Berita Terbaru
BAZNAS RI Siapkan 30 Program Ramadhan untuk 1,1 juta Mustahik
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI siap melaksanakan 30 program unggulan sepanjang Bulan Ramadhan 2025/1446 H, sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan mustahik di Indonesia.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan, program-program tersebut nantinya akan menjangkau 34 provinsi di Indonesia dengan target penerima manfaat sebanyak 1.103.356 jiwa.
"Untuk merealisasikan 30 program Ramadhan tahun ini BAZNAS telah merancang berbagai program guna memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, khususnya para mustahik yang membutuhkan bantuan selama Ramadhan,” ujar Kiai Noor dalam "Konferensi Pers Program Ramadhan BAZNAS 2025, Cahaya Zakat, Keajaiban Muzaki dan Mustahik" yang diselenggarakan di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Selasa (4/3/2024).
Kiai Noor mengatakan, pendistribusian zakat tidak hanya diberikan dalam bentuk bantuan langsung kepada mustahik, tetapi juga melalui program pendidikan, seperti beasiswa bagi pelajar maupun mahasiswa.
"Alhamdulillah, masyarakat sudah mulai memahami pentingnya zakat. Bahkan, kita sudah memulai literasi zakat ini dengan berbagai macam beasiswa yang kita (BAZNAS) berikan, supaya jurnal-jurnal tentang zakat itu lebih banyak lagi," ujarnya.
"Adapun 30 program BAZNAS Ramadhan 2025 ini nantinya akan menyasar kepada mustahik di seluruh Indonesia," kata Kiai Noor.
Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., menjelaskan tiga kategori program Ramadhan BAZNAS yang difokuskan pada perbaikan fasilitas dan pelayanan peribadatan, bantuan bagi mustahik agar siap menjalankan ibadah puasa melalui akses makanan dan pembekalan, serta layanan bagi ibnu sabil yang ingin mudik.
Pada kategori Program Nasional Ramadhan, kata Saidah, BAZNAS menghadirkan beberapa inisiatif seperti Pos Siaga Mudik, BTB Goes to School Ramadhan, Training Smart Ramadhan, Imam Muda Ramadhan, Pesantren 5.000 Kaum Marjinal, Pesantren 1.000 Cahaya Ramadhan, Penyaluran 50.000 Sarung, serta Vaksinasi Jelang Ramadhan.
Saidah menambahkan, pada kategori Program Tematik Pendistribusian Ramadhan, BAZNAS akan menyalurkan berbagai bantuan seperti Zakat Fitrah, Hidangan Ramadhan, Paket Ramadhan Bahagia, Rumah Layak Huni BAZNAS, Mudik Bahagia Bersama BAZNAS RI, Masjid dan Mushola Berseri, Gerai Z-IFTHAR, Zmart Ramadhan.
"Selain itu ada juga Gerakan Mata Sehat Bercahaya, Layanan Kesehatan Posko Mudik dan Balik, serta Ramadhan Sehat Bercahaya. Program ini juga bekerja sama dengan Alfamart dalam Program Branding Konten Cahaya Zakat Bersama Alfamart," ucapnya.
Dalam kategori Program Tematik Pendayagunaan Ramadhan, Saidah menambahkan, BAZNAS akan melaksanakan berbagai inisiatif untuk memberdayakan masyarakat secara ekonomi. Program ini mencakup Pelatihan dan Inkubasi Pemasaran Berbasis Digital, juga Optimalisasi Pemasaran ZCorner melalui Event Tematik Ramadhan.
"Tidak hanya itu, ada juga program Hampers Produk Mustahik, Santri Memberdayakan Desa, Advokasi dan Fasilitasi Bazar Event Eksternal, serta Sertifikasi Halal untuk Produk UMKM Selama Ramadhan. BAZNAS juga mengadakan program inspiratif seperti Lomba Cerita Inspiratif, Program 5.000 Motor Mudik Aman Nyaman Bersama Z-Auto, Ramadhan Sejuk, dan King Salman," jelasnya.
Dengan berbagai program ini, kata Saidah, BAZNAS berharap dapat memberikan dampak luas bagi masyarakat. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta menyukseskan berbagai program Ramadhan ini.
“Kami ingin memastikan bahwa zakat yang dititipkan kepada BAZNAS bisa sampai ke yang berhak dan memberikan manfaat sebesar-besarnya,” ujar Saidah.
Turut hadir dalam konferensi pers tersebut, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Rizaludin Kurniawan M.Si, CFRM., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian dan Pengembangan Prof (HC) Dr. H. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec., Pimpinan BAZNAS RI bidang Koordinasi Nasional, KH. Achmad Sudrajat, Lc, MA, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Sumber Daya Manusia dan Umum, Kolonel Caj (Purn) Drs. Nur Chamdani, Deputi 2 Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI, Dr. H. M Imdadun Rahmat, M.Si, beserta jajaran.
BERITA05/03/2025 | Humas BAZNAS SULSEL
Ramadhan 2025, BAZNAS Kampanyekan Tagline Cahaya Zakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mengangkat tagline Cahaya Zakat: Keajaiban Muzaki dan Mustahik untuk tahun 2025, termasuk di bulan Ramadhan ini.
Tagline ini menjadi simbol bahwa zakat memiliki peran yang tidak hanya memberi manfaat langsung bagi mustahik, tetapi juga mengantarkan keberkahan dan kebahagiaan bagi muzaki.
Hal tersebut mengemuka pada "Konferensi Pers Program Ramadhan BAZNAS 2025, Cahaya Zakat, Keajaiban Muzaki dan Mustahik" yang diselenggarakan di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Selasa (4/3/2024).
Turut hadir Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., Wakil Ketua BAZNAS RI Mokhamad Mahdum, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan M.Si. CFRM., serta Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA.
Ketua BAZNAS Prof. Noor Achmad, MA., menyampaikan, zakat mengajarkan kita bahwa berbagi adalah jalan menuju keberkahan.
Menurut Kiai Noor, "Cahaya Zakat diinklusikan bahwa zakat menjadi bagian dari diri seseorang dalam menebar kebaikan, dengan berzakat dapat memperkuat hubungan antara hamba dengan Allah SWT. Serta di Al-Qur’an sudah disebutkan bahwa ini akan membangkitkan upaya kita kepada masyarakat bahwa ‘Nur’ atau cahaya Allah Swt bisa dirasakan semuanya.”
Menurutnya, keberlangsungan kampanye mengenai Cahaya Zakat bertujuan untuk mendorong masyarakat untuk berpartisipasi dalam membayar zakat. Dengan membawa secercah harapan bahwa semakin banyak orang yang melaksanakan kewajibannya dengan berzakat, semakin banyak pula manfaat yang diberikan untuk umat yang membutuhkan.
“Kita menyakini bahwa Allah akan menambah terus rezeki kita, dan BAZNAS bukan hanya sekedar lembaga filantropi biasa saja, melainkan lembaga filantropi ketuhanan. Di mana kita memberikan kebaikan tidak hanya berupa material saja, melainkan dengan mengedukasi masyarakat mengenai zakat,” ujar Kiai Noor.
Kiai Noor juga berharap, tagline Cahaya Zakat di tahun 2024 ini dapat dimaknai dengan seksama seperti halnya dengan tagline BAZNAS di tahun-tahun sebelumnya.
“Di tahun 2021 kita munculkan Gerakan Cinta Zakat yang diluncurkan oleh Pak Jokowi di Istana, karena dengan harapan akan banyak pengaruhnya jika istana yang menggaungkannya. Lalu di tahun 2022 kita munculkan Berkah Zakat yang tidak lain adalah bentuk setelah adanya cinta maka akan timbulah keberkahan di dalamnya,” ujarnya.
Di tahun 2024, kata Kiai Noor kita membawa tagline Nikmat Zakat, makna nikmat ini muasalnya dari adanya berkah yang melimpah. Keberkahan ini menujukkan adanya nikmat Allah SWT yang sangat berarti untuk hambanya.
