WhatsApp Icon
Ketua BAZNAS Sulawesi Selatan Riswan Ilyas Hadiri Peringatan Satu Tahun Sekolah Rakyat dan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Makassar

MAKASSAR – Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan, Riswan Ilyas, ST, SE.Sy, menghadiri peringatan satu tahun Program Sekolah Rakyat yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Gedung Olahraga (GOR) Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Rabu (28/10/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam memperluas akses pendidikan yang inklusif, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memberikan kesempatan yang lebih luas kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan yang layak.

Acara tersebut turut dihadiri Menteri Sosial Republik Indonesia Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, serta para siswa Sekolah Rakyat dari berbagai daerah.

 

Semangat Sumpah Pemuda dan Pemerataan Pendidikan

Peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh semangat kebangsaan. Salah satu momen yang menarik perhatian peserta adalah ketika siswa Sekolah Rakyat, Muhammad Yusuf, memimpin pembacaan ikrar Sumpah Pemuda di hadapan para undangan.

Rangkaian kegiatan juga dimeriahkan dengan penampilan seni dan budaya oleh para siswa Sekolah Rakyat. Berbagai pertunjukan, mulai dari pencak silat, musik kecapi, hingga tarian nusantara, menjadi gambaran keberagaman budaya Indonesia sekaligus potensi generasi muda yang perlu terus dikembangkan.

Peringatan satu tahun Sekolah Rakyat juga menjadi kesempatan untuk mengevaluasi pelaksanaan program pendidikan yang menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program ini diharapkan dapat membuka akses pendidikan yang lebih merata sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan kualitas sumber daya manusia.

 

BAZNAS Sulawesi Selatan Dukung Penguatan Kesejahteraan Masyarakat

Kehadiran Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan Riswan Ilyas dalam kegiatan tersebut mencerminkan pentingnya sinergi antarlembaga dalam mendukung agenda pembangunan sosial, khususnya peningkatan kualitas hidup masyarakat dan perluasan kesempatan bagi kelompok yang membutuhkan.

Sebagai lembaga yang memiliki mandat dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS memiliki peran strategis dalam mendukung pengentasan kemiskinan melalui program pendistribusian dan pendayagunaan dana zakat yang terarah, terukur, dan berkelanjutan. 

Pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam upaya memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Melalui program-program yang berorientasi pada peningkatan kapasitas mustahik, penguatan pendidikan, dan pemberdayaan keluarga, zakat dapat menjadi instrumen sosial-ekonomi yang membantu masyarakat memperoleh kesempatan untuk hidup lebih sejahtera.

Momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda juga sejalan dengan semangat pemberdayaan generasi muda. Anak-anak yang memperoleh akses pendidikan dan pendampingan yang memadai diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi yang berdaya saing, berkarakter, serta mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah dan bangsa.

 

Memperkuat Kolaborasi untuk Masa Depan Generasi Muda

Peringatan satu tahun Sekolah Rakyat dan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Makassar menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, lembaga sosial, dunia pendidikan, hingga masyarakat.

BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan terus menempatkan pengelolaan zakat sebagai bagian dari upaya membangun kesejahteraan masyarakat. Sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan diharapkan dapat memperluas manfaat program sosial dan memperkuat dukungan terhadap kelompok rentan, termasuk anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Semangat Sumpah Pemuda menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa ditentukan oleh kualitas generasi mudanya. Dengan memperkuat akses pendidikan, kepedulian sosial, dan kolaborasi antarlembaga, cita-cita mewujudkan masyarakat yang lebih adil, mandiri, dan sejahtera dapat terus diperjuangkan bersama.

BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan berkomitmen untuk terus memperkuat peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan dan kesejahteraan umat, sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas di Sulawesi Selatan.

28/10/2026 | Kontributor: humas baznas sulsel
BAZNAS Sulsel Gelar Bimtek Evaluasi Perencanaan Semester I 2026 dan Penyusunan RKAT 2027, Perkuat Tata Kelola Zakat yang Terukur

 

 

MAKASSAR, 27 Oktober 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan menyelenggarakan Bimbingan Teknis Evaluasi Perencanaan Semester I Tahun 2026 dan Penyusunan Dokumen Perencanaan Tahun 2027 bagi BAZNAS kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.

Kegiatan yang berlangsung pada 27–29 Oktober 2026 di Hotel Almadera Makassar ini menjadi upaya memperkuat kualitas perencanaan, evaluasi kinerja, dan tata kelola pengelolaan zakat yang lebih terarah, akuntabel, serta berorientasi pada dampak.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, Riswan Ilyas, S.E.Sy., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya perencanaan yang matang sebagai fondasi pelaksanaan program dan pencapaian target lembaga. Evaluasi terhadap pelaksanaan program pada semester pertama tahun 2026 menjadi momentum bagi BAZNAS untuk mengidentifikasi capaian, menelaah kendala, serta merumuskan langkah perbaikan dalam pelaksanaan program berikutnya.

Bimbingan teknis ini menghadirkan Dr. Ahmad Hambali, S.Ag., M.H., Direktur Perencanaan ZIS-DSKL Nasional BAZNAS RI, yang memberikan pendampingan dan penguatan kapasitas kepada jajaran BAZNAS se-Sulawesi Selatan dalam menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) Tahun 2027.

Evaluasi sebagai Dasar Perbaikan Kinerja

Evaluasi perencanaan Semester I 2026 menjadi salah satu agenda penting untuk memastikan pelaksanaan program BAZNAS berjalan sesuai dengan rencana, sasaran, dan indikator kinerja yang telah ditetapkan.

Melalui evaluasi tersebut, BAZNAS kabupaten/kota didorong untuk menelaah kesesuaian antara perencanaan dan realisasi program, mengidentifikasi faktor pendukung maupun kendala pelaksanaan, serta menyusun langkah perbaikan berdasarkan hasil evaluasi.

Pendekatan ini penting agar proses perencanaan tidak berhenti pada pemenuhan dokumen administratif, tetapi menjadi instrumen manajemen yang membantu lembaga mengambil keputusan secara lebih tepat. Dengan demikian, setiap program dapat dirancang berdasarkan kebutuhan, dilaksanakan secara terukur, dan dievaluasi berdasarkan capaian yang jelas.

Perkuat Penyusunan RKAT BAZNAS Tahun 2027

Salah satu fokus utama kegiatan adalah penyusunan dokumen perencanaan tahun 2027, khususnya Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) BAZNAS. Melalui pendampingan Direktur Perencanaan ZIS-DSKL Nasional BAZNAS RI, peserta memperoleh penguatan dalam menyelaraskan rencana program, target kinerja, kebutuhan anggaran, dan indikator keberhasilan lembaga.

Penyusunan RKAT yang berkualitas membutuhkan keterpaduan antara tujuan strategis lembaga dan rencana kerja yang akan dilaksanakan. Perencanaan perlu mempertimbangkan kapasitas organisasi, potensi penghimpunan ZIS dan DSKL, kebutuhan pendistribusian dan pendayagunaan, serta target pelayanan kepada muzaki dan mustahik.

Karena itu, BAZNAS kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan diharapkan mampu menyusun dokumen perencanaan yang realistis, sistematis, dan selaras dengan arah kebijakan BAZNAS secara berjenjang. Perencanaan yang baik juga menjadi fondasi bagi pelaksanaan program yang lebih efektif, pengendalian anggaran, serta evaluasi kinerja pada tahun berikutnya.

Membangun Perencanaan Berbasis Kinerja dan Dampak

Melalui kegiatan ini, BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan mendorong penguatan budaya kerja yang menjadikan data, evaluasi, dan indikator kinerja sebagai bagian penting dalam pengambilan keputusan.

Perencanaan yang efektif tidak hanya menjawab apa yang akan dikerjakan dan berapa anggaran yang dibutuhkan, tetapi juga menjelaskan hasil yang ingin dicapai serta manfaat yang diharapkan bagi masyarakat.

Dengan pendekatan tersebut, penyusunan RKAT 2027 diharapkan semakin memperhatikan keterkaitan antara target penghimpunan, kualitas pendistribusian dan pendayagunaan, efisiensi penggunaan anggaran, serta capaian program bagi penerima manfaat.

Keselarasan perencanaan antara BAZNAS Provinsi dan BAZNAS kabupaten/kota juga menjadi aspek penting dalam membangun tata kelola zakat yang lebih terkoordinasi. Melalui kesamaan arah dan standar perencanaan, pelaksanaan program diharapkan dapat saling mendukung dalam memperluas manfaat zakat bagi masyarakat Sulawesi Selatan.

Perkuat Sinergi BAZNAS se-Sulawesi Selatan

Penyelenggaraan bimbingan teknis ini menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan untuk memperkuat kapasitas kelembagaan dan meningkatkan kualitas tata kelola zakat di seluruh kabupaten/kota.

Selama kegiatan berlangsung pada 27–29 Oktober 2026, peserta diharapkan dapat memanfaatkan sesi pendampingan untuk memperdalam pemahaman mengenai evaluasi perencanaan dan menyempurnakan dokumen perencanaan tahun 2027 sesuai dengan ketentuan serta arah kebijakan yang berlaku.

Melalui penguatan kapasitas tersebut, BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan berharap seluruh BAZNAS kabupaten/kota semakin siap menghadapi pelaksanaan program tahun 2027 dengan perencanaan yang lebih terukur, penganggaran yang lebih terarah, serta indikator kinerja yang jelas.

BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan berkomitmen untuk terus memperkuat tata kelola pengelolaan zakat melalui perencanaan yang berkualitas, evaluasi yang berkelanjutan, dan peningkatan kapasitas kelembagaan, sehingga pengelolaan ZIS dan DSKL dapat memberikan manfaat yang semakin luas dan berdampak nyata bagi masyarakat.*

 

 

27/10/2026 | Kontributor: humas baznas sulsel
BAZNAS Sulsel dan Hotel Almadera Teken MoU Program Food Bank, Salurkan Makanan Layak Konsumsi kepada Masyarakat Membutuhkan

 

MAKASSAR, 27 Oktober 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan menjalin kerja sama dengan Hotel Almadera Makassar melalui penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dalam program Food Bank, sebuah inisiatif kolaboratif untuk mengurangi pemborosan makanan sekaligus memperluas akses pangan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Penandatanganan MoU dilaksanakan di Room Orchid Hotel Almadera, Makassar, Selasa (27/10/2026), oleh Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, Riswan Ilyas, S.E.Sy. Kerja sama ini menjadi langkah konkret dalam menghubungkan potensi makanan berlebih yang masih layak dan aman dikonsumsi dengan kebutuhan pangan masyarakat, khususnya golongan asnaf yang membutuhkan.

Melalui program ini, makanan yang disiapkan oleh pihak hotel, tetapi tidak habis dikonsumsi tamu, dapat dikoordinasikan dengan BAZNAS untuk selanjutnya disalurkan kepada penerima manfaat. Makanan yang didistribusikan merupakan makanan yang masih segar, layak konsumsi, dan memenuhi persyaratan keamanan pangan sesuai standar perhotelan.

Mengurangi Pemborosan, Memperluas Manfaat Pangan

Industri perhotelan memiliki aktivitas penyediaan makanan yang dinamis, baik untuk tamu maupun berbagai kegiatan. Dalam kondisi tertentu, terdapat makanan yang masih layak dikonsumsi tetapi tidak habis tersaji atau dikonsumsi. Apabila tidak dikelola dengan baik, makanan tersebut berpotensi menjadi limbah, padahal masih dapat memberikan manfaat bagi orang lain.

Melalui program Food Bank, BAZNAS Sulawesi Selatan dan Hotel Almadera berupaya mengubah potensi surplus makanan tersebut menjadi sumber manfaat sosial. Makanan yang masih layak dan aman dikonsumsi dapat diselamatkan, dikelola, dan disalurkan melalui koordinasi kedua pihak kepada masyarakat yang membutuhkan.

Inisiatif ini menegaskan bahwa upaya membantu masyarakat tidak selalu harus dimulai dengan menyediakan sumber daya baru. Pengelolaan sumber daya yang telah tersedia secara lebih bijaksana juga dapat menjadi jalan untuk memperluas manfaat dan menjawab kebutuhan sosial.

BAZNAS Menjadi Penghubung antara Surplus Pangan dan Penerima Manfaat

Dalam kerja sama ini, BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan berperan dalam mengoordinasikan penyaluran makanan kepada penerima manfaat yang membutuhkan. Kolaborasi dengan pihak hotel diharapkan dapat membangun mekanisme penyaluran yang terarah, sehingga makanan yang masih layak konsumsi dapat dimanfaatkan secara optimal.

Program ini juga membuka ruang bagi penguatan kolaborasi antara lembaga pengelola zakat dan sektor usaha dalam menjawab persoalan sosial masyarakat. Melalui pendekatan tersebut, kepedulian sosial dapat diwujudkan dalam bentuk aksi nyata yang memanfaatkan potensi sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar.

