir, Selasa (10/2/2026).
Lima unit Mobile Clinic tersebut untuk mendukung penyediaan layanan kesehatan darurat bagi masyarakat Palestina yang terdampak krisis kemanusiaan berkepanjangan.
Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan apresiasi atas kontribusi dan kepedulian Tempo Scan yang secara konsisten menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Palestina melalui BAZNAS RI.
Menurut Kiai Noor, dukungan lima unit Mobile Clinic sangat dibutuhkan karena mampu menjangkau masyarakat di berbagai lokasi, termasuk wilayah yang sulit mengakses fasilitas kesehatan permanen.
“Tempo Scan ini sudah sering kali memberikan bantuan untuk masyarakat Palestina, baik bantuan pangan maupun bantuan kemanusiaan lainnya. Alhamdulillah, kali ini Tempo Scan kembali menyalurkan bantuan berupa lima unit Mobile Clinic. Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan Tempo Scan yang terus menjadikan BAZNAS sebagai mitra penyaluran bantuannya,” ujar Kiai Noor di Mesir, Rabu (11/2/2026).
Ia menjelaskan, lima unit Mobile Clinic tersebut telah dilengkapi dengan fasilitas pemeriksaan kesehatan dasar, layanan medis awal, serta dukungan logistik kesehatan guna membantu tenaga medis dalam memberikan pelayanan darurat kepada masyarakat terdampak.
Kiai Noor menegaskan, BAZNAS RI akan terus memastikan lima unit Mobile Clinic tersebut dapat segera dimanfaatkan secara optimal melalui koordinasi dengan mitra kemanusiaan di lapangan, agar layanan kesehatan darurat dapat menjangkau kelompok rentan seperti anak-anak, perempuan, dan lansia.
"Untuk memastikan penyaluran bantuan berjalan cepat dan efektif, BAZNAS RI juga bekerja sama dengan organisasi kemanusiaan di Mesir serta jaringan mitra internasional yang berpengalaman dalam penyaluran bantuan di wilayah konflik Palestina," jelasnya.
Lebih lanjut, Kiai Noor menegaskan komitmen BAZNAS RI untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak guna memperluas dampak bantuan kemanusiaan, khususnya bagi masyarakat Palestina yang hingga kini masih membutuhkan dukungan internasional.
“Apa yang dilakukan Tempo Scan ini sangat baik dan patut diapresiasi. Melalui kerja sama ini, BAZNAS berharap kontribusi masyarakat dan sektor swasta Indonesia dapat terus mengalir serta memberikan dampak nyata bagi pemulihan kondisi kemanusiaan di Palestina,” ujarnya.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir, Kuncoro Giri Waseso menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS RI dan Tempo Scan atas bantuan lima unit Mobile Clinic untuk membantu rakyat Gaza.
“Alhamdulillah, Masya Allah. Hari ini pada tanggal 10 Februari, pertama saya mengucapkan terima kasih, apresiasi kepada BAZNAS yang telah dengan usahanya, upaya yang keras menyediakan lima unit ambulans yang akan digunakan untuk bantuan kemanusiaan di Gaza,” kata Kuncoro.
Kuncoro berharap bantuan ini dapat segera dimanfaatkan secara optimal dan memberikan dampak nyata bagi pemulihan kondisi kemanusiaan di Palestina.
Terakhir, Kuncoro juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang selama ini tidak pernah putus menyalurkan bantuan-bantuan kemanusiaan untuk rakyat Plaestina di Gaza.
"Terima kasih kepada masyarakat kita, warga negara Indonesia, baik yang berada di Kairo maupun di Indonesia, atas bantuan-bantuan kemanusiaan baik finansial maupun dukungan lainnya, termasuk material. Insya Allah, kita akan terus berusaha untuk membuka jalur dan melancarkan upaya bantuan kemanusiaan ke Gaza," ujarnya.