“Dan di tahun ini kita ambil makna Cahaya Zakat karena wujud dari cahaya itu sendiri sangat luas penyebarannya, dan ini salah satu bentuk kekuasaan Allah Swt. Dengan demikian diharapkan Cahaya Zakat dapat menghadirkan sebuah keajaiban sebagaimana tertuang dalam A-Qur’an,” ujarnya.
BERITA04/03/2025 | Humas BAZNAS SULSEL
BAZNAS Sulsel dan BCA KCU Makassar Hadirkan CAHAYA ZAKAT di Seluruh Sulawesi Selatan
Makassar, 4 Maret 2025 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Sulawesi Selatan menjalin kerja sama dengan BCA Kantor Cabang Utama (KCU) Makassar untuk mendukung kampanye "CAHAYA ZAKAT: Memberikan Keajaiban Muzaki dan Mustahik" selama bulan Ramadhan 1446 H. Kerja sama ini diwujudkan melalui pemasangan banner di sekitar 30 kantor cabang BCA di wilayah Sulawesi Selatan, bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menunaikan zakat melalui lembaga resmi.
Rombongan BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan yang dipimpin oleh Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan, H. M. Irfan Sanusi Baco, diterima langsung oleh Kepala Operasi Cabang BCA Makassar, Riswara Rizaldi W., di kantor BCA KCU Makassar Jl. Ahmad Yani No. 31 dalam pertemuan resmi yang menandai dimulainya kolaborasi ini.
Dalam sambutannya, H. M. Irfan Sanusi Baco menyampaikan apresiasi atas dukungan BCA dalam kampanye ini. "Kami sangat mengapresiasi dukungan BCA dalam menyebarluaskan pesan zakat kepada masyarakat. Dengan potensi zakat di Sulawesi Selatan yang mencapai Rp7,2 triliun per tahun, kami berharap kerja sama ini mampu mendorong masyarakat untuk menunaikan zakat melalui BAZNAS Sulsel, terutama di momen istimewa seperti Ramadhan," ujarnya.
Riswara Rizaldi W. menyambut baik kolaborasi ini sebagai bentuk komitmen BCA dalam mendukung kegiatan sosial dan kemanusiaan. "Kami bangga dapat bersinergi dengan BAZNAS Sulawesi Selatan. Dengan pemasangan banner di sekitar 30 kantor cabang BCA di Sulawesi Selatan selama Ramadhan 1446 H, kami berharap pesan "CAHAYA ZAKAT" bisa menjangkau lebih luas dan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam membayar Zakat, Infak dan Sedekah," jelasnya.
Tahun ini BAZNAS mengusung Kampanye "CAHAYA ZAKAT" sebagai wujud syukur atas peran besar zakat dalam membawa manfaat dan keajaiban bagi para muzaki (pemberi zakat) dan mustahik (penerima zakat). Kampanye "CAHAYA ZAKAT" ini diharapkan dapat memperluas edukasi tentang Zakat di tengah masyarakat, memudahkan penyaluran zakat melalui lembaga resmi, serta mengoptimalkan potensi zakat untuk mendukung kesejahteraan umat di Sulawesi Selatan.
BERITA04/03/2025 | Humas BAZNAS SULSEL
BAZNAS dan BKKBN Luncurkan Layanan Sedekah GENTING untuk Cegah Stunting
BAZNAS RI bekerja sama dengan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (BKKBN) secara resmi meluncurkan layanan sedekah Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING). Program ini bertujuan menggalang sedekah dari masyarakat guna mendukung upaya pencegahan dan penurunan stunting di Indonesia. Pada tahun 2025, BAZNAS dan BKKBN menargetkan bantuan bagi satu juta keluarga berisiko stunting yang berasal dari kelompok miskin ekstrem.
Peluncuran layanan Sedekah GENTING ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Deputi II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI, Dr. HM Imdadun Rahmat, M.Si, dan Deputi V Bidang Penggerakan dan Peran Serta Masyarakat BKKBN, Drs. Sukaryo Teguh Santoso, M.Pd., di Gedung BAZNAS RI, Matraman, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Deputi II BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Dr. HM Imdadun Rahmat, M.Si, menyatakan bahwa layanan Sedekah GENTING merupakan bentuk nyata sinergi antara pemerintah dan BAZNAS dalam menghadapi permasalahan stunting yang masih menjadi tantangan besar di Indonesia.
Ia menambahkan bahwa tahun ini, isu stunting menjadi salah satu dari 10 program prioritas BAZNAS. Dengan pendekatan berbasis kesejahteraan sosial, BAZNAS berkomitmen untuk terus mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan stunting di Indonesia.
“Kalau tahun sebelumnya kita hanya delapan program prioritas maka tahun 2025 ini bertambah dua, yaitu program penanganan stunting dan program penanganan miskin ekstrem, oleh karena itu tepat sekali hari ini kita mulai dengan satu inisiatif yang luar biasa, untuk menggalang solidaritas, untuk menggalang semangat menjadi orang tua asuh bagi anak-anak kita yang stunting,” ungkapnya.
Imdadun menegaskan bahwa BAZNAS akan menggelar kampanye besar-besaran guna mengajak masyarakat berpartisipasi dalam program ini dengan menjadi orang tua asuh melalui sedekah. Ia berharap semakin banyak dana terkumpul, semakin luas pula intervensi bantuan yang dapat dilakukan BAZNAS.
“Kami juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga yang selama ini telah bermitra bersama BAZNAS,” ujarnya.
Di sisi lain, Deputi V Bidang Penggerakan dan Peran Serta Masyarakat BKKBN, Drs. Sukaryo Teguh Santoso, M.Pd., memberikan apresiasi atas keterlibatan BAZNAS dalam program ini.
“Kami menyambut baik kolaborasi dengan BAZNAS RI dalam mendukung program GENTING. Dengan sinergi ini, kami berharap semakin banyak masyarakat yang ikut serta dalam gerakan sosial ini untuk membantu anak-anak Indonesia mendapatkan gizi yang cukup,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa bantuan yang diberikan dalam program ini akan mencakup empat aspek, yakni bantuan nutrisi, perbaikan rumah agar layak huni, peningkatan sanitasi dan akses air bersih, serta kerja sama dengan perguruan tinggi untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya hidup bersih dan sehat.BAZNAS dan BKKBN turut mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam Sedekah GENTING dengan menyalurkan donasi melalui rekening resmi: Bank BTN 12101300011983 a.n. Badan Amil Zakat Nasional. Melalui sedekah ini, setiap individu dapat berkontribusi dalam upaya mencegah dan menanggulangi stunting di Indonesia.
BERITA03/03/2025 | Humas BAZNAS SULSEL
Marhaban Ya Ramadhan, BAZNAS Sulsel Hadirkan Kemudahan Tunaikan ZIS
Makassar, 1 Maret 2025 – Menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan 1446 H, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan mengajak seluruh umat Muslim untuk meningkatkan ketakwaan dan kepedulian sosial melalui penunaian Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Momentum Ramadhan menjadi waktu yang tepat bagi umat Islam untuk berbagi rezeki, memperkuat solidaritas, dan membantu meringankan beban masyarakat yang membutuhkan.
Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan menyampaikan bahwa Ramadhan merupakan bulan penuh berkah yang menjadi kesempatan bagi umat Muslim untuk memperbanyak amal ibadah, termasuk menunaikan kewajiban zakat. Penyaluran zakat yang dikelola oleh BAZNAS Sulawesi Selatan bertujuan untuk mendukung program-program pemberdayaan masyarakat, pendidikan, kesehatan, serta bantuan kemanusiaan yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
"Zakat, Infak, dan Sedekah yang disalurkan melalui BAZNAS Sulawesi Selatan tidak hanya menjadi sarana untuk menyucikan harta, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan. Kami mengajak seluruh umat Muslim di Sulawesi Selatan untuk memanfaatkan momen Ramadhan ini dengan menunaikan ZIS sebagai bentuk kepedulian sosial dan ketaatan kepada Allah SWT," ujar Ketua BAZNAS Sulawesi Selatan.
