BAZNAS Sulsel dan RSUP Wahidin Perkuat Sinergi Pengelolaan Zakat, Targetkan Optimalisasi UPZ
30/07/2026 | Penulis: Humas BAZNAS SULSEL
Dokumentasi Ketua BAZNAS SULSEL - UPZ RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan terus memperkuat sinergi dengan berbagai institusi strategis guna mengoptimalkan pengelolaan zakat di Sulawesi Selatan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui audiensi dengan jajaran Direksi RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar untuk membahas penguatan kelembagaan Unit Pengumpul Zakat (UPZ).
Audiensi yang berlangsung di Ruang Tamu Direktur Utama Gedung PCC Lantai 5 RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, Selasa (28/7/2026), diterima langsung Direktur Utama RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, dr. Annas Ahmad, Sp.B., FICS., FISQua, didampingi Direktur Layanan Operasional dr. Marsella Wahyuni Olii, M.Kes., serta Direktur Perencanaan dan Keuangan Diah Vitaloka Adam, S.E., M.Ak.
Sementara itu, rombongan BAZNAS Sulsel dipimpin Ketua BAZNAS Sulsel Riswan Ilyas, didampingi Wakil Ketua Dr. Kamaruddin Arsyad dan Kepala Bagian Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan Drs. Abdul Hae, M.A.P.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas pembaruan Surat Keputusan (SK) Pengurus UPZ RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel.
Ketua BAZNAS Sulsel Riswan Ilyas menjelaskan bahwa penguatan UPZ merupakan implementasi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Menurutnya, keberadaan UPZ di lingkungan instansi pemerintah maupun badan usaha menjadi instrumen penting untuk memudahkan masyarakat dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
Ia menilai rumah sakit memiliki potensi besar dalam penghimpunan zakat karena didukung ribuan pegawai, tenaga kesehatan, dan dokter yang memiliki kepedulian tinggi terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
Riswan Ilyas mengungkapkan, UPZ RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo yang telah terbentuk sejak 2022 menunjukkan tren penghimpunan ZIS yang terus meningkat setiap tahunnya.
Dengan jumlah pegawai muslim sekitar 2.000 orang, potensi penghimpunan zakat di lingkungan RSUP Dr. Wahidin diperkirakan mencapai Rp500 juta hingga Rp1 miliar per bulan, terutama dari kalangan dokter dan tenaga kesehatan.
Karena itu, BAZNAS Sulsel mengusulkan pembaruan kepengurusan UPZ agar semakin optimal dalam melakukan edukasi, pelayanan muzaki, penghimpunan ZIS, serta pendayagunaan dana zakat secara tepat sasaran.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, dr. Annas Ahmad, menyampaikan apresiasi atas inisiatif BAZNAS Sulsel dan menyatakan dukungan penuh terhadap pembaruan kepengurusan UPZ.
Bahkan, dalam pertemuan tersebut, ia langsung mengusulkan sejumlah nama yang akan masuk dalam struktur pengurus baru serta mendorong agar proses penerbitan SK segera diselesaikan.
"Kami sangat setuju dilakukan pembaruan SK UPZ. Bahkan apabila diperlukan, kita dapat melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama dalam rangka optimalisasi penghimpunan dan pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah," ujar dr. Annas.
Ia berharap dana ZIS yang dihimpun nantinya dapat dimanfaatkan untuk membantu pasien kurang mampu, khususnya yang tidak memiliki BPJS atau mengalami tunggakan iuran. Selain itu, dana zakat juga diharapkan dapat mendukung layanan ambulans gratis serta penyediaan rumah singgah bagi keluarga pasien dari luar daerah.
Sebagai tindak lanjut, kedua pihak menargetkan penerbitan SK kepengurusan UPZ yang baru pada awal Agustus 2026. Setelah itu akan dilakukan pelantikan pengurus sekaligus penyerahan SK sesuai kesiapan Direksi RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo.
Selain penguatan kelembagaan UPZ, BAZNAS Sulsel dan RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo juga sepakat mengembangkan berbagai program kolaboratif, di antaranya bantuan bagi pasien dhuafa, bantuan biaya pengobatan, pembayaran iuran BPJS masyarakat kurang mampu, percepatan penanganan stunting, layanan ambulans gratis, hingga penyediaan rumah singgah bagi keluarga pasien.
Ketua BAZNAS Sulsel Riswan Ilyas optimistis sinergi tersebut akan memperkuat peran zakat sebagai instrumen perlindungan sosial sekaligus meningkatkan pelayanan kemanusiaan.
"Pelayanan kesehatan dan pelayanan zakat memiliki tujuan yang sama, yaitu menjaga martabat manusia. Rumah sakit menyembuhkan mereka yang sakit, sementara zakat menguatkan mereka yang lemah. Ketika keduanya bersinergi, akan lahir pelayanan yang tidak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga menghadirkan harapan dan kesejahteraan bagi masyarakat," tutup Riswan Ilyas. (*)
Berita Lainnya
Di Hadapan Kiai dan Ulama, Presiden Prabowo Apresiasi Kontribusi Besar BAZNAS Bantu Palestina
BAZNAS Sulsel dan BPS Sulsel Perkuat Sinergi Data untuk Pendistribusian Zakat yang Lebih Tepat Sasaran
BAZNAS Sulsel dan Unhas Perkuat Sinergi Penghimpunan dan Pendayagunaan Zakat Berkelanjutan
Tidak Ada Kebijakan Zakat untuk MBG, Kemenag: Penyalurannya Sesuai Syariat untuk Delapan Asnaf
Kolaborasi Kebaikan di Bulan Ramadan, BAZNAS Sulsel Dukung Buka Puasa Akbar Kerajaan Arab Saudi Bersama Ribuan Warga Sulsel.
BAZNAS Provinsi Sulsel Perkuat Sinergi Penanganan Korban Kebakaran Tallo, Ajak BAZNAS Kabupaten/Kota Bergerak Bersama
Tindak Lanjuti Sinergi Kelembagaan, BI Sulsel Kunjungi Kantor BAZNAS Sulsel Sambut Bulan Ekonomi Syariah 2026
BAZNAS RI Tetapkan Nisab Zakat Penghasilan dan Jasa 2026 Rp7.640.144 per bulan
Ramadan Menguatkan Palestina, BAZNAS RI Distribusikan 100.000 Liter Air Bersih untuk Warga Gaza
BAZNAS Sulsel Dorong Penguatan Program Zakat Berbasis Pemberdayaan dan Sinergi
Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Jamkrindo Syariah Kolaborasi dengan BAZNAS Sulsel Berbagi di Panti Asuhan
BAZNAS Sulsel dan Dinsos Sulsel Perkuat Sinergi Data dan Intervensi Kemiskinan
Berkah Ramadan, BAZNAS RI Distribusikan 4.000 Porsi Makanan Siap Saji bagi Warga Palestina
Perkuat Sinergi Layanan Kesehatan, Pimpinan BAZNAS Sulsel Kunjungi RSB BAZNAS
Pimpinan BAZNAS RI Ajak Mahasiswa Jadi Penggerak Ekosistem Zakat Berkelanjutan

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Sulawesi Selatan.
Lihat Daftar Rekening →