BERITA12/02/2026 | Humas BAZNAS SULSEL
Zakat Menguatkan Indonesia, Refleksi 25 Tahun Amanah dan Pengabdian BAZNAS
BAZNAS Sulawesi Selatan turut memaknai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia sebagai momentum refleksi dan penguatan peran zakat dalam membangun kesejahteraan umat. Peringatan HUT ke-25 BAZNAS RI yang mengusung tema “Zakat Menguatkan Indonesia” menjadi penegasan bahwa zakat merupakan instrumen strategis dalam menjawab tantangan bangsa, mulai dari kemiskinan, kebencanaan, hingga ketimpangan sosial.
Tasyakuran dan doa bersama dalam rangka HUT ke-25 BAZNAS RI digelar di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Selasa (20/1/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mo Mahdum, Ph.D., Dirjen Bimas Islam, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghafur, M.Ag., Ketua MUI Bidang Fatwa KH. Asrorun Niam, serta jajaran Pimpinan BAZNAS RI Periode 2021–2025.
Turut hadir pula jajaran Pimpinan BAZNAS RI lintas periode, yakni Pimpinan Periode 2015–2020, Periode 2008–2015, hingga Periode 2001–2007. Sementara itu, pimpinan dan amil BAZNAS Provinsi, Kabupaten, dan Kota dari seluruh Indonesia, termasuk BAZNAS Sulawesi Selatan, mengikuti kegiatan secara daring.
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA menegaskan bahwa tema “Zakat Menguatkan Indonesia” merefleksikan kontribusi nyata zakat dalam menjawab persoalan besar bangsa.
“Jika yang kita kumpulkan (zakat) semakin banyak, maka yang dapat kita distribusikan juga akan semakin banyak. Dengan begitu, semakin banyak pula masyarakat yang bisa kita kuatkan,” ujar Kiai Noor.
Ia juga mengungkapkan bahwa potensi zakat nasional diperkirakan mencapai Rp1.273 triliun. Menurutnya, apabila potensi tersebut dapat terhimpun setidaknya separuh, maka persoalan umat dapat diselesaikan secara signifikan dan Indonesia akan menjadi bangsa yang kuat dan berdaya.
Kiai Noor menambahkan, selama 25 tahun perjalanan BAZNAS, kinerja lembaga terus menunjukkan peningkatan yang konsisten. Prestasi yang diraih dari periode ke periode menjadi bukti bahwa BAZNAS dikelola secara berkelanjutan dan mendapat kepercayaan masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Ketua BAZNAS Sulawesi Selatan Dr. dr. H. M. Khidri Alwi, MA, M.Kes menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-25 ini menjadi pengingat bagi seluruh jajaran BAZNAS di daerah untuk tidak berpuas diri, tetapi terus memperkuat tata kelola dan dampak zakat di tingkat lokal.
“Tema Zakat Menguatkan Indonesia harus diterjemahkan secara konkret di daerah. Di Sulawesi Selatan, zakat tidak hanya kita kelola sebagai kewajiban ibadah, tetapi sebagai kekuatan pembangunan sosial yang terukur, berkelanjutan, dan tepat sasaran,” tegas Dr. Khidri Alwi.
Ia menambahkan bahwa potensi zakat di daerah masih sangat besar dan menuntut kerja yang lebih serius dalam memperluas basis muzaki, meningkatkan literasi zakat, serta memperkuat program pemberdayaan mustahik.
“Tantangannya jelas. Jumlah muzaki masih jauh dari potensi umat Islam yang ada. Ini bukan alasan untuk pesimis, justru menjadi pekerjaan rumah bersama agar zakat benar-benar hadir sebagai solusi, bukan sekadar simbol,” lanjutnya.
BAZNAS Sulawesi Selatan menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan BAZNAS RI, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat peran zakat sebagai instrumen keadilan sosial.
Sejalan dengan pesan Ketua BAZNAS RI, peringatan HUT ke-25 ini diharapkan menjadi penggerak bersama agar Zakat Menguatkan Indonesia tidak berhenti sebagai slogan, tetapi menjadi gerakan nyata dari pusat hingga daerah dalam mewujudkan Indonesia yang lebih adil, sejahtera, dan berdaya.