BAZNAS Sulawesi Selatan juga memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana ZIS yang diterima. Setiap donasi disalurkan secara tepat sasaran kepada mereka yang berhak menerima, sehingga dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Untuk memudahkan masyarakat dalam menunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah, BAZNAS Sulawesi Selatan menyediakan berbagai saluran pembayaran, termasuk layanan digital dan jemput zakat. Informasi lebih lanjut mengenai layanan tersebut dapat diakses melalui kantor BAZNAS Sulawesi Selatan atau melalui platform digital resmi.
Di bulan yang penuh berkah ini, BAZNAS Sulawesi Selatan mengajak seluruh umat Muslim untuk bersama-sama menebar kebaikan dan meringankan beban sesama dengan menunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah. Mari jadikan Ramadhan sebagai momentum mempererat ukhuwah Islamiyah dan membangun kepedulian sosial yang berkelanjutan.
BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan adalah lembaga resmi yang bertugas menghimpun dan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah di wilayah Sulawesi Selatan. Dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas, BAZNAS Sulawesi Selatan berkomitmen untuk memberdayakan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan umat melalui program-program sosial dan kemanusiaan.
-mJK-
BERITA01/03/2025 | Humas BAZNAS SULSEL
BAZNAS Melatih 35 Mitra Dakwah untuk Sukseskan Program Pesantren Marjinal
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengadakan pelatihan bagi 35 mitra dakwah di Jakarta dalam rangka mendukung kesuksesan Program Pesantren Marjinal. Program ini bertujuan untuk menciptakan kesetaraan dan keadilan sosial bagi masyarakat dari berbagai lapisan, khususnya mereka yang tergolong marjinal.
Program Pesantren Marjinal akan berlangsung pada 5 hingga 27 Maret 2025 di Jakarta, meliputi berbagai kegiatan pendidikan seperti, pembinaan keagamaan, serta pemberdayaan bagi kelompok marjinal. Kolaborasi antara BAZNAS RI dan mitra dakwah diharapkan dapat menjadi langkah signifikan dalam membangun masyarakat yang lebih inklusif.
Deputi II BAZNAS RI, Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si., menyampaikan bahwa program ini ditargetkan memberikan manfaat kepada sekitar 1.500 orang selama bulan Ramadan.
"Spiritnya adalah spirit mengajak semua. Pendidikan dakwah yang kita lakukan adalah pendidikan dan dakwah yang inklusif, sehingga tidak membiarkan mereka yang terstigma oleh sosial di lingkungan mereka terlupakan," ujar Imdadun belakangan ini.
Ia menjelaskan kelompok sasaran program ini mencakup anak jalanan, anak punk, masyarakat miskin kota, pemulung, serta penyandang disabilitas, baik netra, rungu, maupun wicara.
"Kelompok yang masuk dalam kategori marjinal yaitu anak jalanan, anak punk, kelompok miskin kota, kaum pemulung, penyandang disabilitas baik netra, rungu, maupun wicara, yang ditargetkan ada 1.500 penerima program tersebut," tambahnya.
Menurut data yang dimiliki BAZNAS, sekitar 60 persen dari 16.000 anak jalanan di Jakarta belum pernah mendapatkan pendidikan formal. Oleh karena itu, program ini hadir sebagai solusi, khususnya di bulan Ramadan.
"Kita melaksanakan pesantren mobile, pesantren yang datang menyapa mereka dan disertai dengan kegiatan-kegiatan psikososial. Jadi mereka setidaknya dalam bulan Ramadan ini tersentuh oleh pendidikan dan dakwah. Begitu juga dengan anak punk yang mencapai 10.000 orang," Ucap Imdadun.
Selain itu, BAZNAS RI juga akan memberikan pelatihan kewirausahaan serta keterampilan kepada mereka agar memiliki kesempatan untuk mandiri secara ekonomi.
"Begitu juga sekitar 3,5 juta pemulung ada di Jakarta itu ada di bawah garis kemiskinan. Makasih di bulan Ramadhan ini pesantren keliling kota menyapa mereka sekaligus akan memberikan bantuan modal usaha syariah," ungkapnya.
Lebih lanjut, Imdadun menyebut bahwa sekitar 3,5 juta pemulung di Jakarta hidup di bawah garis kemiskinan. Oleh karena itu, dalam program ini, BAZNAS akan menyapa mereka melalui pesantren keliling sekaligus memberikan bantuan modal usaha berbasis syariah.
Sementara itu, bagi penyandang disabilitas, berdasarkan data WHO, dari 3,2 juta penyandang disabilitas di Indonesia, hanya sekitar 5 persen yang memiliki akses terhadap pendidikan agama, baik dalam bentuk tulisan braille maupun alat bantu audio. Untuk itu, BAZNAS RI akan mengajarkan mereka membaca Al-Qur’an braille serta mengadakan pelatihan bagi guru mode sensorik.
"Harapan kami, melalui program ini, kita bisa membuka sekat-sekat yang membatasi mereka, sehingga mereka memiliki akses lebih luas terhadap pendidikan dan dakwah Islam," kata Imdadun.
Sebagai bentuk komitmen terhadap inklusi sosial, BAZNAS RI juga menghadirkan juru bahasa isyarat dalam Bimtek ini agar peserta dengan disabilitas dapat mengikuti seluruh sesi dengan optimal. Langkah ini sejalan dengan visi BAZNAS RI untuk menjadikan dakwah lebih inklusif dan merangkul semua kalangan tanpa terkecuali.
BERITA01/03/2025 | Amat Setiawan | Editor : Ayu
BAZNAS SULSEL Salurkan Bantuan Kesehatan, Santunan, dan Beasiswa di RS Wahidin Makassar
Makassar, 28 Februari 2025 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) RSUP Dr.Wahidin Sudirohusodo Makassar menyalurkan paket bantuan kepada para mustahik di lingkungan RS Wahidin, Makassar. Penyaluran ini dilakukan pada hari Jumat, 28 Februari 2025, bertempat di Masjid Nurul Afiah RS Wahidin.
Bantuan yang disalurkan meliputi:
Biaya pengobatan untuk 10 pasien yang membutuhkan masing-masing sebesar Rp. 1.000.000,-
Santunan kepada 10 keluarga kurang mampu, masing-masing sebesar Rp. 1.000.000,-
Beasiswa sebesar Rp. 1.500.000,- kepada 1 anak dari keluarga prasejahtera.
Dana bantuan ini berasal dari dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang terkumpul melalui RSUP Dr.Wahidin Sudirohusodo Makassar. Penyerahan simbolis dilakukan oleh Koordinator UPZ BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, H. Mahyuddin Karim, kepada Ketua UPZ RS Wahidin, Muhammad Saleh, S.Kep, Ns, ETN untuk kemudian disalurkan kepada para penerima manfaat (mustahik).
Dalam sambutannya, H. Mahyuddin Karim menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Sulsel dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui optimalisasi dana ZIS. "Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat yang membutuhkan, terutama di lingkungan RS Wahidin," ujarnya.
Sementara itu, Ketua UPZ RS Wahidin, Muhammad Saleh, mengucapkan terima kasih kepada para muzakki (pemberi zakat) di lingkungan RS Wahidin dan semua pihak yang telah berkontribusi. "Dengan adanya dukungan dari para Muzakki dan BAZNAS Sulsel, kami dapat terus menyalurkan bantuan bagi yang membutuhkan di lingkungan rumah sakit ini," tuturnya.
BAZNAS Sulawesi Selatan terus mendorong partisipasi masyarakat dalam menyalurkan zakat melalui UPZ resmi agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh mereka yang berhak.
