Tindak Lanjuti Sinergi Kelembagaan, BI Sulsel Kunjungi Kantor BAZNAS Sulsel Sambut Bulan Ekonomi Syariah 2026
15/09/2026 | Penulis: Humas Baznas Prov. Sulawesi Selatan
Dokumentasi Baznas Prov.Sulsel
Makassar — Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan melakukan kunjungan ke Kantor Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan dalam rangka menindaklanjuti penjajakan sinergi kelembagaan sekaligus membahas kolaborasi menyambut rangkaian Bulan Ekonomi dan Keuangan Syariah/Bulan Pembiayaan Syariah 2026 pada Oktober mendatang.
Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari audiensi sebelumnya yang dilakukan Pimpinan BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan ke Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan. Pertemuan ini menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi dan merumuskan bentuk kolaborasi yang dapat memberikan dampak lebih luas bagi pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Sulawesi Selatan.
Dari pihak Bank Indonesia hadir Dwi Tjahja K. Wardhono, Asisten Direktur/Kepala Tim Implementasi Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah (PUR) Kantor Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Selatan, bersama Muhammad Salim, Asisten Manajer BI Sulawesi Selatan.
Kedatangan jajaran Bank Indonesia diterima langsung oleh Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, Riswan Ilyas S.T, S.E, Sy. bersama Wakil Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. Kamaruddin Arsyad, serta jajaran BAZNAS Sulsel.
BI Dorong Sulawesi Selatan Menjadi Pionir Ekonomi Syariah di Kawasan Timur Indonesia
Dalam pertemuan tersebut, Bank Indonesia menyampaikan agenda tahunan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang akan berlangsung pada Oktober 2026.
Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah sekaligus meningkatkan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan di Sulawesi Selatan.
Perwakilan BI Sulsel menyampaikan harapan agar berbagai agenda tersebut dapat mendorong Sulawesi Selatan mengambil posisi strategis sebagai salah satu pionir pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Kawasan Timur Indonesia.
Pengembangan ekonomi dan keuangan syariah sendiri merupakan salah satu fokus Bank Indonesia yang dilakukan melalui penguatan ekosistem halal, keuangan dan pembiayaan syariah, serta literasi dan inklusi ekonomi syariah. Sementara itu, Festival Ekonomi Syariah (FESyar) merupakan bagian dari rangkaian tahunan Bank Indonesia menuju Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF).
Melalui berbagai agenda tersebut, Bank Indonesia mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga keuangan, pelaku usaha, lembaga sosial keagamaan, pesantren, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah secara inklusif dan berkelanjutan.
BAZNAS Sulsel Sambut Hangat Sinergi BI
Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, Riswan Ilyas, menyambut baik kunjungan Bank Indonesia dan menyampaikan apresiasi atas ruang sinergi yang terus dibangun kedua lembaga.
Menurut Riswan, BAZNAS memiliki posisi strategis dalam ekosistem ekonomi syariah, khususnya melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah serta program pemberdayaan masyarakat dan UMKM binaan.
“Kami menyambut baik kunjungan Bank Indonesia dan tentu siap bersinergi dalam menyemarakkan rangkaian Bulan Ekonomi Syariah di Sulawesi Selatan. BAZNAS memiliki banyak program yang dapat dikolaborasikan, terutama dalam aspek keuangan sosial syariah, pemberdayaan masyarakat, dan UMKM binaan,” ujar Riswan.
Menurutnya, sinergi antara Bank Indonesia dan BAZNAS dapat menjadi kekuatan strategis karena menghubungkan ekonomi dan keuangan syariah dengan keuangan sosial syariah serta pemberdayaan masyarakat.
Tabligh Akbar Diusulkan sebagai Penguat Syiar Ekonomi Syariah
Salah satu gagasan yang mengemuka dalam pertemuan tersebut adalah penyelenggaraan Tabligh Akbar sebagai bagian dari upaya memperkuat syiar dan semangat Bulan Ekonomi Syariah di Sulawesi Selatan.
BAZNAS Sulsel mengusulkan agar Tabligh Akbar dapat dilaksanakan di lokasi ikonik seperti Masjid Al-Markaz Al-Islami atau Masjid 99 Kubah, dengan melibatkan masyarakat secara luas.
Gagasan tersebut diharapkan dapat menjadi pelengkap berbagai agenda ekonomi dan keuangan syariah yang dilaksanakan oleh Bank Indonesia, sehingga rangkaian kegiatan tidak hanya menghadirkan dimensi edukasi dan ekonomi, tetapi juga memperkuat aspek syiar, literasi keislaman, dan kesadaran masyarakat mengenai ekonomi syariah.
Dr. Kamaruddin Arsyad, Wakil Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, menyampaikan bahwa Tabligh Akbar dapat menjadi momentum untuk memperkenalkan ekonomi syariah kepada masyarakat dalam pendekatan yang lebih komunikatif dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
“Kita ingin ekonomi syariah tidak hanya dibicarakan di ruang-ruang seminar, tetapi juga menjadi gerakan yang dirasakan dan dipahami masyarakat. Tabligh Akbar dapat menjadi ruang syiar yang mempertemukan aspek keagamaan, ekonomi, dan kepedulian sosial,” jelas Kamaruddin.
Menjadikan Momentum Kebangkitan Ekonomi Syariah di Sulsel
Gagasan pelaksanaan Tabligh Akbar di ruang publik ikonik Sulawesi Selatan diharapkan dapat menjadi salah satu momentum penting dalam memperkuat gerakan ekonomi syariah di daerah.
Jika dapat direalisasikan, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi dapat dirancang sebagai ruang untuk memperkenalkan berbagai aspek ekonomi syariah, mulai dari zakat, wakaf, pembiayaan syariah, industri halal, UMKM, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
BAZNAS Sulsel memandang bahwa zakat sebagai bagian dari keuangan sosial syariah memiliki hubungan erat dengan agenda pengembangan ekonomi syariah. Dana zakat tidak hanya memiliki fungsi sosial, tetapi juga dapat diarahkan untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian mustahik melalui berbagai program pemberdayaan.
Karena itu, keterlibatan BAZNAS dalam rangkaian kegiatan ekonomi syariah diharapkan dapat memperkuat dimensi sosial dan pemberdayaan dalam ekosistem ekonomi syariah Sulawesi Selatan.
Kolaborasi Diharapkan Melibatkan UMKM Binaan BAZNAS
Selain agenda syiar, ruang kolaborasi juga terbuka pada aspek pemberdayaan ekonomi masyarakat.
BAZNAS Sulsel memiliki berbagai UMKM binaan yang dapat dilibatkan dalam rangkaian kegiatan ekonomi syariah, baik melalui bazar, showcase produk, promosi, maupun kegiatan yang mempertemukan pelaku usaha dengan pasar dan ekosistem pembiayaan.
Keterlibatan UMKM binaan BAZNAS diharapkan menjadi bentuk nyata bahwa pengembangan ekonomi syariah tidak hanya berbicara mengenai kebijakan dan industri keuangan, tetapi juga memberikan ruang bagi pelaku usaha kecil dan masyarakat binaan untuk tumbuh.
Dengan demikian, rangkaian Bulan Ekonomi Syariah dapat menjadi ruang pertemuan antara literasi, syiar, pembiayaan, UMKM, keuangan sosial syariah, dan pemberdayaan masyarakat.
Menuju Sinergi Ekonomi dan Keuangan Syariah yang Lebih Konkret
Kunjungan Bank Indonesia ke Kantor BAZNAS Sulsel menjadi langkah lanjutan dalam membangun sinergi kelembagaan antara dua institusi yang memiliki peran berbeda namun saling melengkapi dalam pengembangan ekonomi masyarakat.
Bank Indonesia memiliki peran strategis dalam pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah, sementara BAZNAS memiliki mandat dalam pengelolaan zakat dan penguatan keuangan sosial syariah.
Kolaborasi keduanya diharapkan dapat menghasilkan agenda yang lebih konkret dan berdampak bagi masyarakat Sulawesi Selatan.
Melalui momentum Bulan Ekonomi Syariah Oktober 2026, BAZNAS Sulsel dan BI Sulsel diharapkan dapat menghadirkan rangkaian kegiatan yang tidak hanya memperkuat literasi dan inklusi ekonomi syariah, tetapi juga menghidupkan semangat syiar dan pemberdayaan masyarakat.
Gagasan Tabligh Akbar di Masjid Al-Markaz Al-Islami atau Masjid 99 Kubah pun diharapkan dapat menjadi salah satu simbol kolaborasi dan momentum bersama menuju kebangkitan ekonomi dan keuangan syariah di Sulawesi Selatan serta penguatan peran Sulsel sebagai salah satu pusat pengembangan ekonomi syariah di Kawasan Timur Indonesia.(arm/sff)
Berita Lainnya
BAZNAS Sulsel Kukuhkan UPZ RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, Perkuat Sinergi ZIS dan Pelayanan bagi Masyarakat
BAZNAS Sulsel Dorong Penguatan Program Zakat Berbasis Pemberdayaan dan Sinergi
Pimpinan BAZNAS RI Ajak Mahasiswa Jadi Penggerak Ekosistem Zakat Berkelanjutan
BAZNAS Sulsel dan Unhas Perkuat Sinergi Penghimpunan dan Pendayagunaan Zakat Berkelanjutan
BAZNAS Sulsel dan Dinsos Sulsel Perkuat Sinergi Data dan Intervensi Kemiskinan
Jaga Kepercayaan Publik, BAZNAS RI Perkuat Pengawasan Berlapis yang Transparan dan Akuntabel
BAZNAS Sulsel dan BPS Sulsel Perkuat Sinergi Data untuk Pendistribusian Zakat yang Lebih Tepat Sasaran
BAZNAS Sulsel dan RSUP Wahidin Perkuat Sinergi Pengelolaan Zakat, Targetkan Optimalisasi UPZ
Tidak Ada Kebijakan Zakat untuk MBG, Kemenag: Penyalurannya Sesuai Syariat untuk Delapan Asnaf
BAZNAS Provinsi Sulsel Perkuat Sinergi Penanganan Korban Kebakaran Tallo, Ajak BAZNAS Kabupaten/Kota Bergerak Bersama
BAZNAS RI Tetapkan Nisab Zakat Penghasilan dan Jasa 2026 Rp7.640.144 per bulan
Ramadan Menguatkan Palestina, BAZNAS RI Distribusikan 100.000 Liter Air Bersih untuk Warga Gaza
Di Hadapan Kiai dan Ulama, Presiden Prabowo Apresiasi Kontribusi Besar BAZNAS Bantu Palestina
Perkuat Sinergi Layanan Kesehatan, Pimpinan BAZNAS Sulsel Kunjungi RSB BAZNAS
BAZNAS Sulsel dan BI Sulsel Perkuat Sinergi Sambut Bulan Pembiayaan Syariah 2026

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Sulawesi Selatan.
Lihat Daftar Rekening →