BERITA21/01/2026 | Humas BAZNAS SULSEL
Amanah Terjaga, Fidyah Muzakki Disalurkan BAZNAS Sulsel
Pada tanggal 26 Desember 2025, BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan melaksanakan kegiatan Penyaluran Fidyah di Kecamatan Panakukkang, Kota Makassar. Kegiatan ini merupakan wujud komitmen BAZNAS Sulsel dalam memastikan amanah fidyah yang ditunaikan para muzakki dapat tersalurkan tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak menerimanya.
Sebanyak 200 Paket Makanan disalurkan secaralangsung kepada mustahik, dengan harapan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan serta meringankan beban kehidupan sehari-hari. Suasana kegiatan berlangsung dengan penuh kehangatan, kebersamaan, dan rasa syukur, terlihat dari senyum penerima manfaat yang menerima bantuan dengan penuh kebahagiaan.
BAZNAS Sulsel menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para Muzakki atas kepercayaan dan kepeduliannya dalam menunaikan fidyah melalui BAZNAS. Semoga setiap kebaikan yang dititipkan menjadi amal jariyah, membawa keberkahan, serta dibalas oleh Allah SWT dengan pahala yang berlipat ganda. BAZNAS Sulsel akan terus berkomitmen menjaga amanah dan menyalurkan dana umat secara profesional, transparan, dan tepat sasaran.
BERITA26/12/2025 | Humas BAZNAS SULSEL
BAZNAS SULSEL Terima Bantuan Bencana Sumatra Rp33 Juta dari Al Madinah Islamic School Makassar
Makassar, 16 Desember 2025 - BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan menerima bantuan kemanusiaan sebesar Rp33 juta dari Al Madinah Islamic School Makassar untuk penanganan korban bencana alam di wilayah Sumatra. Bantuan tersebut diserahkan sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
Dana kemanusiaan ini merupakan hasil penggalangan donasi dari siswa, orang tua, guru, dan seluruh civitas Al Madinah Islamic School Makassar. Partisipasi ini mencerminkan peran aktif lembaga pendidikan dalam menanamkan nilai empati, kepedulian sosial, dan tanggung jawab kemanusiaan.
BAZNAS Sulsel memastikan dana tersebut akan segera dikirimkan ke BAZNAS pusat untuk segera disalurkan kepada para penyintas. Bantuan ini akan memperkuat dukungan logistik yang telah dijalankan oleh tim BAZNAS TANGGAP BENCANA sejak hari pertama bencana, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar dan layanan tanggap darurat di lokasi terdampak.
“Insyaallah tim kami tetap berada di lokasi dan segera menyalurkan bantuan ini,” ujar perwakilan BAZNAS Sulsel.
BAZNAS terus bergerak memberikan layanan terbaik bagi para penyintas bencana di Sumatera. Berdasarkan laporan situasi (sitrep) terbaru, akses ke sejumlah wilayah terdampak masih terputus, pasokan listrik belum sepenuhnya stabil, serta distribusi bantuan menghadapi tantangan antrean bahan bakar dan kondisi medan yang berat.
Meski demikian, ratusan personel gabungan BAZNAS bersama tim medis, armada operasional, serta relawan daerah terus berupaya menjangkau lokasi-lokasi yang paling membutuhkan. Layanan Dapur Umum, Pelayanan Kesehatan, hingga penyaluran logistik pangan dan paket keluarga dilaksanakan setiap hari secara berkelanjutan.
BAZNAS SULSEL menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah menyalurkan amanahnya melalui BAZNAS. Dukungan tersebut menjadi kekuatan bagi para penyintas untuk bangkit kembali.