BERITA28/02/2025 | Humas BAZNAS SULSEL
BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan Rilis Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1446 H
Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1446 H, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan resmi merilis Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1446 H untuk wilayah Sulawesi Selatan dan sekitarnya. Jadwal ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi umat Muslim dalam menjalankan ibadah puasa dengan lebih khusyuk dan tertib sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.
Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, DR. dr. H. Muh. Khidri Alwi, M.Kes., M.A, menegaskan bahwa jadwal ini disusun berdasarkan data resmi yang diperoleh dari Kementerian Agama dan pihak terkait.
"Jadwal imsakiyah ini merupakan panduan bagi umat Islam di Sulawesi Selatan agar dapat menjalankan ibadah puasa dengan disiplin waktu yang tepat. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan bulan Ramadhan sebagai momentum meningkatkan kepedulian sosial melalui zakat, infaq, dan sedekah," ujar Ketua BAZNAS Sulsel.
Sebagai lembaga resmi yang mengelola zakat di Sulawesi Selatan, BAZNAS juga mengajak umat Muslim untuk menunaikan zakat fitrah dan zakat maal tepat waktu. Dengan pengelolaan zakat yang profesional dan amanah, diharapkan dana zakat dapat disalurkan secara optimal kepada mereka yang membutuhkan.
Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1446 H untuk Sulawesi Selatan dapat diakses melalui situs resmi BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan di link : https://sulsel.baznas.go.id/pemberitahuan
BERITA27/02/2025 | Humas BAZNAS SULSEL
BAZNAS RI dan KSrelief Salurkan Bantuan Pangan Ramadhan untuk Warga Kampung Pemulung di Jaksel
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menyalurkan bantuan paket pangan Ramadhan dari King Salman Humanitarian Aid & Relief Centre (KSrelief) bagi masyarakat prasejahtera di Kampung Pemulung, Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin, beberapa hari yang lalu.
Pada Ramadhan 2025 ini, KSrelief mengalokasikan sebanyak 7.911 paket pangan yang didistribusikan BAZNAS di empat provinsi, yakni Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Paket bantuan tersebut berisi bahan pokok seperti beras, minyak goreng, mie instan, kecap manis, saus, garam, sarden, dan gula.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., mengungkapkan rasa terima kasih dan apresiasinya atas kerja sama antara BAZNAS dan KSrelief dalam menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada KSrelief atas kepeduliannya kepada masyarakat Indonesia. Bantuan ini sangat berarti, terutama di bulan Ramadhan, ketika kebutuhan pangan meningkat. Kami di BAZNAS berkomitmen untuk mendistribusikan bantuan ini secara tepat sasaran salah satunya bagi warga kampung pemulung di Pondok Labu, Cilandak,” ujarnya.
Menurut Kiai Noor, bantuan ini merupakan bagian dari upaya kemanusiaan BAZNAS yang terus bersinergi dengan berbagai pihak baik dari dalam maupun luar negeri guna membantu masyarakat kurang mampu.
Bantuan ini, menjadi wujud nyata solidaritas internasional dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama di bulan Ramadhan.
"BAZNAS berkomitmen untuk terus menjadi jembatan kebaikan antara para donatur dan masyarakat penerima manfaat," kata Kiai Noor.
Ia menambahkan bahwa kerja sama dengan KSrelief memberikan harapan baru bagi banyak masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi. Kiai Noor juga mengajak masyarakat yang memiliki rezeki lebih untuk ikut berbagi kepada mereka yang membutuhkan.
"Langkah kemanusiaan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi lebih banyak pihak untuk ikut serta dalam aksi-aksi sosial yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat," tambahnya.
Masyarakat di Kampung Pemulung Pondok Labu menyambut baik bantuan tersebut. Inem (60), seorang penjual keripik singkong, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan sembako yang diterimanya.
"Bantuan ini sangat berarti bagi kami, terutama untuk persiapan sahur dan buka puasa Ramadhan nanti," ujar Inem.
"Terima kasih kepada Raja Salman dan BAZNAS, semoga bantuan ini membawa berkah untuk semua," ucapnya.
Sebelumnya, King Salman Humanitarian Aid & Relief Centre (KSrelief) merupakan lembaga bantuan kemanusiaan yang didirikan oleh Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud. Lembaga ini telah menyalurkan berbagai jenis bantuan kemanusiaan kepada masyarakat Muslim di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, guna membantu mereka yang berada dalam kondisi sulit.
BERITA24/02/2025 | Meisa | Editor : Ayu
Sinergi BAZNAS SULSEL dan KEMENAG Perkuat Pengelolaan Zakat di Sulawesi Selatan
Makassar, 23 Februari 2025 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Rapat Konsultasi Fundraising Ramadhan bagi BAZNAS Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan di Grand Hotel Makassar. Acara yang berlangsung pada hari kedua ini menghadirkan Kepala Seksi Zakat dan Wakaf Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, H. Muhammad Nur, S.Pd.I., SE., MM, yang membawakan materi mengenai "Kelembagaan Zakat di Sulawesi Selatan".
Dalam paparannya, H. Muhammad Nur menekankan pentingnya optimalisasi pengelolaan zakat sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Ia menjelaskan dasar hukum pengelolaan zakat yang diatur dalam UU No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, PP No. 14 Tahun 2014, serta sejumlah Peraturan Menteri Agama (PMA) terbaru, termasuk PMA No. 19 Tahun 2024 tentang Lembaga Amil Zakat.
"Zakat merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat, dan pengelolaannya harus dilakukan secara profesional, akuntabel, dan sesuai prinsip syariat Islam," ujar H. Muhammad Nur.
Ia juga memaparkan struktur kelembagaan zakat di Indonesia, yang mencakup BAZNAS sebagai lembaga pengelola zakat secara nasional, Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang dibentuk masyarakat, serta Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang membantu pengumpulan zakat di tingkat lokal. Dalam penjelasannya, ia menegaskan bahwa BAZNAS Kabupaten/Kota memiliki tanggung jawab besar dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian pengumpulan, pendistribusian, serta pendayagunaan zakat di wilayahnya masing-masing.
Salah satu poin penting dalam materi yang disampaikan adalah kewajiban pelaporan pengelolaan zakat secara berkala. BAZNAS di tingkat Kabupaten/Kota diwajibkan menyampaikan laporan pengelolaan zakat kepada BAZNAS Provinsi dan pemerintah daerah setiap enam bulan sekali dan di akhir tahun. Transparansi ini bertujuan untuk memastikan dana zakat disalurkan secara tepat sasaran dan sesuai kebutuhan mustahik (penerima zakat).
Dalam kesempatan tersebut, H. Muhammad Nur juga menyoroti 10 program prioritas BAZNAS tahun 2025, di antaranya Rumah Sehat BAZNAS (RSB), BAZNAS Microfinance, Kampung Zakat, Santripreneur, Beasiswa BAZNAS, Z-Chicken, Z-Mart, Rumah Layak Huni, Pengentasan Kemiskinan Ekstrem dan Stunting, serta program Tanggap Bencana (BTB).
Sebagai penutup, beliau mengajak seluruh jajaran BAZNAS di Sulawesi Selatan untuk terus meningkatkan kolaborasi dengan Kementerian Agama, termasuk melalui pembentukan UPZ di setiap KUA Kecamatan, Zakat ASN Kementerian Agama dengan sistem payroll, dan berbagai inisiatif lainnya untuk memperluas jangkauan dan dampak positif pengelolaan zakat.
Rapat Konsultasi Fundraising Ramadhan ini menjadi momentum penting bagi BAZNAS Sulawesi Selatan dalam mempersiapkan strategi optimalisasi pengumpulan dan pendistribusian zakat selama bulan suci Ramadhan 1446 H, guna meningkatkan kesejahteraan umat dan mendorong pengentasan kemiskinan di wilayah Sulawesi Selatan.
