WhatsApp Icon

Sakinah Finance Gelar Literasi Keuangan Syariah, Ketua BAZNAS Sulsel Dorong Zakat Produktif bagi Disabilitas

04/11/2026  |  Penulis: Humas Baznas Prov. Sulawesi Selatan

Bagikan:URL telah tercopy
Sakinah Finance Gelar Literasi Keuangan Syariah, Ketua BAZNAS Sulsel Dorong Zakat Produktif bagi Disabilitas

Dokumentasi Baznas Prov.Sulsel

Makassar, 4 November 2026 - Sakinah Finance menyelenggarakan kegiatan “Literasi dan Edukasi Keuangan Syariah bagi Komunitas Disabilitas” sebagai upaya meningkatkan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan berdasarkan prinsip syariah sekaligus mendorong kemandirian dan produktivitas ekonomi penyandang disabilitas.

Kegiatan ini dihadiri oleh Founder Sakinah Finance, Prof. Dr. Murniati Mukhlisin dan Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan - Riswan Ilyas, serta beberapa stakeholder lainnya. Kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi sekaligus penguatan sinergi berbagai pihak dalam memperluas akses pengetahuan dan kesempatan ekonomi bagi komunitas disabilitas.

Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Sulawesi Selatan menekankan pentingnya membangun kesadaran masyarakat dalam mengelola keuangan secara bijak, terutama kemampuan membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Menurutnya, literasi keuangan syariah perlu diarahkan tidak hanya pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan perilaku keuangan yang produktif, mandiri, dan bertanggung jawab.

Zakat sebagai Instrumen Pemberdayaan Komunitas Disabilitas

Ketua BAZNAS Sulawesi Selatan menegaskan bahwa pendistribusian zakat merupakan tanggung jawab utama BAZNAS untuk memastikan hak para mustahik terpenuhi, termasuk kelompok penyandang disabilitas yang membutuhkan perhatian dan dukungan.

Namun, pengelolaan zakat tidak seharusnya hanya berorientasi pada bantuan konsumtif untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek. Zakat juga perlu diarahkan pada program-program produktif yang mampu meningkatkan keterampilan, kapasitas, dan kemandirian ekonomi penerima manfaat.

"BAZNAS memiliki tanggung jawab untuk memastikan zakat dapat didistribusikan kepada mereka yang berhak menerima, termasuk saudara-saudara kita dari komunitas disabilitas. Akan tetapi, kita juga perlu memastikan bahwa bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi bagaimana zakat dapat menjadi instrumen pemberdayaan yang mendorong kemandirian dan produktivitas mereka," ungkapnya.

Menurutnya, penyandang disabilitas memiliki potensi dan kemampuan untuk berkembang. Oleh karena itu, program pemberdayaan perlu dirancang dengan memperhatikan kebutuhan, potensi, dan kapasitas masing-masing individu agar manfaat yang diberikan dapat berkelanjutan.

Kolaborasi sebagai Kunci Pemberdayaan Disabilitas

Prof Murniati Mukhlisisj sebagai founder sakinah finance menekankan bahwa upaya meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian komunitas disabilitas tidak dapat dilakukan oleh satu lembaga saja. Dibutuhkan kolaborasi dan keterlibatan berbagai pihak, baik pemerintah, lembaga zakat, lembaga keuangan syariah, dunia pendidikan, sektor swasta, maupun komunitas masyarakat.

Kolaborasi tersebut penting untuk memperluas akses terhadap pendidikan, literasi keuangan, pelatihan keterampilan, dukungan permodalan, serta kesempatan berusaha dan bekerja bagi penyandang disabilitas.

"Semua pihak harus mengambil peran dan berkolaborasi dalam mendukung program-program yang memberikan manfaat bagi komunitas disabilitas. Pemberdayaan tidak cukup hanya dengan memberikan bantuan, tetapi harus ada upaya bersama untuk membuka akses, meningkatkan kapasitas, dan menciptakan kesempatan agar mereka dapat tumbuh mandiri dan produktif," tegasnya.

Sinergi antarlembaga diharapkan mampu menghadirkan program pemberdayaan yang lebih inklusif, tepat sasaran, dan berorientasi pada dampak nyata.

Literasi Keuangan Syariah untuk Kemandirian Ekonomi

Kegiatan ini juga menekankan pentingnya pemanfaatan instrumen keuangan syariah dalam mendukung pengelolaan keuangan dan pengembangan aktivitas ekonomi masyarakat.

Pemahaman mengenai tabungan, pengelolaan keuangan, pembiayaan syariah, serta berbagai layanan keuangan berbasis prinsip Islam diharapkan dapat memperluas wawasan komunitas disabilitas dalam mengambil keputusan keuangan secara tepat.

Melalui literasi keuangan syariah, masyarakat diharapkan tidak hanya mampu mengelola keuangan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga memiliki orientasi jangka panjang dalam membangun usaha, meningkatkan produktivitas, dan mempersiapkan masa depan.

Mewujudkan Ekosistem Pemberdayaan yang Inklusif

Kehadiran Sakinah Finance bersama BAZNAS Sulawesi Selatan dalam kegiatan ini mencerminkan pentingnya sinergi berbagai pemangku kepentingan dalam memperkuat inklusi ekonomi dan keuangan bagi penyandang disabilitas.

Pemberdayaan komunitas disabilitas perlu ditempatkan sebagai bagian dari agenda pembangunan ekonomi yang inklusif, dengan memastikan setiap individu memiliki kesempatan yang setara untuk memperoleh akses pendidikan, layanan keuangan, dan peluang ekonomi. (*)

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Sulawesi Selatan.

Lihat Daftar Rekening →