Bagi #SahabatBAZNAS yang ingin membantu saudara-saudara kita di Sumatera, donasi dapat disalurkan melalui:BSI 600.600.7020Mandiri 152.007.055.7778BRI 3810.01.000042.30.7a.n. BAZNAS Prov.Sulawesi Selatan
atau melalui tautan:sulsel.baznas.go.id/sedekah
BERITA16/12/2025 | Humas BAZNAS SULSEL
BAZNAS RI Gelar Servis & Ganti Oli Gratis 5.000 Motor se-Indonesia Pelaksanaan Wilayah Sulsel Dipusatkan di Kantor BAZNAS Sulsel, Jl. Masjid Raya Makassar
Makassar — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali melaksanakan program nasional pelayanan sosial kendaraan bermotor bertajuk “Servis dan Ganti Oli Gratis 5.000 Motor se-Indonesia”. Untuk wilayah Provinsi Sulawesi Selatan, kegiatan ini dipusatkan di Kantor BAZNAS Sulsel, Jl. Masjid Raya Makassar, dan berlangsung selama dua hari, Selasa–Rabu, 9–10 Desember 2025.
Sebanyak 200 unit motor, mayoritas dari para pengemudi ojek online (ojol), mengikuti layanan gratis tersebut. Program ini merupakan wujud nyata kepedulian BAZNAS dalam membantu menjaga produktivitas para pekerja sektor informal yang sangat mengandalkan kendaraan sebagai sumber penghasilan.
Kegiatan di Sulawesi Selatan ini dihadiri oleh Ketua BAZNAS Sulsel Dr.Khidri Alwi, Wakil Ketua II Baznas Sulsel, Dr. KH. Muhammad Ishaq Samad, MA, Waka 1 Muh. Riswan, MA, Waka 3 Dr.Kamaruddin, dan Wakil Ketua IV Baznas Sulsel, Drs. H. Abd. Aziz Bennu, MA, Para amil Baznas Sulsel, Serta tim teknisi dan montir dari Program Z-Auto Baznas Sulsel.
Waka 2 Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Sulsel Dr. KH. Muhammad Ishaq Samad, MA menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar layanan teknis, tetapi bagian dari upaya Baznas memberi dukungan langsung kepada para mustahik produktif dan pekerja harian.
“Para pengemudi ojol adalah kelompok pekerja keras yang setiap hari berada di jalan demi memenuhi kebutuhan keluarga. Melalui program ini, kita ingin meringankan beban mereka serta memastikan kendaraan yang digunakan dapat beroperasi dengan aman dan nyaman,” ujarnya.
Sementara itu, Drs. H. Abd. Aziz Bennu, MA menambahkan bahwa pelaksanaan serentak di seluruh Indonesia menunjukkan komitmen BAZNAS RI dalam memperluas kebermanfaatan zakat.
“Program ini tidak hanya fokus pada bantuan konsumtif, tetapi juga memperkuat aspek pemberdayaan. Dengan servis dan oli gratis, para pengendara dapat menghemat biaya pemeliharaan kendaraan yang cukup besar,” jelasnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan keselamatan berkendara, mendukung aktivitas para pengemudi ojol, dan memperkuat sinergi Baznas dengan masyarakat lapisan bawah yang membutuhkan sentuhan layanan sosial.
BERITA10/12/2025 | BAZNAS SULSEL
Prof. Ir. Nadratuzzaman Dorong Kepemimpinan Selanjutnya Tetap Jalankan Transformasi Digital dalam Pengelolaan Zakat Nasional
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec., Ph.D., menegaskan pentingnya keberlanjutan transformasi digital dalam tata kelola zakat nasional, terutama menjelang transisi menuju kepemimpinan BAZNAS selanjutnya.
Pernyataan ini disampaikan dalam Konferensi Pers Rakernis Transformasi Digital dan Zakat Tech Mini Expo 2025, yang digelar pada 26–27 November 2025 di Jakarta.
Prof. Nadra menekankan, transformasi digital telah menjadi tulang punggung tata kelola zakat modern. Ia mengingatkan bahwa seluruh fondasi digital yang telah dibangun BAZNAS selama beberapa tahun terakhir harus terus diperkuat oleh pimpinan mendatang maupun oleh BAZNAS daerah di seluruh Indonesia.
“Kita perlu data yang benar, akurat, teliti, dan tepat. Karena laporan BAZNAS bukan hanya pusat, tetapi seluruh Indonesia. Inilah alasan utama mengapa transformasi digital melalui SIMBA harus terus diperkuat,” ucapnya, Kamis (27/11/2025).
Menurutnya, BAZNAS RI telah mengembangkan berbagai infrastruktur digital, mulai dari SIMBA, kanal fundraising digital, modernisasi website Kantor Digital, hingga integrasi data muzaki dan mustahik.
Prof. Nadra menegaskan, seluruh fondasi tersebut merupakan investasi jangka panjang yang tidak boleh dihentikan atau dirombak.
“Investasi digital itu mahal. Jangan sampai kepemimpinan yang baru membongkar apa yang sudah dibangun. Ini bukan soal personal, ini demi BAZNAS dan amanah umat,” jelasnya.
Menutup paparannya, Prof. Nadra kembali menekankan pentingnya menjadikan digitalisasi sebagai standar nasional tata kelola zakat.
“Kanal fundraising harus dibuka seluas-luasnya. Tapi semakin banyak kanal digital, semakin penting sistem keuangan yang rapi. Karena itu digitalisasi bukan sekadar pilihan, tetapi kebutuhan,” ujarnya.
BAZNAS RI berharap kepemimpinan berikutnya dapat melanjutkan dan memperkuat transformasi digital sebagai pondasi tata kelola zakat yang akuntabel, modern, dan berdampak bagi umat.
BERITA27/11/2025 | Humas BAZNAS SULSEL
Gelar Rakernis IT 2025, BAZNAS RI Optimalkan Modernisasi dan Digitalisasi Pengelolaan Zakat Nasional
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengoptimalkan modernisasi dan digitalisasi pengelolaan zakat nasional melalui penguatan sistem manajemen berbasis data yang kokoh dan terukur, sebagai upaya menciptakan tata kelola zakat yang lebih transparan, akuntabel, dan berdampak luas.
Hal tersebut terungkap dalam Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Transformasi Digital & Zakat Tech Mini Expo 2025 dengan tema “Pemanfaatan dan Penguatan Digital Fundraising” untuk memperkuat ekosistem digital zakat di seluruh Indonesia. Kegiatan ini juga mempertemukan BAZNAS Daerah dan mahasiswa dalam ruang kolaborasi inovatif untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan zakat. Dalam kegiatan ini, BAZNAS Sulawesi Selatan turut hadir sebagai salah satu perwakilan daerah yang aktif mendorong modernisasi dan implementasi digitalisasi zakat di tingkat provinsi.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan bahwa modernisasi sistem digital menjadi keharusan bagi BAZNAS RI dalam merespons perkembangan teknologi dan meningkatnya kebutuhan publik terhadap layanan zakat yang lebih cepat dan efisien.
“InsyaAllah BAZNAS RI akan menjadi BAZNAS yang terbaik, khususnya dalam keterbukaan informasi publik. Ini merupakan komitmen yang telah dibangun sejak lama, komitmen untuk mengembangkan digitalisasi di seluruh Indonesia, bukan hanya di pusat,” ujar Kiai Noor di Jakarta, Rabu (26/11/2025).
Kiai Noor menyampaikan bahwa digitalisasi tidak hanya menjadi instrumen efisiensi, tetapi juga bagian dari penguatan kelembagaan dan tata kelola manajemen yang terus diperbarui.
“Kami mengapresiasi upaya digitalisasi ini karena alhamdulillah BAZNAS juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan lembaga publik yang transformal dan informatif. Penguatan kelembagaan dan manajemen, termasuk pelaporan melalui SIMBA, telah kita jalankan. Meski belum semua daerah siap, insyaAllah ke depan seluruh Indonesia akan memiliki transformasi digital yang sama dari pusat sampai daerah,” ucap Kiai Noor.
Menurut Kiai Noor, transformasi digital BAZNAS tidak dapat dipisahkan dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia, terutama menghadapi tantangan teknologi yang berkembang cepat.