BERITA23/02/2025 | BAZNAS SULSEL
BAZNAS Sulsel dan Polda Sulsel Perkuat Pengawasan Pengelolaan Dana Umat
Makassar, 23 Februari 2025 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Rapat Konsultasi Fundraising Ramadhan bersama BAZNAS kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan di Grand Hotel Makassar, 23 Februari 2025. Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi dan merumuskan strategi pengumpulan dan penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang transparan dan akuntabel, khususnya menjelang bulan suci Ramadhan.
Dalam acara tersebut, Iptu H. Taufiq Hidayat, yang menjabat sebagai Pamin 3 Biro SDM Polda Sulsel, membawakan materi bertajuk "Mekanisme Pengawasan Polda Sulsel dalam Pengelolaan Dana Umat." Beliau menegaskan bahwa pengawasan yang ketat dan berkelanjutan sangat penting untuk mencegah penyalahgunaan dana ZIS dan memastikan penyaluran dana tersebut tepat sasaran.
"Polda Sulsel memiliki komitmen untuk mendukung pengelolaan dana umat yang profesional, transparan, dan akuntabel. Dengan pengawasan yang baik, kita bisa memastikan dana ZIS benar-benar diterima oleh mereka yang berhak," ujar Iptu H. Taufiq Hidayat dalam pemaparannya.
Adapun beberapa poin penting yang disampaikan dalam materi tersebut meliputi:
Pencegahan dan Penindakan Penyimpangan Dana ZIS
Mendeteksi potensi penyalahgunaan melalui pemantauan ketat.
Menindak tegas pelanggaran hukum terkait pengelolaan dana umat sesuai dengan UU No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.
Sistem Monitoring dan Evaluasi
Mengumpulkan dan menganalisis data pengumpulan serta penyaluran dana ZIS.
Memberikan rekomendasi strategis untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas.
Koordinasi dan Sinergi
Membangun komunikasi yang efektif antara Polda Sulsel, BAZNAS Sulsel, dan lembaga pengelola ZIS.
Berkolaborasi dalam menyusun kebijakan dan sistem pengawasan yang berkelanjutan.
Peningkatan Transparansi melalui Digitalisasi
Implementasi laporan berbasis tertulis dan digital untuk memudahkan pengawasan real-time.
Publikasi laporan keuangan secara berkala agar dapat diakses oleh masyarakat luas.
BAZNAS Sulsel menyambut baik kerja sama ini sebagai langkah konkret dalam mengawal amanah umat. Ketua BAZNAS Sulsel menegaskan pentingnya pengawasan berbasis tiga prinsip utama, yakni: Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI.
Dengan terjalinnya sinergi antara BAZNAS Sulsel dan Polda Sulsel, diharapkan pengelolaan dana umat di Sulawesi Selatan berjalan secara profesional dan mampu memberi dampak signifikan dalam pengentasan kemiskinan di wilayah tersebut.
BERITA23/02/2025 | BAZNAS SULSEL
BAZNAS Se-Sulawesi Selatan Targetkan Zakat Lebih Besar dengan Pendekatan Berbasis Data
Makassar, 22 Februari 2025 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar malam pembukaan Rapat Konsultasi Fundraising Ramadhan BAZNAS Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan di Grand Hotel Makassar. Acara ini menghadirkan Direktur Layanan, Promosi, dan Data Optimasi BAZNAS RI, H. Rulli Kurniawan, M.M, CMA, CFRM, yang membawakan materi bertajuk "Checklist Persiapan Fundraising Ramadhan" dengan menitikberatkan pada konsep 6 Rights of Fundraising.
Dalam pemaparannya, H. Rulli Kurniawan menegaskan bahwa persiapan penggalangan dana zakat selama Ramadhan harus dilakukan secara sistematis dan berbasis data untuk mencapai hasil yang optimal dengan framework 6 Rights of Fundraising.
"Dengan menerapkan 6 Rights of Fundraising, BAZNAS Sulawesi Selatan dapat memaksimalkan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) serta memastikan dana yang terkumpul memberikan dampak nyata bagi para mustahik," ujar H. Rulli Kurniawan.
Beliau juga memaparkan Service Blueprint sebagai panduan teknis dalam mengelola proses fundraising, mulai dari tahap perencanaan hingga evaluasi. Salah satu Aspek yang ditekankan adalah Pendekatan Berbasis Data.
Dengan pendekatan berbasis data, BAZNAS Sulsel dapat menganalisis tren donasi sebelumnya untuk memprediksi dan menargetkan potensi muzaki di berbagai sektor. Data ini menjadi dasar dalam merancang strategi komunikasi yang lebih personal dan efektif, sehingga mendorong partisipasi lebih luas dari masyarakat.
Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya membangun narasi yang menginspirasi dengan menyampaikan kisah sukses mustahik dan testimoni nyata untuk meningkatkan kepercayaan dan partisipasi masyarakat. Selain itu, BAZNAS diharapkan memanfaatkan platform digital seperti media sosial dan aplikasi zakat online untuk mempermudah akses donasi.
Sebagai bagian dari upaya meningkatkan partisipasi muzaki, BAZNAS Sulsel didorong untuk menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk ulama, tokoh masyarakat, dan sektor bisnis. Dukungan ini diharapkan dapat memperluas jangkauan kampanye zakat selama Ramadhan dan memperkuat sinergi antara BAZNAS dan komunitas lokal.
Rapat Konsultasi Fundraising Ramadhan ini menjadi langkah strategis bagi BAZNAS Sulawesi Selatan dalam menyongsong bulan suci Ramadhan 1446H dengan memaksimalkan potensi zakat guna meningkatkan kesejahteraan umat dan pengentasan kemiskinan di wilayah Sulawesi Selatan.
BERITA22/02/2025 | BAZNAS SULSEL
Rapat Konsultasi Fundraising Ramadhan BAZNAS se-Sulawesi Selatan Resmi Dibuka
Makassar, 22 Februari 2025 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan secara resmi membuka Rapat Konsultasi Fundraising Ramadhan yang diikuti oleh BAZNAS Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan. Acara yang berlangsung pada 22-24 Februari 2025 ini diselenggarakan di Grand Makassar Hotel dan dibuka langsung oleh Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. dr. H. M. Khidri Alwi, MA, M.Kes.
Dalam sambutannya, Dr. Khidri Alwi menegaskan pentingnya kolaborasi dan sinergi antar BAZNAS di seluruh wilayah Sulawesi Selatan dalam menghadapi momentum Ramadhan. Menurutnya, Ramadhan merupakan waktu strategis untuk meningkatkan pengumpulan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) serta memaksimalkan pendistribusiannya kepada masyarakat yang membutuhkan.
"Rapat konsultasi ini menjadi langkah penting untuk menyatukan visi dan strategi dalam meningkatkan penghimpunan dana zakat selama Ramadhan. Dengan kerja sama yang baik antar BAZNAS di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, kita bisa memaksimalkan potensi ZIS dan memastikan penyaluran yang tepat sasaran, terutama bagi kaum dhuafa, fakir miskin, serta mereka yang benar-benar membutuhkan," ujar Dr. Khidri Alwi dalam sambutannya.
Rapat Konsultasi Fundraising Ramadhan ini dihadiri oleh seluruh pimpinan dan perwakilan BAZNAS dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan. Kegiatan ini bertujuan untuk membahas strategi penghimpunan ZIS selama bulan suci Ramadhan, memantapkan koordinasi antar-lembaga, serta membahas inovasi digital dalam pengelolaan zakat di era modern.
Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta akan mengikuti berbagai sesi diskusi dan pemaparan materi dari para pakar di bidang pengelolaan zakat. Beberapa agenda utama dalam kegiatan ini meliputi:
Penyusunan strategi komunikasi dan edukasi zakat kepada masyarakat.
Optimalisasi layanan pembayaran zakat berbasis digital.