Penyaluran makanan kepada golongan asnaf yang membutuhkan menjadi bagian dari upaya menghadirkan manfaat sosial yang lebih dekat dengan kebutuhan dasar masyarakat. Pelaksanaannya tetap perlu memperhatikan ketepatan sasaran, kualitas makanan, waktu penyaluran, serta prosedur keamanan pangan agar manfaat yang diberikan dapat diterima secara layak oleh penerima.

Kolaborasi Dunia Usaha untuk Kepedulian Sosial

Penandatanganan MoU antara BAZNAS Sulawesi Selatan dan Hotel Almadera menjadi langkah awal dalam membangun sinergi antara lembaga sosial keagamaan dan dunia usaha. Kerja sama ini menunjukkan bahwa sektor perhotelan dapat mengambil peran dalam pengurangan pemborosan makanan sekaligus berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.

Lebih dari sekadar kegiatan penyaluran makanan, program Food Bank diharapkan dapat menumbuhkan budaya pemanfaatan pangan yang bertanggung jawab, memperkuat kepedulian terhadap sesama, serta mendorong keterlibatan lebih luas dari berbagai pihak dalam mengatasi persoalan sosial.

BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan berharap kolaborasi ini dapat menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lainnya untuk turut mengembangkan inisiatif serupa sesuai dengan kapasitas dan karakteristik masing-masing.

Melalui program Food Bank, BAZNAS Sulawesi Selatan terus mendorong pengelolaan sumber daya yang lebih bermanfaat, kolaboratif, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.

Dari makanan yang berlebih, lahir manfaat yang lebih luas. Bersama Hotel Almadera, BAZNAS Sulawesi Selatan berupaya memastikan makanan yang masih layak konsumsi tidak terbuang sia-sia, tetapi dapat menjadi sumber kebaikan bagi mereka yang membutuhkan.

27/10/2026 | Kontributor: humas baznas sulsel
Ketua BAZNAS se-Sulawesi Selatan Hadiri Rakornas BAZNAS RI, Raih Tiga Penghargaan Nasional

Jakarta, 15 Oktober 2026 — Jajaran pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) se-Sulawesi Selatan menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS RI yang diselenggarakan di Jakarta pada 13–15 Oktober 2026. Mengusung tema “Konsolidasi Zakat Indonesia yang Produktif dan Berdampak”, kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat koordinasi kelembagaan, menyelaraskan arah kebijakan pengelolaan zakat, serta mendorong peningkatan kontribusi zakat bagi kesejahteraan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, perwakilan BAZNAS dari Sulawesi Selatan berhasil meraih tiga penghargaan nasional. Penghargaan tersebut meliputi kategori Z-Chicken Terbaik yang diraih BAZNAS Kabupaten Gowa, Wali Kota Pendukung Zakat Terbaik yang diberikan kepada Wali Kota Makassar melalui BAZNAS Kota Makassar, serta Bupati Pendukung Zakat Terbaik yang diberikan kepada Bupati Barru melalui BAZNAS Kabupaten Barru.

Capaian ini menjadi bentuk apresiasi atas pelaksanaan program pemberdayaan ekonomi dan dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan gerakan zakat. Prestasi tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi BAZNAS se-Sulawesi Selatan untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola, memperluas kemitraan, dan mengembangkan program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

 

Konsolidasi Nasional untuk Penguatan Pengelolaan Zakat

Rakornas BAZNAS RI diikuti oleh 974 peserta yang terdiri atas perwakilan 34 BAZNAS provinsi dan 308 BAZNAS kabupaten/kota. Forum ini menjadi ruang koordinasi nasional untuk menyatukan langkah dalam menghadapi tantangan pengelolaan zakat sekaligus memperkuat peran BAZNAS sebagai lembaga yang mengelola zakat secara profesional, transparan, dan akuntabel.

Salah satu agenda utama yang menjadi perhatian dalam Rakornas adalah target penghimpunan zakat, infak, sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS-DSKL) sebesar Rp70 triliun pada tahun 2027. Pencapaian target tersebut membutuhkan strategi penghimpunan yang terintegrasi, peningkatan literasi zakat, perluasan basis muzaki, serta penguatan kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

Rakornas juga membahas penyelarasan Rencana Strategis BAZNAS 2026–2031 sebagai landasan untuk memperkuat arah kebijakan, program prioritas, dan indikator kinerja pengelolaan zakat di tingkat nasional maupun daerah.

Dalam pelaksanaannya, penguatan tiga bidang utama menjadi perhatian, yaitu pengumpulan, pendistribusian dan pendayagunaan, serta pengendalian. Ketiga bidang tersebut diharapkan berjalan secara terintegrasi agar pengelolaan zakat tidak hanya berorientasi pada peningkatan penghimpunan dan penyaluran, tetapi juga pada efektivitas program dan keberlanjutan manfaat bagi mustahik.

 

BAZNAS Sulsel Apresiasi Penghargaan dan Dorong Peningkatan Kinerja

Perolehan tiga penghargaan oleh perwakilan Sulawesi Selatan menjadi kebanggaan sekaligus bahan evaluasi untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan zakat di daerah. Penghargaan tersebut mencerminkan pentingnya sinergi antara BAZNAS dan pemerintah daerah dalam membangun ekosistem zakat yang produktif dan berkelanjutan.

Pimpinan BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Kabupaten Gowa, BAZNAS Kota Makassar, dan BAZNAS Kabupaten Barru atas capaian yang diraih dalam Rakornas BAZNAS RI. Apresiasi juga diberikan kepada para kepala daerah yang telah mendukung penguatan gerakan zakat di wilayah masing-masing.

“Kami menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas penghargaan yang diraih oleh perwakilan BAZNAS dari Sulawesi Selatan. Capaian ini merupakan hasil dari kerja keras, komitmen, dan sinergi antara BAZNAS dengan pemerintah daerah serta seluruh pihak yang mendukung pengelolaan zakat. Penghargaan ini hendaknya menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus berbenah, meningkatkan kualitas tata kelola, memperkuat inovasi program, dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. Ke depan, kami berharap prestasi ini tidak hanya dipertahankan, tetapi juga ditingkatkan agar program zakat semakin produktif, tepat sasaran, dan memberikan dampak yang lebih luas bagi kesejahteraan mustahik,” ungkapnya.

Menurutnya, penghargaan bukanlah tujuan akhir, melainkan dorongan untuk terus melakukan perbaikan dan pengembangan program. Setiap BAZNAS di daerah diharapkan dapat menjadikan capaian tersebut sebagai inspirasi untuk memperkuat profesionalisme, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memastikan program zakat mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.

 

Penguatan Sinergi dan Tata Kelola Kelembagaan

Selain membahas strategi penghimpunan dan pendayagunaan, Rakornas BAZNAS RI juga menekankan pentingnya peningkatan tata kelola kelembagaan, kualitas sumber daya manusia (SDM) amil, dan literasi zakat. Penguatan aspek tersebut diperlukan untuk memastikan pengelolaan dana umat dilaksanakan sesuai prinsip syariah, ketentuan peraturan perundang-undangan, dan standar akuntabilitas yang berlaku.

Sinergi lintas sektor turut menjadi bagian penting dalam agenda konsolidasi nasional. Kolaborasi dengan Kementerian Agama, Kementerian Koperasi, Kementerian UMKM, KADIN Indonesia, serta pemangku kepentingan lainnya diharapkan dapat memperluas peluang penghimpunan dan pendayagunaan zakat, khususnya dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Bagi BAZNAS se-Sulawesi Selatan, penguatan kolaborasi tersebut menjadi peluang untuk mengembangkan program yang lebih inovatif, memperluas jangkauan penerima manfaat, dan meningkatkan efektivitas pendayagunaan zakat produktif (*)

15/10/2026 | Kontributor: Humas Baznas Prov. Sulawesi Selatan
Ketua BAZNAS Sulsel Serahkan Naskah Akademik Penataan Status dan Kesejahteraan Pegawai BAZNAS se-Indonesia kepada Ketua BAZNAS RI

JAKARTA — Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan, Riswan Ilyas , menyerahkan naskah akademik kajian tentang Penataan Status dan Kesejahteraan Pegawai Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) se-Indonesia kepada Ketua BAZNAS Republik Indonesia, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., di Hotel Grand Mercure Jakarta Kemayoran, Jakarta, pada 15 Oktober 2026.

Penyerahan naskah akademik ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan untuk mendorong penguatan tata kelola kelembagaan zakat nasional, khususnya melalui penataan sistem kepegawaian yang lebih terstruktur, profesional, dan berkeadilan bagi seluruh pegawai BAZNAS di Indonesia.

Momentum tersebut berlangsung dalam rangkaian agenda Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS Tahun 2026 yang mengusung tema “Konsolidasi Zakat Indonesia yang Produktif dan Berdampak”. Forum nasional ini menjadi ruang konsolidasi bagi BAZNAS dalam memperkuat koordinasi, menyelaraskan kebijakan, dan mendorong peningkatan kinerja pengelolaan zakat di seluruh Indonesia.

Dorong Sistem Kepegawaian BAZNAS yang Profesional dan Berkeadilan

Naskah akademik yang diserahkan memuat kajian mengenai pentingnya penataan status hubungan kerja dan peningkatan kesejahteraan pegawai BAZNAS sebagai bagian integral dari penguatan kelembagaan pengelola zakat nasional.

Sebagai lembaga yang dibentuk berdasarkan undang-undang, BAZNAS memiliki mandat strategis dalam pengelolaan zakat, mulai dari penghimpunan, pengelolaan keuangan, pendistribusian, pendayagunaan, hingga pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan. Pelaksanaan mandat tersebut membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang kompeten, berintegritas, profesional, serta memiliki kepastian karier dan perlindungan kerja.

Dalam praktiknya, pegawai BAZNAS memegang peranan penting dalam memastikan pengelolaan zakat berjalan secara efektif, akuntabel, dan berorientasi pada dampak. Karena itu, penguatan kapasitas kelembagaan perlu diiringi dengan sistem kepegawaian yang mampu memberikan kepastian status hubungan kerja, standar penghasilan yang layak, perlindungan sosial, pengembangan kompetensi, serta keberlanjutan karier.

Kajian tersebut menyoroti perlunya kerangka kepegawaian nasional yang dapat menjadi acuan bersama bagi BAZNAS di tingkat pusat, provinsi, dan kabupaten/kota. Dengan adanya standar yang lebih terarah, pengelolaan sumber daya manusia di lingkungan BAZNAS diharapkan dapat berkembang secara konsisten dengan tetap mempertimbangkan kemampuan fiskal dan karakteristik masing-masing daerah.

Tiga Alternatif Kebijakan Penataan Kepegawaian

Naskah akademik ini mengidentifikasi tiga alternatif kebijakan yang dapat menjadi bahan pertimbangan dalam merumuskan sistem kepegawaian BAZNAS ke depan.

Pertama, pembangunan Sistem Kepegawaian Nasional BAZNAS, melalui penyusunan standar minimum nasional yang menjadi acuan bagi seluruh tingkatan BAZNAS, terutama dalam hal status hubungan kerja, penghasilan, tunjangan, perlindungan sosial, dan pengembangan karier.

Kedua, pembentukan skema kepegawaian khusus bagi BAZNAS melalui penguatan regulasi yang mengatur hubungan kerja, standar kesejahteraan, perlindungan sosial, pembinaan profesi amil, serta mekanisme pembiayaan yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Ketiga, kajian integrasi jabatan atau kebutuhan tertentu dalam lingkungan BAZNAS ke dalam sistem Aparatur Sipil Negara (ASN), sepanjang memungkinkan secara hukum, kelembagaan, dan fiskal. Alternatif ini memerlukan kajian tersendiri mengenai dasar hukum, kebutuhan jabatan, mekanisme pengangkatan, dan konsekuensi anggaran.

Dari ketiga alternatif tersebut, kajian merekomendasikan pembangunan Sistem Kepegawaian Nasional BAZNAS sebagai agenda utama, yang disertai penguatan regulasi khusus dan kajian mengenai kemungkinan integrasi jabatan tertentu ke dalam sistem ASN sesuai persyaratan yang berlaku.

Rekomendasi ini menempatkan penataan kepegawaian sebagai agenda kelembagaan jangka panjang yang perlu dirancang secara sistematis, dengan memperhatikan kepastian hukum, kemampuan pembiayaan, dan keberlanjutan operasional pengelolaan zakat.

Lima Agenda Prioritas untuk Penguatan Kesejahteraan Pegawai

Sebagai tindak lanjut dari rekomendasi kebijakan tersebut, naskah akademik mengusulkan lima agenda prioritas.