“Kita memasuki era digital sehingga tidak mungkin SDM BAZNAS tidak memahami atau mengoperasikan sistem digital. Dalam lingkungan Prof. Nadratuzzaman sendiri ada transformasi digital termasuk bidang keamanan. AI juga menjadi tantangan; kita memperkuat bagaimana memanfaatkannya sekaligus mewaspadainya,” tuturnya.
Kiai Noor menambahkan bahwa lima tahun terakhir menunjukkan percepatan signifikan dalam transformasi digital BAZNAS dan dampaknya telah diakui di tingkat internasional.
“Terbukti, jaringan BAZNAS kini bersifat internasional bahkan menjadi rujukan zakat dunia. Karena itu, kami berterima kasih, melalui Rakernis ini kita dapat memastikan digitalisasi tidak pernah berhenti. Percepatannya begitu besar dan apa yang dilakukan di sini akan kita sampaikan kepada semua BAZNAS di seluruh Indonesia,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Inovasi dan Teknologi Informasi BAZNAS RI, Achmad Setio Adinugroho, menambahkan, penguatan basis data menjadi pilar utama dalam transformasi digital yang dicanangkan BAZNAS.
“Digitalisasi yang terukur memungkinkan peningkatan akurasi pendataan mustahik serta mempercepat proses distribusi zakat,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa tujuan kegiatan ini mencakup peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya transformasi digital dalam pengelolaan zakat, peningkatan literasi digital bagi amil zakat dan pemangku kepentingan, serta evaluasi atas pelaksanaan program digitalisasi yang telah berjalan.
“Selain itu, kegiatan ini juga memperkenalkan aplikasi-aplikasi digital yang dikembangkan BAZNAS RI agar dapat dimanfaatkan oleh BAZNAS Daerah, serta menampilkan berbagai inovasi melalui Mini Expo untuk menghasilkan rekomendasi penguatan sistem digital ke depan,” ujarnya.
Turut hadir Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec., Ph.D., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan ZIS-DSKL Nasional, Amb. Prof. (HC) Dr. Zainulbahar Noor, S.E., M.Ec., Pimpinan BAZNAS RI Bidang SDM, Keuangan, dan Umum, Kol. CAJ (Purn.) Drs. Nur Chamdani, serta perwakilan dari BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota, para praktisi dan akademisi. BAZNAS Sulawesi Selatan menjadi salah satu delegasi daerah yang berpartisipasi aktif dalam diskusi dan agenda penguatan sistem digital pada Rakernis tersebut.
BERITA26/11/2025 | Humas BAZNAS SULSEL
BAZNAS Sulsel Gelar Kegiatan Percepatan Pengumpulan Zakat se-Sulawesi Selatan
Makassar — Dalam upaya memperkuat kinerja dan sinergi lembaga amil zakat di daerah, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar kegiatan Percepatan Pengumpulan Baznas se-Sulawesi Selatan, yang berlangsung di Hotel Best Western Plus Makassar, Selasa-Kamis (14-16 Oktober 2025).
Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Baznas Sulsel, Dr. dr. HM. Khidri Alwi, M.Kes, didampingi Wakil Ketua II, Dr. KH. Muhammad Ishaq Samad, MA, serta Wakil Ketua IV, Drs. H. Abd. Aziz Bennu. Turut hadir pula narasumber dari Kepala Divisi Pengumpulan Baznas RI dan Tim bersama puluhan peserta utusan Baznas Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan.
Ketua Panitia Kabid Pengumpulan Baznas Sulsel, Suhatnam menyampaikan laporan singkat tentang latarbelakang kegiatan ini berdasarkan semangat pimpinan Baznas RI dalam Rakornas tahun 2025 untuk mencapai target pengumpulan 50 Triliun se Indonesia.
Tema kegiatan ini “Menghadirkan keberkahan dan dampak positif bagi umat melalui sinerji, inovasi dan akuntabilitas ZIS”, sebutnya.