Evaluasi program fundraising tahun sebelumnya dan target pengumpulan Ramadhan 1446 H.
Best practice pengelolaan ZIS dari beberapa BAZNAS terkemuka di Sulawesi Selatan.
Dalam kesempatan yang sama, Dr. Khidri Alwi juga menegaskan komitmen BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan untuk memperkuat peran kelembagaan dalam mendorong kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan zakat yang amanah dan transparan. Ia berharap hasil dari rapat konsultasi ini mampu menghadirkan terobosan baru dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada BAZNAS sebagai lembaga pengelola ZIS yang profesional.
"Kami berharap hasil dari rapat ini dapat menjadi panduan operasional yang efektif bagi seluruh BAZNAS di Sulawesi Selatan. Dengan koordinasi yang solid, kita bisa menghadirkan Ramadhan yang penuh berkah, di mana mereka yang berkecukupan dapat menunaikan zakatnya dengan mudah dan mereka yang membutuhkan bisa merasakan manfaat dari dana yang dihimpun," tambahnya.
Rapat Konsultasi Fundraising Ramadhan BAZNAS Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan ini diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dalam meningkatkan kesejahteraan umat melalui penghimpunan dan pendistribusian zakat yang lebih optimal dan merata di seluruh wilayah Sulawesi Selatan.
BERITA22/02/2025 | BAZNAS SULSEL
Sambut Ramadan 1446 H, BAZNAS RI Luncurkan Program Pesantren 1000 Cahaya
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meluncurkan program Pesantren 1000 Cahaya menyambut bulan suci Ramadan 1446 H dengan sejumlah kegiatan positif yang akan menyasar untuk kalangan masyarakat kurang mampu.
Pesantren 1000 Cahaya Ramadan 1446 H adalah program Ramadan yang melibatkan mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) di 162 kampus se-Indonesia untuk mengajar anak jalanan, anak yatim, dan disabilitas dengan kegiatan pengajian, ceramah, tilawah, dan buka puasa bersama. Kegiatan ini dilakukan serentak di 162 titik untuk menanamkan nilai keagamaan dan kepedulian sosial.
Peluncuran program Pesantren 1000 Cahaya Ramadan 1446 dilakukan oleh Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., bersama Deputi BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Dr. HM. Imdadun Rahmat, M.Si secara daring melalui YouTube BAZNAS TV pada Kamis (20/2/2025).
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan, program Pesantren 1000 Cahaya Ramadan 1446 H akan melibatkan para mahasiswa penerima program Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB).
“Yang kita harapkan, para penerima beasiswa ini juga memiliki daya saing dalam menghadapi tantangan di masa depan. Sebab, persaingan ilmu menjadi sangat penting, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di tingkat global,” ujar Kiai Noor.
Menurut Kiai Noor, program Pesantren 1000 Cahaya Ramadan 1446 menjadi bekal bagi masyarakat kurang mampu dalam menghadapi dinamika persaingan ilmu pengetahuan yang sangat dinamis di masa yang akan datang.
“Kami memperkirakan bahwa ilmu di masa mendatang akan terus berkembang secara dinamis. Namun demikian, apa yang kita siapkan saat ini, insyaAllah, akan menjadi bagian dari perjuangan kita dalam menghadapi tantangan tersebut,” ucap Kiai Noor.
“Maka dari itu, ini adalah bagian dari perjuangan, bagian dari jihad, bagian dari jihad fi sab?lillah. Apa yang kita lakukan bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi juga mempersiapkan generasi yang akan menghadapi tantangan di masa depan dengan fondasi yang kuat,” tambahnya.
Di sisi lain, Kiai Noor mengimbuhkan, dasar sosial keagamaan juga sangat penting, karena akan sangat berpengaruh dalam kehidupan di masa depan. Katanya, dengan memiliki kesadaran sosial, mereka tidak hanya berjuang untuk diri sendiri, tetapi juga untuk sesama dan kehidupan sosial secara luas.
“Oleh karena itu, kita berharap generasi mendatang yang dibina oleh BAZNAS RI memiliki ciri khas sebagimana orang-orang yang berilmu, memiliki keimanan yang kuat, serta peduli terhadap sosial. Mereka tidak hanya siap berkompetisi di masa depan, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama,” jelasnya.
Sementara itu, Deputi BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Dr. HM. Imdadun Rahmat, M.Si., menambahkan, sasaran utama dari program ini adalah anak jalanan, anak yatim, dan kelompok disabilitas.
"Bentuk kegiatan yang akan dilakukan mencakup pembekalan keagamaan, seperti pengajian, ceramah, dan tilawah Al-Qur`an, yang kemudian akan dilanjutkan dengan buka puasa bersama di lokasi yang telah ditentukan," ujarnya.
“InsyaAllah, melalui kegiatan ini, mahasiswa penerima beasiswa tidak hanya mendapatkan manfaat akademik, tetapi juga turut berkontribusi dalam kebermanfaatan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan,” ucap Imdadun.
Menanggapi peluncuran program Pesantren 1000 Cahaya Ramadan 1446 H oleh BAZNAS RI, Ketua BAZNAS Sulawesi Selatan, Dr. dr. H. M. Khidri Alwi, MA, M.Kes, menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap inisiatif tersebut. Menurutnya, program ini tidak hanya memberikan manfaat bagi anak jalanan, anak yatim, dan penyandang disabilitas, tetapi juga menjadi wadah bagi mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) untuk mengembangkan kepedulian sosial dan dakwah keagamaan.
"Pesantren 1000 Cahaya Ramadan 1446 H adalah bentuk nyata dari kepedulian BAZNAS dalam membangun generasi yang berilmu dan berakhlak. Dengan melibatkan mahasiswa sebagai pengajar, program ini tidak hanya memberikan edukasi agama kepada mereka yang membutuhkan, tetapi juga membentuk karakter pemuda Islam yang memiliki kesadaran sosial tinggi. Kami di BAZNAS Sulawesi Selatan siap mendukung dan berkolaborasi dalam menyukseskan program ini agar manfaatnya semakin luas bagi masyarakat, khususnya di wilayah Sulawesi Selatan," ujar Dr. Khidri Alwi.
Beliau juga menambahkan bahwa program ini sejalan dengan misi BAZNAS dalam memberdayakan umat melalui pendidikan dan sosial keagamaan. Dengan adanya kegiatan pengajian, ceramah, tilawah, dan buka puasa bersama, diharapkan anak-anak dari kelompok kurang mampu dapat memperoleh bimbingan agama yang lebih baik serta merasakan kebersamaan dan kasih sayang dari sesama Muslim.
"Kami berharap program ini dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk lebih aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan. Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, dan ini adalah momentum terbaik untuk berbagi ilmu, kebaikan, serta memperkuat ukhuwah Islamiyah," tutupnya.
BERITA21/02/2025 | BAZNAS SULSEL
Pertanian Berkelanjutan, Petani Binaan BAZNAS Terapkan Metode Tradisional Tujah
Raudah merupakan petani binaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) di Desa Anjir Pasar Kota II, Kecamatan Anjir Pasar, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan bersama timnya aktif mengembangkan pertanian padi lokal jenis Siam Runtai dengan memanfaatkan lahan seluas 1,5 hektar.
Proses penanaman padi dilakukan dengan metode tradisional tujah. Metode ini dipercaya dapat menjaga keseimbangan ekosistem dan meningkatkan hasil panen secara alami. Dengan teknik ini, diharapkan produktivitas pertanian tetap tinggi dan hasil panen dapat berlimpah.
Program pemberdayaan petani oleh BAZNAS bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan para petani dengan memberikan pendampingan serta dukungan yang berkelanjutan. Melalui program ini, petani tidak hanya mendapatkan hasil panen yang optimal tetapi juga memiliki daya saing dalam pertanian lokal.