Pertama, penataan dan standardisasi status hubungan kerja seluruh pegawai BAZNAS. Kedua, penetapan standar minimum penghasilan dan kesejahteraan pegawai BAZNAS secara nasional. Ketiga, pemenuhan perlindungan ketenagakerjaan, jaminan kesehatan, jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, serta perlindungan hari tua sesuai ketentuan yang berlaku.

Keempat, pembangunan sistem karier, pengembangan kompetensi, sertifikasi, evaluasi kinerja, dan penguatan profesi amil. Kelima, penyusunan peta jalan implementasi nasional periode 2026–2031 dengan skema pembiayaan yang sah, transparan, terukur, dan berkelanjutan.

Kelima agenda tersebut diharapkan menjadi kerangka awal dalam membangun sistem kepegawaian yang tidak hanya memberikan kepastian dan perlindungan bagi pegawai, tetapi juga memperkuat kualitas pelayanan kepada muzaki dan mustahik.

Penataan status dan kesejahteraan pegawai juga perlu dilihat dalam perspektif keberlanjutan kelembagaan. Sistem kepegawaian yang jelas dapat mendukung pengembangan kompetensi, menjaga kesinambungan pengetahuan organisasi, serta memperkuat profesionalisme dalam pelaksanaan tugas pengelolaan zakat.

Menguatkan Fondasi Kelembagaan Zakat Nasional

Penyerahan naskah akademik ini menegaskan perhatian BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan terhadap pentingnya penguatan sumber daya manusia sebagai salah satu fondasi utama pengelolaan zakat nasional.

Konsolidasi zakat tidak hanya membutuhkan peningkatan penghimpunan dan efektivitas pendistribusian, tetapi juga tata kelola organisasi yang mampu memastikan tersedianya sumber daya manusia yang profesional, terlindungi, dan memiliki kesempatan berkembang secara berkelanjutan.

Melalui kajian ini, BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan mendorong agar isu status dan kesejahteraan pegawai menjadi bagian dari pembahasan strategis dalam pengembangan kelembagaan BAZNAS di seluruh Indonesia. Berbagai rekomendasi yang disampaikan diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi BAZNAS RI dan pemangku kepentingan terkait dalam merumuskan kebijakan yang sesuai dengan ketentuan hukum serta kebutuhan organisasi.

Ke depan, pembangunan Sistem Kepegawaian Nasional BAZNAS diharapkan dapat memperkuat profesionalisme amil, meningkatkan kualitas tata kelola, dan mendukung pelaksanaan mandat pengelolaan zakat secara lebih optimal.

BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan berkomitmen untuk terus mendorong gagasan dan rekomendasi kebijakan yang mendukung penguatan kelembagaan zakat nasional, termasuk melalui penataan sistem kepegawaian yang profesional, berkeadilan, dan berkelanjutan demi terwujudnya pengelolaan zakat yang produktif dan berdampak bagi masyarakat.

