WhatsApp Icon

Meneladani Kedermawanan Rasulullah di Bulan Ramadan: Mengalir Bagaikan Angin Berhembus

03/03/2026  |  Penulis: Humas BAZNAS SULSEL

Bagikan:URL telah tercopy
Meneladani Kedermawanan Rasulullah di Bulan Ramadan: Mengalir Bagaikan Angin Berhembus

Dokumentasi BAZNAS SULSEL

Hari Ke-13 Series Ramadhan 1447H BAZNAS Sulsel

Alhamdulillah, tak terasa kita telah menginjak hari ke-13 di bulan suci Ramadhan 1447H. Secara garis waktu, kita berada di fase kedua Ramadan, fase di mana keteguhan iman kita diuji. Biasanya, di pertengahan bulan seperti ini, semangat ibadah mulai mengalami tantangan—tubuh mulai lelah dan rutinitas mulai terasa berat.

Namun, jika kita menengok sejarah dan sirah nabawiyah, kita akan menemukan sebuah fakta menakjubkan: Rasulullah SAW justru meningkatkan intensitas kedermawanannya berkali-kali lipat saat memasuki bulan Ramadan. Beliau tidak hanya menjadi teladan dalam shalat malam dan tadarus, tetapi juga menjadi jawara dalam urusan berbagi kepada sesama.

Filosofi "Angin yang Berhembus"

Dalam sebuah riwayat yang sangat masyhur dari Ibnu Abbas RA, beliau menggambarkan sifat kedermawanan Nabi Muhammad SAW dengan kalimat yang sangat indah:

Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadan ketika Jibril menemui beliau... Sungguh, Rasulullah SAW jauh lebih dermawan dalam memberikan kebaikan daripada angin yang berhembus.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Apa makna di balik perumpamaan "angin yang berhembus" (al-rih al-mursalah) tersebut? Para ulama menjelaskan ada tiga pesan mendalam di dalamnya:

Kecepatan dan Tanpa Penundaan (Al-Sur’ah)

Angin yang berhembus kencang tidak pernah tertahan. Begitu pula Rasulullah SAW, beliau tidak pernah menunda dalam memberi. Begitu ada harta yang datang atau ada orang yang membutuhkan, beliau langsung menyalurkannya. Beliau tidak pernah membiarkan harta mengendap jika ada perut yang lapar.

Jangkauan yang Luas (Al-Syumul)

Angin tidak memilih-milih tempat untuk berhembus; ia menyentuh gunung, lembah, hingga pelosok pemukiman. Kedermawanan Rasulullah pun demikian. Manfaatnya dirasakan oleh semua lapisan masyarakat—mulai dari anak yatim, para janda, kaum dhuafa, hingga musafir yang sedang melintas.

Membawa Kesegaran dan Kehidupan (Al-Naf’u)

Angin membawa kesejukan bagi mereka yang kepanasan dan membawa awan hujan bagi tanah yang kering. Sedekah Rasulullah adalah "hujan" bagi mereka yang gersang secara ekonomi. Beliau memberi bukan untuk dipuji, melainkan untuk menghidupkan harapan orang lain.

Korelasi Al-Qur'an dan Kedermawanan

Hadits tersebut juga menyebutkan bahwa kedermawanan Nabi memuncak saat beliau bertemu Malaikat Jibril untuk melakukan Mudarosah (mempelajari kembali) Al-Qur'an. Ini memberikan pelajaran penting bagi kita: Semakin dekat seseorang dengan Al-Qur'an, seharusnya ia semakin dermawan.

Al-Qur'an melunakkan hati. Maka, di bulan Ramadan ini, saat kita banyak membaca kalamullah, seharusnya rasa empati kita terhadap saudara-saudara kita di Sulawesi Selatan juga semakin tajam. Tidaklah sempurna tadarus kita jika lisan kita membaca ayat tentang berbagi, namun tangan kita masih enggan mengulurkan bantuan.

Menghidupkan Karakter Nabi di Sulawesi Selatan

Masyarakat Sulawesi Selatan memiliki nilai luhur Sipakatau (saling memanusiakan) dan Sipakainge (saling mengingatkan). Meneladani kedermawanan Rasulullah di masa kini berarti kita harus bergerak secara kolektif untuk memastikan tidak ada warga di sekitar kita yang kesulitan menjalani Bulan Ramadhan dan menyambut Idul Fitri.

Melalui BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, semangat "angin yang berhembus" ini kita wujudkan dalam bentuk pengelolaan zakat, infaq, dan sedekah yang profesional. Zakat yang Anda tunaikan melalui kami akan mengalir laksana angin ke berbagai penjuru Sulawesi Selatan:

- Membawa bantuan pangan ke daerah pelosok.

- Memberikan biaya pengobatan bagi mustahik yang sakit.

- Menyalurkan beasiswa bagi anak-anak tidak mampu agar tetap sekolah.

- Memberikan modal usaha agar pedagang kecil bisa mandiri.

Jangan Takut Berkurang

Banyak orang yang khawatir hartanya berkurang jika bersedekah secara rutin. Namun, Rasulullah SAW justru menjamin: “Harta tidak akan berkurang karena sedekah.” (HR. Muslim). Justru dengan memberi, keberkahan akan masuk ke dalam sisa harta yang kita miliki, menjaganya dari musibah, dan melapangkan pintu rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.

Mari manfaatkan hari-hari di pertengahan Ramadan ini untuk menjadi "angin kesejukan" bagi sesama. Jadikan setiap rupiah yang kita keluarkan sebagai saksi pembela kita di hadapan Allah SWT kelak.

Demikian artikel Series Ramadhan BAZNAS Sulsel Hari Ke-13. Semoga kita semua dimampukan untuk meneladani kedermawanan Rasulullah SAW dan menjadi jalan kebahagiaan bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan.

Mariki' Terus Bersinergi Menguatkan Sulawesi Selatan dan Indonesia Melalui Zakat!

Salurkan ZIS Anda melalui:

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan

Jl. Masjid Raya No. 55 Makassar

Via Transfer:

Bank Sulselbar Syariah Rek. No : 510.053.0000000.25.7 an. BAZ Provinsi Sulawesi Selatan

Bank Syariah Indonesia (BSI) Rek. No : 700.2402.704 an. BAZNAS Prov Sulsel

BCA Rek. No : 365.036.5789 an. Badan Amil Zakat Nasional Sulsel

Via Kantor Digital di link: https://sulsel.baznas.go.id/bayarzakat

Untuk Informasi dan Konfirmasi dapat melalui Nomor Layanan Muzakki BAZNAS SULSEL:

WhatsApp: 0851 8328 5998

-mJk-

Bagikan:URL telah tercopy

Artikel Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat