WhatsApp Icon

BAZNAS Sulsel dan Unhas Perkuat Sinergi Penghimpunan dan Pendayagunaan Zakat Berkelanjutan

16/09/2026  |  Penulis: Humas Baznas Prov. Sulawesi Selatan

Bagikan:URL telah tercopy
BAZNAS Sulsel dan Unhas Perkuat Sinergi Penghimpunan dan Pendayagunaan Zakat Berkelanjutan

Dokumentasi Baznas Prov.Sulsel

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan memperkuat sinergi kelembagaan dengan Universitas Hasanuddin (Unhas) dalam rangka mengembangkan ekosistem zakat yang lebih kuat, khususnya melalui optimalisasi penghimpunan serta pendayagunaan zakat secara berkelanjutan. 

Audiensi tersebut diterima langsung oleh Kepala UPT Pengelolaan Wakaf/Dana Abadi Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Muh. Hatta Jamil, SP., M.Si. didampingi jajaran staff. Dari BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan hadir Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, Riswan Ilyas, S.T., S.E.Sy., bersama jajaran Tenaga Ahli BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan.

BAZNAS Dorong Penguatan Ekosistem Zakat di Perguruan Tinggi 

Dalam pertemuan tersebut, BAZNAS Sulsel menyampaikan pentingnya membangun ekosistem zakat di lingkungan perguruan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada penghimpunan, tetapi juga terhubung dengan program pendayagunaan dan pemberdayaan.

Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, Riswan Ilyas menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam pengembangan ekosistem zakat karena memiliki sumber daya manusia, jaringan kelembagaan, kapasitas akademik, serta potensi penghimpunan zakat dari sivitas akademika.

“Perguruan tinggi memiliki potensi besar dalam penguatan ekosistem zakat. Bukan hanya dari sisi penghimpunan, tetapi juga dari sisi ilmu pengetahuan, inovasi, riset, dan pengembangan program pemberdayaan masyarakat. Karena itu, kami ingin membangun kolaborasi yang dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan,” ujar Riswan.

Menurutnya, sinergi BAZNAS dan Unhas diharapkan dapat menghubungkan potensi zakat di lingkungan kampus dengan program-program pemberdayaan yang memiliki sasaran, indikator, serta dampak yang lebih terukur. Kolaborasi tersebut juga diharapkan dapat menjadi model pengembangan zakat berbasis perguruan tinggi yang dapat direplikasi pada institusi pendidikan lainnya di Sulawesi Selatan.

Unhas Memiliki Potensi Strategis dalam Pengembangan Zakat

Dalam konteks penguatan kolaborasi, Unhas memiliki potensi strategis untuk mendukung pengembangan zakat melalui keterlibatan sivitas akademika, pengembangan kajian dan riset, penguatan literasi zakat, serta pemanfaatan kompetensi akademik dalam mendukung program pendayagunaan dan pemberdayaan.

Kerja sama antara BAZNAS dan Unhas juga dapat diarahkan pada pengembangan berbagai kegiatan yang mengintegrasikan aspek pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta penguatan kelembagaan zakat. Berbagai program seperti beasiswa cendekia BAZNAS, zakat empowerment village, mustahik livestock empowerment dapat menjadi kolaborasi berkelanjutan.

Dengan pendekatan tersebut, zakat tidak hanya diposisikan sebagai instrumen penghimpunan dan penyaluran dana sosial, tetapi juga sebagai bagian dari instrumen program integratif dalam sektor pendidikan dan ekonomi.

Dorong Pembentukan UPZ Unhas

Di akhir pertemuan, Ketua BAZNAS Sulsel Riswan Ilyas menyampaikan usulan agar dapat dilakukan penjajakan pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Universitas Hasanuddin.

“Kami berharap ke depan dapat dilakukan penjajakan pembentukan UPZ Universitas Hasanuddin. Selain menjadi sarana pengumpulan zakat, UPZ juga dapat menjadi bagian dari partisipasi kelembagaan dalam mendukung program-program sosial dan kemasyarakatan di Sulawesi Selatan,” ungkap Riswan.

Pembentukan UPZ di lingkungan Unhas diharapkan dapat menjadi instrumen kelembagaan untuk mengoptimalkan penghimpunan zakat dari sivitas akademika sesuai dengan ketentuan dan mekanisme yang berlaku.

Unhas sebagai Mitra Pengembangan Pengetahuan dan Inovasi Zakat

Selain penghimpunan dan pendayagunaan, sinergi BAZNAS Sulsel dan Unhas juga memiliki ruang pengembangan pada aspek riset, inovasi, dan penguatan kapasitas pengelolaan zakat.

Perguruan tinggi dapat berperan dalam menghasilkan kajian mengenai pengelolaan zakat, pemetaan kebutuhan masyarakat, pengembangan model pemberdayaan, serta evaluasi dampak program.

Kolaborasi riset juga dapat diarahkan untuk menghasilkan rekomendasi berbasis bukti yang dapat digunakan dalam pengembangan kebijakan dan program BAZNAS.

Hubungan antara BAZNAS dan Unhas diharapkan berkembang dari hubungan kelembagaan menuju kemitraan strategis yang mengintegrasikan potensi zakat, pengetahuan akademik, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat.

Membangun Model Zakat Kampus yang Berkelanjutan

Sinergi BAZNAS Sulsel dan Unhas diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun model pengelolaan zakat di lingkungan perguruan tinggi yang lebih terintegrasi.

Model tersebut mencakup tiga aspek utama, yaitu penghimpunan yang optimal, pendayagunaan yang produktif, dan pengukuran dampak yang berkelanjutan.

Melalui penguatan UPZ, potensi zakat di lingkungan kampus dapat dihimpun secara lebih terorganisasi. Selanjutnya, melalui kolaborasi program dan keilmuan, dana zakat dapat diarahkan untuk mendukung program pemberdayaan yang memiliki sasaran dan dampak yang jelas.

Dalam jangka panjang, sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat kontribusi zakat dalam mendukung pembangunan sosial-ekonomi masyarakat di Sulawesi Selatan.

Menuju Ekosistem Zakat yang Kolaboratif dan Berkelanjutan

Audiensi BAZNAS Sulsel dengan Universitas Hasanuddin menjadi langkah penting dalam memperluas kolaborasi pengelolaan zakat yang melibatkan berbagai unsur masyarakat dan institusi.

BAZNAS Sulsel memandang bahwa penguatan zakat membutuhkan ekosistem yang dibangun melalui kolaborasi antara lembaga zakat, perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, serta masyarakat.

Melalui sinergi dengan Unhas, BAZNAS Sulsel berharap dapat mengoptimalkan potensi penghimpunan zakat sekaligus memperkuat kualitas pendayagunaan ZIS agar semakin produktif, terukur, dan berkelanjutan.

 

Kolaborasi tersebut pada akhirnya diarahkan untuk mewujudkan zakat yang tidak hanya tersalurkan kepada penerima manfaat, tetapi mampu menjadi instrumen pemberdayaan yang mendorong mustahik menjadi lebih berdaya, mandiri, dan berkelanjutan.(afi/sff)

 

 

 

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Sulawesi Selatan.

Lihat Daftar Rekening →