15/10/2026 | Kontributor: Humas Baznas Prov. Sulawesi Selatan

Berita Terbaru

BAZNAS RI Tegaskan Zakat Tidak Digunakan untuk Program MBG
BAZNAS RI Tegaskan Zakat Tidak Digunakan untuk Program MBG
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang dihimpun dari para muzaki dan masyarakat tidak digunakan untuk mendanai program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS RI, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., mengatakan, pemanfaatan ZIS memiliki aturan penggunaan yang jelas dan tidak dapat dialihkan di luar peruntukan yang telah ditetapkan dalam syariat Islam. “Kami tegaskan bahwa Zakat, Infak, dan Sedekah yang dititipkan masyarakat kepada BAZNAS tidak digunakan sepersen pun untuk program Makan Bergizi Gratis. Seluruhnya disalurkan untuk kemaslahatan umat sesuai dengan ketentuan delapan asnaf,” ujar Rizaludin dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (23/2/2026). Ia menegaskan, ZIS hanya dapat diperuntukkan bagi delapan golongan penerima (asnaf) sebagaimana diatur dalam syariat Islam, yakni fakir, miskin, amil, muallaf, riqab atau hamba sahaya, gharimin atau orang yang terlilit utang untuk memenuhi kebutuhan dasar, fisabilillah, serta ibnu sabil atau musafir yang kehabisan bekal. Menurut Rizaludin, ketentuan tersebut menjadi rambu atau dasar utama dalam tata kelola zakat di BAZNAS sehingga seluruh proses penghimpunan hingga pendistribusian harus tetap berada dalam koridor syariah dan tidak menyimpang dari aturan yang berlaku. Lebih lanjut, Rizaludin menjelaskan, secara kelembagaan maupun sumber pendanaan, program MBG dan pengelolaan zakat berada pada sistem yang berbeda. Program MBG merupakan program pemerintah yang dibiayai melalui anggaran negara, sedangkan dana ZIS berasal dari amanah masyarakat yang penggunaannya diatur secara ketat dalam syariat Islam. "Karena itu, penggunaan dana zakat tidak dapat dialihkan untuk program yang tidak masuk dalam kategori asnaf, termasuk program MBG," ujarnya. Ia menambahkan, pengelolaan zakat di BAZNAS juga berpedoman pada prinsip 3A, yakni Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Prinsip tersebut menjadi dasar agar pengelolaan zakat tidak hanya sesuai ajaran agama, tetapi juga taat hukum dan mendukung kepentingan bangsa. Dalam implementasinya, Rizaludin menyampaikan, program pendistribusian dan pendayagunaan ZIS yang dikelola BAZNAS difokuskan pada pengentasan kemiskinan, peningkatan akses pendidikan, layanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi, serta bantuan kemanusiaan bagi kelompok rentan yang termasuk dalam kategori delapan asnaf. Sejalan dengan itu, Rizaludin juga mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan terkait penggunaan dana zakat. Ia menegaskan, amanah para muzaki tetap terjaga dan seluruh dana zakat disalurkan secara tepat sasaran bagi fakir miskin serta kelompok rentan di berbagai daerah di Indonesia. “Kami (BAZNAS) menjalankan tata kelola yang transparan dan akuntabel melalui pelaporan serta audit berkala sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik. Masyarakat bisa melihat laporan secara keseluruhan di website resmi BAZNAS, www.baznas.go.id,” ujar Rizaludin.
BERITA23/02/2026 | Humas BAZNAS SULSEL
Bersama KPK, BAZNAS RI Dorong Penguatan Tata Kelola Zakat
Bersama KPK, BAZNAS RI Dorong Penguatan Tata Kelola Zakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperkuat sinergi dalam mendorong pendidikan antikorupsi bagi pengelola zakat di seluruh Indonesia. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tata kelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) serta dana sosial keagamaan lainnya (DSKL) berjalan secara transparan, akuntabel, dan berintegritas. Hal tersebut mengemuka dalam audiensi antara BAZNAS RI dan KPK, di Gedung KPK, di Jakarta, Jumat (20/2/2026), yang dihadiri Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian dan Pengembangan sekaligus Pembina Wilayah Provinsi Banten Prof. (H.C.) Dr. Zainulbahar Noor, S.E., M.Ec., Ketua KPK Setyo Budiyanto, Wakil Ketua KPK Ibnu Basuki Widodo, Ketua BAZNAS Banten Dr. H. Wawan Wahyuddin, M.Pd., beserta jajarannya. Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama tersebut. Menurutnya, koordinasi dengan KPK merupakan langkah penting dalam menjaga akuntabilitas sekaligus memperkuat sistem pengawasan internal di lingkungan pengelolaan zakat nasional. Lebih lanjut, Kiai Noor mengatakan, pendidikan antikorupsi menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga integritas dan meningkatkan kualitas pengawasan di seluruh unit BAZNAS, baik di tingkat pusat maupun daerah. Ia menilai, kebutuhan akan pendidikan antikorupsi semakin mendesak mengingat pengelolaan ZIS menuntut kehati-hatian serta standar integritas yang tinggi. “Kami juga memiliki BAZNAS Institute yang menyelenggarakan pendidikan, termasuk pendidikan antikorupsi. Kami berharap KPK berkenan mengisi materi khusus dalam setiap pelatihan agar penguatan integritas semakin optimal,” kata Kiai Noor. Kiai Noor berharap sinergi antara BAZNAS dan KPK mampu memperkuat budaya antikorupsi di lingkungan pengelola zakat sekaligus meningkatkan kepercayaan para muzaki untuk menyalurkan zakatnya melalui lembaga resmi, seperti BAZNAS. “Kehadiran kami di KPK ini merupakan bentuk transparansi agar publik mengetahui bahwa BAZNAS terbuka dan siap diawasi. Pengelolaan dana publik selalu memiliki risiko sehingga pengawasan harus terus diperkuat,” katanya. Sementara itu, Ketua KPK Setyo Budiyanto menyambut baik komitmen BAZNAS dalam memperluas pendidikan antikorupsi hingga ke seluruh unit BAZNAS di Indonesia. Menurutnya, langkah pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan penindakan setelah terjadi pelanggaran. “Kami mengapresiasi sosialisasi yang dilakukan BAZNAS dan mendukung penyebaran pendidikan antikorupsi hingga tingkat daerah. Jika memungkinkan, kegiatan tersebut dapat dirutinkan dan dilaksanakan secara regional, baik daring maupun luring. KPK siap berkontribusi dalam pendidikan antikorupsi bagi seluruh pengelola zakat di daerah,” ujarnya. Setyo menambahkan, penguatan integritas di tingkat kabupaten dan kota menjadi perhatian penting karena pengelolaan zakat di daerah memiliki tantangan tersendiri. Pendidikan antikorupsi dinilai mampu memperkuat pemahaman mengenai konflik kepentingan, transparansi, dan akuntabilitas dalam proses penghimpunan hingga distribusi dana. Dalam konteks pencegahan, ia menekankan pentingnya sistem tata kelola yang terbuka dan profesional. Transparansi dalam penghimpunan, penetapan penerima manfaat, hingga pelaporan keuangan harus dijalankan secara konsisten oleh seluruh pengelola. “Dengan tata kelola yang profesional dan transparan, kepercayaan publik akan meningkat," kata Setyo Dari Makassar, Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan Dr. dr. H. Khidri Alwi, MA, M.Kes menyatakan dukungan penuh terhadap sinergi BAZNAS RI dan KPK dalam memperkuat pendidikan antikorupsi, serta menegaskan komitmen BAZNAS Sulsel untuk mengimplementasikannya hingga tingkat kabupaten/kota guna memastikan pengelolaan ZIS dan DSKL berjalan transparan, akuntabel, dan berintegritas demi menjaga amanah serta meningkatkan kepercayaan muzaki.
BERITA23/02/2026 | Humas BAZNAS SULSEL
Dari Masyarakat Indonesia, BAZNAS RI Salurkan Hidangan Berbuka bagi Warga Palestina di Masjid Al-Aqsa
Dari Masyarakat Indonesia, BAZNAS RI Salurkan Hidangan Berbuka bagi Warga Palestina di Masjid Al-Aqsa
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan bantuan dari masyarakat Indonesia berupa 2.310 porsi hidangan berbuka puasa bagi warga Palestina di kawasan Masjid Al-Aqsa pada Ramadan 1447 H. Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan rasa syukur bantuan dan amanah dari masyarakat Indonesia untuk warga Palestina dapat tersampaikan, salah satunya melalui hidangan berbuka bagi warga Palestina. "Alhamdulillah, amanah masyarakat Indonesia yang disalurkan melalui BAZNAS berupa 2.310 porsi hidangan berbuka puasa telah sampai dan dibagikan kepada warga dan jemaah di sekitar kawasan Masjid Al-Aqsa. Hidangan tersebut telah kami sesuaikan dengan kebutuhan dan kebiasaan konsumsi warga setempat," ujar Kiai Noor dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (23/2/2026). Kiai Noor mengatakan, penyaluran bantuan tersebut dilakukan untuk membantu masyarakat Palestina memenuhi kebutuhan pangan selama Ramadan. Kiai Noor mengatakan, situasi kemanusiaan yang belum stabil membuat akses pangan di sejumlah wilayah Palestina menjadi terbatas. Kondisi ini membuat bantuan internasional sangat dibutuhkan, terlebih pada momentum Ramadan ketika kebutuhan konsumsi masyarakat meningkat. “Semoga apa yang kita berikan ini dapat meringankan beban masyarakat Palestina serta menghadirkan kebahagiaan pada bulan Ramadan. BAZNAS mewakili masyarakat Indonesia akan terus hadir untuk memberikan kebahagiaan di masa-masa sulit. Kami ingin mereka merasakan bahwa mereka tidak sendiri,” ujar Kiai Noor. Lebih lanjut, ia menjelaskan, BAZNAS RI akan terus memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran dengan menggandeng mitra kemanusiaan terpercaya yang berada langsung di lapangan. Langkah ini dilakukan agar proses distribusi berjalan efektif, transparan, dan akuntabel. Kiai Noor berharap, distribusi ribuan hidangan berbuka tersebut dapat membawa manfaat nyata serta menghadirkan harapan bagi warga Palestina dalam menjalani Ramadan di tengah berbagai keterbatasan. Ia juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus memberikan dukungan kepada saudara-saudara yang tengah berada dalam kondisi sulit. "Zakat menguatkan bukan hanya di Indonesia, tetapi juga dalam misi kemanusiaan dunia," tegasnya. Mari lanjutkan aksi nyata ini, basuh luka Palestina dengan meringankan beban mereka melalui sedekah terbaik Anda melalui Dompet Solidaritas Palestina BAZNAS SULSEL: BSI 600.600.7020 Mandiri 152.007.055.7778 BRI 3810.01.000042.30.7 BCA 365.036.5789 a.n. BAZNAS Prov.Sulawesi Selatan atau melalui link : https://sulsel.baznas.go.id/sedekah
BERITA22/02/2026 | Humas BAZNAS SULSEL
Marhaban Ya Ramadhan 1447H: Awali dengan Niat Terbaik Bersama BAZNAS Sulsel
Marhaban Ya Ramadhan 1447H: Awali dengan Niat Terbaik Bersama BAZNAS Sulsel
Marhaban Ya Ramadhan. Selamat datang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Bulan yang penuh rahmat, ampunan dan keberkahan ini kembali menyapa umat Muslim, termasuk masyarakat Kota Makassar dan seluruh wilayah Sulawesi Selatan. Ramadan bukan sekadar pergantian bulan dalam kalender Hijriah, tetapi momentum perubahan diri, peningkatan ibadah dan penguatan kepedulian sosial. BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan mengajak seluruh umat Muslim untuk menyambut Ramadan dengan niat terbaik: memperbaiki hubungan dengan Allah SWT sekaligus memperkuat solidaritas terhadap sesama. Marhaban Ya Ramadhan bukan sekedar ucapan, namun mencerminkan kebahagiaan dan kesiapan hati dalam menyambut bulan yang istimewa, diantara beberapa keistimewaan bulan Ramadan adalah pahala amal ibadah dilipatgandakan, pintu Surga dibuka selebar-lebarnya, pintu Neraka ditutup, setan-setan dibelenggu dab terdapat satu malam di Bulan Ramadhan yaitu malam Lailatul Qadar yang lebih baik dari seribu bulan. Awali Ramadan dengan Persiapan yang Tepat Agar ibadah berjalan optimal, ada beberapa hal penting yang perlu dipersiapkan sejak hari pertama: Meluruskan Niat Puasa Ramadan adalah ibadah yang membutuhkan niat tulus karena Allah SWT. Niat yang benar akan menjaga konsistensi ibadah selama 30 hari penuh. Mengetahui Jadwal Imsakiyah Makassar 1447H Menjalankan puasa dengan tepat waktu membutuhkan panduan yang akurat untuk membantu menjaga ketepatan ibadah setiap hari. Silakan unduh Jadwal Imsakiyah Ramadan 1447H/2026M yang diterbitkan oleh BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan yang disusun berdasarkan data resmi Kementerian Agama Republik Indonesia di link https://sulsel.baznas.go.id/pemberitahuan. Ramadan: Bukan Hanya Menahan Lapar dan Dahaga Puasa bukan sekadar menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga: - Menahan amarah - Menjaga lisan - Menghindari perbuatan sia-sia - Memperbanyak amal kebaikan Ramadan adalah bulan pembinaan diri. Setiap hari adalah latihan kesabaran dan ketakwaan. Namun ada satu aspek yang sering terlupakan: kepedulian sosial. Menguatkan Kepedulian di Bulan Suci Ramadan mengajarkan kita merasakan apa yang dirasakan saudara-saudara yang kekurangan. Rasa lapar yang kita alami seharusnya menumbuhkan empati dan keinginan untuk membantu. Di sinilah peran zakat, infak, dan sedekah menjadi sangat penting. Sebagai lembaga resmi pemerintah, BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan hadir untuk menghimpun dan menyalurkan Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS) secara amanah, transparan dan profesional. Dana yang dihimpun dari masyarakat disalurkan untuk: - Fakir dan miskin - Pendidikan anak dhuafa - Layanan kesehatan - Pemberdayaan UMKM - Bantuan kebencanaan - Program kemanusiaan di Sulawesi Selatan Dengan menunaikan zakat melalui lembaga resmi, Anda ikut membangun kesejahteraan umat secara berkelanjutan. Mengapa Ramadan Waktu Terbaik Membayar Zakat? Ada beberapa alasan mengapa Ramadan menjadi momentum terbaik untuk menunaikan ZIS: Pahala Berlipat Ganda - Amal kebaikan di bulan Ramadan memiliki nilai yang lebih besar dibanding bulan lainnya. Momentum Spiritual - Hati lebih lembut dan mudah tersentuh untuk berbagi. Kebutuhan Meningkat - Banyak masyarakat membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan selama Ramadan hingga Idul Fitri. Menunda zakat berarti menunda manfaat bagi mereka yang membutuhkan. Ramadan 1447 H: Saatnya Bergerak Bersama Ramadan adalah bulan kebersamaan. Kebersamaan dalam ibadah dan kebersamaan dalam berbagi. Mari jadikan Ramadan tahun ini lebih bermakna dengan: ?? Puasa tepat waktu ?? Sholat lebih khusyuk ?? Sedekah lebih rutin ?? Zakat ditunaikan melalui lembaga resmi Karena zakat bukan hanya kewajiban, tetapi solusi sosial. Marhaban Ya Ramadhan. Semoga Ramadan 1447 H menjadi titik awal perubahan diri yang lebih baik. Awali dengan niat yang tulus. Jalankan ibadah dengan panduan yang tepat. Dan sempurnakan dengan zakat serta sedekah terbaik Anda. Zakat Menguatkan Indonesia. BAZNAS Sulsel Melayani Umat dengan Amanah. -mJk-
BERITA19/02/2026 | Humas BAZNAS SULSEL
Jelang Ramadhan 1447H, Ini 7 Langkah Spiritual Agar Ibadah Lebih Khusyuk bersama BAZNAS SULSEL
Jelang Ramadhan 1447H, Ini 7 Langkah Spiritual Agar Ibadah Lebih Khusyuk bersama BAZNAS SULSEL
Menjelang bulan suci Ramadhan 1447H di bulan Februari tahun 2026M ini, umat Muslim dianjurkan untuk mempersiapkan diri secara lahir dan batin. Persiapan ini bukan hanya soal kebutuhan fisik, tetapi juga kesiapan spiritual agar ibadah puasa dapat dijalankan dengan lebih khusyuk dan penuh makna. Berikut beberapa amalan sebelum Ramadhan yang dapat dilakukan untuk menyambut bulan penuh berkah ini. 1. Memperbanyak Taubat dan Istighfar Salah satu amalan terbaik sebelum Ramadhan adalah memperbanyak taubat dan istighfar. Membersihkan hati dari dosa dan kesalahan akan membuat ibadah di bulan Ramadhan menjadi lebih ringan dan diterima oleh Allah SWT. Luangkan waktu setiap hari untuk memohon ampunan serta memperbaiki hubungan dengan sesama. 2. Menunaikan Hutang Puasa Jika Ada, Lalu Melatih Diri dengan Puasa Sunnah Sebelum memasuki bulan Ramadhan, hal yang perlu diprioritaskan adalah menunaikan hutang puasa (qadha) Ramadhan sebelumnya jika ada. Qadha puasa merupakan kewajiban yang harus ditunaikan dan tidak boleh ditunda tanpa alasan yang dibenarkan. Menyelesaikan hutang puasa sebelum Ramadhan tiba akan membuat hati lebih tenang serta membantu kita menyambut bulan suci tanpa beban tanggungan ibadah. Umat Muslim juga dianjurkan untuk melatih diri dengan puasa sunnah, seperti puasa Senin-Kamis atau puasa di bulan Sya’ban. Puasa sunnah ini menjadi sarana latihan fisik dan mental agar lebih siap menjalani ibadah puasa Ramadhan selama satu bulan penuh. Dengan mendahulukan kewajiban jika memang masih ada, lalu memperbanyak amalan sunnah persiapan menyambut Ramadhan akan terasa lebih sempurna dan penuh kesungguhan. 3. Membiasakan Membaca Al-Qur’an Ramadhan dikenal sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an. Oleh karena itu, membiasakan membaca dan mentadabburi Al-Qur’an sebelum Ramadhan merupakan langkah yang sangat baik. Targetkan membaca beberapa halaman setiap hari agar saat Ramadhan tiba, Anda sudah memiliki ritme tilawah yang konsisten. 4. Memperbanyak Sedekah dan Menunaikan ZIS Sedekah adalah amalan yang sangat dianjurkan kapan pun, terlebih menjelang Ramadhan. Dengan memperbanyak sedekah sebelum Ramadhan, kita melatih keikhlasan dan kepedulian terhadap sesama. Ini juga menjadi sarana membersihkan harta serta membuka pintu rezeki. Selain sedekah, momen menjelang Ramadhan juga sangat tepat untuk menunaikan Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS) melalui lembaga resmi dan terpercaya. Bagi masyarakat Sulawesi Selatan, Anda dapat menyalurkan ZIS melalui BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan sebagai lembaga resmi pemerintah yang amanah dan profesional dalam mengelola dana umat dengan prinsip 3A: Aman Syari, Aman Regulasi dan Aman NKRI. Dengan menunaikan ZIS di BAZNAS SULSEL, anda turut membantu program pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan dan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang membutuhkan. Menunaikan ZIS sebelum Ramadhan juga membantu mustahik mempersiapkan kebutuhan ibadah dan kehidupan sehari-hari selama bulan suci. Mari jadikan persiapan Ramadhan kita lebih bermakna dengan berbagi dan memperluas manfaat bagi sesama. 5. Memperbaiki Kualitas Shalat Sebelum Ramadhan, cobalah untuk meningkatkan kualitas shalat wajib maupun sunnah. Perbaiki kekhusyukan, tepat waktu dalam pelaksanaannya dan tambahkan shalat sunnah seperti Shalat Tahajud dan Shalat Dhuha. Kebiasaan ini akan sangat membantu ketika menjalani Shalat Tarawih dan ibadah lainnya di bulan Ramadhan. 6. Menjaga Lisan dan Perilaku Ramadhan bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga lisan serta perbuatan. Mulailah mengurangi perkataan yang tidak bermanfaat, gibah atau emosi berlebihan sejak sebelum Ramadhan. Dengan demikian, anda akan lebih siap menjaga diri saat berpuasa. 7. Menyusun Target Ibadah Ramadhan Agar Ramadhan lebih produktif, susunlah target ibadah sejak dini. Misalnya, target khatam Al-Qur’an, rutin sedekah harian atau konsisten shalat malam. Perencanaan yang matang akan membantu Anda memaksimalkan pahala di bulan suci. Mempersiapkan diri sebelum Ramadhan adalah bentuk kesungguhan dalam menyambut bulan yang penuh rahmat dan ampunan. Dengan melakukan berbagai amalan sebelum Ramadhan seperti taubat, puasa sunnah, membaca Al-Qur’an serta menunaikan ZIS di BAZNAS SULSEL, anda akan memasuki bulan suci dengan hati yang lebih bersih dan semangat ibadah yang lebih kuat. -mJk-
BERITA13/02/2026 | Humas BAZNAS SULSEL
Bantu Palestina, BAZNAS RI Bersama Dubes Mesir Salurkan 5 Mobile Clinic dari Tempo Scan
Bantu Palestina, BAZNAS RI Bersama Dubes Mesir Salurkan 5 Mobile Clinic dari Tempo Scan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir, Kuncoro Giri Waseso menyerahkan lima unit Mobile Clinic dari Tempo Scan di Kairo, Mesir, Selasa (10/2/2026). Lima unit Mobile Clinic tersebut untuk mendukung penyediaan layanan kesehatan darurat bagi masyarakat Palestina yang terdampak krisis kemanusiaan berkepanjangan. Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan apresiasi atas kontribusi dan kepedulian Tempo Scan yang secara konsisten menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Palestina melalui BAZNAS RI. Menurut Kiai Noor, dukungan lima unit Mobile Clinic sangat dibutuhkan karena mampu menjangkau masyarakat di berbagai lokasi, termasuk wilayah yang sulit mengakses fasilitas kesehatan permanen. “Tempo Scan ini sudah sering kali memberikan bantuan untuk masyarakat Palestina, baik bantuan pangan maupun bantuan kemanusiaan lainnya. Alhamdulillah, kali ini Tempo Scan kembali menyalurkan bantuan berupa lima unit Mobile Clinic. Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan Tempo Scan yang terus menjadikan BAZNAS sebagai mitra penyaluran bantuannya,” ujar Kiai Noor di Mesir, Rabu (11/2/2026). Ia menjelaskan, lima unit Mobile Clinic tersebut telah dilengkapi dengan fasilitas pemeriksaan kesehatan dasar, layanan medis awal, serta dukungan logistik kesehatan guna membantu tenaga medis dalam memberikan pelayanan darurat kepada masyarakat terdampak. Kiai Noor menegaskan, BAZNAS RI akan terus memastikan lima unit Mobile Clinic tersebut dapat segera dimanfaatkan secara optimal melalui koordinasi dengan mitra kemanusiaan di lapangan, agar layanan kesehatan darurat dapat menjangkau kelompok rentan seperti anak-anak, perempuan, dan lansia. "Untuk memastikan penyaluran bantuan berjalan cepat dan efektif, BAZNAS RI juga bekerja sama dengan organisasi kemanusiaan di Mesir serta jaringan mitra internasional yang berpengalaman dalam penyaluran bantuan di wilayah konflik Palestina," jelasnya. Lebih lanjut, Kiai Noor menegaskan komitmen BAZNAS RI untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak guna memperluas dampak bantuan kemanusiaan, khususnya bagi masyarakat Palestina yang hingga kini masih membutuhkan dukungan internasional. “Apa yang dilakukan Tempo Scan ini sangat baik dan patut diapresiasi. Melalui kerja sama ini, BAZNAS berharap kontribusi masyarakat dan sektor swasta Indonesia dapat terus mengalir serta memberikan dampak nyata bagi pemulihan kondisi kemanusiaan di Palestina,” ujarnya. Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir, Kuncoro Giri Waseso menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS RI dan Tempo Scan atas bantuan lima unit Mobile Clinic untuk membantu rakyat Gaza. “Alhamdulillah, Masya Allah. Hari ini pada tanggal 10 Februari, pertama saya mengucapkan terima kasih, apresiasi kepada BAZNAS yang telah dengan usahanya, upaya yang keras menyediakan lima unit ambulans yang akan digunakan untuk bantuan kemanusiaan di Gaza,” kata Kuncoro. Kuncoro berharap bantuan ini dapat segera dimanfaatkan secara optimal dan memberikan dampak nyata bagi pemulihan kondisi kemanusiaan di Palestina. Terakhir, Kuncoro juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang selama ini tidak pernah putus menyalurkan bantuan-bantuan kemanusiaan untuk rakyat Plaestina di Gaza. "Terima kasih kepada masyarakat kita, warga negara Indonesia, baik yang berada di Kairo maupun di Indonesia, atas bantuan-bantuan kemanusiaan baik finansial maupun dukungan lainnya, termasuk material. Insya Allah, kita akan terus berusaha untuk membuka jalur dan melancarkan upaya bantuan kemanusiaan ke Gaza," ujarnya.
BERITA12/02/2026 | Humas BAZNAS SULSEL
Zakat Menguatkan Indonesia, Refleksi 25 Tahun Amanah dan Pengabdian BAZNAS
Zakat Menguatkan Indonesia, Refleksi 25 Tahun Amanah dan Pengabdian BAZNAS
BAZNAS Sulawesi Selatan turut memaknai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia sebagai momentum refleksi dan penguatan peran zakat dalam membangun kesejahteraan umat. Peringatan HUT ke-25 BAZNAS RI yang mengusung tema “Zakat Menguatkan Indonesia” menjadi penegasan bahwa zakat merupakan instrumen strategis dalam menjawab tantangan bangsa, mulai dari kemiskinan, kebencanaan, hingga ketimpangan sosial. Tasyakuran dan doa bersama dalam rangka HUT ke-25 BAZNAS RI digelar di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Selasa (20/1/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mo Mahdum, Ph.D., Dirjen Bimas Islam, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghafur, M.Ag., Ketua MUI Bidang Fatwa KH. Asrorun Niam, serta jajaran Pimpinan BAZNAS RI Periode 2021–2025. Turut hadir pula jajaran Pimpinan BAZNAS RI lintas periode, yakni Pimpinan Periode 2015–2020, Periode 2008–2015, hingga Periode 2001–2007. Sementara itu, pimpinan dan amil BAZNAS Provinsi, Kabupaten, dan Kota dari seluruh Indonesia, termasuk BAZNAS Sulawesi Selatan, mengikuti kegiatan secara daring. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA menegaskan bahwa tema “Zakat Menguatkan Indonesia” merefleksikan kontribusi nyata zakat dalam menjawab persoalan besar bangsa. “Jika yang kita kumpulkan (zakat) semakin banyak, maka yang dapat kita distribusikan juga akan semakin banyak. Dengan begitu, semakin banyak pula masyarakat yang bisa kita kuatkan,” ujar Kiai Noor. Ia juga mengungkapkan bahwa potensi zakat nasional diperkirakan mencapai Rp1.273 triliun. Menurutnya, apabila potensi tersebut dapat terhimpun setidaknya separuh, maka persoalan umat dapat diselesaikan secara signifikan dan Indonesia akan menjadi bangsa yang kuat dan berdaya. Kiai Noor menambahkan, selama 25 tahun perjalanan BAZNAS, kinerja lembaga terus menunjukkan peningkatan yang konsisten. Prestasi yang diraih dari periode ke periode menjadi bukti bahwa BAZNAS dikelola secara berkelanjutan dan mendapat kepercayaan masyarakat. Menanggapi hal tersebut, Ketua BAZNAS Sulawesi Selatan Dr. dr. H. M. Khidri Alwi, MA, M.Kes menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-25 ini menjadi pengingat bagi seluruh jajaran BAZNAS di daerah untuk tidak berpuas diri, tetapi terus memperkuat tata kelola dan dampak zakat di tingkat lokal. “Tema Zakat Menguatkan Indonesia harus diterjemahkan secara konkret di daerah. Di Sulawesi Selatan, zakat tidak hanya kita kelola sebagai kewajiban ibadah, tetapi sebagai kekuatan pembangunan sosial yang terukur, berkelanjutan, dan tepat sasaran,” tegas Dr. Khidri Alwi. Ia menambahkan bahwa potensi zakat di daerah masih sangat besar dan menuntut kerja yang lebih serius dalam memperluas basis muzaki, meningkatkan literasi zakat, serta memperkuat program pemberdayaan mustahik. “Tantangannya jelas. Jumlah muzaki masih jauh dari potensi umat Islam yang ada. Ini bukan alasan untuk pesimis, justru menjadi pekerjaan rumah bersama agar zakat benar-benar hadir sebagai solusi, bukan sekadar simbol,” lanjutnya. BAZNAS Sulawesi Selatan menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan BAZNAS RI, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat peran zakat sebagai instrumen keadilan sosial. Sejalan dengan pesan Ketua BAZNAS RI, peringatan HUT ke-25 ini diharapkan menjadi penggerak bersama agar Zakat Menguatkan Indonesia tidak berhenti sebagai slogan, tetapi menjadi gerakan nyata dari pusat hingga daerah dalam mewujudkan Indonesia yang lebih adil, sejahtera, dan berdaya.