Dengan adanya dukungan dari BAZNAS, petani seperti Raudah diharapkan dapat terus berkembang dan mencapai kemandirian ekonomi, sekaligus menjaga kelestarian pertanian tradisional di wilayahnya.
BERITA20/02/2025 | Izar | Editor : Ayu
BAZNAS RI Raih Penghargaan Elshinta Award 2025
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan Elshinta Award 2025 dalam kategori Outstanding Business Collaboration. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan kerja sama BAZNAS dalam mendukung siaran Radio Elshinta, khususnya dalam memberikan literasi dan edukasi zakat kepada masyarakat luas.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., dalam acara penganugerahan Elshinta Award 2025 yang diselenggarakan di Gedung Antara Heritage Center, Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat, pada Rabu (5/2/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Kiai Noor menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Radio Elshinta, yang selama ini telah menjadi mitra strategis dalam menyebarluaskan informasi terkait zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat.
"Elshinta adalah mitra kolaborasi yang luar biasa. Radio ini sangat membantu BAZNAS dalam literasi dan memberikan komunikasi kepada masyarakat, sehingga pencapaian BAZNAS dalam beberapa tahun terakhir meningkat signifikan. Bahkan, apa yang diraih BAZNAS saat ini rata-rata naik 30 persen," ujar Kiai Noor.
Lebih lanjut, Kiai Noor berharap agar Radio Elshinta terus konsisten dalam menyiarkan program-program literasi zakat serta tetap menjalin kolaborasi yang erat dengan BAZNAS RI. Menurutnya, sinergi antara lembaga zakat nasional dan media merupakan faktor penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya zakat sebagai instrumen kesejahteraan sosial.
"BAZNAS RI akan terus berkolaborasi dengan berbagai media, salah satunya Radio Elshinta. Kami sangat percaya dengan Elshinta, karena selama ini terus memberikan perkembangan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi masyarakat, sehingga mendapat apresiasi luas dari publik," tambahnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, BAZNAS RI telah meraih berbagai penghargaan bergengsi baik di tingkat nasional maupun internasional. Kiai Noor menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan bukti nyata bahwa BAZNAS semakin dipercaya dalam menjalankan perannya sebagai lembaga pengelola zakat nasional.
"Penghargaan ini adalah bentuk pengakuan atas kinerja dan integritas BAZNAS dalam mengelola zakat. Kami selalu berpegang teguh pada prinsip 3A, yaitu Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI, sehingga seluruh proses penghimpunan dan penyaluran zakat dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai dengan aturan yang berlaku," ungkapnya.
Dengan diraihnya penghargaan Elshinta Award 2025, BAZNAS RI semakin optimis untuk terus meningkatkan layanan dan inovasi dalam pengelolaan zakat di Indonesia. Sinergi antara BAZNAS dan media diharapkan dapat semakin memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat dan pengentasan kemiskinan.
BERITA19/02/2025 | Fikri | Editor : Ayu
BAZNAS RI dan Shuna'u Al-Hayah Bersinergi dalam Misi Kemanusiaan di Palestina
BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL (BAZNAS) RI bekerja sama dengan NGO Mesir, Shuna'u Al-Hayah/Life Makers Foundation dalam menyalurkan bantuan sebesar Rp2 miliar untuk Palestina.
Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari BAZNAS International Forum pada November lalu. Adapun Shuna'u Al-Hayah/Life Makers Foundation Mesir merupakan NGO yang berdiri pada tahun 2011, terdaftar dengan Nomor 839 Tahun 2018 Kemensos Mesir, dan beroperasi sesuai dengan UU No.149/2019.
Penandatanganan kerja sama tersebut diselenggarakan di Kantor Shuna'u Al-Hayah, Kairo, Mesir. Turut hadir Sekretaris Utama BAZNAS RI, H. Subhan Cholid, Lc, MA., Deputi 1 BAZNAS RI Bidang Pengumpulan M. Arifin Purwakananta, Ketua Satgas Palestina BAZNAS RI M. Iman Damara, serta Deputy CEO Shuna'u Al-Hayah Hamed Ibrahim Hamed. Adapun kerja sama bantuan yang akan disalurkan berupa 8500 paket makanan, guna memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat Palestina di Gaza.
Sekretaris Utama BAZNAS RI, H. Subhan Cholid, Lc, MA, dalam keterangannya menegaskan, bantuan ini merupakan bentuk nyata kepedulian masyarakat Indonesia terhadap rakyat Palestina akibat krisis kemanusiaan yang terjadi.
"Melalui kerja sama dengan Shuna'u Al-Hayah/Life Makers Foundation, kami ingin memastikan bantuan yang diberikan benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan. Ini adalah amanah dari masyarakat Indonesia, dan kami berkomitmen untuk menyalurkannya secara transparan dan akuntabel," ujar Subhan, dalam keterangannya, di Mesir, baru-baru ini.
Subhan menyebut, kolaborasi antara BAZNAS RI dan Shuna'u Al-Hayah/Life Makers Foundation merupakan bagian dari strategi BAZNAS dalam memperluas jangkauan program kemanusiaan global.
"Dengan adanya kerja sama ini, distribusi bantuan dapat dilakukan lebih efektif dan sesuai kebutuhan di lapangan," ujar Subhan.
Selain bantuan logistik, lanjut Subhan, BAZNAS RI juga tengah menyiapkan program jangka panjang yang mencakup berbagai aspek kebutuhan bagi warga Palestina yang terdampak.
"BAZNAS juga berencana mendukung rekonstruksi di Palestina dengan membangun Rumah Sakit Indonesia, Masjid, dan Sekolah. Insya Allah kita akan upayakan terus bantuan ini," ucapnya.
Subhan juga mengajak masyarakat Indonesia untuk terus berpartisipasi dalam program kemanusiaan ini. Dukungan dari masyarakat sangat berperan dalam memastikan lebih banyak bantuan yang bisa disalurkan kepada mereka yang membutuhkan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia yang terus mendukung program kemanusiaan ini. Insya Allah, BAZNAS akan terus menyalurkan amanah ini dengan penuh tanggung jawab,” kata Subhan.
Sementara itu, Deputy CEO Shuna'u Al-Hayah/Life Makers Foundation Hamed Ibrahim Hamed menyambut baik kerja sama ini dan menegaskan pentingnya sinergi antar-lembaga dalam menghadapi krisis kemanusiaan global.
“Kami sangat menghargai inisiatif BAZNAS RI dalam menyalurkan bantuan bagi rakyat Palestina. Dengan pengalaman yang kami miliki di lapangan, kami akan memastikan bahwa setiap bantuan yang diberikan masyarakat Indonesia tersalurkan secara tepat dan cepat," ucapnya.
"Semoga kerja sama ini akan terus berlanjut sehingga bisa memperluas jangkauan bantuan bagi masyarakat terdampak konflik di berbagai belahan dunia, sebagai bagian dari misi kemanusiaan dan kepedulian global," ujar Hamed.
BERITA17/02/2025 | Lulu Fatimah | Editor : Nov
Aksi Nyata Tim BTB BAZNAS SULSEL di Banjir Makassar : Dari Dapur Umum hingga Pemulihan Mental
Makassar, 14 Februari 2025 – Bencana banjir yang melanda Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar pada 11 Februari 2025 telah mengakibatkan dampak besar bagi warga setempat. Puluhan rumah terendam, banyak keluarga terpaksa mengungsi, dan kebutuhan dasar pun menjadi hal yang sulit diperoleh. Untuk membantu meringankan beban para penyintas, Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Provinsi Sulawesi Selatan bergerak cepat menyalurkan bantuan ke posko bencana yang telah didirikan di wilayah terdampak.
Dalam upaya tanggap darurat ini, BTB BAZNAS Sulawesi Selatan mendistribusikan berbagai kebutuhan pokok. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak, terutama mereka yang masih bertahan di pengungsian.