Dalam sambutannya, Kepala Divisi Pengumpulan Baznas RI, Muhammad Fariz Amiruddin menyatakan kegiatan ini dilakukan untuk menghimpun rencana pengumpulan sampai target sebesar Rp. 50 Triliun. Selain itu, pimpinan Baznas RI akan hadir kembali pada bulan November 2025 pada Rakorda Baznas Se Sulsel, insyaa Allah, harapnya.
Sementara itu Dr. dr.HM. Khidri Alwi menegaskan bahwa sangat penting untuk selalu peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) merupakan tanggung jawab strategis yang membutuhkan sistem kerja yang solid dan kolaboratif. Menurutnya, denyut nadi penyelenggraan ZIS adalah program pengumpulan. Selain itu, optimalisasi pengumpulan zakat harus didukung oleh inovasi, transparansi, dan kedekatan dengan masyarakat, harapnya.
“Zakat memiliki potensi besar di Sulawesi Selatan, namun potensi itu baru akan terasa manfaatnya jika dikelola secara profesional dan terukur. Karena itu, kegiatan ini menjadi momentum memperkuat koordinasi antara Baznas provinsi dan kabupaten/kota,” ujar Dr. Khidri Alwi.
Sementara itu, Wakil Ketua II Baznas Sulsel, Dr. KH. Muhammad Ishaq Samad, MA, usai acara menekankan pentingnya pendekatan dakwah dalam memperluas basis muzaki. Menurutnya, edukasi zakat bukan sekadar kewajiban formal, tetapi juga panggilan iman dan bentuk kepekaan sosial umat Islam.
“Baznas tidak hanya lembaga pengelola dana umat, tetapi juga lembaga dakwah sosial yang harus menginspirasi umat untuk berzakat dengan kesadaran spiritual dan keikhlasan,” ungkap Dr. Ishaq Samad.
Adapun narasumber dari Divisi Pengumpulan Baznas RI memberikan pemaparan teknis mengenai strategi percepatan pengumpulan, termasuk digitalisasi layanan zakat, penguatan regulasi kerja sama dengan instansi pemerintah dan swasta, serta sistem pelaporan berbasis kinerja.
Wakil Ketua IV Baznas Sulsel, Drs. H. Abd. Aziz Bennu, menambahkan usai acara pembukaan bahwa kegiatan ini menjadi wadah untuk menyamakan persepsi dan memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan capaian pengumpulan zakat di setiap daerah.
“Sinergi antar-Baznas harus terus ditingkatkan agar dana zakat yang terkumpul benar-benar mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat, terutama dalam mendukung program pemberdayaan umat di Sulawesi Selatan,” ujarnya.
Kegiatan ini diakhiri dengan sesi diskusi dan penyampaian komitmen bersama antara Baznas provinsi dan kabupaten/kota untuk mempercepat pengumpulan ZIS di wilayah masing-masing.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Baznas Sulsel berharap dapat mendorong peningkatan capaian pengumpulan zakat secara signifikan di tahun 2025, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana umat yang transparan dan berdampak.
Mariki' terus bersinergi mewujudkan kesejahteraan umat melalui zakat!
Salurkan ZIS Anda melalui:
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi SelatanJl. Masjid Raya No. 55 Makassar
Via Transfer :
Bank Sulselbar Syariah 510.053.0000000.25.7a.n. BAZ Provinsi Sulawesi Selatan
BSI 700.2402.704a.n. BAZNAS Prov Sulsel
BCA 365.036.5789a.n. Badan Amil Zakat Nasional Sulsel
via Kantor Digital BAZNAS Sulsel : https://sulsel.baznas.go.id/bayarzakat
Konfirmasi & Informasi ZIS BAZNAS SULSEL:
WA : 0851 8328 5998
email : [email protected]
BERITA14/10/2025 | Humas BAZNAS SULSEL
BAZNAS Sulsel Salurkan Daging DAM Haji di Sejumlah Titik di Kota Makassar dan Sekitarnya
Makassar, 8 Oktober 2025 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan kembali menyalurkan daging DAM Haji (Denda Dam Haji) kepada masyarakat yang berhak menerima (mustahik) di sejumlah titik di Kota Makassar dan wilayah sekitarnya. Program pendistribusian ini merupakan bentuk pelaksanaan amanah dari jamaah haji yang menunaikan ibadah dam melalui BAZNAS.