BERITA21/01/2026 | Humas BAZNAS SULSEL
Amanah Terjaga, Fidyah Muzakki Disalurkan BAZNAS Sulsel
Amanah Terjaga, Fidyah Muzakki Disalurkan BAZNAS Sulsel
Pada tanggal 26 Desember 2025, BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan melaksanakan kegiatan Penyaluran Fidyah di Kecamatan Panakukkang, Kota Makassar. Kegiatan ini merupakan wujud komitmen BAZNAS Sulsel dalam memastikan amanah fidyah yang ditunaikan para muzakki dapat tersalurkan tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak menerimanya. Sebanyak 200 Paket Makanan disalurkan secaralangsung kepada mustahik, dengan harapan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan serta meringankan beban kehidupan sehari-hari. Suasana kegiatan berlangsung dengan penuh kehangatan, kebersamaan, dan rasa syukur, terlihat dari senyum penerima manfaat yang menerima bantuan dengan penuh kebahagiaan. BAZNAS Sulsel menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para Muzakki atas kepercayaan dan kepeduliannya dalam menunaikan fidyah melalui BAZNAS. Semoga setiap kebaikan yang dititipkan menjadi amal jariyah, membawa keberkahan, serta dibalas oleh Allah SWT dengan pahala yang berlipat ganda. BAZNAS Sulsel akan terus berkomitmen menjaga amanah dan menyalurkan dana umat secara profesional, transparan, dan tepat sasaran.
BERITA26/12/2025 | Humas BAZNAS SULSEL
BAZNAS SULSEL Terima Bantuan Bencana Sumatra Rp33 Juta dari Al Madinah Islamic School Makassar
BAZNAS SULSEL Terima Bantuan Bencana Sumatra Rp33 Juta dari Al Madinah Islamic School Makassar
Makassar, 16 Desember 2025 - BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan menerima bantuan kemanusiaan sebesar Rp33 juta dari Al Madinah Islamic School Makassar untuk penanganan korban bencana alam di wilayah Sumatra. Bantuan tersebut diserahkan sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Dana kemanusiaan ini merupakan hasil penggalangan donasi dari siswa, orang tua, guru, dan seluruh civitas Al Madinah Islamic School Makassar. Partisipasi ini mencerminkan peran aktif lembaga pendidikan dalam menanamkan nilai empati, kepedulian sosial, dan tanggung jawab kemanusiaan. BAZNAS Sulsel memastikan dana tersebut akan segera dikirimkan ke BAZNAS pusat untuk segera disalurkan kepada para penyintas. Bantuan ini akan memperkuat dukungan logistik yang telah dijalankan oleh tim BAZNAS TANGGAP BENCANA sejak hari pertama bencana, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar dan layanan tanggap darurat di lokasi terdampak. “Insyaallah tim kami tetap berada di lokasi dan segera menyalurkan bantuan ini,” ujar perwakilan BAZNAS Sulsel. BAZNAS terus bergerak memberikan layanan terbaik bagi para penyintas bencana di Sumatera. Berdasarkan laporan situasi (sitrep) terbaru, akses ke sejumlah wilayah terdampak masih terputus, pasokan listrik belum sepenuhnya stabil, serta distribusi bantuan menghadapi tantangan antrean bahan bakar dan kondisi medan yang berat. Meski demikian, ratusan personel gabungan BAZNAS bersama tim medis, armada operasional, serta relawan daerah terus berupaya menjangkau lokasi-lokasi yang paling membutuhkan. Layanan Dapur Umum, Pelayanan Kesehatan, hingga penyaluran logistik pangan dan paket keluarga dilaksanakan setiap hari secara berkelanjutan. BAZNAS SULSEL menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah menyalurkan amanahnya melalui BAZNAS. Dukungan tersebut menjadi kekuatan bagi para penyintas untuk bangkit kembali. Bagi #SahabatBAZNAS yang ingin membantu saudara-saudara kita di Sumatera, donasi dapat disalurkan melalui:BSI 600.600.7020Mandiri 152.007.055.7778BRI 3810.01.000042.30.7a.n. BAZNAS Prov.Sulawesi Selatan atau melalui tautan:sulsel.baznas.go.id/sedekah
BERITA16/12/2025 | Humas BAZNAS SULSEL
BAZNAS RI Gelar Servis & Ganti Oli Gratis 5.000 Motor se-Indonesia Pelaksanaan Wilayah Sulsel Dipusatkan di Kantor BAZNAS Sulsel, Jl. Masjid Raya Makassar
BAZNAS RI Gelar Servis & Ganti Oli Gratis 5.000 Motor se-Indonesia Pelaksanaan Wilayah Sulsel Dipusatkan di Kantor BAZNAS Sulsel, Jl. Masjid Raya Makassar
Makassar — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali melaksanakan program nasional pelayanan sosial kendaraan bermotor bertajuk “Servis dan Ganti Oli Gratis 5.000 Motor se-Indonesia”. Untuk wilayah Provinsi Sulawesi Selatan, kegiatan ini dipusatkan di Kantor BAZNAS Sulsel, Jl. Masjid Raya Makassar, dan berlangsung selama dua hari, Selasa–Rabu, 9–10 Desember 2025. Sebanyak 200 unit motor, mayoritas dari para pengemudi ojek online (ojol), mengikuti layanan gratis tersebut. Program ini merupakan wujud nyata kepedulian BAZNAS dalam membantu menjaga produktivitas para pekerja sektor informal yang sangat mengandalkan kendaraan sebagai sumber penghasilan. Kegiatan di Sulawesi Selatan ini dihadiri oleh Ketua BAZNAS Sulsel Dr.Khidri Alwi, Wakil Ketua II Baznas Sulsel, Dr. KH. Muhammad Ishaq Samad, MA, Waka 1 Muh. Riswan, MA, Waka 3 Dr.Kamaruddin, dan Wakil Ketua IV Baznas Sulsel, Drs. H. Abd. Aziz Bennu, MA, Para amil Baznas Sulsel, Serta tim teknisi dan montir dari Program Z-Auto Baznas Sulsel. Waka 2 Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Sulsel Dr. KH. Muhammad Ishaq Samad, MA menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar layanan teknis, tetapi bagian dari upaya Baznas memberi dukungan langsung kepada para mustahik produktif dan pekerja harian. “Para pengemudi ojol adalah kelompok pekerja keras yang setiap hari berada di jalan demi memenuhi kebutuhan keluarga. Melalui program ini, kita ingin meringankan beban mereka serta memastikan kendaraan yang digunakan dapat beroperasi dengan aman dan nyaman,” ujarnya. Sementara itu, Drs. H. Abd. Aziz Bennu, MA menambahkan bahwa pelaksanaan serentak di seluruh Indonesia menunjukkan komitmen BAZNAS RI dalam memperluas kebermanfaatan zakat. “Program ini tidak hanya fokus pada bantuan konsumtif, tetapi juga memperkuat aspek pemberdayaan. Dengan servis dan oli gratis, para pengendara dapat menghemat biaya pemeliharaan kendaraan yang cukup besar,” jelasnya. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan keselamatan berkendara, mendukung aktivitas para pengemudi ojol, dan memperkuat sinergi Baznas dengan masyarakat lapisan bawah yang membutuhkan sentuhan layanan sosial.
BERITA10/12/2025 | BAZNAS SULSEL
Prof. Ir. Nadratuzzaman Dorong Kepemimpinan Selanjutnya Tetap Jalankan Transformasi Digital dalam Pengelolaan Zakat Nasional
Prof. Ir. Nadratuzzaman Dorong Kepemimpinan Selanjutnya Tetap Jalankan Transformasi Digital dalam Pengelolaan Zakat Nasional
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec., Ph.D., menegaskan pentingnya keberlanjutan transformasi digital dalam tata kelola zakat nasional, terutama menjelang transisi menuju kepemimpinan BAZNAS selanjutnya. Pernyataan ini disampaikan dalam Konferensi Pers Rakernis Transformasi Digital dan Zakat Tech Mini Expo 2025, yang digelar pada 26–27 November 2025 di Jakarta. Prof. Nadra menekankan, transformasi digital telah menjadi tulang punggung tata kelola zakat modern. Ia mengingatkan bahwa seluruh fondasi digital yang telah dibangun BAZNAS selama beberapa tahun terakhir harus terus diperkuat oleh pimpinan mendatang maupun oleh BAZNAS daerah di seluruh Indonesia. “Kita perlu data yang benar, akurat, teliti, dan tepat. Karena laporan BAZNAS bukan hanya pusat, tetapi seluruh Indonesia. Inilah alasan utama mengapa transformasi digital melalui SIMBA harus terus diperkuat,” ucapnya, Kamis (27/11/2025). Menurutnya, BAZNAS RI telah mengembangkan berbagai infrastruktur digital, mulai dari SIMBA, kanal fundraising digital, modernisasi website Kantor Digital, hingga integrasi data muzaki dan mustahik. Prof. Nadra menegaskan, seluruh fondasi tersebut merupakan investasi jangka panjang yang tidak boleh dihentikan atau dirombak. “Investasi digital itu mahal. Jangan sampai kepemimpinan yang baru membongkar apa yang sudah dibangun. Ini bukan soal personal, ini demi BAZNAS dan amanah umat,” jelasnya. Menutup paparannya, Prof. Nadra kembali menekankan pentingnya menjadikan digitalisasi sebagai standar nasional tata kelola zakat. “Kanal fundraising harus dibuka seluas-luasnya. Tapi semakin banyak kanal digital, semakin penting sistem keuangan yang rapi. Karena itu digitalisasi bukan sekadar pilihan, tetapi kebutuhan,” ujarnya. BAZNAS RI berharap kepemimpinan berikutnya dapat melanjutkan dan memperkuat transformasi digital sebagai pondasi tata kelola zakat yang akuntabel, modern, dan berdampak bagi umat.
BERITA27/11/2025 | Humas BAZNAS SULSEL
Gelar Rakernis IT 2025, BAZNAS RI Optimalkan Modernisasi dan Digitalisasi Pengelolaan Zakat Nasional
Gelar Rakernis IT 2025, BAZNAS RI Optimalkan Modernisasi dan Digitalisasi Pengelolaan Zakat Nasional
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengoptimalkan modernisasi dan digitalisasi pengelolaan zakat nasional melalui penguatan sistem manajemen berbasis data yang kokoh dan terukur, sebagai upaya menciptakan tata kelola zakat yang lebih transparan, akuntabel, dan berdampak luas. Hal tersebut terungkap dalam Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Transformasi Digital & Zakat Tech Mini Expo 2025 dengan tema “Pemanfaatan dan Penguatan Digital Fundraising” untuk memperkuat ekosistem digital zakat di seluruh Indonesia. Kegiatan ini juga mempertemukan BAZNAS Daerah dan mahasiswa dalam ruang kolaborasi inovatif untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan zakat. Dalam kegiatan ini, BAZNAS Sulawesi Selatan turut hadir sebagai salah satu perwakilan daerah yang aktif mendorong modernisasi dan implementasi digitalisasi zakat di tingkat provinsi. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan bahwa modernisasi sistem digital menjadi keharusan bagi BAZNAS RI dalam merespons perkembangan teknologi dan meningkatnya kebutuhan publik terhadap layanan zakat yang lebih cepat dan efisien. “InsyaAllah BAZNAS RI akan menjadi BAZNAS yang terbaik, khususnya dalam keterbukaan informasi publik. Ini merupakan komitmen yang telah dibangun sejak lama, komitmen untuk mengembangkan digitalisasi di seluruh Indonesia, bukan hanya di pusat,” ujar Kiai Noor di Jakarta, Rabu (26/11/2025). Kiai Noor menyampaikan bahwa digitalisasi tidak hanya menjadi instrumen efisiensi, tetapi juga bagian dari penguatan kelembagaan dan tata kelola manajemen yang terus diperbarui. “Kami mengapresiasi upaya digitalisasi ini karena alhamdulillah BAZNAS juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan lembaga publik yang transformal dan informatif. Penguatan kelembagaan dan manajemen, termasuk pelaporan melalui SIMBA, telah kita jalankan. Meski belum semua daerah siap, insyaAllah ke depan seluruh Indonesia akan memiliki transformasi digital yang sama dari pusat sampai daerah,” ucap Kiai Noor. Menurut Kiai Noor, transformasi digital BAZNAS tidak dapat dipisahkan dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia, terutama menghadapi tantangan teknologi yang berkembang cepat. “Kita memasuki era digital sehingga tidak mungkin SDM BAZNAS tidak memahami atau mengoperasikan sistem digital. Dalam lingkungan Prof. Nadratuzzaman sendiri ada transformasi digital termasuk bidang keamanan. AI juga menjadi tantangan; kita memperkuat bagaimana memanfaatkannya sekaligus mewaspadainya,” tuturnya. Kiai Noor menambahkan bahwa lima tahun terakhir menunjukkan percepatan signifikan dalam transformasi digital BAZNAS dan dampaknya telah diakui di tingkat internasional. “Terbukti, jaringan BAZNAS kini bersifat internasional bahkan menjadi rujukan zakat dunia. Karena itu, kami berterima kasih, melalui Rakernis ini kita dapat memastikan digitalisasi tidak pernah berhenti. Percepatannya begitu besar dan apa yang dilakukan di sini akan kita sampaikan kepada semua BAZNAS di seluruh Indonesia,” tambahnya. Sementara itu, Direktur Inovasi dan Teknologi Informasi BAZNAS RI, Achmad Setio Adinugroho, menambahkan, penguatan basis data menjadi pilar utama dalam transformasi digital yang dicanangkan BAZNAS. “Digitalisasi yang terukur memungkinkan peningkatan akurasi pendataan mustahik serta mempercepat proses distribusi zakat,” katanya. Ia menjelaskan bahwa tujuan kegiatan ini mencakup peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya transformasi digital dalam pengelolaan zakat, peningkatan literasi digital bagi amil zakat dan pemangku kepentingan, serta evaluasi atas pelaksanaan program digitalisasi yang telah berjalan. “Selain itu, kegiatan ini juga memperkenalkan aplikasi-aplikasi digital yang dikembangkan BAZNAS RI agar dapat dimanfaatkan oleh BAZNAS Daerah, serta menampilkan berbagai inovasi melalui Mini Expo untuk menghasilkan rekomendasi penguatan sistem digital ke depan,” ujarnya. Turut hadir Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec., Ph.D., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan ZIS-DSKL Nasional, Amb. Prof. (HC) Dr. Zainulbahar Noor, S.E., M.Ec., Pimpinan BAZNAS RI Bidang SDM, Keuangan, dan Umum, Kol. CAJ (Purn.) Drs. Nur Chamdani, serta perwakilan dari BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota, para praktisi dan akademisi. BAZNAS Sulawesi Selatan menjadi salah satu delegasi daerah yang berpartisipasi aktif dalam diskusi dan agenda penguatan sistem digital pada Rakernis tersebut.