Selain menyalurkan bantuan logistik, tim BTB BAZNAS juga turut membantu di dapur umum, yang menjadi sumber utama makanan bagi para korban. Para relawan bahu-membahu menyiapkan makanan siap saji untuk didistribusikan kepada penyintas banjir, memastikan penyintas tetap mendapatkan asupan gizi yang cukup di tengah kondisi sulit.
Tak hanya itu, tim juga memberikan perhatian khusus kepada anak-anak yang mengalami dampak psikologis akibat bencana ini. Melalui program Trauma Healing, BTB BAZNAS mengadakan berbagai kegiatan interaktif untuk menghibur dan mendukung pemulihan mental anak-anak yang mengalami ketakutan dan kecemasan pasca-banjir. Kegiatan ini meliputi permainan, aktivitas edukatif, serta sesi pendampingan emosional, dengan tujuan membantu anak-anak kembali merasa aman dan nyaman setelah melewati masa sulit.
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) terus berkomitmen untuk memberikan respon cepat terhadap bencana yang terjadi di berbagai daerah, memastikan bahwa bantuan dapat tersalurkan dengan tepat sasaran dan membawa manfaat bagi para korban. Dengan adanya sinergi antara relawan, masyarakat, dan berbagai pihak lainnya, diharapkan proses pemulihan bagi para penyintas banjir di Makassar dapat berjalan lebih cepat dan efektif.
BERITA14/02/2025 | BAZNAS SULSEL
Gelar Mujahadah Nisfu Syakban, BAZNAS RI Tekankan Profesionalisme Amil
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menggelar tadarus dan mujahadah Nisfu Syakban sebagai momentum refleksi untuk meningkatkan profesionalisme dan spiritualitas amil dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
Acara yang berlangsung khidmat ini digelar di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Jumat (14/2/2025), juga disiarkan langsung melalui kanal Youtube BAZNAS TV. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS RI, Rizaludin Kurniawan, M.Si., serta Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional, H. Achmad Sudrajat, Lc., MA, juga para pimpinan dan amil BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota se-Indonesia yang turut hadir secara online.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional, H. Achmad Sudrajat, Lc., MA., menyoroti pentingnya momentum Nisfu Syakban sebagai pengingat bagi para amil untuk terus meningkatkan profesionalisme.
Menurutnya, tugas amil bukan sekadar pekerjaan administratif, tetapi juga ibadah yang harus dijalankan dengan penuh dedikasi.
"Amil harus mampu membangun kepercayaan muzaki serta memastikan zakat yang dikumpulkan benar-benar memberikan manfaat optimal bagi mustahik. Profesionalisme dalam pengelolaan zakat harus selaras dengan keikhlasan dan pengabdian kepada Allah Swt," ujarnya.
Selain itu, Achmad mengajak seluruh amil BAZNAS untuk menjadikan Nisfu Syakban sebagai momen refleksi diri.
Ia menekankan, pentingnya memperbanyak ibadah dan doa, khususnya di momentum nisfu syakban agar setiap individu dapat meningkatkan kualitas spiritual serta semakin teguh dalam menjalankan tugas demi kemaslahatan umat.
"BAZNAS berkomitmen untuk terus menjadi lembaga pengelola zakat yang amanah dan berorientasi pada kesejahteraan bersama. Kepercayaan masyarakat adalah amanah besar yang harus dijaga dengan profesionalisme dan keikhlasan," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS RI, Rizaludin Kurniawan, M.Si., menegaskan, kegiatan ini bertujuan memperkuat kesadaran akan pentingnya tugas mulia dalam memberdayakan umat melalui zakat, infak, dan sedekah.
Ia mengingatkan, para amil untuk bekerja dengan niat ikhlas demi kesejahteraan umat, sebagaimana hadis Rasulullah yang menyatakan, "Sebaik-baiknya manusia adalah yang bisa memberikan manfaat."
Untuk meningkatkan efektivitas kinerja, Rizaludin menekankan, karakter amil BAZNAS harus mencerminkan prinsip 3H, 2S, dan 1M, yaitu Hand (terampil dalam bekerja), Heart (hati yang suci), Head (pemikiran yang positif), Soul (kesediaan untuk melayani), Spirit (semangat juang yang tinggi), serta Motive (niat yang tulus untuk Allah Swt).
Rizaludin mengatakan, keberhasilan pengumpulan dana zakat bergantung pada enam pilar utama, yaitu literasi, pemasaran, layanan, digitalisasi, sumber daya manusia, dan reputasi.
"Amil yang menguasai keenam pilar ini diyakini dapat menjalankan tugasnya dengan lebih optimal, sehingga semakin banyak mustahik yang terbantu," ujar Rizaludin.
BERITA14/02/2025 | BAZNAS SULSEL
Bantu Masyarakat Palestina, BAZNAS dan Mishr Al Kheir Tandatangani Kerja Sama Penyaluran Bantuan Rp 2 Miliar
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Mishr Al Kheir menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk penyaluran 8.500 paket makanan senilai Rp2 miliar bagi masyarakat Palestina.
Bantuan ini merupakan tindak lanjut dari BAZNAS International Forum (BIF) yang digelar pada November 2024 lalu, yang menegaskan komitmen dan peran BAZNAS RI dalam diplomasi kemanusiaan global.
Penandatanganan kerja sama ini berlangsung di kantor Mishr Al Kheir di Kairo, Mesir, Kamis (13/2/2025), sebagai bagian dari upaya bersama dalam mendukung ketahanan pangan bagi warga Palestina yang terdampak krisis kemanusiaan.
Sekretaris Utama BAZNAS RI, H. Subhan Cholid, Lc, MA., menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan wujud nyata dari solidaritas umat Islam Indonesia terhadap masyarakat Palestina.
“Kami di BAZNAS RI percaya bahwa zakat bukan hanya instrumen ibadah, tetapi juga solusi nyata bagi permasalahan kemanusiaan. Kerja sama dengan Mishr Al Kheir ini merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan sosial kita untuk membantu saudara-saudara kita di Palestina yang sedang mengalami kesulitan,” ujar Subhan Cholid dalam keterangannya di Kairo, Mesir, Jumat (14/2/2025).
Subhan menyampaikan, kerja sama ini memperkuat peran BAZNAS RI dalam diplomasi kemanusiaan secara global.
“Kami berusaha terus membangun jaringan kerja sama strategis dengan berbagai lembaga kemanusiaan di dunia, termasuk Mishr Al Kheir, agar bantuan yang kami salurkan tepat sasaran dan memiliki dampak yang lebih luas,” jelasnya.
Ke depan, BAZNAS RI akan terus mengembangkan berbagai inisiatif kemanusiaan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat di berbagai belahan dunia.
“Zakat, infak, dan sedekah memiliki potensi luar biasa dalam membangun kesejahteraan global, dan BAZNAS RI berkomitmen untuk terus menjadi jembatan kebaikan bagi umat,” tutup Subhan Cholid.
Paket makanan yang akan disalurkan mencakup kebutuhan pokok seperti beras, tepung, mi, keju, tuna, biskuit, kurma, jus, kacang kalengan, saus tomat, selai, dan pasta. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat Palestina, khususnya mereka yang menghadapi keterbatasan akses pangan akibat konflik berkepanjangan.
Direktur Mishr Al Kheir Dr. Tariq Hasan Muhammad dalam kesempatan yang sama, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kerja sama yang terjalin dengan BAZNAS.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BAZNAS RI dan masyarakat Indonesia atas kepeduliannya terhadap saudara-saudara kita di Palestina. Bantuan ini sangat berarti bagi mereka yang saat ini menghadapi kondisi sulit. Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Bantuan ini menegaskan peran aktif BAZNAS RI dalam aksi kemanusiaan internasional dan memperkuat sinergi dengan lembaga-lembaga kemanusiaan global dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.
BERITA14/02/2025 | BAZNAS SULSEL

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
Info Rekening Zakat