Penyaluran dilakukan secara bertahap dengan melibatkan para amil dan relawan BAZNAS Sulsel di berbagai lokasi, di antaranya kawasan Kecamatan Tallo, Rappocini, serta beberapa pesantren dan panti asuhan binaan BAZNAS Sulsel. Selain itu Jadwal Distribusi DAM Haji
Rabu 08 Oktober 2025 Jam 13.30 - Selesai meliputi Keluarahan Baraya Sekolah BAZNAS dan Klinik Baznas, Kelurahan Suangga RT 003 RW 3 lokasi RLHB. Kemudian Kamis 09 Oktober 2025
Pukul 09 00 - Selesai di Kelurahan Maccini Sombala RW 007, Kelurahan Karunrung RW 07, Panti Asuhan Mahdiyat BTN Minasa Upa Blok G 21, Permukimam Kumuh Jln Hertasning, dan Kelurahan parang layang/Bontoala.
Menurut Wakil Ketua II BAZNAS Sulsel, Dr. KH. Muhammad Ishaq Samad, MA, pendistribusian daging DAM Haji ini merupakan bagian dari program nasional BAZNAS dalam memastikan manfaat ibadah haji dapat dirasakan oleh masyarakat luas, terutama yang kurang mampu.
“Setiap potongan dam yang ditunaikan jamaah haji adalah wujud kepedulian sosial yang berkelanjutan. BAZNAS menyalurkannya dengan penuh tanggung jawab agar benar-benar sampai kepada mustahik yang membutuhkan,” ujar Dr. KH.M.Ishaq Samad.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga memperkuat nilai kemaslahatan ibadah haji dengan menghubungkan dimensi spiritual dan sosial. Daging yang telah disembelih dan dikemas secara higienis ini didistribusikan langsung kepada masyarakat penerima manfaat dengan tetap memperhatikan aspek ketepatan sasaran dan kelayakan konsumsi.
Lebih lanjut M.Ishaq Samad menjelaskan bahwa pendistribusian ini merupakan bentuk sinergi antara BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi, dan BAZNAS Kabupaten/Kota, khususnya dalam penyaluran hewan dam yang berasal dari pengelolaan dana haji.
“Kita berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut setiap tahun agar masyarakat semakin memahami bahwa ibadah haji juga berdampak pada penguatan solidaritas sosial di tingkat lokal,” katanya.
Masyarakat penerima manfaat menyampaikan rasa syukur atas bantuan daging yang diterima. Selain membantu memenuhi kebutuhan gizi, kehadiran BAZNAS dinilai membawa pesan dakwah dan kepedulian sosial yang nyata di tengah masyarakat.
Dengan kegiatan ini, BAZNAS Sulsel terus memperkuat komitmennya untuk menjadi lembaga pengelola zakat, infak, sedekah, dan dana keagamaan lainnya yang amanah, profesional, dan berdampak nyata bagi umat.
Mariki' terus bersinergi mewujudkan kesejahteraan umat melalui zakat!
Salurkan ZIS Anda melalui:
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi SelatanJl. Masjid Raya No. 55 Makassar
Via Transfer :
Bank Sulselbar Syariah 510.053.0000000.25.7a.n. BAZ Provinsi Sulawesi Selatan
BSI 700.2402.704a.n. BAZNAS Prov Sulsel
BCA 365.036.5789a.n. Badan Amil Zakat Nasional Sulsel
via Kantor Digital BAZNAS Sulsel : https://sulsel.baznas.go.id/bayarzakat
Konfirmasi & Informasi ZIS BAZNAS SULSEL:
WA : 0851 8328 5998
email : [email protected]
BERITA08/10/2025 | Humas BAZNAS SULSEL

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
Info Rekening Zakat