BERITA26/11/2025 | Humas BAZNAS SULSEL
BAZNAS Sulsel Gelar Kegiatan Percepatan Pengumpulan Zakat se-Sulawesi Selatan
BAZNAS Sulsel Gelar Kegiatan Percepatan Pengumpulan Zakat se-Sulawesi Selatan
Makassar — Dalam upaya memperkuat kinerja dan sinergi lembaga amil zakat di daerah, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar kegiatan Percepatan Pengumpulan Baznas se-Sulawesi Selatan, yang berlangsung di Hotel Best Western Plus Makassar, Selasa-Kamis (14-16 Oktober 2025). Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Baznas Sulsel, Dr. dr. HM. Khidri Alwi, M.Kes, didampingi Wakil Ketua II, Dr. KH. Muhammad Ishaq Samad, MA, serta Wakil Ketua IV, Drs. H. Abd. Aziz Bennu. Turut hadir pula narasumber dari Kepala Divisi Pengumpulan Baznas RI dan Tim bersama puluhan peserta utusan Baznas Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan. Ketua Panitia Kabid Pengumpulan Baznas Sulsel, Suhatnam menyampaikan laporan singkat tentang latarbelakang kegiatan ini berdasarkan semangat pimpinan Baznas RI dalam Rakornas tahun 2025 untuk mencapai target pengumpulan 50 Triliun se Indonesia. Tema kegiatan ini “Menghadirkan keberkahan dan dampak positif bagi umat melalui sinerji, inovasi dan akuntabilitas ZIS”, sebutnya. Dalam sambutannya, Kepala Divisi Pengumpulan Baznas RI, Muhammad Fariz Amiruddin menyatakan kegiatan ini dilakukan untuk menghimpun rencana pengumpulan sampai target sebesar Rp. 50 Triliun. Selain itu, pimpinan Baznas RI akan hadir kembali pada bulan November 2025 pada Rakorda Baznas Se Sulsel, insyaa Allah, harapnya. Sementara itu Dr. dr.HM. Khidri Alwi menegaskan bahwa sangat penting untuk selalu peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) merupakan tanggung jawab strategis yang membutuhkan sistem kerja yang solid dan kolaboratif. Menurutnya, denyut nadi penyelenggraan ZIS adalah program pengumpulan. Selain itu, optimalisasi pengumpulan zakat harus didukung oleh inovasi, transparansi, dan kedekatan dengan masyarakat, harapnya. “Zakat memiliki potensi besar di Sulawesi Selatan, namun potensi itu baru akan terasa manfaatnya jika dikelola secara profesional dan terukur. Karena itu, kegiatan ini menjadi momentum memperkuat koordinasi antara Baznas provinsi dan kabupaten/kota,” ujar Dr. Khidri Alwi. Sementara itu, Wakil Ketua II Baznas Sulsel, Dr. KH. Muhammad Ishaq Samad, MA, usai acara menekankan pentingnya pendekatan dakwah dalam memperluas basis muzaki. Menurutnya, edukasi zakat bukan sekadar kewajiban formal, tetapi juga panggilan iman dan bentuk kepekaan sosial umat Islam. “Baznas tidak hanya lembaga pengelola dana umat, tetapi juga lembaga dakwah sosial yang harus menginspirasi umat untuk berzakat dengan kesadaran spiritual dan keikhlasan,” ungkap Dr. Ishaq Samad. Adapun narasumber dari Divisi Pengumpulan Baznas RI memberikan pemaparan teknis mengenai strategi percepatan pengumpulan, termasuk digitalisasi layanan zakat, penguatan regulasi kerja sama dengan instansi pemerintah dan swasta, serta sistem pelaporan berbasis kinerja. Wakil Ketua IV Baznas Sulsel, Drs. H. Abd. Aziz Bennu, menambahkan usai acara pembukaan bahwa kegiatan ini menjadi wadah untuk menyamakan persepsi dan memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan capaian pengumpulan zakat di setiap daerah. “Sinergi antar-Baznas harus terus ditingkatkan agar dana zakat yang terkumpul benar-benar mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat, terutama dalam mendukung program pemberdayaan umat di Sulawesi Selatan,” ujarnya. Kegiatan ini diakhiri dengan sesi diskusi dan penyampaian komitmen bersama antara Baznas provinsi dan kabupaten/kota untuk mempercepat pengumpulan ZIS di wilayah masing-masing. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Baznas Sulsel berharap dapat mendorong peningkatan capaian pengumpulan zakat secara signifikan di tahun 2025, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana umat yang transparan dan berdampak. Mariki' terus bersinergi mewujudkan kesejahteraan umat melalui zakat! Salurkan ZIS Anda melalui: Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi SelatanJl. Masjid Raya No. 55 Makassar Via Transfer : Bank Sulselbar Syariah 510.053.0000000.25.7a.n. BAZ Provinsi Sulawesi Selatan BSI 700.2402.704a.n. BAZNAS Prov Sulsel BCA 365.036.5789a.n. Badan Amil Zakat Nasional Sulsel via Kantor Digital BAZNAS Sulsel : https://sulsel.baznas.go.id/bayarzakat Konfirmasi & Informasi ZIS BAZNAS SULSEL: WA : 0851 8328 5998 email : [email protected]
BERITA14/10/2025 | Humas BAZNAS SULSEL
BAZNAS Sulsel Salurkan Daging DAM Haji di Sejumlah Titik di Kota Makassar dan Sekitarnya
BAZNAS Sulsel Salurkan Daging DAM Haji di Sejumlah Titik di Kota Makassar dan Sekitarnya
Makassar, 8 Oktober 2025 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan kembali menyalurkan daging DAM Haji (Denda Dam Haji) kepada masyarakat yang berhak menerima (mustahik) di sejumlah titik di Kota Makassar dan wilayah sekitarnya. Program pendistribusian ini merupakan bentuk pelaksanaan amanah dari jamaah haji yang menunaikan ibadah dam melalui BAZNAS. Penyaluran dilakukan secara bertahap dengan melibatkan para amil dan relawan BAZNAS Sulsel di berbagai lokasi, di antaranya kawasan Kecamatan Tallo, Rappocini, serta beberapa pesantren dan panti asuhan binaan BAZNAS Sulsel. Selain itu Jadwal Distribusi DAM Haji Rabu 08 Oktober 2025 Jam 13.30 - Selesai meliputi Keluarahan Baraya Sekolah BAZNAS dan Klinik Baznas, Kelurahan Suangga RT 003 RW 3 lokasi RLHB. Kemudian Kamis 09 Oktober 2025 Pukul 09 00 - Selesai di Kelurahan Maccini Sombala RW 007, Kelurahan Karunrung RW 07, Panti Asuhan Mahdiyat BTN Minasa Upa Blok G 21, Permukimam Kumuh Jln Hertasning, dan Kelurahan parang layang/Bontoala. Menurut Wakil Ketua II BAZNAS Sulsel, Dr. KH. Muhammad Ishaq Samad, MA, pendistribusian daging DAM Haji ini merupakan bagian dari program nasional BAZNAS dalam memastikan manfaat ibadah haji dapat dirasakan oleh masyarakat luas, terutama yang kurang mampu. “Setiap potongan dam yang ditunaikan jamaah haji adalah wujud kepedulian sosial yang berkelanjutan. BAZNAS menyalurkannya dengan penuh tanggung jawab agar benar-benar sampai kepada mustahik yang membutuhkan,” ujar Dr. KH.M.Ishaq Samad. Ia menambahkan, kegiatan ini juga memperkuat nilai kemaslahatan ibadah haji dengan menghubungkan dimensi spiritual dan sosial. Daging yang telah disembelih dan dikemas secara higienis ini didistribusikan langsung kepada masyarakat penerima manfaat dengan tetap memperhatikan aspek ketepatan sasaran dan kelayakan konsumsi. Lebih lanjut M.Ishaq Samad menjelaskan bahwa pendistribusian ini merupakan bentuk sinergi antara BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi, dan BAZNAS Kabupaten/Kota, khususnya dalam penyaluran hewan dam yang berasal dari pengelolaan dana haji. “Kita berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut setiap tahun agar masyarakat semakin memahami bahwa ibadah haji juga berdampak pada penguatan solidaritas sosial di tingkat lokal,” katanya. Masyarakat penerima manfaat menyampaikan rasa syukur atas bantuan daging yang diterima. Selain membantu memenuhi kebutuhan gizi, kehadiran BAZNAS dinilai membawa pesan dakwah dan kepedulian sosial yang nyata di tengah masyarakat. Dengan kegiatan ini, BAZNAS Sulsel terus memperkuat komitmennya untuk menjadi lembaga pengelola zakat, infak, sedekah, dan dana keagamaan lainnya yang amanah, profesional, dan berdampak nyata bagi umat. Mariki' terus bersinergi mewujudkan kesejahteraan umat melalui zakat! Salurkan ZIS Anda melalui: Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi SelatanJl. Masjid Raya No. 55 Makassar Via Transfer : Bank Sulselbar Syariah 510.053.0000000.25.7a.n. BAZ Provinsi Sulawesi Selatan BSI 700.2402.704a.n. BAZNAS Prov Sulsel BCA 365.036.5789a.n. Badan Amil Zakat Nasional Sulsel via Kantor Digital BAZNAS Sulsel : https://sulsel.baznas.go.id/bayarzakat Konfirmasi & Informasi ZIS BAZNAS SULSEL: WA : 0851 8328 5998 email : [email protected]
BERITA08/10/2025 | Humas BAZNAS SULSEL
Perkuat Sinergi Program Zakat dan Pemberdayaan Umat, BAZNAS Kota Balikpapan berkunjung ke BAZNAS Sulawesi Selatan
Perkuat Sinergi Program Zakat dan Pemberdayaan Umat, BAZNAS Kota Balikpapan berkunjung ke BAZNAS Sulawesi Selatan
Makassar, 8 Oktober 2025 — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Balikpapan melakukan kunjungan silaturrahim ke Kantor Baznas Provinsi Sulawesi Selatan, Jl. Masjid Raya Makassar, pada Rabu (8/10/2025). Kunjungan ini bertujuan mempererat hubungan kelembagaan sekaligus berbagi pengalaman pengelolaan zakat, infak, dan sedekah dalam mendukung kesejahteraan umat. Rombongan Baznas Kota Balikpapan dipimpin langsung oleh Ketua Baznas Kota Balikpapan, didampingi empat Wakil Ketua serta satu orang staf amil. Mereka disambut hangat oleh jajaran pimpinan Baznas Sulsel, yaitu Wakil Ketua II Dr. KH. Muhammad Ishaq Samad, MA dan Wakil Ketua IV Drs. H. Abd. Aziz Bennu. Dalam sambutannya, Dr. KH. Muhammad Ishaq Samad, MA menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut dan menekankan pentingnya kolaborasi antar-Baznas daerah untuk memperkuat ekosistem zakat nasional. “Silaturrahim seperti ini menjadi ajang saling belajar dan bertukar strategi dalam pengelolaan zakat agar lebih berdampak pada peningkatan kesejahteraan mustahik. Kami di Baznas Sulsel terbuka untuk sinergi dan kolaborasi lintas daerah,” ujarnya. Sementara itu, Ketua Baznas Kota Balikpapan menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari upaya memperluas jaringan dan belajar dari praktik baik yang telah dilakukan Baznas Sulsel, khususnya dalam program pemberdayaan ekonomi dan manajemen kelembagaan. “Baznas Sulsel dikenal inovatif dan produktif dalam mengelola program zakat. Kami ingin menyerap pengalaman tersebut untuk memperkuat tata kelola dan pelayanan di Balikpapan,” tuturnya. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Kedua pihak juga saling berbagi informasi tentang digitalisasi zakat, penguatan unit pengumpul zakat (UPZ), serta strategi kolaborasi dengan pemerintah daerah dan mitra strategis lainnya. Di akhir kunjungan, kedua lembaga menyepakati untuk melanjutkan komunikasi dan membuka peluang kerja sama dalam bidang pemberdayaan ekonomi umat, pelatihan amil, serta pengembangan program sosial dan kemanusiaan. Mariki' terus bersinergi mewujudkan kesejahteraan umat melalui zakat! Salurkan ZIS Anda melalui: Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi SelatanJl. Masjid Raya No. 55 Makassar Via Transfer : Bank Sulselbar Syariah 510.053.0000000.25.7a.n. BAZ Provinsi Sulawesi Selatan BSI 700.2402.704a.n. BAZNAS Prov Sulsel BCA 365.036.5789a.n. Badan Amil Zakat Nasional Sulsel via Kantor Digital BAZNAS Sulsel : https://sulsel.baznas.go.id/bayarzakat Konfirmasi & Informasi ZIS BAZNAS SULSEL: WA : 0851 8328 5998 email : [email protected]
BERITA08/10/2025 | Humas BAZNAS SULSEL
Mobil Hilux Operasional Rescue BTB BAZNAS Sulsel Resmi Dimanfaatkan
Mobil Hilux Operasional Rescue BTB BAZNAS Sulsel Resmi Dimanfaatkan
Makassar, 22 September 2025 — Kabar gembira bagi BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) BAZNAS Sulawesi Selatan. Mobil Hilux operasional Rescue yang telah lama dinantikan akhirnya bisa dimanfaatkan setelah tuntas pemasangan karoseri sesuai standar BTB BAZNAS RI. Penyerahan mobil tersebut dilakukan secara resmi oleh pihak Kalla Toyota Cokroaminoto H. Awaluddin Mustafa kepada Wakil Ketua II BAZNAS Sulsel, Dr. KH. Muhammad Ishaq Samad, MA, pada Senin (22/9/2025) di kantor Kalla Toyota Cabang Cokroaminoto, Makassar. Dengan selesainya proses karoseri, mobil Hilux ini siap digunakan sebagai kendaraan operasional Rescue BTB BAZNAS Sulsel dalam berbagai kegiatan kemanusiaan, mulai dari penanggulangan bencana, evakuasi, distribusi bantuan, hingga mendukung misi kemanusiaan lainnya. Pada kesempatan tersebut Dr. KH. Muhammad Ishaq Samad, MA menyampaikan apresiasi kepada pihak Toyota Cokroaminoto atas kerja sama yang baik serta dukungan penuh dalam mewujudkan kendaraan operasional sesuai standar BTB BAZNAS RI. “Alhamdulillah, mobil ini menjadi wujud nyata kesiapan BTB BAZNAS Sulsel untuk hadir lebih cepat, tepat, dan sigap dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana. Semoga keberadaannya bernilai ibadah dan membawa manfaat sebesar-besarnya bagi umat,” ujarnya. Mobil Hilux Rescue ini merupakan bantuan dari BAZNAS RI yang berkolaborasi dengan UPZ Semen Tonasa, diharapkan memperkuat kapasitas BAZNAS Sulsel dalam melaksanakan fungsi tanggap darurat bencana, sekaligus meningkatkan profesionalisme dan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga zakat. Mariki' terus bersinergi mewujudkan kesejahteraan umat melalui zakat! Salurkan ZIS Anda melalui: Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi SelatanJl. Masjid Raya No. 55 Makassar Via Transfer : Bank Sulselbar Syariah 510.053.0000000.25.7a.n. BAZ Provinsi Sulawesi Selatan BSI 700.2402.704a.n. BAZNAS Prov Sulsel BCA 365.036.5789a.n. Badan Amil Zakat Nasional Sulsel via Kantor Digital BAZNAS Sulsel : https://sulsel.baznas.go.id/bayarzakat Konfirmasi & Informasi ZIS BAZNAS SULSEL: WA : 0851 8328 5998 email : [email protected]
BERITA22/09/2025 | Humas BAZNAS SULSEL
Hari Kedua Koordinasi BAZNAS se-Sulsel Soroti Peran Komunikasi dalam Pendistribusian ZIS
Hari Kedua Koordinasi BAZNAS se-Sulsel Soroti Peran Komunikasi dalam Pendistribusian ZIS
Makassar, 18 September 2025 – Kegiatan Koordinasi Program Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS se-Sulawesi Selatan berlanjut pada hari kedua di Hotel Royal Bay, Jl. Sultan Hasanuddin No. 24 Makassar. Pada sesi pagi, pembahasan terfokus pada pentingnya komunikasi program dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Dalam sesi ini ditegaskan bahwa komunikasi bukan sekadar pelengkap, melainkan wujud nyata dari tanggung jawab BAZNAS kepada masyarakat. Komunikasi yang baik akan memperkuat kepercayaan para muzakki, menarik perhatian publik, serta meyakinkan para pemegang kebijakan terhadap kinerja Baznas. Prinsip komunikasi yang ditekankan antara lain; Transparansi – menyampaikan informasi secara terbuka. Selain itu, Akuntabilitas – setiap program dapat dipertanggungjawabkan. Kemudian Humanis – mendekatkan pesan dengan bahasa yang ramah dan menyentuh dan Berkelanjutan – komunikasi dilakukan secara konsisten, bukan insidental, serta Kolaborasi – melibatkan berbagai pihak untuk memperluas manfaat. Wakil Ketua II BAZNAS Sulawesi Selatan sekaligus Ketua Panitia, Dr. KH. Muhammad Ishaq Samad, MA, menegaskan pentingnya penguatan komunikasi ini “Komunikasi bukan sekadar formalitas, tetapi bagian dari amanah yang harus dijalankan. Transparansi dan akuntabilitas dalam menyampaikan program akan menumbuhkan kepercayaan muzakki, sekaligus memastikan bahwa setiap rupiah zakat benar-benar memberi manfaat bagi mustahik. Komunikasi yang humanis, berkelanjutan, dan kolaboratif akan menjadi kunci bagi Baznas untuk semakin dipercaya dan dicintai masyarakat,” ujarnya. Kegiatan hari kedua ini dihadiri oleh 51 peserta utusan BAZNAS kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan. Melalui penguatan komunikasi, diharapkan Baznas di daerah mampu meningkatkan kredibilitas dan efektivitas program pendistribusian, sehingga manfaat zakat semakin dirasakan masyarakat luas. Mariki' terus bersinergi mewujudkan kesejahteraan umat melalui zakat! Salurkan ZIS Anda melalui: Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi SelatanJl. Masjid Raya No. 55 Makassar Via Transfer : Bank Sulselbar Syariah 510.053.0000000.25.7a.n. BAZ Provinsi Sulawesi Selatan BSI 700.2402.704a.n. BAZNAS Prov Sulsel BCA 365.036.5789a.n. Badan Amil Zakat Nasional Sulsel via Kantor Digital BAZNAS Sulsel : https://sulsel.baznas.go.id/bayarzakat Konfirmasi & Informasi ZIS BAZNAS SULSEL: WA : 0851 8328 5998 email : [email protected]
BERITA18/09/2025 | Humas BAZNAS SULSEL
Sinergi BAZNAS se-Sulawesi Selatan dalam Koordinasi Program Pendistribusian dan Pendayagunaan Zakat
Sinergi BAZNAS se-Sulawesi Selatan dalam Koordinasi Program Pendistribusian dan Pendayagunaan Zakat
Makassar – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Koordinasi Program Pendistribusian dan Pendayagunaan bersama BAZNAS Kabupaten/Kota se-Sulsel pada Rabu hingga Jumat, 15–17 September 2025, bertempat di Hotel Royal Bay, Jl. Sultan Hasanuddin No.24 Makassar. Kegiatan ini mengusung tema “Penguatan Kolaborasi BAZNAS se-Sulawesi Selatan dalam Mendukung Asta Cita” dan diikuti oleh 51 peserta yang merupakan utusan BAZNAS dari 24 Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan. Hadir dalam kesempatan ini Agus Siswanto, Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI, bersama Mas Irham serta sejumlah narasumber dari BAZNAS RI yang memberikan materi dan arahan strategis. Kehadiran perwakilan BAZNAS RI diharapkan dapat memperkuat sinergi program nasional dengan implementasi di tingkat daerah. Hadir pula Ketua Baznas Sulsel Dr.Khidri Alwi, Waka 2 Dr.Muhammad Ishaq Samad,MA sekaligus Ketua Panitia, Waka 3 Dr.Kamaruddin, dan Waka 4 Drs H Abd Aziz Bennu dan sejumlah staf Amil BAZNAS Sulsel. Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan dalam sambutannya menegaskan pentingnya sinergi antar BAZNAS untuk memperkuat peran zakat sebagai instrumen pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan umat. “Dengan kolaborasi yang kuat, kita bisa menghadirkan program zakat yang lebih tepat sasaran, transparan, dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mendapatkan materi tentang Strategi pendistribusian zakat berbasis data mustahik. Demikian pula model pendayagunaan zakat produktif dan berkelanjutan. Selanjutnya mekanisme monitoring dan evaluasi program zakat dan penguatan jaringan kerja dan kemitraan lintas daerah. Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI Mas Agus menyatakan apresiasi yang tinggi kepada BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan yang telah melakukan 3 kali melakukan Rapat Konsolidasi dalam 2 tahun. Sementara ada provinsi yang belum melakukan konsolidasi bidang pendistribusian tetapi hanya di bidang pengumpulan. Selain itu, dia berharap agar ada inovasi dalam pendistribusian yang tepat sasaran dengan pertanggung jawaban dengan baik, khususnya adanya pelaporan ke stakeholder. Selain itu, akan ada materi tentang strategi komunikasi dalam mendeliver message atau laporan kepada stakeholder, harapnya. Ketua BAZNAS Sulsel dalam sambutannya mengapresiasi panitia dan peserta atas terlaksananya kegiatan konsolidasi bidang pendistribusian dan pendayagunaan. Ia berharap agar kolaborasi ini terus dikembangkan dalam tata kelola pendistribusian dan pendayagunaan ZIS dan DSKL, harapnya. Ketua Panitia yang juga Waka 2 BAZNAS Sulsel menyatakan melalui forum koordinasi ini, BAZNAS se-Sulawesi Selatan berkomitmen memperkuat langkah bersama dalam mengoptimalkan pengumpulan, pendistribusian, dan pendayagunaan zakat sesuai visi nasional BAZNAS, sekaligus mendukung tercapainya Asta Cita pemerintah dalam pembangunan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama untuk memperluas program pemberdayaan berbasis potensi lokal di tiap kabupaten/kota, serta memperkuat penggunaan teknologi digital dalam pengelolaan zakat. Mariki' terus bersinergi mewujudkan kesejahteraan umat melalui zakat! Salurkan ZIS Anda melalui: Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi SelatanJl. Masjid Raya No. 55 Makassar Via Transfer : Bank Sulselbar Syariah 510.053.0000000.25.7a.n. BAZ Provinsi Sulawesi Selatan BSI 700.2402.704a.n. BAZNAS Prov Sulsel BCA 365.036.5789a.n. Badan Amil Zakat Nasional Sulsel via Kantor Digital BAZNAS Sulsel : https://sulsel.baznas.go.id/bayarzakat Konfirmasi & Informasi ZIS BAZNAS SULSEL: WA : 0851 8328 5998 email : [email protected]
BERITA18/09/2025 | Humas BAZNAS SULSEL
Gubernur Sulawesi Selatan Raih BAZNAS Award 2025 sebagai Kepala Daerah Pendukung Gerakan Zakat Indonesia
Gubernur Sulawesi Selatan Raih BAZNAS Award 2025 sebagai Kepala Daerah Pendukung Gerakan Zakat Indonesia
Jakarta, 28 Agustus 2025 – Gubernur Sulawesi Selatan berhasil meraih penghargaan bergengsi pada ajang BAZNAS Award 2025 dengan kategori Kepala Daerah Pendukung Gerakan Zakat Indonesia. Penghargaan tersebut diumumkan dan diserahkan pada puncak BAZNAS Award yang digelar di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Kamis (28/8), dihadiri oleh Ketua Umum BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Achmad Noor Wahid, MA, jajaran pimpinan BAZNAS RI, serta para pimpinan BAZNAS Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia. Gubernur Sulsel diwakili oleh Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemprov Sulsel, yang hadir bersama Ketua BAZNAS Sulsel Dr. dr. H. M. Khidri Alwi, MA, M.Kes, Wakil Ketua II Dr. KH. Muhammad Ishaq Samad, MA, Wakil Ketua III Dr.Kamaruddin, dan Wakil Ketua IV H.Abd.Aziz Bennu, S.Ag serta jajaran pimpinan BAZNAS Se-Sulsel. Menurut Ketua BAZNAS Sulsel, penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi nasional atas komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam mendukung gerakan zakat, baik melalui regulasi, sinergi program pemberdayaan, maupun fasilitasi penguatan kelembagaan zakat di daerah. “Penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa Pemprov Sulsel berkomitmen menjadikan zakat sebagai instrumen pengentasan kemiskinan dan penguatan kesejahteraan umat. Dukungan pemerintah daerah sangat vital dalam menggerakkan ekosistem zakat di masyarakat,” ujarnya. Dengan capaian ini, Sulawesi Selatan semakin meneguhkan diri sebagai salah satu daerah dengan komitmen kuat dalam mengarusutamakan zakat sebagai bagian dari pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat. Salurkan ZIS Anda melalui: Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi SelatanJl. Masjid Raya No. 55 Makassar Via Transfer : Bank Sulselbar Syariah 510.053.0000000.25.7a.n. BAZ Provinsi Sulawesi SelatanBSI 700.2402.704a.n. BAZNAS Prov SulselBCA 365.036.5789a.n. Badan Amil Zakat Nasional Sulsel via Kantor Digital BAZNAS Sulsel : https://sulsel.baznas.go.id/bayarzakat Konfirmasi & Informasi ZIS BAZNAS SULSEL: WA : 0851 8328 5998 email : [email protected] -bNd-
BERITA29/08/2025 | Humas BAZNAS SULSEL
BAZNAS SULSEL Raih 3 Award dan 1 BAZNAS Award untuk Gubernur Sulsel pada BAZNAS Award 2025
BAZNAS SULSEL Raih 3 Award dan 1 BAZNAS Award untuk Gubernur Sulsel pada BAZNAS Award 2025
Jakarta, 28 Agustus 2025 – BAZNAS Sulsel Raih 3 Penghargaan sekaligus dan 1 BAZNAS Award bagi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di ajang BAZNAS Award 2025 pada puncak acara BAZNAS Award 2025 yang digelar di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Kamis (28/8). Acara yang dihadiri langsung oleh Ketua Umum BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Achmad Noor Wahid, MA, jajaran pimpinan BAZNAS RI, serta seluruh pimpinan BAZNAS Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia ini menjadi momentum apresiasi bagi kinerja BAZNAS di berbagai daerah. Pada ajang bergengsi tersebut, BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan berhasil meraih tiga penghargaan terbaik, masing-masing; Kategori Kantor Digital Fundraising Terbaik, Kategori Digital Teresponsif, dan Kategori Perencanaan Terbaik, serta 1 BAZNAS Award untuk Gubernur Sulawesi Selatan dengan Kategori Kepala Daerah Pendukung Gerakan Zakat Indonesia. Penghargaan ini diterima langsung oleh Ketua BAZNAS Sulsel, Dr. dr. H. M. Khidri Alwi, MA. M.Kes, didampingi para Wakil Ketua, yakni Dr. KH. Muhammad Ishaq Samad, MA (Wakil Ketua II), Dr. Kamaruddin (Wakil Ketua III), dan H. Abd. Aziz Bennu, S.Ag (Wakil Ketua IV). Dalam keterangannya, Dr. KH. Muhammad Ishaq Samad, MA, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian ini. Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan bentuk pengakuan nasional atas kerja keras tim BAZNAS Sulsel dalam mengembangkan inovasi digital, memperkuat transparansi, serta menyusun perencanaan yang sistematis dan terukur. “Alhamdulillah, tiga penghargaan ini adalah buah kerja sama seluruh pimpinan dan jajaran BAZNAS Sulsel serta dukungan masyarakat. Demikian pula dukungan Pemerintah Daerah mendapatkan 1 BAZNAS Award. Ke depan, kami berkomitmen memperkuat distribusi dan pendayagunaan zakat agar lebih tepat sasaran dan bermanfaat luas bagi umat,” ujarnya. Dengan capaian ini, BAZNAS Sulsel semakin memantapkan posisinya sebagai salah satu lembaga zakat daerah yang inovatif, profesional, dan terpercaya dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk kesejahteraan masyarakat. Salurkan ZIS Anda melalui: Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi SelatanJl. Masjid Raya No. 55 Makassar Via Transfer : Bank Sulselbar Syariah 510.053.0000000.25.7a.n. BAZ Provinsi Sulawesi SelatanBSI 700.2402.704a.n. BAZNAS Prov SulselBCA 365.036.5789a.n. Badan Amil Zakat Nasional Sulsel via Kantor Digital BAZNAS Sulsel : https://sulsel.baznas.go.id/bayarzakat Konfirmasi & Informasi ZIS BAZNAS SULSEL: WA : 0851 8328 5998 email : [email protected] -bNd-
BERITA29/08/2025 | Humas BAZNAS SULSEL
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Sulawesi Selatan.

Lihat Daftar Rekening →